Pertama Kali, Indonesia Siap Gelar Festival Dangdut Termegah

Musik dangdut sudah menjadi bagian budaya Indonesia. Mengusung musik dangdut,  berbagai prestasi internasional diraih anak bangsa. Melihat kondisi  ini pada 6 Juli 2019 akan diadakan festival musik dangdut pertama di Indonesia yang akan setara dengan festival musik genre lain yang sudah sukses rutin dibuat di Indonesia.

Lagu “Syantik” dengan genre dangdut yang dipopulerkan penyanyi Siti Badriah, sudah mendapatkan prestasi di ajak internasional belum lama ini berhasil memperoleh gelar Best ASEAN Economic Community Song oleh F.M. 95 MHz. Dan yang lebih dahsyat lagi hingga Jumat (8/3) lagu “Syantik” sudah menembus lebih dari 476 juta kali ditonton di youtube.

“Dangdut adalah bagian dari sebuah budaya, cerminan masyarakat Indonesia yang  guyub, riang dan bersahaja. Musik dangdut bahkan terpengaruh musik rock. Meskipun dangdut sudah mendarah daging di masyarakat Indonesia, tapi sayang belum mendapatkan perhatian khusus untuk tetap melestarikan dangdut sebagai budaya maupun industri yang mencermikan budaya Indonesia,” ujar Delisa P Tahir, Festival Director PT Digoda Karya Cipta Indonesia, dalam siaran pers pelaksanaan Digoda Fest 2019, di Jakarta, Jumat (8/3). Sebelumnya, pada Rabu (6/3) dilaksanakan jumpa pers Digoda Fest 2019 dihadiri oleh sederet artis dangdut seperti Ayu Soraya, Ridho Rhoma, Duo Anggrek, dan para artis senior lainnya. Acara ini juga didukung oleh sejumlah media partner seperti 106,2 FM Bens Radio “Betawi Punye Gaye”, 97.1 FM Radio RDI “Tempat Kamu Ekseiz”, 94.1 Elpas FM Bogor, 93.4 Kisi FM Bogor.

Bens Leo, pemerhati musik, mengatakan  sebenarnya sejak tahun  2000-an,  para stakeholder musik dangdut menikmati genre musik ini. Bahkan secara tidak langsung masyarakat sangat menghargai musik dangdut.  Bens mencontohkan pada 2003 Inul Daratista tampil dengan enam lagu di atas panggung dibayar Rp60 juta. Sementara Arman bersama grup band GIGI serta 15 kru di belakang panggung dibayar Rp80 juta untuk 12 lagu.  “Betapa apresiasi terhadap penyanyi dangdut begitu tinggi,” ujarnya.

Bens mengatakan, di berbagai daerah setiap tahun selalu ada festival musik. Tapi untuk bertaraf nasional dan tersusun untuk dilakukan secara berkesinambungan kayanya belum ada melihat situasi ini, acara Digoda Festyang dimulai dengan nama  Indonesia Dangdut Festival 1.0.  Karena itu, event ini patut didukung penuh dan diapresiasi.

“ Semoga bisa mendongkrak bisnnis dan industri dangdut melalui chart, award, penjualan merchandise, hingga roadshow ke berbagai daerah,” katanya.

Menurut Bens, Digoda Fest adalah momentum untuk mulai memposisikan dangdut  lebih bermakna dan diterima dalam budaya Indonesia. Bahkan bisa jadi motor untuk berbagai acara atau momentum yang berhubungan dengan dangdut. Misalnya  mengusung Hari Dangdut nasional, museum dangdut,  atau kota dangdut. Atau dengan tegas ada komitmen yang menyatakan  dangdut sebagai musik nasional asli Indonesia yang sehingga layak di go international.

“Ini merupakan kali pertama di Indonesia diselenggarakan festival yang mengkhususkan pada genre dangdut sebagai tempat ekspresi dan memberikan apresiasi seluruh insan musik dangdut Indonesia,” ujar Delisa.

Menurut rencana Digoda Fest 2019 digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 6 Juli 2019. Menurut Delisa, konsep acara ini dilakukan selama sehari. Seluruh insan dangdut Indonesia berkumpul di satu tempat. Di sana akan disediakan Panggung Festival Dangdut, Panggung Legenda, Panggung Dang, Panggung Dut, dan Panggung Klasik (Dangdut Melayu/Klasik). Acara juga dilengkapi dengan diskusi/seminar/forum Dangdut Indonesia, Workshop Dangdut,, Bazaar/Pasar Dangdut.

“Puncaknya adalah peluncuran DIGODA AWARD, yaitu penghargaan untuk insan di industri musik Dangdut Indonesia, termasuk peluncuran chart TANGGA LAGU DIGODA,” kata Delisa.

Dalam festival ini, seluruh penampil, pekerja, dan sponsor adalah orang Indonesia. Acara ini menggunakan standar layanan konser yang baik, mulai dari pembelian tiket online dan offline, penukaran tiket, merchandise, dan lain-lain.

Puluhan artis dangdut yang berasal dari lintas generasi, mulai dari Raja Dangdut Pak Haji Rhoma Irama hingga Siti Badriah dan Duo Anggrek. Akan tampil pula penyanyi cantik Zaskia Gotik, Fitri Karlina, Ayu Soraya,  Ridho Roma, Trio Macan, Rita Sugiarto, Bunga Rampai (Delia Paramitha, Novy Ayla, Rini Andriyani, dan  Eva Queen), Mila Rosa. “Mereka sudah confirm tampil pada 6 Juli nanti,” kata Delisa.

Rahayu Kertawiguna, pendiri sekaligus  pemilik perusahaan rekaman Nagaswara,  menyambut baik dengan acara yang akan diselenggarakan setiap tahun ini.  Sebagai perusahaan yang memayungi lebih dari 200 artis dengan genre musik yang berbeda, Rahayu yakin jika dilakukan dengan konsisten Digoda Fest  akan membantu lebih memberikan aura positif kepada industri musik dangdut.

Sumber : M.Subuh – Andre Sumual