Personel dan Logistik Pemprov DKI Jakarta Tiba di Palu

Setelah bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Pemprov DKI Jakarta mengirimkan beberapa personel dan bantuan logistik ke lokasi yang terkena dampak dari bencana gempa itu. Pada Rabu (3/10) siang ini, para personel gabungan dalam Tim tanggap Ibu Kota telah mendarat di Bandara Muatiara Sis Al Jufrie, Palu, Sulawesi Tengah. Selain itu, logistik yang dikirimkan ke lokasi tempat kejadian sebanyak 4,6 ton. 4,6 ton itu terdiri dari pakaian, makanan, air bersih, tenda darurat, kantong mayat, dan sebagainya.

 

Salman Ansori sebagai Komandan dari tim tanggap Ibu kota Pemprov DKI Jakarta untuk Bencana Palu dan Donggala, mengatakan bahwa untuk membawa timnya dan logistik ke kota Palu tak luput dari peran dan dukungan Pasukan Khas (Skuadron Udara Hercules A-1316, Paskas) Wing (TNI AU) 2 Makassar.

Salman juga mengatakan bahwa seluruh personelnya akan langsung melaksanakan tugas sesuai dengan amanat dari Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan. “Misi yang kami bawa tentunya sesuai dengan yang diamanatkan Bapak Gubernur Anies. bahwasannya kami siap membantu penderitaan masyarakat yang ada di Palu” ungkap Salman.

Selain itu, Salman menjelaskan langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh timnya ialah menjalin koordinasi dengan otoritas Palu agar mendapatkan akses ke wilayah terdampak gempa. “Saat ini, kami sedang berupaya membuka akses agar dapat menuju lokasi gempa di Palu, serta melaporkan anggota kami untuk bisa diterima di posko utama,” tutur salman.

Pada Senin (1/10) Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, secara simbolis resmi melepas Tim Tanggap Ibu Kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membentuk Tim Tanggap Ibu Kota untuk bencana Palu dan Donggala. Tim ini merupakan gabungan dari sejumlah SKPD di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, diantara yaitu:

  • 10 orang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta.
  • 10 orang dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta.
  • 20 orang dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta (terdiri dari 2 dokter spesialist ortopedi, 1 spesialist bedah umum, 1 spesialist obgin, 1 spesialist anak, 1 spesialist anastesi, 4 dokter umum, 9 perawat dan 1 apoteker).
  • 5 orang dari BAZIS Provinsi DKI Jakarta.
  • 20 orang dari Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta.
  • 10 orang dari Satuan Polisi Pampng Praja Provinsi DKI Jakarta.
  • 2 orang dari Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta.
  • 1 orang dari Biro Administrasi Setda Provinsi DKI Jakarta.
  • 4 orang dari Dinas Komunikasi
    , Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta.
  • 1 orang dari Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri Provinsi DKI Jakarta.

Dan bantuan logistik yang diberikan diantaranya sebagai berikut:

  1. BPBD Provinsi DKI Jakarta (terdiri dari 50 lembar terpal, 200 buah mukena, 100 buah sarung, 2 buah tenda posko ukuran 4×4, 50 buah pakaian seragam)
  2. Dinas penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta (30 buah kantong mayat)
  3. Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta (yang terdiri dari 75 buah kain kafan, dan 75 buah kantong mayat)
  4. Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta (terdiri dari 150 lembar selimut, dan 25 buah terpal)

Sumber: Siaran Pers Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di PPID DKI Jakarta (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi DKI Jakarta) atau http://ppid.jakarta.go.id/view-pers/424-SP-HMS-10-2018

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *