Pemetaan Tantangan dan Potensi Ekosistem Ekonomi Kreatif Tangerang Selatan

Pengembangan ekonomi kreatif merupakan bagian dari agenda pembangunan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Dalam rencana pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019, ditetapkan bahwa tema pembangunan hingga 2019 adalah “Pembangunan yang kuat, Inklusif dan Berkelanjutan”, dengan sasaran utama antara lain pertumbuhan ekonomi kreatif, tenaga kerja dan devisa. Target yang ditetapkan untuk produk domestik bruto mencapai 12%, tenaga kerja 13 juta orang dan kontribusi ekspor hingga 10% pada 2019.

Pengembangan ekonomi kreatif 2015-2019 dilakukan dengan menekankan pada pencapaian daya saing kompetitif, bersdasarkan keunggulan sumber daya budaya dan sumber daya manusia berkualitas dan kreatif, dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat kelembagaan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan ekonomi kreatif lokal.

Besarnya potensi lokal TangSel merupakan ruang yang terbuka bagi pengembangan 16 subsektor ekonomi kreatif untuk meningkatkan kontribusinya pada pertumbuhan ekonomi TangSel. Untuk itu, diperlukan model kerjasama pentahelix stakeholders dalam meningkatkan kontribusi masing-masing subsektor melalui penajaman fokus strategi, rencana aksi hingga indikator-indikatornya.

Maka dari itu, pada Rabu 5 Desember 2018 Walikota Tangerang Selatan melalui Focus Group Discussion mengundang para Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah dan Media untuk berkolaborasi melalui Kelompok Diskusi Terpumpun Pemetaan Tantangan dan Potensi Ekosistem Ekonomi Kreatif Kota Tangerang Selatan melalui Kolaborasi Pentahelix, yang bertempat di Grand Ballroom Hotel Mrcure, Serpong, Tangerang Selatan.

Diharapkan melalui acara ini, dapat meningkatkan 16 subsektor ekonomi kreatif yang diharapkan di wilayah Tangerang Selatan.

Sumber : Aziz – Walikota Tangerang Selatan – Focus Group Discussion