Pelatihan Seni Budaya Betawi untuk WNA Dimulai

Yayasan Benyamin Suaeb (YBS), bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar kick off pelatihan singkat seni budaya Betawi untuk warga negara asing (WNA) yang tinggal di Jakarta,  di Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan, Jakarta Selatan, Sabtu, 29 Juli 2019.

Dihadiri oleh perwakilan peserta berkewarganegaraan Jepang, Jerman, Belanda serta Somalia dan Afganistan, digelar pertunjukan tari, pencak silat dan gambang kromong. Selain itu calon peserta  mendapatkan penjelasan singkat tentang 3 seni budaya Betawi ini, serta diberi kesempatan untuk mencoba. Dengan antusias calon peserta kemudian memilih salah satu seni budaya yang ingin dikuasainya.

Beno Rahmat Benyamin selaku ketua Yayasan Benyamin Suaeb (YBS) menjelaskan bahwa, pelatihan seni budaya Betawi untuk WNA ini merupakan upaya terobosan untuk mempromosikan seni budaya Betawi ke pasar internasional. “Dengan memberi pengalaman bermain seni budaya Betawi, warga negara asing akan mendapat kesan yang baik terhadap budaya kita, dan akan menceritakan juga kepada kawan-kawan dan saudaranya di negara masing-masing.” Lebih jauh Beno menyampaikan bahwa, pelatihan untuk WNA ini adalah bagian dari rangkaian program Pesona Seni Budaya Betawi untuk Indonesia. Setelah audisi seni budaya Betawi yang diselenggarakan beberapa bulan lalu, dilanjut dengan pelatihan ini dan hasil audisi dan pelatihan akan ditampilkan di hadapan para duta besar negara sahabat sekitar bulan September 2019 nanti.

Sibroh Malisi selaku pengurus Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan menyambut baik gagasan YBS dalam memperluas promosi dan pemasaran seni budaya Betawi hingga mancanegara. “Dengan adanya WNA berlatih dan ditonton oleh masyarakat, diharapkan dapat juga menarik perhatian dan jadi mau juga menguasai seni budaya negeri sendiri” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan Indra yang juga pengurus PBB Setu Babakan yang mrenekankan pada pelaksana pelatihan tentang pentingnya keramahan dan kesantunan serta etika dalam proses latihan. “Karena yang kita inginkan adalah kesan yang baik pada budaya kita.” demikian pungkasnya.

Pelatihan yang akan diselenggarakan selama dua bulan utamanya pada hari Sabtu ini akan tersebar di sejumlah tempat di PBB Setu Babakan, sehingga dapat pula disaksikan oleh masyarakat luas.

Sumber : HI – YBS