Ojung, ritual meminta hujan

Takaiters pernah mendengar Ojung? Ya, itu adalah kesenian adat khas Tengger. Kalau Takaiters melihat langsung dari dekat, Ojung lebih mirip dengan duel satu lawan satu. Masing-masing peserta membawa rotan untuk dicambukkan pada lawannya. Siapa tercepat dan mengenai sasaran beberapa kali, itulah pemenangnya.

Tapi, Takaiters, Ojung sebenarnya bukan hanya kesenian semata. Itu adalah ritual suku Tengger untuk meminta hujan kepada Sang Maha Kuasa. Biasanya dilakukan saat musim kemarau panjang.

Tradisi Ojung dibuka dengan pagelaran dua tarian. Yaitu tari Topeng Kuna dan tarian Rontek Singo Wulung. Tarian itu mengisahkan seorang tokoh desa yang dianggap pahlawan pada masa lalu, yakni Ju Seng, karena kegigihannya dalam mengusir penjajah. Ju Seng pada masa itu adalah seorang demang yang dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh pengikut setianya bernama Jasiman dan murid-muridnya.

Konon pada masa itu, untuk membiayai perjuangannya melawan penjajah, Juk Seng kerap mengamen dengan menggelar pertunjukan dua tarian tersebut. Setelah pagelaran tarian selesai dilanjutkan dengan  pertandingan dua lelaki yang berusia rata-rata antara 17 hingga 50 tahun. Mereka saling memukul dengan menggunakan rotan. Budaya ritual Ojung ini menggambarkan kekuatan dan kekebalan fisik pesertanya.

Sumber : takaitu.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *