Naik Commuter Line

Sumber : www.wepreventcrime – WordPress.com

1.Bawa gadget, buku atau koran

Kadang perjalanan commuter line ga semulus yang orang kira, bisa tertahan laamaaaa dan membosankan. Makanya butuh gadget, untuk mendengarkan musik, bisa buat update status, bisa chat, bisa foto orang yang lagi tidur mangap atau bisa ngetik artikel. Buku atau koran juga bisa bantu supaya ga mati gaya dalam kereta, kalau bukunya cukup tebal bisa dipakai untuk pukul kepala copet.

2.Masker

Ini berfungsi untuk menutup wajah kalau ketiduran sambil mangap, bisa juga menahan bau ketiak orang di kanan kiri atau berfungsi untuk menutup jalur naik turun ingus kalau lagi flu.

3.Bawa air putih, makanan kecil dan obat

Buat pengidap asma sepertinya harus selalu bawa obat deh, karena asupan oksigen sangat sedikit ketika keadaan penuh dan sesak. Untuk ibu-ibu hamil bawa minyak kayu putih atau sejenisnya jangan sampai muntah di dalam gerbong yaa.

4.Belajar lari dan gerak cepat

Layaknya seorang ninja berilmu tinggi kita harus bisa berlari secepat mungkin dan bergerak seperti kilat. Saat jam kerja kadang-kadang masinis seperti supir angkot yang lupa prosedur menutup pintu dengan baik, seharusnya pintu itu ditutup setelah petugas yang berdiri diperon memberi aba-aba dengan lambaian tangan atau tiupan peluit. Tapi beberapa kali terjadi, tanpa aba-aba pintu sudah tertutup.

5.Pakai deodoran

Jangan sampai bau ketiak kita menyebar ke seantero gerbong, walaupun ga mandi tapi minimal wangi lah yaaa.

6.Dahulukan penumpang yang turun

Meski lagi terburu-buru karena takut telat berangkat kerja tapi secara etika dahulukan dulu penumpang yang turun.

7.Beri tempat duduk untuk ibu hamil, ibu bawa anak kecil dan lansia

Meskipun ada bangku “proiritas” untuk ibu hamil, lansia, Diffabel (penyandang cacat) dan Ibu membawa anak kecil. Yang kursinya tersedia dipojokan gerbong tetapi ga ada salahnya kita kasih tempat duduk kita saat mereka berdiri persis depan muka.

8.Punya tiket

Ini yang paliiinngggg penting, harus ada tiket!! Kalau ga punya tiket nanti di usir dari peron disangka abang-abang mau jualan.

9.Tahu tujuan dan rute kereta

Ini juga ga kalah penting, harus hapal betul kita kerja dimana naik kereta tujuan mana. Jangan sampai kerja di Sudirman tapi naik kereta ke Bekasi.

10.Jangan malu bertanya

Kesempatan ini bisa dipergunakan saat menunggu kereta diperon, bertanyalah kepada petugas, misalnya jadwal kedatangan kereta api.

Sumber : www.kompasiana.com