Mengangkat Budaya Lokal dalam Desain Interior Bandara

Sumber Foto : www.ekonomi.bisnis.com

Sebagai gerbang utama masuknya wisatawan baik dalam maupun luar negeri, bandara seolah menjadi etalase.

Desain interior sebuah bandara memegang peranan penting dalam membentuk kesan pertama bagi pelancong yang hadir ke suatu daerah.

Salah satu desainer yang fokus mengembangkan public area, termasuk bandara adalah Lea Aziz yang sudah mulai sejak tahun 1998.

Menurutnya, sepanjang 20 tahun terakhir, telah terjadi perubahan yang signifikan di wajah bandara, terutama dalam 5 tahun belakangan.

Menurutnya, budaya lokal yang diangkat lebih berupa logo atau icon yang bentuknya tersirat sehingga memberi pesan dan kesan tersendiri. Tak jarang Lea menggandeng para seniman lokal untuk menghadirkan ciri khas budaya setempat.

Namun saat ini belum banyak desainer, terutama desainer millenial yang fokus menggarap proyek public area karena berbagai kendala yang kerap dihadapi serta prosesnya yang terbilang cukup rumit.

Mulai dari proses tender yang masih lebih fokus pada harga terendah dibandingkan desain terbaik sehingga para desainer harus bersaing dalam hal pemilihan material yang terkadang malah tidak memenuhi kualifikasi serta bisa membatasi improvisasi dalam berkreasi.

Apalagi untuk proyek pemerintahan ini selalu dipantau oleh BPK [Badan Pemeriksa Keuangan] yang terkadang perhitungan mereka tidak sesuai dengan perhitungan para desainer.

Karena itulah, sambungnya, saat melaksanakana proyek public area atau proyek pemerintah, para desainer biasanya akan lebih idealis dengan tujuan utama lebih untuk membangun negeri tanpa suara dibandingkan dengan mencari keuntungan.

Sumber : www.ekonomi.bisnis.com