Melamar Kekasih

Kenali dulu calon mertua kamu

Tahap pertama, ketahui dan kenali lebih dekat dulu siapa calon mertuamu. 

Ini yang paling penting, kamu harus tau apakah calon mertua yang akan kamu hadapi adalah orang yang sangat religius, ekstrim, garang, atau malah gaul banget. Selanjutnya yang harus kamu ketahui adalah background pekerjaannya, jadi kamu bisa memperkirakan apa aja pertanyaan yang akan muncul.

Kesan pertama adalah kuncinya!

Kesan pertama adalah kuncinya, ketika kesan pertama nggak bagus, maka perjuangan akan lebih susah. Pakaian jelas harus rapi dan nggak terkesan cengengesan atau meremehkan. Siapkan baju terbaikmu atau bahkan bela-belain beli baju terbaik hanya untuk melamar calon istri.

Setelah pakaian yang baik, jangan lupa attitude atau tingkah laku yang sopan. Mulai dari cara berbicara, pandangan yang teduh, cara duduk dan sikap menghormati. Perlakukan calon mertua seperti orang tua yang pada dasarnya ingin dihormati, dihargai, dan nggak suka melihat anak yang nggak sopan. Kalau pun kamu memiliki tato, agar tidak terlalu kaget di awal, sebaiknya gunakan pakaian yang bisa menutupi. Untuk momen penting ini, yang nomor satu adalah kesan pertama yang baik.

Kenali dirimu lebih dalam

Tips melamar calon istri ketiga ini ada kaitannya dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul saat melamar calon istri. Sebelum akhirnya berani meminta izin ke calon mertua, kamu harus mengenali dirimu lebih dalam. Dari siapa dirimu sekarang, bagaimana keadaan keluarga sekarang, rencana pendek, dan rencana ke depan.

Untuk tahap ini, sangat diperbolehkan bila kamu terlalu berandai-andai ke depannya, karena sebenarnya yang orang tua butuhkan adalah: pandangan anaknya akan dibawa kemana. Calon mertua lebih ingin make sure bahwa anaknya akan bersama orang yang tepat. Tapi harus tetap dibuktikkan ke depannya meskipun pelan-pelan ya?

Pertanyaan yang pasti akan ditanyakan adalah: 1) Kamu siapa, 2) Sibuk apa? 3) Kuliah di mana? dan 4) Background orang tua.

Jangan sampai ketika calon mertua bertanya, “Rencana ke depan kamu apa?” Lalu jawaban yang keluar adalah, “Hehehe, lihat nanti aja, Om.” Itu jawaban yang salah besar, it is a big no! Kamu bener-bener harus tau siapa kamu sekarang, rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang.

Sumber : www.kapankamunikah.com