Masyarakat Asmat Gunakan Motor Elektrik

Salah satu motor yang dimodifikasi menjadi motor elektrik

Kabupaten Asmat yang terletak di Papua, saat ini sedang menjadi sorotan dari berbagai pihak. Daerah yang berada di wilayah timur Indonesia ini tengah dilanda wabah campak dan gizi buruk yang menyebabkan puluhan anak meninggal dunia.

Saat KLB ini mencuat, para relawan dari intansi pemerintah maupun dari lembaga kemanusiaan pun berlomba-lomba untuk memberikan bantuan. Hingga akhirnya status KLB campak dicabut oleh Bupati Asmat pada Senin (6/2) malam. Meskipun, saat ini masih perlu bantuan program pemberdayaan, agar ke depannya tak terjadi lagi.

Terlepas dari adanya kasus KLB tersebut, Kabupaten Asmat memiliki keunikan tersendiri, di mana warganya banyak yang menggunakan motor elektrik. Bahkan, ambulan rumah sakit yang digunakan untuk menjemput pasien di pelabuhan juga menggunakan ambulan elektrik.

Kasie Perhubungan Darat Kabupaten Asmat, Norbertus Kamona menjelaskan bahwa masyarakat Asmat banyak yang menggunakan motor listrik karena takut mencemari lingkungan. Karena itu, motor bermesin di kabupaten ini dilarang.

Motor elektrik tersebut ada yang menggunakan pelat kuning dan juga pelat hitam. Untuk pelat kuning digunakan untuk kendaraan umum, sedangkan pelat hitam milik pribadi. Namun, sayangnya motor elektrik ini tidak ada yang bisa melaju dengan kecepatan seperti motor yang menggunakan mesin.

Sumber : www.nasional.republika.co.id

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *