LKNU Program Gerakan Masyarakat Adalah Penting

baksos-lknu-1

Sumber : Ririn

Abang None, dalam rangka hari Santri Nasional 2016, yang jatuh di bulan Oktober ini, Lembaga kesehatan Nahdlatul ulama menyelenggarakan kegiatan bakti sosial bertema Santri’s day for all, kegiatan yang berlangsung Sabtu 29 Oktober 2016 ini mengambil tempat di lapangan Pesantren Al-Tsaqafah jalan Moh Kahfi 1 cipedak Jagakarsa Jakarta selatan.

Kegiatan baksos kesehatan ini diminati puluhan warga sekitar Pondok pesantren Al Tsafaqah,  serta murid murid sekitar yang disokong juga oleh tenaga medis dan kesehatan dari RS Yarsi dan RS Ali Sibroh Malisi. Ketua Lembaga kesehatan Nahdlatul Ulama – PBNU Drs.Hisyam Said Budairy Msc kepada beberapa wartawan Ibukota termasuk bensradio yang ditemui di kegiatan Baksos kesehatan bilang,  Kegiatan baksos ini adalah rangkaian kelanjutan dari hari santri nasional yang dimana sebelumnya telah dilaksanakan kirab banyuwangi – cilegon dan upacara / apel di silang monas. Hisyam menambahkan Baksos kesehatan ini tentunya menyesuaikan program kesehatan pemerintah secara nasional yaitu : “Gerakan Masyarakat Sehat” dan diharapkan dalam Baksos ini LKNU-PBNU ikut berkontribusi memberikan penyuluhan, konsultasi, pengobatan dan pemeriksaan kesehatan pada masyarakat, utmanya adalah kesehatan Gigi dan mulut serta kesehatan Umum.

Ketua Lembaga kesehatan Nahdatul Ulama – PBNU Hisyam Said juga mengatakan, Dengan adanya Baksos kesehatan, LKNU berharap masyarakat lebih konsen pada paradigma mencegah lebih baik daripada mengobati, dan lebih rutin cek up memeriksa kesehatan, sehingga masyarakat bisa mengukur pola makan, pola hidup sehat, sampai gemar mencuci tangan agar terhindar dari berbagai macam penyakit.

Selain kegiatan kesehatan di hari santri nasional 2016, LKNU –  PBNU juga punya program di 8 Provinsi di Indonesia, diantaranya penanggulangan TB (Tuberculosis), Gizi Kurang dengan mengutamakan program membangun 1000 hari pertama kehidupan, serta program pencegahan HIV Aids di 10 Provinsi di Indonesia yang semuanya bekerjasama dengan Dinas kesehatan setempat.

PUTRA DAERAH HARUS KONSEN PERHATIKAN ANGGARAAN KESEHATAN WARGANYA

Seperti kita tahu, Indonesia akan pesta demokrasi pada Februari 2017 nanti,  dengan menyelenggarakan  Pemilukada di 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. Ke 7 provinsi tersebut yaitu Aceh, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.   Kepala Daerah yang terpilih diharapkan memegang penuh amanah kepada masing masing wilayah pemilihannya, Termasuk dalam bidang Kesehatan.  Ketua Lembaga kesehatan Nahdlatul Ulama – PBNU Drs.Hisyam Said Budairy Msc ketika ditanya seputar hal ini bilang, dirinya berharap Jika para kepala daerah sudah terpilih nanti, hendaknya program pemerintah seputar kesehatan nasional harus disokong penuh oleh masing masing provinsi, kabupaten dan kota, dengan Kemandirian dalam bidang anggaran kesehatan atau Anggaran pendapatan asli daerah yang fokus pada kesehatan atau Porsi anggaran kesehatan lebih ditambah lagi, sehingga Daerah bisa mandiri dalam hal Pelayanan kesehatan warganya.

Hasil kunjungan kerja Pihak Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama -PBNU ke berbagai Provinsi di Indonesia, Seperti belum lama ini kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam penangganan TB / Tuberculosis, bantuan kesehatan dari pusat dan internasional naik 300 persen atau 3x Lipatnya, sementara anggaran kesehatan di daerah malah turun 10 persen. Hal ini menjadi perhatian, sebab Buat apa fasilitas umum atau gedung mewah yang canggih, tetapi Anggaran kesehatan tidak ditambah Porsinya ?….

(RA)

Sumber : RS.Sibroh

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *