Likuid Meluncurkan Platform Pendanaan dan Investasi Alternatif Crowdfunding (urun dana) Untuk Industri Kreatif dan Gaya Hidup (creative & lifestyle)

Perusahaan finansial teknologi PT Likuid Dana Bersama (“Likuid”) resmi meluncurkan online platform pendanaan dan investasi crowdfunding (urun dana) yang Mengusung tema “Access Granted” yang bermakna “akses terbuka”, Likuid ingin memperkuat pertumbuhan industri kreatif dan gaya hidup (lifestyle) di Indonesia dengan membuka akses permodalan bagi pelaku usaha, serta akses investasi yang terjangkau bagi masyarakat.
Produk industri kreatif dan gaya hidup sangat dekat dengan masyarakat, seperti hiburan, kuliner, fashion, kecantikan, dan kesehatan. Inovasi produk dan pelaku usaha industri ini juga terus meningkat. Oleh karena itu, kami percaya bahwa untuk memperkuat industri ini diperlukan partisipasi masyarakat luas, tidak hanya sebagai konsumen namun juga sebagai investor. Untuk itulah Likuid berperan membuka akses permodalan bagi pelaku usaha dan akses investasi bagi masyarakat umum. Harapan kami, bisnis-bisnis industri kreatif menjadi lebih ramah dijangkau untuk semua kalangan, termasuk investor pemula” ujar Kenneth Tali ,CEO dan Founder Likuid kepada para awak media di jakarta (6/1/2020).
Likuid menghubungkan pelaku usaha (fundraiser) dan masyarakat pemodal (investor) melalui skema Project Financing dimana masyarakat dapat berinvestasi langsung kepada pemilik proyek dengan potensi imbal hasil 12% sampai dengan 20%.
Skema ini memungkinkan investor dapat berinvestasi secara kolektif (atau disebut dengan urun dana) dengan minimal pendanaan Rp 100,000. Ketentuan minimal dana investasi yang relatif rendah ini sekaligus menunjukkan upaya Likuid agar kesempatan investasi ini berlaku bagi semua kalangan masyarakat.
Likuid menargetkan dapat menyalurkan pendanaan sebesar 40 miliar di tahun 2020. Ada enam sektor bisnis yang menjadi sasaran Likuid, yaitu kuliner, hiburan (film, serial, dan konser), e-sports, kecantikan, kesehatan, dan startup. Di tahap awal ini, Likuid telah mempersiapkan empat proyek pendanaan perdana yang segera diluncurkan ke publik ujar Kenneth.
Likuid menargetkan dapat menjaring 2.500 pengguna dalam kurun waktu empat bulan setelah resmi meraih status terdaftar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini Likuid beroperasi dengan status tercatat di regulatory sandbox OJK sejak Juli 2019.
Saat ini, calon investor sudah dapat melakukan registrasi pada website Likuid (www.liku.id) dan mengetahui proyek pendanaan yang resmi dibuka. Likuid menargetkan calon investor sudah dapat mulai bertransaksi di website-nya dalam akhir bulan Februari ini.
Likuid turut memperkenalkan empat proyek pendanaan yang tengah disiapkan untuk publik. Proyek ini terdiri dua proyek pertama, yaitu Film Dealova 2 dari rumah produksi film dan karya visual PT Capo dei Capi (Capo dei Capi) dan Penempatan Iklan dari platform marketplace media iklan dan promosi PT ADX Asia Indonesia (ADX Asia), kemudian dua proyek lainnya yang sedang dalam tahap finalisasi kerjasama, yaitu Pembukaan Jaringan Baru Minuman “Gulu-Gulu” dari produsen makanan dan minuman PT Berjaya Sally Ceria (Sour Sally Group) dan Perhelatan Konser dan Pertandingan Olahraga skala Internasional dari penyedia jasa konsultasi dan promotor acara PT Stellar Indonesia (Stellar Indonesia).
Selain empat proyek di atas,Likuid menargetkan dapat mendanai hingga 50 proyek untuk tahun ini., Likuid berencana menggandeng sejumlah komunitas dan lembaga pemerintah yang bergerak di industri kreatif.

Sumber : PT Likuid Dana Bersama