Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia Siap Meningkatkan Produksi Kedele Lokal

                                    Sumber Foto : Kim

Para Pengrajin Tempe tahu di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Koperasi KOPTI atau GAKOPTINDO akan mendukung Program Pemerintah dalam Peningkatan Produksi Kedele Lokal dan siap untuk membeli kedele local apa bila ada kedele lokal yang tidak terserab atau terjual habis di seluruh Indonesia agar bisa menekan impor kedele, sehingga ketersedian kedele tetap terjaga baik.

Gabungan Koperasi Pengrajin Tahu dan Tempe Indonesia (Gapkoptindo) berencana mengekspor tempe. Sebagai salah satu produk kuliner khas Nusantara, permintaan global untuk tempe semakin meningkat.
Negara-negara Timur Tengah yang bakal dibidik sebagai sasaran ekspor karena banyak jamaah haji dan umroh asal Indonesia.

Ketua Umum Gapkoptindo Aip Syarifuddin menargetkan ekspor tempe sebanyak 50 kontainer setiap bulan.

“Kalau satu kontainer bisa sekitar 40 ton, kami ingin ekspor sampai 2 ribu ton sebulan,” kata Aip dalam acara jumpa pers, Kamis (31/1) di salah satu hotel di kawan selatan.

Menurutnya, ekspor tempe akan dilakukan dengan dukungan Kementerian Perdagangan. Aip menyebutkan, permintaan tempe paling banyak berasal dari Timur Tengah, Korea Selatan, dan Hongkong.

Negara-negara di Timur Tengah dianggapnya potensial karena banyak masyarakat Indonesia yang berangkat umrah dan haji. “Mereka pasti senang kalau ada tempe di negeri orang,” ujarnya.

Saat ini GAKOPTINDO sedang berupaya melaksanakan export Tempe ke luar negeri berdsarkan SNI dan ini menjadi Standard International untuk Produk tempe
Produksi tahu dan tempe pada tahun 2018 bertambah sekitar 3% dibandingkan hasil produksi tahun 2017 yang mencapai 2,5 juta ton. Dari jumlah itu, jumlah produksi tempe lebih banyak, yakni mencapai 65%. Tahun ini pun, Aip meperkirakan pertumbuhan produksi pada level yang sama.

Menurutnya, tempe adalah salah satu produk pangan yang diminati penduduk global. Dia berharap UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) mengakui tempe sebagai produk makanan khas Indonesia .
Di dalam negeri sendiri telah di buka Tempe Land di Jungle Land Sentul Bogor sebagai wahana edukasi baru sebagai pusat informasi tentang tempe dan pendidikan buat siswa/i dan masyarakat yang mau belajar produksi tempe.

Sumber : Kim – GAKOPTINDO (Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia)