Kolaborasi Unik Untuk Ajak Masyarakat Berdampingan dengan Covid-19

Saat ini di era New Normal ini pemerintah mulai gencar mengajak masyarakat untuk kembali beraktivitas, hidup berdampingan dengan covid-19 dan menjalankan protokol kesehatan secara lebih berdisipilin.
Dalam Mendukung seruan pemerintah, Gerakan Seribu untuk Indonesia (GSUI) punya cara sendiri yang unik.yaitu seniman di bidang seni lukis dan musik, Goes Noeg kembali bersinergi dengan musisi Ote Abadi.
Untuk kolabrasi nya ini Goes Noeg mengajak awak media yang hadir untuk turut berpartisipasi dalam pembuatan seni collage (kolase), Goes menyebut bila ide tersebut datang ketika melihat kondisi masyarakat sekarang ini dan muncul.
“Sumber inspirasi ini datang ketika melihat kejadian new normal. Disebutnya ‘nggladrah’,yang artinya dalam bahasa Jawa nya adalah kondisi yang tidak beraturan dan semau ‘gue’ dan silahkan bebas menempelkan dimana saja nanti akan saya selesaikan di bagian Framming nya ,” ujar Goes
Pembuatan kolase ini sambil di iringi oleh music dari Ote abdi mulai dari lagu pop,dangdut rock yang di mix semakin membuat Goes Noeg dan awak media yang hadir makin bersemanagt dalam menempelkan kertas yang warna warni dalam menghasilkan sebuah kolase yang indah ini.
Ote abadi menjelaskan “ Saat ini pertama kali nya saya bekerja hanya berimprovisasi tanpa ada latihan ,perencanaan atau Batasan lagu apa yang akan di bawakan intinya semua di sini berimprovisasi Bersama sama sehingga menghasilkan hasil karya yang indah“.
“GSUI itukan dinamis dan ingin menenjadi bagian semangat itu, bentuknya adalah kita akan berpartisipasi dengan terus berkarya, tetapi dengan mematuhi protokol kesehatan mengunakan masker, menjaga jarak terapi terus berkarya seperti yang kita lakukan hari ini, terus lakukan pengalangan dana dengan sinergitas berbagai penggiat seni tetap berkreasi, berkaya,dan kreatif ,” ucap Harry ‘Koko’ Santoso, penasehat GSUI.
Hasil dari sinergi lukisan kolase dan musik menambah koleksi lukisan di posko GSUI. “Semoga pihak Masterpiece bisa turut membantu dalam proses lelang yang hasilnya untuk dikelola GSUI,” ucap Ida Bagus Charma.

Sumber : GSUI – KM