KEMENHUB Adakan Pelatihan Safety Riding

Plt. Direktur Pembinaan Keselamatan Ditjen Perhubungan Darat Pandu Yunianto membuka Pelatihan Safety Riding Komunitas Motor Yamaha.
Diikuti 150 peserta, Pandu mengingatkan bahwa memerhatikan data-data kecelakaan lalu lintas yang dikeluarkan oleh Kepolisian, keselamatan jalan sudah sewajarnya menjadi prioritas utama yang mendesak untuk segera diperbaiki.
Pandu mengatakan, permasalahan kecelakaan tidak hanya terjadi dalam skala nasional saja, tetapi juga menjadi masalah global. Jika tidak ada langkah-langkah penanganan yang segera dan efektif, diperkirakan korban kecelakaan akan meningkat dua kali lipat setiap tahunnya.
Dampak kecelakaan lalu lintas harus diakui, sangat mempengaruhi sendi kehidupan berbangsa. Korban terbesar diderita kelompok usia produktif (Generasi Muda).
Pandu mengajak untuk mulai melakukan sesuatu, seperti memakai sabuk keselamatan jika selama ini sering lupa, mulai menggunakan perlengkapan keselamatan (Helm, Jaket, Sepatu) walau jarak dekat sekalipun, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, teguh pendirian jika benar walaupun semua pesepeda motor lainnya memaksa untuk melanggar,  tidak mengambil hak pengguna jalan lain seperti berkendara di trotoar, Jembatan Penyeberangan Orang, jalur cepat dan lebih lagi melawan arus.
Pandu juga menambahkan, peserta safety riding merupakan duta-duta keselamatan yang akan menjadi panutan baik di rumah, di kantor, di sekolah maupun bagi masyarakat.
Ini merupakan langkah aksi nyata dalam penanganan keselamatan jalan sesuai dengan Dekade Aksi Keselamatan Jalan Indonesia 2011- 2020.
Komunitas yang mengikuti safety riding diantaranya Jakarta satria club, Honda Vario Club, Jakarta Max Owners, Honda Supra Jakarta, Aeon Riders Comunity Tangerang, Kawasaki Z250 Indonesia, Auto Ministry of Transportation, dan Yamaha Motor Community Indonesia.
Rangkaian Pelatihan Safety Riding atau Coaching Clinic Safety Riding ini, merupakan bagian dari Pekan Nasional Keselamatan Jalan yang dilaksanakan Kementerian Perhubungan dan bagian dari Dekade Aksi Keselamatan Jalan 2011-2020.
Kemenhub juga telah membuat regulasi dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 111 tahun 2015 mengenai “Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan”. Peraturan ini efektif berlaku pada 29 Juli 2015.
Pada saat ini Peraturan tersebut memasuki tahap sosialisasi kepada masyarakat. Dengan Harapan, Peraturan ini bisa menekan angka kecelakaan.
Sumber : Humas Ditjen Perhubungan Darat
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *