Kembangkan Wisata, Pendapatan Warga Banyuwangi Naik 120%

Pengembangan pariwisata di Banyuwangi, Jawa Timur, menunjukan hasil membanggakan. Seluruh unsur utama pariwisata, yaitu atraksi, aksesibilitas, dan amenitas, digarap maksimal.

Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa itu kini makin menjadi rujukan wisata baru di Indonesia.

Pesatnya perkembangan pariwisata Banyuwangi tidak lepas dari komitmen kuat Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Sejak menjabat sebagai bupati pada 2010, Azwa berhasil mendandani Banyuwangi habis-habisan.

Istimewanya, pembangunan yang dilakukannya tak serta merta meluruhkan nilai budaya dan kearifan lokal Banyuwangi. Masyarakat justru didorong untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan pariwisata, sehingga mereka tidak hanya jadi penonton, tapi juga ikut menikmati berkah ekonomi.

Revitalisasi sektor transportasi udara pun tak luput dari perhatian. Pengembangan transportasi udara menjadi salah satu kunci mendorong kemajuan daerah, dengan mendorong Bandara Banyuwangi menjadi bandara internasional.

Kini Bandara Banyuwangi menjadi green airport pertama di Indonesia. Jumlah pergerakan penumpangnya pun semakin positif.

Target 2018 sebesar 6,57 persen. Pendapatan per kapita warga melonjak 120 persen menjadi Rp 45 juta per orang per tahun pada 2017, dibanding posisi 2011.

Keberhasilan itu mendapatkan berbagai pengakuan dari internasional. Pada 2016, inovasi pengembangan pariwisata Banyuwangi mendapat apreasiasi dari Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pariwisata (NWTO).

Penghargaannya pun sangat bergengsi, yaitu Awards for Excellence and Innovation in Tourism untuk kategori Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola.

Penghargaan terbaru, daerah berjuluk The Sunrise of Java ini menyabet  ASEAN Tourism Standard Award (ASEAN) 2018, kategori Clean Tourist City, di Chiang Mai, Thailand.

Sumber : www.suara.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *