Kejar Banteng, Inilah Tradisi Tahunan Paling Unik di Spanyol

banteng

Sumber : www.plus.kapanlagi.com

Setiap daerah pasti punya tradisi masyarakat lokal yang selalu diadakan pada periode tertentu. Sama seperti di negara kita, masyarakat di negara Spanyol juga memiliki tradisi populer yang dilaksanakan setiap tahun.

Tradisi yang selalu diikuti oleh hampir seluruh lapisan masyarakat di Spanyol ini mereka jadikan tantangan stamina tersendiri, khususnya bagi pria. Bagaimana tidak, tradisi yang agendanya mengejar dan berduel menaklukkan banteng ini tidak hanya membutuhkan kekuatan seorang laki-laki saja lho. Namun, membutuhkan ketangkasan dan kecerdikan pula.

Festival yang selalu diadakan saat musim panas ini tidak hanya melibatkan masyarakat lokal saja. Namun, acara ini juga menjadi agenda tersendiri bagi turis asing. Sehingga, tak heran bila pada musim tersebut hampir sebagian besar moda transportasi tujuan Spanyol selalu penuh.

Acara ini memang asyik untuk diikuti karena selain bisa melatih stamina dan ketangkasan sekaligus. Para peserta atau penonton festival ini juga bisa menikmati seluruh pemandangan pusat kota yang dijadikan rute banteng menuju arena di stadion setempat. Apalagi, setiap peserta atau penonton diharuskan mengenakan kostum setelah berwarna putih dengan tambahan aksesoris syal atau ikat pinggang kain yang berwarna merah.

Meskipun tradisi ini dianggap unik, namun banyak juga masyarakat dari luar negara tersebut yang menganggapnya sebagai sebuah acara tahunan yang brutal dan kejam. Wah, mengapa begitu? Yap, ini dikarenakan ratusan banteng yang dilepas secara massal di jalanan kota ini diintimidasi oleh jutaan orang.

Belum lagi, banteng ini dipaksa berlari, dikejar, ditangkap dan ditaklukkan di sebuah arena. Sehingga, tak heran kalau setiap tahun pasti ada saja korban dari peserta dan binatang dalam festival ini. Setidaknya, sekitar 50an orang dan ratusan banteng yang terluka parah akibat festival ini setiap tahunnya. Nah, bagaimana kalau menurutmu sendiri? Apakah festival ini ada unsur kekejamannya?

Sumber : www.plus.kapanlagi.com

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *