Kampung Ramah Pejalan Kaki, Upaya Menyulap Jakarta Lebih Manusiawi

Perencanaan pembangunan perkotaan dinilai masih belum menyentuh aspek paling mendasar yaitu kampung kota. Kendati pembangunan telah dilakukan secara masif dengan menambah berbagai fasilitas transportasi publik sekalipun, belum termanfaatkan secara maksimal. Salah satu persoalan dasar yang belum terselesaikan yaitu akses masyarakat kampung kota ke moda transportasi publik tersebut. Persoalan kian bertambah ketika aplikasi peta digital mendorong warga dari luar kampung untuk menjadikan jalan-jalan perkampungan sebagai akses alternatif.
Dampaknya, kampung yang sudah padat bangunan dan penduduk kian sesak akibat dijejali dengan kendaraan bermotor. Ditambah lagi akses penduduk ke moda transportasi publik yang kurang memadai, sehingga banyak warga yang pada akhirnya memilih menggunakan kendaraan pribadi sebagai moda transportasi.
Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) kemudian bereksperimen di kampung RW 01 di kawasan Sunter Jaya, Jakarta Utara. Kampung ini sebelumnya dikenal sebagai salah satu kampung kumuh di Jakarta yang letaknya berdekatan dengan Kali Item. Di dalam RW tersebut terdapat 24 RT yang dihuni sekitar 13.000 warga.

Atas dasar itulah, ITDP kemudian melakukan riset untuk memperbaiki kondisi kampung guna meningkatkan mobilitas warga.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Yusmada Faizal menilai, perubahan yang terjadi di kampung RW 01 Sunter Jaya sesuai dengan konsep pengembangan kota 4.0 yang telah dicetuskan Pemprov DKI. Konsep pembangunan ini yaitu menjadikan warga sebagai subyek pembangunan, bukan hanya sebagai obyek dari pembangunan itu sendiri.
Sumber : www.properti.kompas.com
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *