Indonesia Kaya Pelukis Muda Millenial Pecinta Basoeki Abdullah

Abang none, Rabu 25 September 2019 bertempat di Musium Basoeki Abdullah – Kawasan Fatmawati Cilandak, digelar Penganugerahan Basoeki Abdullah Art Award ke-3. Dimana sejak persiapan maret lalu sampai 25 September, Antusias masyarakat pelukis muda millenial yang ikut berparisipasi sejak dibukanya ajang BAAA3 (Basoeki Abdullah Art Awart) ini bisa diajungkan 2 jempol. Keren!
Terbukti hasil pemaparan dari pihak Museum Baseoki Abdullah yang masuk dalam wadah Dirjen Kebudayaan Kemendikbud-RI, dapat menjaring sebanyak 263 Judul karya para perupa usia 17-30 Tahun, dari sejumlah 219 peserta di Indonesia.

Kepala Museum Baseoki Abdullah mpok Maeva Salmah kepada Bensradio pada Acara kegiatan penganugerahan BAAA-3 ini bilang, 263 judul karya perupa anak bangsa ini menjadi tantangan tersendiri bagi para Juri, dan para Pemenang 5 Besar berhak mendapatkan hadiah uang pendidikan, per-pemenang 25 juta rupiah.
Masih Keterangan Mpok Eva Salmah Kepala Museum Basoeki Abdullah, terkait hasil seleksi para pemenang BAAA 3 , Museum Baseoki Abdullah juga akan memamerkan selama hampir 1 bulan( di bulan oktober 2019 ) hasil karya 40 perupa anak bangsa yang terseleksi dan juga terutama 5 perupa pelukis millenial pemenang BAAA3 ini. Sementara itu abang none, tim juri Dalam ajang kegiatan BAAA 3 ini diambil dari kalangan larat belakang berbeda, mulai dari akademisi, pengamat, dan pecinta juga pelaku seni. Diantaranya adalah Rikrik Kusmara (FSRD ITB Bandung), Djuli Djatiprambudi (UNS-Surabaya) dll.
Diharapkan ajang BAAA3-Basoeki Art Award ke 3 ini, dapat terus menjadi bagian penting dalam perkembangan seni di Indonesia dengan cara melahirkan seniman-seniman muda yang berkwalitas.

Sumber : Aldin – Dirjen Budaya Kemendikbud RI