Indonesia Anti Perdagangan Orang

Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan perbudakan modern merupakan masalah besar yang tengah dihadapi dunia. Dunia hiburan tanah air dan industri garmen juga mengalami unsur eksploitasi dan penipuan yang ada di dalam unsur TPPO. Dalam rangka memperingati Hari Anti Perdagangan Orang Sedunia yang jatuh pada tanggal 30 juli, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bekerjasama dengan International Organization for Migration (IOM) menyelenggarakan Kampanye Publik “Anti Perdagangan Orang”. Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat akan bahaya TPPO semakin meningkat.

asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dalam TPPO, Destri Handayani mengatakan, TPPO juga termasuk salah satu bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Namun yang harus dipahami, bahwa TPPO adalah bentuk kekerasan yang derajatnya lebih parah dibanding kekerasan lain, karena ada 3 unsur yang harus dipenuhi, yakni proses, cara, dan tujuan.

Dari segi tujuan, TPPO mengandung unsur eksploitasi oleh pelaku untuk mendapatkan keuntungan secara ekonomi dari tindakan menjual orang. Dari segi cara, bisa dengan penipuan, ancaman kekerasan, atau kekerasan. Lalu prosesnya terdapat unsur perekrutan, pemindahan, penampungan, dan penerimaan seseorang. Modusnya juga terus berkembang.

Aktris Indonesia sekaligus Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Cinta Laura Kiehl juga menceritakan masih adanya unsur penipuan dalam proses perekrutan dalam dunia hiburan.

Kampanye Publik “Anti Perdagangan Orang” diselenggarakan pada 2 – 4 Agustus 2019 di Taman Suropati, Menteng, Jakarta dan pada kegiatan Car Free Day di bundaran HI, Jakarta. Kampanye tersebut di antaranya talkshow, art workshop, screening film, dan music performances.

Sumber : KEMENPPPA RI