Hal yang Harus Diketahui Seputar Debat Pilpres 2019

Debat perdana Pemilihan Presiden (pilpres) akan berlangsung malam ini, Kamis (17/1/2019).

Untuk pertama kalinya, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin akan beradu gagasan dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempersiapkan skema dan aturan debat sedemikian rupa. Dari enam segmen, segmen satu dan enam akan menjadi sesi khusus pembacaan visi-misi dan juga closing statement.

Debat sesungguhnya ada pada segmen dua, tiga, empat, dan lima. Tema debat pertama kali ini seputar hukum, HAM, anti-korupsi, dan terorisme.

Berikut adalah lima fakta terkait debat Pilpres tahun 2019 ini:

  1. Perdebatan dimulai sejak segmen dua

Dua segmen awal dalam debat adalah menjawab pertanyaan yang dibuat para panelis. Biasanya, kandidat hanya perlu menjawab pertanyaan tersebut tanpa perlu beradu argumen dengan kandidat lawan.

Namun debat kali ini berbeda, kesempatan untuk beradu argumen disediakan sejak segmen dua.

Setelah kandidat A menjawab pertanyaan dari moderator, kandidat B boleh menanggapinya. Kemudian kandidat A boleh menanggapi lagi komentar dari kandidat B. Hal ini juga berlaku sebaliknya.

Sementara pada segmen empat dan lima, adu argumen dipastikan ada. Sebab masing-masing kandidat akan saling melempar pertanyaan yang bisa mereka tanggapi lagi. Desain debat kali ini dinilai akan lebih terasa debatnya dibandingkan desain rundown debat-debat sebelumnya.

  1. 20 Kisi-kisi pertanyaan

Dua pasangan calon akan diberi 20 kisi-kisi pertanyaan debat untuk segmen dua dan tiga. Kisi-kisi tersebut terdiri dari 5 pertanyaan untuk masing-masing tema.

Namun, kisi-kisi ini bukanlah bocoran, karena pada akhirnya para kandidat nggak akan tahu pertanyaan apa yang akan mereka dapatkan.

  1. Nggak ada pertanyaan soal kasus

Nantinya, pertanyaan dalam debat akan membahas seputar visi dan misi kedua kandidat ke depan. Para panelis nggak akan mengajukan pertanyaan secara spesifik terkait kasus kepada kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Ahli hukum dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) sekaligus salah satu panelis, Bivitri Susanti, mengatakan, para panelis tidak akan mengajukan pertanyaan spesifik terkait kasus hukum, HAM, korupsi dan terorisme.

  1. Penonton

Pada saat debat nanti, hanya para undangan yang bisa masuk ke ruangan. Masing-masing pasangan calon akan diberikan 100 undangan yang boleh mereka bagikan ke siapa saja. Sisanya, KPU yang akan menyebarkan undangannya.

Pendukung capres-cawapres juga diperbolehkan membawa atribut kampanye. Namun nggak semua atribut bisa dibawa.

Selain itu, para pendukung yang nggak bisa masuk ke ruang debat, akan disediakan tempat nonton bareng di area luar. Dengan begitu, pendukung yang hadir tetap bisa menyaksikan jalannya debat meski nggak masuk ke ruangan. Di mana tempat nobar pendukung pasangan nomor urut 01 dan 02 juga akan dipisah.

Sumber : Istimewa – Nada