Grup Nasyid Asal Singapura Al Jawaher Kolaborasi Bareng Dewi Yull

Group Nasyid Asal Singapura Al-Jawaher, yang beranggotakan 7 orang yang terdiri dari 5 orang anggota lama dan 2 orang anggota baru. Untuk 2 orang anggota lama adalah adik dari komposer kawakan M. Nasir.
Mereka itu adalah Normala Mohd dan Hajar Mohamad, sementara 5 anggota yang lain nya adalah, Norhaiyati Yusop, Latifah Johari, Jumuyah Kasbari, Habibah Othman, Siti Rusminah Jaafar.
Berkolaborasi dengan penyanyi Indonesia Dewi Yull dalam single YA TUHAN (22/11) lagu yang diproduserin Chossy Pratama/Moliano Rasmadi yang dapat mengisi khazanah musik religi Indonesia dan Singapura. Senandung musik Islami seperti nasyid sudah banyak dikenal oleh masyarakat.

Namun, musik yang identik dengan pengingat akan nilai-nilai agama Islam ini ternyata masih berjuang untuk diakui, dibanding hanya sekadar hiburan jelang momen Ramadhan.
“Kami terus berjuang melanjutkan apa yang menjadi maksud tujuan hidup. Selalu mengingatkan pada kebaikan lewat nasyid yang kami nyanyikan,” ucap Norhayati Yusof, salah satu personil, Al-Jawaher kepada awak media di Ruang Pola saat peluncuran single terbaru nya di , Balaikota Jakarta Pusat (22/11).
Berangkat dari visi syiar, Jamiyah sebuah yayasan Islam terbesar di Singapura memberi penghargaan kepada grup legendaris Al Jawaher. Dua lagu yang berjudul ‘Hanya Tuhan’ dan ‘Ya Tuhan’, sekaligus mengajak Dewi Yull berkolaborasi.

Penggarapan single religi ini melibatkan musisi kenamaan antar dua negara. Moliono Rasmadi (leader Love Hunter) dari Singapura dan komposer Indonesia, Chossy Pratama.
“Mengapa Dewi Yull, karena kita tahu di Singapura lagunya begitu mengena (bagus). Suaranya merdu, saya baru kali ini bertemu dan duduk berdekatan seperti sekarang. Semoga kolaborasi ini bermanfaat bagi pendengar,” kata Prof (ADJ) DR Mohd Hasbi Abu Bakar, Presiden Jamiyah Singapura.

Dewi Yull mengaku bersyukur atas kolaborasi ini dan berharap suaranya bisa memberi nuansa baru dalam lagu-lagu Al Jawaher.

“Alhamdulillah, kami tersanjung disinergikan dengan Al Jawaher memberi syiar lewat lagu. Mudah-mudahan apa yang diberikan bisa diterima dengan baik tanpa menghilangkan warna dan identitas Al Jawaher,” Ujar Dewi Yull kepada awak media.

Proses pembuatan lagu kolaborasi itu memakan waktu kurang lebih enam minggu. Al Jawaher bersama Dewi Yull dan tim produksi harus banyak menghabiskan waktu dalam tiga studio. Awalnya proses pembuatan track dasar dikerjakan di studio ProMidi Jakarta dan MixPro Yogyakarta, kemudian diikuti proses rekaman vokal di studio Moluv Music di Bandung.

Menurut Harry ‘Koko’ Santoso dari Deteksi Production kolaborasi ini merupakan sejarah di industri musik dua negara.
“Di Singapura, Al Jawaher jadi grup nasyid legendaris. Dikolaborasikan dengan penyanyi legendaris wanita, Dewi Yull. Saya sangat bersyukur kolaborasi ini mempunyai tujuan yang sama yaitu syiar lewat karya musik,” ujar Harry koko.

Sumber : Deteksi Production