Gojek Kaji Kenaikan Tarif Ojek Online 2019

Gojek saat ini sedang mempelajari penetapan batas atas dan batas bawah tarif ojek online (ojol) Kementerian Perhubungan. VP Corporate Affairs Gojek mengatakan pengkajian terhadap penetapan tarif ojol ini berhubungan dengan dampak kepada jumlah pesanan konsumen.

Jumlah pesanan konsumen tentu akan berdampak pada pendapatan para pengemudi ojek online. Apabila tarif meningkat signifikan, disinyalir masyarakat akan meninggalkan transportasi berbasis aplikasi.

Dampak akibat penetapan tarif ini tak hanya berdampak pada permintaan konsumen dan pendapatan mitra. Michael mengatakan mitra Go-Food juga berdampak pada penetapan tarif ini.

Sebelumnya, Kemenhub telah menetapkan batas atas dan batas bawah tarif ojek online berdasarkan tiga zona yang bakal berlaku mulai 1 Mei 2019. Batas bawah tarif paling rendah ditetapkan sebesar Rp1.850 per km, sedangkan batas atas tarif paling tinggi ditetapkan sebesar Rp2.600 per km.

Berdasarkan ketentuan tersebut, batas bawah tarif ojek online terendah ditetapkan pada zona 1 (Sumatera, Bali, Jawa selain Jabodetabek) sebesar Rp1.850 per km. Sedangkan batas bawah tarif zona II (Jabodetabek) ditetapkan sebesar Rp2.000 per km dan zona III (Kalimantan, Sulawesi, Nusa tenggara, Maluku, dan Papua) ditetapkan sebesar Rp2.100 per km.

Sementara batas atas tarif tertinggi ditetapkan untuk zona III sebesar Rp2.600 per km, kemudian zona II sebesar Rp2.600 per km, kemudian zona II sebesar Rp2500 per km, dan zona I Rp2.300 per km.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan rentang tarif akan ditetapkan oleh masing-masing aplikator. Budi menjelaskan penetapan tarif dilakukan guna melindungi konsumen dan memberikan kepastian kepada para pengemudi ojek online.

Sumber : www.cnnindonesia.com