Fakta ‘Menarik’ Tentang Vape

1. Belum tentu lebih aman

Hingga saat ini, masih belum diketahui apakah vape lebih aman atau justru lebih berbahaya ketimbang rokok tembakau.

Vape diklaim lebih sehat ketimbang rokok tembakau karena pengguna tidak terpapar 7.000 senyawa kimia yang terdapat dalam rokok biasa, yaitu senyawa yang dikaitkan dengan risiko kanker.

Kendati demikian, cairan vape juga ditemukan mengandung nikotin yang sangat adiktif dan berbahaya. Sejumlah studi juga menunjukkan kalau uap vape tersebut mengandung logam. Beberapa perasa yang jadi andalan produk vape juga mengandung bahan kimia yang terkait dengan penyakit paru-paru serius.

2. Jalani investigasi dunia medis

Investigasi yang dilakukan pemerintah AS berawal dari banyaknya kasus penyakit paru-paru terkait vape yang terjadi pada tahun ini.

Kasus penyakit paru umumnya ditandai dengan gejala berupa kesulitan bernapas dan nyeri dada. Beberapa pasien bahkan dilarikan ke rumah sakit dan ditempatkan di ruangan ventilator dan beberapa membutuhkan transplantasi paru, karena kondisi paru yang rusak.

Beberapa petugas medis melaporkan sejumlah pasien juga mengembangkan pneumonia lipoid akut. Kondisi ini terjadi ketika terdapat zat atau minyak yang mengandung lemak masuk ke paru-paru.

Dampak vape ini masih terus diteliti karena membutuhkan sampel dalam jumlah besar dan waktu yang cukup lama. AS kini juga sedang melakukan investigasi terkait dengan penyakit paru-paru misterius terkait aktivitas vaping.

3. Mulai dilarang beredar

Munculnya banyak kasus kesehatan akibat vape membuat pemerintah AS menerapkan peraturan untuk melarang peredaran vape.

Juni lalu, San Francisco menjadi kota pertama di negara bagian California AS yang melarang penjualan dan pembuatan rokok elektrik. Diikuti Richmond di Virginia lalu juga New York.

Larangan peredaran vape ini juga dipicu karena meningkatnya jumlah perokok elektrik remaja atau di bawah umur.

4. Kontroversial

Pelarangan peredaran rokok elektrik ini mendapat kecaman dari produsen vape. Salah satu produsen utama vape, JUUL mengatakan pelarangan vape membuat orang beralih kembali ke rokok biasa.

“Itu akan mendorong mantan perokok dewasa yang berhasil beralih ke produk uap kembali ke rokok yang mematikan,” pernyataan dari JUUL.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine, pernyataan JUUL itu bisa jadi benar.

Namun, di sisi lain, rokok elektrik ini juga menjadi pintu gerbang para remaja untuk mencoba rokok tembakau sehingga berisiko alami masalah kesehatan yang lebih banyak.

Sumber : www.cnnindonesia.com