ROMPIS

  • Jenis Film : Drama
  • Produser : Deni Dirmansyah
  • Sutradara : Monty Tiwa
  • Penulis : Haqi Achmad, Monty Tiwa, Putri Hermansjah
  • Produksi : MNC Pictures
  • Casts : Umay Shahab, Cut Beby Tshabina, Arbani Yasiz, Adinda Azani

Setelah lulus SMA, Roman (Arbani Yasiz) melanjutkan kuliah di Belanda bersama Sam (Umay Shahab) dan terpaksa terpisah jarak dengan Wulan (Adinda Azani). Kisah romansa antara Roman dan Wulan yang mulanya berjalan lancar, mulai terganggu oleh kehadiran Meira (Beby Tsabina), seorang mahasiswi yang menjadi sahabat baru Roman di Belanda.

Mengetahui bahwa Roman sedang dekat dengan Meira, Wulan pergi menyusul Roman ke Belanda secara diam-diam. Wulan yang ditemani oleh Sam mendatangi Roman di kampusnya dengan penuh rasa rindu. Berharap disambut mesra, di sana Wulan justru melihat kedekatan Roman dan Meira yang membakar rasa rindunya menjadi cemburu.

Kini perasaan Roman berkecamuk, ia tersudut di antara sosok Wulan dan Meira. Barisan kata-kata puisi yang dibuat oleh Roman pun tak lantas bisa meyakinkan hati kekasih yang ia idamkan.

Sumber : www.21cineplex.com

Pakaian Tradisional Jepang

Jepang memiliki pakaian Tradisional yang disebut Kimono, sudah banyak orang tau bahwa kimono adalah pakaian Tradisional Jepang. Dahulu kimono digunakan untuk kegiatan sehari-hari, namun pada saat ini, komono hanya digunakan di acara-acara khusu. Kimono bisa di pakai oleh pria atau wanita, kimono pria umumnya lebih sederhana baik dalam design, motif dan juga warnanya yang biasanya didominasi oleh berwarna gelap seperti hijau tua, coklat tua, biru tua atau hitam, sedangkan Kimono untuk wanita dikenal ada beberapa jenis menunjukkan umur pemakai, dan status perkawinan.

Sumber : rijalmaulana96.blogspot.com

kolintang

KOLINTANG ALAT MUSIK TRADISIONAL DARI SULAWESI UTARA

kolintang

Sumber : www.negerikuindonesia.com

Kolintang adalah salah satu alat musik tradisional masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara. Alat musik ini terbuat dari kayu khusus yang disusun dan dimainkan dengan cara dipukul. Sekilas Kolintang ini hampir sama dengan alat musik Gambang dari Jawa, namun yang membedakan adalah nada yang dihasilkan lebih lengkap dan cara memainkannya sedikit berbeda. Kolintang merupakan salah satu alat musik tradisional yang cukup terkenal di masyarakat Minahasa, dan sering digunakan untuk mengiringi upacara adat, pertunjukan tari, pengiring nyanyian, bahkan pertunjukan musik.

Sejarah Dan Perkembangan Kolintang

Menurut sejarahnya, alat musik Kolintang sudah ada sejak zaman dahulu dan digunakan masyarakat untuk upacara ritual adat yang berhubungan dengan pemujaan roh leluhur. Sejak masuknya agama Kristen dan Islam di tanah Minahasa, Kolintang tidak lagi difungsikan sebagai pengiring upacara adat, namun lebih difungsikan sebagai pengiring tarian, pengiring lagu, atau pertunjukan musik.

Alat musik Kolintang awalnya hanya terdiri dari beberapa potong kayu yang diletakan dan disusun berjejer diatas kedua kaki pemainnya. Kemudian dikembangkan menggunakan alas yang terbuat dari dua batang pisang. Kolintang mulai menggunakan peti resonator sejak Pangeran Diponegoro berada di Minahasa. Konon pada saat itu peralatan Gamelan juga dibawa oleh rombongannya. Sesudah perang dunia ke 2, alat musik Kolintang mulai dikembangkan lagi dari segi nada yang dihasilkan lebih mengarah ke susunan nada musik universal.

Sumber : www.negerikuindonesia.com

 

Harga Cabai Tembus Rp 200 Ribu, Luar Biasa!!

466061_620Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengaku terkejut saat mendengar kenaikan harga berbagai jenis cabai di sejumlah daerah. Salah satunya jenis cabai tiung di Samarinda, Kalimantan Timur, yang harganya mencapai Rp 200 ribu per kilogram.
Lebih jauh, Darmin mengatakan penyebab dari kenaikan harga cabai tersebut adalah karena distribusi yang terganggu maupun faktor cuaca akibat musim kemarau basah.Darmin menambahkan, dalam jangka pendek, pemerintah akan menggenjot pasokan dengan mengirim cabai ke sejumlah daerah yang harganya melonjak.

Sumber : www.tempo.co

Slaloem Delman Pertama Di Dunia Dalam Kendoeri Kampoeng Kemayoran

KAMPOENG KEMAJORAN sebagai kampung kelahiran Seniman Besar Almarhum H. Benyamin Sueb, masih kuat memegang tradisi Betawi di tengah masyarakat urban yang kian terus berkembang.
KENDOERI KAMPOENG KEMAJORAN adalah hajatnya orang Kemayoran dengan menampilkan kegiatan unik yaitu SLALOM DELMAN PERTAMA DI DUNIA.
SLALOM identik dengan ketangkasan mengendarai kendaraan mobil dengan rintangan yang berkelok tanpa harus menyentuh apalagi menjatuhkan pembatas jalan.
SLALOM DELMAN adalah ketangkasan para kusir delman yang memacu kuda dengan rintangan mirip SLALOM MOBIL tanpa harus menyentuh apalagi menjatuhkan rintangan.
DELMAN BERJALAN MUNDUR, KENAPA TIDAK?
Di tangan Kusir handal, demi menghindari menyentuh atau menjatuhkan rintangan, maka kuda akan diperintahkan sang kusir untuk bergerak mundur, sebagaimana layaknya SLALOM MOBIL.
SLALOM DELMAN PERTAMA DI DUNIA adalah program kreatif yang digagas oleh H. Biem T. Benjamin atau yang biasa dipanggil BANG BIEM, yang sekarang menjabat Anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta II (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri). BANG BIEM menuturkan bahwa Betawi memiliki keragaman budaya yang harus dikembangkan dan beradaptasi dengan kemajuan jaman. BANG BIEM yang merupakan putra ketiga BANG BENS sangat terinspirasi dengan prestasinya di waktu muda yang juga mantan PESLALOM.
KENDOERI KAMPOENG KEMAJORAN dimeriahkan juga dengan berbagai kegiatan SENI TRADISI BUDAYA BETAWI, antara lain Gambang Kromong, Tari Selamat Datang dari Sanggar Tari Kirana Betawi, Palang Pintu, Maen Pukulan/Pencak SIlat Betawi, Samrah, Parade Band Betawi, Layar Tancap Film Benyamin S., Demo Masak Dodol dan Icip-icip gratis, Senam Aerobik, Bazaar Kuliner Betawi, Bazaar Produk Betawi, Bazaar UKM (Usaha Kecil Menengah), Door Prize dan dimeriahkan oleh BIANG KEROK BAND.
KENDOERI KAMPOENG KEMAJORAN hari Sabtu dan Minggu, 10 – 11 Desember 2016 di Eks Bandara Kemayoran, lokasi Patung Ondel-ondel, Jl. Benyamin Sueb, Jakarta Pusat. Diselenggarakan oleh ETNIKOM, disponsori oleh BANK MANDIRI, BANK BNI, dan didukung oleh BENS RADIO 106.2 FM JAKARTA.15319206_725960974244721_2559158257455460334_n