Hemat di Bulan Ramadhan

                       Sumber : Kepri Antaranews

1. Belanja Dalam Jumlah Besar

Berbelanja dalam jumlah besar sesungguhnya bisa menghemat pengeluaran Anda. Jika sebelumnya Anda terbiasa untuk berbelanja sekali dalam seminggu, cobalah untuk berbelanja dalam jumlah besar dan sekali selesai. Penghematan yang Anda dapatkan sebetulnya akumulasi dari beberapa hal.

2. Kurangi Kegiatan Berbuka di Luar Rumah

Pilah-pilih tawaran yang ingin Anda datangi. Itu hanya undangan, bukan sebuah pengumuman rapat tahunan. Anda tidak diwajibkan untuk datang. Jangan menjadikan undangan ini sebagai beban bahwa Anda harus turut hadir dan berpartisipasi.

3. Buat Cemilan Sendiri

Kalau memang Anda sangat menginginkan kue sementara pengeluaran Anda sangat terbatas, siasati dengan cara membuatnya sendiri. Di zaman internet ini, informasi apapun bisa Anda temukan. Cobalah mencari resep kue kering yang Anda inginkan dan buat sendiri kue tersebut. Hal ini akan memuaskan Anda tanpa membuat pengeluaran Anda membengkak.

4. Jaga Kualitas dan Pola Makan

Kekeliruan yang banyak dianut oleh masyarakat kita sekarang ini adalah mengistimewakan puasa. Artinya, kita kerap kali membuat puasa sebagai hal yang perlu dirayakan, misalkan dengan cara berbuka bersama teman di restoran elit yang menyediakan makanan mahal. Bila Anda menancapkan paham yang seperti ini, jangan harap pengeluaran Anda bisa dikontrol.

5. Manfaatkan Promo dan Diskon

Bagi Anda pengguna kartu kredit dan debit, momen seperti ini tentunya akan sangat menguntungkan Anda karena biasanya bank justru akan memberikan promo dan diskon guna merangsang transaksi konsumen dengan kartu kredit. Jangan ragu untuk memanfaatkan hal ini, bisa jadi Anda justru mendapat cashback yang bisa dimanfaatkan bulan depan atau pada saat memenuhi kebutuhan lain yang mendesak.

Sumber : www.cermati.com

Cegah Bau Mulut Saat Puasa

1. Jangan makan yang berbau saat sahur

Makanan yang berbau tajam seperti petai, durian, dan jengkol dapat memperburuk masalah bau mulut sehingga tidak cocok dimakan untuk sahur. Sebagai gantinya Prof DR drg Melanie S.Djamil, MBiomed dari Fakultas Gigi Universitas Trisakti menuturkan sebaiknya seseorang mengonsumsi sayur dan buah yang banyak mengandung air.

2. Banyak minum air putih

Bau mulut bukan melulu soal makanan yang berbau tajam, tetapi juga soal seberapa cukup asupan air, terutama saat sahur dan malam hari. Dokter spesialis gizi klinis dari RS Pondok Indah dr Juwalita Surapsari, MGizi, SpGK mengatakan harus mencukupi kebutuhan air selama berpuasa.

3. Gosok gigi dan lidah

Salah satu cara untuk mencegah bau mulut tentunya dengan menjaga kesehatan dan kebersihan rongga mulut, baik gigi maupun lidah. drg Nada Ismah, SpOrt, dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, sikat gigi sesudah sahur sangat penting. Sebabnya, sisa makanan usai sahur yang tak dibersihkan bisa tertinggal di gigi dan menjadi plak.

4. Kumur dengan obat kumur

Setelah menggosok gigi dan lidah, sebaiknya dilanjutkan dengan berkumur menggunakan obat kumur antiseptik. Trainer Mundipharma Indonesia dr Mery Sulastri mengatakan bahwa kumur dengan obat kumur bertujuan untuk mengendalikan flora di mulut.

5. Stop merokok!

Ada satu lagi dampak buruk dari merokok, yaitu menimbulkan bau mulut yang tidak sedap apalagi saat berpuasa. Maka dari itu, sebaiknya hindari aktivitas merokok selama bulan Ramadhan.

Sumber : www.health.detik.com

Air Putih Vs Es Teh Manis

Sumber Foto : www.faktualnews.co

Untuk buka puasa nanti, minum apa baiknya? Banyak orang memilih minum es teh manis atau es buah sebagai takjil.

Namun, ternyata minuman yang disarankan untuk menjadi menu berbuka puasa sekaligus menjadi pelepas dahaga adalah air putih. Head of Nutrifood Research Center, Astri Kurniati menyarankan, membatalkan puasa sebaiknya dengan air putih.

Selanjutnya makan apa? Astri menganjurkan untuk memakan buah-buahan yang tinggi serat dan karbohidrat sederhana. Untuk menu makan besarnya nanti, selipkan juga sayuran yang tinggi serat.

Dia menyarankan pada saat berbuka untuk menghindari terlalu banyak gula. Contohnya, gula pada es teh manis.

Menurut Astri, selain dapat menaikkan kadar gula dalam darah, gula di teh manis juga sebenarnya dapat membuat lebih haus. Hal itu dikarenakan adanya efek sensorik rasa gula pada mulut.

Sumber : www.republika.co.id

Puasa Ramadhan Bagi Penderita Diabetes

Dr Daphne Su-Lyn Gardner, Konsultan Senior dari Endocrinology Departement Singapore General Hospital melalui healthexchange.com memaparkan beberapa tips yang bisa Abang None lakukan di bulan Ramadan.

1. Boleh tidak berpuasa jika Anda tidak sehat

Surat Al-Baqarah 184-185 mengatakan dengan jelas bahwa berpuasa Ramadhan tidak diwajibkan jika Anda memiliki penyakit kronis atau jika hal tersebut membahayakan atau menyakiti Anda. Misalnya, jika Anda membutuhkan insulin setiap beberapa waktu, memiliki kegagalan fungsi organ, atau sedang hamil. Anda bisa mengganti puasa ramadan dengan bersedekah atau menggantinya di lain hari.

2. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum Ramadhan

Penting untuk berdiskusi dengan dokter yang mengetahui riwayat penyakit Anda setidaknya dua bulan sebelum Ramadan. Dengan begitu Anda bisa memahami bagaimana cara berpuasa yang aman serta memiliki waktu yang leluasa untuk melakukan penyesuaian pada rutinitas obat diabetes Anda sebelum memasuki Ramadan. Jangan memberhentikan atau menyesuaikan obat-obatan Anda tanpa berkonsultasi pada dokter.

3. Lakukan uji coba

Uji cobalah kemampuan diri Anda untuk berpuasa sebelum Ramadhan. Anda bisa melakukan puasa sunah untuk mengidentifikasi masalah yang bisa muncul saat Anda berpuasa Ramadhan. Berdiskusilah dengan dokter Anda.

4. Jangan melewatkan sahur

Anda tidak boleh melewatkan makan sahur. Jika Anda melewatkan sahur sebaiknya Anda tidak berpuasa. Makanlah dalam jumlah yang cukup saat sahur.

5. Monitor gula darah Anda saat Anda berpuasa

Memonitor sendiri gula darah Anda bisa Anda lakukan bahkan di bulan Ramadan. Faktanya, hal ini penting jika Anda ingin berhasil berpuasa sebulan penuh.

6. Minum 8 gelas air tanpa gula

Cobalah untuk meminum cairan dalam jumlah yang cukup (pilih cairan tanpa gula) selama sahur dan berbuka puasa untuk mengganti cairan yang hilang di siang hari. Usahakan Anda bisa meminum 8 gelas air dalam satu hari.

7. Berhati-hati pada gejala gula darah tinggi, gula darah rendah, dan dehidrasi berat

Anda harus bisa mengenali gejala gula darah tinggi, gula darah rendah, dan dehidrasi berat. Berikut tanda Anda perlu berhenti berpuasa.

  • Gula darah < 4,0 mmol/L saat berpuasa
  • Gula darah > 16 mmil/L
  • Menampakkan gejala hipoglisemia (gula darah rendah): tremor, keringat berlebih, jantung berdebar, merasa lapar, pusing, gemetar, dan sulit berkonsentrasi.
  • Menampakkan gejala dehidrasi: pusing dan sulit berkonsentrasi.

8. Segeralah berbuka

Berbuka puasa harus disegerakan dan tidak boleh ditunda. Jangan makan terlalu banyak dan pilih menu makanan yang baik saat berbuka untuk menghindari lonjakan gula darah Anda.

Sumber : www.sinarharapan.co

Tetap Sehat Selama Ramadhan untuk Lansia

Sumber Foto : www.merdeka.com

1. Lihat kemampuan diri

Lansia yang hendak berpuasa sebaiknya menakar kemampuan diri untuk menahan haus dan lapar dalam waktu yang cukup lama. Durasi berpuasa di Indonesia ialah sekitar 14 jam.

2. Pertimbangkan penyakit penyerta

Selain menakar kemampuan diri untuk berpuasa, penting bagi lansia untuk mempertimbangkan penyakit yang diderita sebelum memulai berpuasa. Seperti diketahui, kelompok lansia biasanya memiliki kondisi-kondisi kesehatan tertentu karena faktor usia.

Lansia dengan maag berat dan perdarahan saluran cerna juga tidak dianjurkan untuk berpuasa. Anjuran yang sama juga berlaku untuk lansia dengan migren berat.

Lansia dengan diabetes mellitus tipe 2 yang harus mengonsumsi obat pagi, siang, dan malam juga tidak dianjurkan berpuasa. Lansia penderita diabetes yang memiliki riwayat dirawat di rumah sakit karena kadar gula darah yang melonjak tinggi atau menurun drastis juga diimbau untuk tidak berpuasa.

3. Makan lengkap dan seimbang

Lansia yang dinyatakan boleh berpuasa juga perlu memperhatikan asupan makan dengan baik. Hal ini penting untuk diperhatikan karena sebagian lansia biasanya mengalami penurunan nafsu makan atau sulit makan.

Makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka sebaiknya lengkap dan seimbang. Jika lansia mengalami sedikit kesulitan makan karena hal tertentu seperti susu, konsumsi makanan cair bernutrisi lengkap boleh dipertimbangkan. Setelah berbuka puasa, lansia juga boleh mendapatkan camilan sehat.

4. Cairan

Hal yang tak kalah penting untuk lansia berpuasa adalah kecukupan asupan cairan. Meski berpuasa, kebutuhan cairan lansia harus terpenuhi dengan baik.

Pemenuhan cairan untuk lansia bisa dilakukan dengan cara membagi-bagi jatah minum dalam satu hari.

Sumber : www.republika.co.id

Cara berbuka puasa yang sehat

Sumber Foto : www.capangker.com

Dikutip dari laman Malay Mail, ahli gizi Hamid Jan Mohamed menyarankan untuk berbuka puasa ;

1. Berbuka puasa dengan segelas minuman tanpa pemanis atau air putih bersama dengan sepotong kurma.

2. Berhenti sejenak lalu shalat Maghrib yang biasanya memakan waktu sekitar 15 hingga 20 menit. Kemudian baru makan dalam porsi yang lebih kecil dengan sedikit cairan.

3. Beri jeda lagi untuk shalat Isya atau tarawih. Lalu bisa makan kembali dalam porsi kecil. Secara total, orang berpuasa perlu makan tiga kali serta mencegah lonjakan gula.

4. Beralih dari nasi putih ke nasi merah adalah salah satu cara untuk membantu kenyang lebih lama.

Sumber : www.republika.co.id

Tetap Bisa Puasa Saat Menyusui

Ada hal yang harus diperhatikan oleh ibu menyusui yang berpuasa. dr Utami Roesli SpA IBCLC mengingatkan agar ibu menyusui menjaga asupan cairan dan makan.

Jadwal makan ibu menyusui harus tetap tiga kali sehari. Sahur dianggap sebagai sarapan, makanan berbuka puasa bisa disamakan dengan makan siang, dan makan sehabis shalat tarawih adalah makan malam.

Di samping kecukupan nutrisi, ibu menyusui juga harus minum banyak air putih.

Menurut Utami, berpuasa tidak memberikan dampak apapun pada ibu menyusui. Ia mengungkapkan, ibu yang kekurangan gizi saja, ASI-nya masih bisa diminum oleh bayinya. Artinya, tidak ada perubahan apa pun dalam air susunya karena gizi yang terkandung dalam ASI diambil dari simpanan gizi ibunya.

Sumber : www.republika.co.id

Naik Commuter Line

Sumber : www.wepreventcrime – WordPress.com

1.Bawa gadget, buku atau koran

Kadang perjalanan commuter line ga semulus yang orang kira, bisa tertahan laamaaaa dan membosankan. Makanya butuh gadget, untuk mendengarkan musik, bisa buat update status, bisa chat, bisa foto orang yang lagi tidur mangap atau bisa ngetik artikel. Buku atau koran juga bisa bantu supaya ga mati gaya dalam kereta, kalau bukunya cukup tebal bisa dipakai untuk pukul kepala copet.

2.Masker

Ini berfungsi untuk menutup wajah kalau ketiduran sambil mangap, bisa juga menahan bau ketiak orang di kanan kiri atau berfungsi untuk menutup jalur naik turun ingus kalau lagi flu.

3.Bawa air putih, makanan kecil dan obat

Buat pengidap asma sepertinya harus selalu bawa obat deh, karena asupan oksigen sangat sedikit ketika keadaan penuh dan sesak. Untuk ibu-ibu hamil bawa minyak kayu putih atau sejenisnya jangan sampai muntah di dalam gerbong yaa.

4.Belajar lari dan gerak cepat

Layaknya seorang ninja berilmu tinggi kita harus bisa berlari secepat mungkin dan bergerak seperti kilat. Saat jam kerja kadang-kadang masinis seperti supir angkot yang lupa prosedur menutup pintu dengan baik, seharusnya pintu itu ditutup setelah petugas yang berdiri diperon memberi aba-aba dengan lambaian tangan atau tiupan peluit. Tapi beberapa kali terjadi, tanpa aba-aba pintu sudah tertutup.

5.Pakai deodoran

Jangan sampai bau ketiak kita menyebar ke seantero gerbong, walaupun ga mandi tapi minimal wangi lah yaaa.

6.Dahulukan penumpang yang turun

Meski lagi terburu-buru karena takut telat berangkat kerja tapi secara etika dahulukan dulu penumpang yang turun.

7.Beri tempat duduk untuk ibu hamil, ibu bawa anak kecil dan lansia

Meskipun ada bangku “proiritas” untuk ibu hamil, lansia, Diffabel (penyandang cacat) dan Ibu membawa anak kecil. Yang kursinya tersedia dipojokan gerbong tetapi ga ada salahnya kita kasih tempat duduk kita saat mereka berdiri persis depan muka.

8.Punya tiket

Ini yang paliiinngggg penting, harus ada tiket!! Kalau ga punya tiket nanti di usir dari peron disangka abang-abang mau jualan.

9.Tahu tujuan dan rute kereta

Ini juga ga kalah penting, harus hapal betul kita kerja dimana naik kereta tujuan mana. Jangan sampai kerja di Sudirman tapi naik kereta ke Bekasi.

10.Jangan malu bertanya

Kesempatan ini bisa dipergunakan saat menunggu kereta diperon, bertanyalah kepada petugas, misalnya jadwal kedatangan kereta api.

Sumber : www.kompasiana.com

Hindari Bau Mulut Selama Puasa

Sumber Foto : Warta Kota – Tribunnews.com

1.Kumur saat wudhu
Berkumur ketika wudhu membantu kelembaban mulut akan relatif terjaga. Sekaligus akan terjadi ‘senam’ dari organ-organ rongga mulut, mucosa pipi, lidah, gusi, dan lainnya.

2.Pola menyikat gigi
Pola menyikat gigi dan membersihkan mulut juga harus diatur. Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut saat berpuasa, sama saja dengan hari-hari biasa, yakni menyikat gigi dua kali sehari. Yaitu, saat akan tidur malam dan setelah makan sahur.

3.Makan sehat
Menyantap sayuran dan buah-buahan yang kaya serat dan mampu membantu membersihkan gigi. Kurma juga membantu membersihkan plak atau karang gigi

4.Bau ekstrem
Hindari makanan yang menimbulkan bau yang ekstrem. Seperti jengkol, pete, dan durian yang perlu dihindari saat berpuasa.

Sumber : www.infografis.republika.co.id

Khatam Alquran dalam 30 Hari

                     Sumber Foto : www.albinaa.co.id

Dikutip dari  Tribunnews.com ada beberapa langlah yang bisa kamu lakukan untuk mengkhatamkan Al Quran dalam 30 hari, yaitu ;

1. Membuat target 1 hari dapat menyelesaikan 1 Juz sehingga 30 Juz dapat diselesaikan sebanyak 30 hari.

2. Setiap shalat 5 waktu, dalam satu waktunya sempatkan untuk membaca Al-Qur’an sebanyak 2 lembar atau 4 halaman.

3. Dapat dicoba dengan membaca Al-Qur’an sebelum dan sesudah Shalat masing-masing 2 lembar atau 4 halaman.

4. Isi waktu luang anda dengan sedikit-dikit membaca Al-Qur’an maka insyaallah akan khatam dalam sebulan.

5. Membuat catatan pada diri sendiri dengan setiap sebelum shalat 4 halaman dan sesudah shalat 4 halaman.

6. Yang terpenting adalah niat dari hati jika ingin mengkhatamkan Al-Qur’an dalam sebulan

7. Memastikan target yang ingin dicapai harus terlaksana

Mengutip Rumaysho.com, dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« اقْرَإِ الْقُرْآنَ فِى شَهْرٍ » . قُلْتُ إِنِّى أَجِدُ قُوَّةً حَتَّى قَالَ « فَاقْرَأْهُ فِى سَبْعٍ وَلاَ تَزِدْ عَلَى ذَلِكَ »

“Bacalah (khatamkanlah) Al Quran dalam sebulan.” ‘Abdullah bin ‘Amr lalu berkata, “Aku mampu menambah lebih dari itu.”

Beliau pun bersabda, “Bacalah (khatamkanlah) Al Qur’an dalam tujuh hari, jangan lebih daripada itu.” (HR. Bukhari No. 5054).

Namun sebagaimana kata Imam Nawawi, “Kebanyakan ulama berpendapat bahwa tidak ada batasan hari dalam mengkhatamkan Al Qur’an, semuanya tergantung pada semangat dan kekuatan. Dan ini berbeda-beda satu orang dan lainnya dilihat dari kondisi dan person.” (Fathul Bari, 9: 97).

Selamat mencoba!!!

Sumber : www.tribunnews.com