Liliyana Natsir Resmi Pensiun dari Bulutangkis

Liliyana Natsir menyatakan telah resmi mundur dari dunia bulutangkis dan berpisah dari pasangan ganda campurannya, Tontowi Ahmad.

Wanita yang akrab disapa Butet itu menyatakan bahwa pertandingan melawan wakil China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong di semifinal Denmark Terbuka 2018, merupakan laga terakhirnya.

Sumber : www.viva.co.id

Ada Lapangan Sepak Bola Berstandar FIFA di Tasikmalaya

Lapangan sepak bola di daerah pedesaan biasanya memiliki kondisi seadanya, berdebu, tanpa rumput atau tiang gawang yang tak terawat.

Biasanya kondisi tersebut karena alasan klasik yaitu tak adanya anggaran dari pemerintah desa (Pemdes).

Hal itu berbeda dengan kondisi lapangan sepak bola di Desa/Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sarana olahraga rakyat yang diberi nama Lapangan Bola Lodaya Sakti ini terlihat begitu terawat dengan rumput hijaunya yang tumbuh rapi merata.

Pemerintah Desa Cisayong rupanya punya inisiatif sendiri, yakni menata lapangan seluas 93 x 54 meter tersebut dengan jenis rumput yang sudah memenuhi standar Federation of International Football Association (FIFA).

Sumber : www.wartakota.tribunnews.com

Timnas Indonesia U-19 Akan Mati-matian Lawan Uni Emirat Arab

Pemain serbabisa Egy Maulana Vikri menyebut Timnas Indonesia U-19 akan habis-habisan saat menghadapi Uni Emirat Arab (UEA) di laga terakhir babak penyisihan Grup A Piala Asia U-19 2018, Rabu (24/10).

Laga melawan UEA jadi laga hidup-mati Timnas Indonesia U-19 untuk bisa lolos ke babak perempat final. Untuk bisa lolos, Indonesia wajib meraih tiga poin saat jumpa Uni Emirat Arab yang saat ini memuncaki klasemen Grup A dengan enam poin.

“Kalau kami pemain sudah pasti semua yakin mau habis-habisan di situ (lawan UEA). Kami sudah tidak akan pikirkan yang lain, kami harus menang lawan UAE, semua pemain sudah berpikir fokus ke situ,” kata Egy Maulana usai kalah 5-6 dari Qatar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Minggu (21/10).

Kalah dari Qatar, Egy Maulana menyebut Garuda Nusantara belum beruntung untuk bisa memenangkan pertandingan yang disaksikan 38,217 penonton itu. Terlebih lagi banyak salah komunikasi antarpemain.

“Tapi anak-anak semua sudah berjuang, kami berjuang sampai akhir. Intinya kami juga tidak mau mengalah di sini, tapi kami masih punya harapan saat lawan Uni Emirat Arab nanti,” jelas pemain Lechia Gdansk itu.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Bek Timnas Indonesia U-19 Menatap Laga Kontra Qatar

Timnas Indonesia U-19 berhasil meraih kemenangan 3-1 atas Chinese Taipei di laga pertama Grup A Piala AFC U-19 2018 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (18/10/2018) malam. Bek Timnas Indonesia U-19, Firza Andika, langsung menatap laga kedua dan berharap bisa memenangi pertandingan kontra Qatar.

Gol pembuka yang dicetak oleh Egy Maulana Vikri, plus dua gol yang dicetak Witan Sulaeman, membawa Timnas Indonesia U-19 menang 3-1 atas Chinese Taipei. Kemenangan tersebut tentu menjadi modal bagus bagi tim asuhan Indra Sjafri itu untuk menatap laga kedua kontra Qatar.

Bek kiri Timnas Indonesia U-19, Firza Andika, mengungkapkan rasa gembira karena kemenangan atas Chinese Taipei. Menurut pemain PSMS Medan itu, kemenangan yang diraih Tim Garuda Nusantara itu dipersembahkan untuk bangsa Indonesia.

Satu kunci yang menjadi keberhasilan Timnas Indonesia U-19 adalah bagaimana para pemain mampu menerapkan instruksi yang diberikan oleh Indra Sjafri sebagai pelatih. Firza pun mengungkapkan apa yang dikatakan oleh sang pelatih saat jeda antarbabak.

Kemenangan atas Chinese Taipei membawa Timnas Indonesia U-19 saat ini berada di peringkat pertama Grup A Piala AFC U-19 2018 dengan tiga poin. Tim Garuda Nusantara unggul selisih gol atas Uni Emirat Arab yang juga memiliki tiga poin setelah menang 2-1 atas Qatar.

Sumber : www.bola.com

Hasil MotoGP Thailand Bikin Rossi Bergairah di MotoGP Jepang

Valentino Rossi menatap optimistis balapan di MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi, Minggu (21/10), karena hasil yang cukup baik pada MotoGP Thailand. Selain itu rekor apik di Jepang juga membuat Rossi bergairah.

Rossi gagal mencapai podium pada MotoGP Thailand yang berlangsung di Sirkuit Buriram, namun pebalap gaek itu mampu menempati posisi start kedua di belakang Marc Marquez dan sempat bersaing dengan Marquez dan Andrea Dovizioso pada balapan yang berlangsung Minggu (7/10).

Peringkat keempat yang dicapainya pada balapan seri ke-15 MotoGP 2018 merupakan hasil terbaik dalam empat balapan terakhir yang dijalani Rossi.

Setelah menempati peringkat kedua pada MotoGP Jerman, performa motor YZR-M1 menurun pada paruh kedua musim balap 2018. Secara beruntun di MotoGP Austria, San Marino, dan Aragon, Rossi menempati peringkat keenam, ketujuh, dan kedelapan.

Pada MotoGP 2017 Rossi hanya menempati posisi start ke-12 dan gagal finis karena terjatuh ketika menjalani putaran kelima.

Rossi mengaku gembira dengan sasis tunggangannya dan berharap dapat tampil konsisten pada sisa balapan tahun ini.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Timnas Prancis Menang atas Jerman di UEFA Nations League

Timnas Perancis mengalahkan timnas Jerman 2-1 dalam lanjutan UEFA Nations League yang berlangsung di Stade de France, Perancis, Selasa (16/10), berkat dua gol Antoine Griezmann.

Timnas Jerman butuh kemenangan agar terhindar dari degradasi dalam UEFA Nations League menjalani laga sengit ketika berhadapan dengan juara dunia yang bermain di hadapan pendukungnya.

Griezmann sudah membuat gawang Jerman dalam ancaman sejak menit awal. Tetapi Die Mannschaft mampu merespons serangan tuan rumah dengan baik. Sebuah serangan Jerman berakhir dengan keputusan pemberian penalti dari wasit Milorad Mazic lantaran handsball Presnel Kimpembe.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Tangis Haru Warnai Kepulangan Peserta Asian Para Games 2018

Setelah Asian Para Games 2018 telah resmi ditutup dengan meriah pada Sabtu (13/10/2018), kontingen setiap negara peserta bergantian meninggalkan Indonesia, Minggu (14/10/2018). Suasana akrab dan haru sangat tampak ketika Ketua Panitia Pelaksana Asian Para Games 2018 (Inapgoc), Raja Sapta Oktohari, dan para volunter melepas kepulangan para atlet beserta ofisial kembali ke negaranya masing-masing. Beberapa negara atlet dari Taiwan, Makau, Vietnam, Malaysia, dan Iran pulang melalui Bandara Soekarno-Hatta. Saat momen perpisahan ini, beberapa peristiwa haru dan hangat terjadi. Ada volunter yang mencium tangan atlet layaknya kepada kakak atau orang tua. Ada pula volunter dan atlet saling menangis berpelukan.

Meski begitu, momen kepulangan negara peserta Asian Para Games 2018 ini tidak melulu dibalut dengan rasa sedih. Keceriaan tampak ketika Okto bersama para anggota Komunitas Bandara Soekarno-Hatta melakukan flash mob. Diiringi Song of Victory sebagai lagu resmi Asian Para Games 2018, para atlet dan ofisial juga mengikuti gerakan tersebut dengan penuh tawa bahagia.

Sumber : www.olahraga.kompas.com

Seret Emas, Indonesia Tak Bergeser

Indonesia hanya mendulang satu medali emas pada hari keenam perhelatan Asian Para Games 2018, Kamis (11/10/2018). Tim Merah Putih akhirnya tak beranjak dari peringkat keenam klasemen medali sementara.

Satu-satunya medali emas pada hari keenam disumbangkan perenang andalan Indonesia, Jendi Panggabean. Dia menjadi yang terbaik pada nomor 100 meter gaya punggung S9 putra.

Indonesia telah mengoleksi 96 medali, perinciannya 24 emas, 33 perak, dan 39 perunggu. Posisi teratas masih ditempati China yang makin tak tergoyahkan dengan raihan 137 medali emas, 69 perak, dan 49 perunggu.

Sumber : www.bola.com

Indonesia Capai Target di Asian Para Games

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bersyukur kontingen Indonesia di Asian Para Games 2018 telah melampaui target 16 medali emas. Bersyukur, namun tidak puas.

Indonesia telah mengantongi lebih dari 16 medali emas. Setelah meraih delapan emas di hari keempat, Indonesia berhasil memborong enam emas dari catur Rabu (10/10). Selain itu, satu emas didapatkan dari atletik dan tiga emas dari tenis meja.

Dengan koleksi 18 emas itu, Indonesia sudah melebihi target kendati Asian Para Games masih akan bergulir sampai Sabtu (13/10/2018). Kontingen Merah Putih dipatok target 16 medali emas dan masuk delapan besar Asia.

Menteri asal Bangkalan ini pun berharap prestasi yang mereka ciptakan bisa menjadi jalan mereka lebih diapresiasi oleh masyarakat.

Sumber : www.sport.detik.com

Penantian 7 Tahun Zaki Zulkarnaen Berujung Medali Perunggu Asian Para Games 2018

Perenang Indonesia, Zaki Zulkarnaen, tak mampu menyembunyikan kegembiraannya setelah meraih medali perunggu di Asian Para Games 2018. Atlet asal Riau itu mengatakan pencapaian ini merupakan buah penantian panjang selama tujuh tahun.

Zaki menyabet perunggu setelah finis dengan catatan waktu 1 menit 19,95 detik. Zaki hanya kalah 0,60 detik dari seniornya di tim Indonesia, Guntur yang membawa pulang medali perak.

Kegembiraan Zaki tentu bukan tanpa alasan. Demi mendapatkan kesempatan mewakili Indonesia di Asian Para Games 2018, atlet berusia 23 tahun itu melalui jalan berliku.

Zaki pertama kali mengenal olahraga para-renang pada 2011. Namun, dia baru dipanggil ikut pelatnas para-renang pada 2018.

Bahkan, ketika dinobatkan sebagai peraih medali perunggu, Zaki langsung berlari menghampiri pendampingnya. Air mata keduanya pecah seakan tak percaya dengan capaian itu.

Sumber : www.liputan6.com