Tampil “BIG STAGE 2019″ Jalan Sukses Dinda Permata

Dinda Permata, satu-satunya wakil Indonesia yang tampil dalam ajang nyanyi “BIG STAGE 2019” (musim kedua) yang berlangsung di negara Malaysia, Dinda berhasil masuk final bersama 4 peserta lainnya dari Malaysia dan Korea Selatan.
Dalam konser malam final yang berlangsung di Auditorium Majlis Bandaraya Shah Alam, Malaysia, Ahad (6/10/2019) itu, Dinda tampil membawakan dua lagu yakni “Simalakama” (dipopulerkan oleh Yopie Latul) dan lagu terbaru miliknya, “Ku Tak Bisa”. Namun, pada akhirnya, Dinda hanya duduk di peringkat 5 . Sementara, Han Byul peserta asal Korea Selatan, dipilih juri sebagai juara utama.

Dinda tak pernah menyangka dirinya bisa masuk urutan 5 besar diajang pencarian bakat Big Stage 2019 di Malaysia. Berkat penampilannya yang memukau, publik Malaysia jadi mengenal sosok Dinda.
“Sejak saya ikut ajang ini, banyak orang di Malaysia yang mengenali dirinya dengan menyapa atau minta foto bareng ketika berada di tempat umum”, ujar Dinda Permata kepada para awak media saat di temui di kantor nagaswara (17/10)
Sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia diajang Big Stage 2019 di Malaysia, Dia merasa senang karena dirinya diapreasi dengan baik. Terlebih kini dirinya juga banyak menerima tawaran manggung dan melakoni dunia hiburan di Malaysia.
“Saya senang sekali bisa menjadi satu satunya wakil Indonesia yang ikut di acara Big Stage 2019, Karena ajang ini telah memberi jalan bagi saya untuk menerima job untuk sebuah iklan dan nyanyi berduet dengan penyanyi Malaysia untuk soundtrack film ,” tambah Dinda.
Sebagai penyanyi dangdut yang berada di bawah label NAGASWARA, Dinda yang juga jebolan ajang KDI, ternyata siap bertarung dengan menyanyikan genre musik apa pun. Sosoknya yang humble, murah senyum serta ditambah kemampuan olah vokal yang prima, menjadikan Dinda mudah mencuri hati banyak orang.
Dinda merasa ini juga menjadi jalan buat Dinda untuk bisa berkarier lebih baik di Malaysia, punya banyak fans di sini. Mudah-mudahan juga bisa dikenal di Asia,” katanya.

BIG STAGE” adalah ajang lomba nyanyi yang digelar dan tayang di Astro TV Malaysia. Tahun 2019 ini, acara tersebut diikuti oleh 12 peserta (terbagi atas 6 pria dan 6 wanita) yang berasal dari Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, Thailand dan Korea Selatan.

Sumber : Nagaswara

Ratu Meta Buka Bisnis Cafe dan Kuliner

Ratu Meta dan suami nya Eddy Faisal mencoba untuk bisnis cafe dan kuliner yang berada di daerah depok, dengan nama Kopi Kawan Kita, Teras Bakso dan Resto”, di Jl. Muh. Yusuf Depok Minggu (13/10).
Sebetulnya niat acara ini adalah jumpa fans yang telah kami adakan rutin, tanpa support mereka saya tidak bisa sampai sejauh ini. Saya memang suka dengan bisnis kuliner, kebetulan suami juga punya tempat. Jadi kita buka tiga sekaligus dengan konsep yang berbeda-beda,” ujar Ratu Meta di Woow Resto, Depok, Jawa Barat, pada Minggu (13/10).
Di sela sela acara pembukaan cafe dan juga jumpa fans Ratu juga sengaja membocorkan single terbarunya,dengan judul ‘Setialah Denganku’ dibawah naungan label Nagaswara.
“Single ini siap dirilis untuk mengobati rindu kepada penggemar saya yang sudah tanya tanya lewat media sosial,” ujar Ratu Meta

Selain jumpa fans, kami juga bermaksud membuka usaha kecil-kecilan kita yakni Kopi Kawan Kita, Teras Bakso dan woow Resto”, tambah Ratu Meta yang didampingi suaminya Eddy Faisal .
Ratu Meta mengatakan pembukaan usahanya ini dimaksudkan untuk persiapan masa depannya. “Karier di dunia hiburan tidak bisa selamanya, makanya kami berdua perlu menyiapkan payungnya sebelum redup”, kata Ratu Meta.
Penyanyi asal Karawang, Jawa Barat ini menginformasikan bahwa Hidangan andalan nya di WOOW Resto berupa Pecak Gurame hingga sajian kopi khas Kopi Kawan Kita.
Demi single terbarunya dan pengembangan bisnisnya, Ratu Meta dan sang suami bersepakat menunda bulan madu. Dalam pengembangan bisnis kuliner Ratu metta dan suami juga serius menanganinya. Makanya kami tunda bulan madunya, setelah semua urusan kelar, kami baru mikirin bulan madu dan anak”, pungkas Ratu Meta yang diaminin sang suami Eddy Faisal.
Ratu Meta kepada para fans nya yang hadir di acara pembukaan resto di buat bangga oleh penggemarnya. “Teman-teman yang hadir di sini sangat berharga bagi saya. Satu fans berasa seribu orang. Saya nggak pernah kasih apa-apa, tapi lihatlah mereka ikhlas datang ke sini untuk silaturahmi meski lokasi mereka jauh jauh , Bagi saya, fans adalah nomor satu dalam perjalan karir saya. Sebelum jadi apa-apa, kehadiran fans ini sangat terbantu”
ujar Ratu Meta.
Setelah membuka gerai kulinernya, pasangan ini juga tidak melupakan dunia tarik suara. Dalam waktu dekat, pasangan ini akan segera mempersiapkan sebuah single baru dengan genre pop berjudul “Setialah Denganku”. Sebuah single yang akan segera dirilis pada tanggal 5 November nanti akan menjadi kejutan bukan hanya bagi RM Lovers tetapi juga pecinta musik tanah air.
“Doakan saja mudah-mudahan single terbaru dari kami bisa dirilis sesuai jadwal di awal November, begitupun video klipnya sedang kita persiapkan,” ungkap Ratu Meta.

Sumber : Nagaswara

ST12 Luncurkan ‘Kepingan Hati ‘Dengan Formasi Teranyar

Setelah beberapa pekan ramai menjadi perbincangan baik di media konvensional maupun di jejaring sosial, tentang ST12 yang bersatu kembali.
Grup musik Pop Melayu ST12 kembali hadir dengan formasi terbaru sekaligus merilis single repackage yang berjudul, Kepingan Hati di sebuah cafe di kawasan kemayoran (9/10).
Single ini merupakan induk dari album #ST12NafasBaru. Di bawah label , Nagaswara, ST12 hadir dengan formasi terbaru dan sekaligus memperkenalkan anggota terbarunya yang kini terdiri dari Pepep sebagai drummer, Indra sebagai Basis, dan Firman Siagian sebagai vokalisnya.
“Firman Siagian merupakan penyanyi yang mempunyai latar belakang Melayu, kita sama-sama punya basic Melayu, sehingga saya tidak perlu kerja keras untuk menyatukan visi dan misi dalam membentuk karakter ST12 yang telah menjadi ciri khas ST12 selama ini, yaitu bergenre Pop Melayu”, ujar Pepep.
Sementara buat Firman merupakan kehormatan besar dan bangga dirinya terpilih menjadi vokalis dari band ST12 yang pernah menjadi terkenal genre pop melayu di tanah air. “Nagaswara dari dulu sudah saya anggap rumah saya sendiri, merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi saya untuk diberikan kepercayaan menjadi vokalis sebuah band besar Indonesia dan menjadi trendsetter pop melayu di tanah air,” Ujar Firman.
Bukan hal yang mudah bagi Firman untuk ngemix bareng ST12, karena band ini mempunyai karakter yang kuat. Dengan masuknya Firman sebagai vokalis, single Kepingan Hati Ciptaan Pepep ST12 menjadi lebih berwarna dan hadir dengan sedikit sentuhan rock. “Bukan hal yang mudah bagi saya untuk ngemix dengan super band ini. 10 tahun saya berkarir solo dan ada beberapa lagu melayu, kita punya misi yang sama saya beri sedikit sentuhan rock tapi basic-nya tetap melayu,” tambah Firman.
“Kepingan Hati” adalah lagu yang telah diciptakan Pepep tahun 2015 dan khusus untuk diputar di Malaysia.
Lagu ini bercerita tentang seorang lelaki yang menderita sakit Leukemia, yang divonis dokter umurnya tidak lama lagi, sehingga berdampak kepada hubungan cintanya dengan sang kekasihnya. si pria menjadi bimbang apakah ia akan pergi demi kebaikan sang pacar yang sangat mencintainya, atau memutuskan tetap menjalin hubungan namun dengan kondisi tubuhnya yang semakin lemah tak berdaya. tapi, ternyata si pria ini tak dapat pergi begitu saja, karena ia pun sangat mencintai pacarnya.
Ya kejadian ini adalah kisah nyata dari sahabat Pepep sendiri, keduanya sahabat Pepep, baik yang laki maupun yang perempuan. Sahabat Pepep yang sakit Leukemia ini 8 tahun lalu sudah pergi beristirahat panjang. Kejadian ini membuat si perempuan sampai saat ini belum mau menikah atau mencari pria pengganti pacarnya, karena ia sangat mencintai prianya tersebut.” Ujar Pepep bercerita sambil menahan rasa sedih yang mendalam.
Untuk konsep musiknya sendiri menurut Pepep tidak jauh berbeda dengan album sebelumnya, namun di album sekarang “#ST12NafasBaru” lebih harmonis progresif, jadi lebih moderen baik dari kualitas sound dan aransemennya.
CEO Nagaswara, Rahayu Kertawiguna merasa optimis dengan formasi dan tampilan baru dari ST12. Dengan masuknya Firman sebagai vokalis baru Rahayu yakin ST12 bisa bangkit kembali. “Saya percaya dengan formasi baru ini ST12 bisa bangkit lagi,” Ujar Rahayu kepada rekan rekan media.

Kini dengan single “Kepingan Hati”, ST12 berharap karya terbarunya ini dapat diterima oleh pecinta musik tanah air dan para ST Setia khususnya. Lagu Kepingan Hati ini juga disiarkan secara serentak selain Indonesia juga di Singapore dan Malaysia.

Sumber : Nagaswara

Pay BIP Luncurkan Album “Nyanyian Rumah Indonesia”

Silahturahmi memang selalu membawa sesuatu yang baik. Seperti Musisi senior Pay Burman yang merupakan gitaris BIP band bertemu seorang sahabat lama nya Ahmad Doli Kurnia Tanjung yang sekarang merupakan anggota DPR RI, berbicara tentang kecintaan terhadap negeri dan rasa nasionalisme, rasa rindu tentang bahasa yang baik anak -anak muda, tentang impian dan cita cita yang bisa diraih dengan semangat yang tinggi, membuat mereka ingin menghasilkan sesuatu yang baik untuk di dengar anak anak negeri.
“Nyanyian rumah Indonesia album musik yang menumbuhkan rasa nasional terhadap anak anak muda Indonesia ,album ini sedang dalam progress untuk di selesaikan dan Membawa nama Indonesia care dan sinergi for Indonesia, album yang dipenuhi artis artis kenamaan Indonesia ini akan dibagikan dan dikenalkan ke anak anak muda Indonesia” ujar Ahmad Doli Kurnia Tanjung kepada para awak media di jakarta (1/10).
“Musik adalah bahasa yang universal, musisi dan seniman adalah orang yang dapat diterima kalangan. Dengan bahasa musik, kami harapkan program yang terdapat dalam Nyanyian Rumah Indonesia dapat dinikmati dan dihayati semua orang, terutama generasi masa kini,” tambah Doli.
“Saya percaya bahwa musik bisa jadi alat ideologis bukan hanya sekadar hiburan. Tugas saya menyampaikan Informasi tentang Indonesia melalui musik supaya pesan itu sampai,” ujar Pay.
“Musik sebagai alat ideologis pesannya harus sampai, Datanya harus ada di anak-anak sekarang. Sebenarnya tidak hanya kita , tapi secara bersama-sama”, tambah Pay.
Menurut Tatang Wahyudi selaku Ketua Umum Indonesia Care bersama Machsan yang mewakili Sinergi for Indonesia kepada media mengatakan bahwa harapan untuk mendengarkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme Iewat lagu masih cukup efektif. Makanya artis-artis yang mendukung dan bersedia untuk terlibat di penggarapan album nyanyian rumah Indonesia ini cukup banyak. Tatang Wahyudi mengungkapkan selain Pay Burman yang juga merupakan bagian dari Indonesia Care, ada beberapa musisi lain nya seperti Yuke Sampurna, Dede Kumala, Rio Ricardo, Conrad, Steven Coconut, SLAG Band, Dewiq, Lobow, Sandy Canester, Nico, Emmy Tobing, Takaeda, hingga Dul Jaelani.

Dengan semangat dan kesamaan visi, Indonesia Care dan Sinergi for Indonesia merasa perlu menjadi bagian dari negeri untuk ikut membangkitkan nilai nilai kebangsaan dari semua sudut dan kembali pada harapan bersama.

Sumber : Sinergi

Febrian Surya Rilis Pacar Impian

Sumber Foto : www.inews.id

Sukses sebagai content creator dan gemar meng-cover lagu, tidak membuat Febrian Surya (Fbrian) langsung puas. Dia terus berkarya dan berhasil meluncurkan single pertama berjudul Pacar Impian.

Febrian akhirnya membuat lagu ini menjadi single pertamanya yang berjudul Pacar Impian. Single ini menceritakan seseorang yang mencintai orang lain, tapi hanya bisa memimpikannya. Kisah ini merupakan kisah dari penulis lagu tersebut.

Febrian menaruh harapan besar untuk single pertamanya ini. Dia berharap single ini dapat diputar di mana pun dan disukai semua penggemarnya.

Sumber : www.inews.id | www.youtube.com

 

Padi Reborn Siap Luncurkan Single Baru

Sumber Foto : www.suara.com

Grup band Padi dalam waktu dekat akan merilis single terbaru. Kepastian lagu baru Padi akan dirilis diketahui dari akun instagram @padiband.

Dalam akun tersebut, grup yang digawangi Fadly, Piyu, Ridra, Ari, dan Yoyo memposting tiga video berupa video klip dari lagu-lagu lama mereka.

“Halo Sobats! Mana dari kalian yang sudah menanti karya terbaru kami?,” tulis @padiband.

“Sebelumnya kita bernostalgia dulu yuk dengan evolusi video klip Padi. Dari video-video ini mana favorit kamu? #padireborn #kaumalaikatku,” sambungnya.

Bila melihat dari tagar yang ditulis, Padi Reborn akan meluncurkan single bertajuk Kau Malaikat Ku.

Sayang di akun tersebut tidak dijelaskan informasi kepastian single mereka akan diluncurkan.

Sumber : www.suara.com

Musisi Ternama Tanah Air akan tampil di I See Fest 2019

Tinggal menghitung hari festival outdoor terbesar di Indonesia, Mandiri lndonesia Senayan Festival (ISEE FEST) 2019, akan hadir di Gelora Bung Karno (GBK) tanggal 27 September sampai 6 Oktober 2019.

Ini merupakan festival outdoor pertama di Indonesia dengan konsep ”Hybrid Festival” ini menghadirkan beragam fitur, antara lain produk kreatif, kuliner, kegiatan luar ruang, travel dan pameran budaya dari dalam dan luar negeri yang dapat menjadikannya sebagai salah satu pilihan destinasi keluarga sepanjang pekan.
Lokasi meliputi Plasa Sudirman, Plasa Timur, Parkir Timur, Plasa Tenggara, Parkir Selatan, dan Ring Road ini siap menyambut 100.000 pengunjung selama 10 hari penyelenggaraan.
I See Fest 2019 akan menawarkan sesuatu yang langka bagi pecinta fashion, “Akan di adakan diskon menarik dari MAP yaitu Big Branded Bazaar dengan discount hingga 90 % dari semua produk MAP selama 10 hari. Berbagai kategori andalan dari MAP seperti Department Store, Fashion, Sports, Footwear, Kids, Travel & Lifestyle, serta Food & Beverage. Bagi pemegang Mandiri Kartu Kredit akan mendapatkan keuntungan tambahan seperti tambahan discount 10%, hingga 50% dengan fiesta point, serta cicilan 0% hingga 6 bulan’, ujar Brian project Manager I See Festival kepada para awak media di Ninety Nine Café, Oakwood, Mega Kuningan, Jakarta (20/9).
Menurut Harry Koko, CEO Dekteksi Production, I See Festival 2019 akan dimeriahkan sekitar 200 musisi yang akan menggaungkan semangat persatuan. Dan akan ada 4 panggung yang berukuran 18 x 12 meter.
“I See Fest tahun ini memang hanya menampilkan musisi Indonesia , mungkin event berikutnya kita akan semarakkan dengan musisi dari luar”, tambah Harry Koko, CEO Dekteksi Production pada saat temu media di Ninety Nine Café, Oakwood, Mega Kuningan, Jakarta (20/9).
Puluhan musisi ternama akan hadir seperti Rocker Kasarunk, St. Loco, dan Komunitas Gue Gitaris, Andra and The Backbone, Atta Halilintar, Tony Q, Type X, PMR, The Groove, Gugun Blues Shelter, Pinkan Mambo, Coklat, Padi Reborn, Endah and Resha, HIVI, Disko pantera, dan Jason Ranti dan masih banyak lagi yang ikut memeriahkan I See Fest 2019 di empat panggung berbeda dari tanggal 27 September – 6 Oktober 2019.
Para pengemar Ada Band bisa bernostalgia , walaupun tanpa Donnie Sibarani (sang vokalis) Ada band akan membawakan lagu lagu lawasnya termasuk “Manusia Bodoh”.

I See Fest diselenggarakan selama 10 hari di area luar Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, yang terbentang dari Plaza Sudirman, Plaza Timur, Parkir Timur, Plaza Tenggara, Parkir Selatan, dan Ring Road Stadion Utama.
I See Fest 2019 sendiri akan buka Senin -Jumat mulai pukul 15.00 – 22.00 WIB, Sabtu mulai pukul 09.00 – 00.00 WIB serta Minggu mulai pukul 07.00 WIB, dengan harga tiket masuk Rp. 25.000 untuk Senin Jumat dan Rp. 35,000 untuk Sabtu dan Minggu.

Sumber : I See Fest

Single Terbaru Sabyan Dirilis

Setelah sukses dengan rilis lagu ‘Allahuma Labbaik’ dengan video klip lengkap dengan string dan biola, Sabyan kembali merilis lagu terbaru mereka yang berjudul ‘Ya Allah Biha’. Lagu ini diciptakan Ayus, keyboardist Sabyan.

Single ini merupakan bukti bahwa Sabyan tidak kehilangan kreativitasnya setelah ditinggalkan bokalis kedua mereka. Kemampuan Ayus mengolah perpaduan lirik antara Bahasa Indonesia dengan Bahasa Arab membuat Sabyan tetap mendapatkan ruh bermusik mereka. Sebelumnya, Sabyan dikenal sukses dengan lagu Ya Maulana.

Sumber : www.jabar.sindonews.com | www.youtube.com

 

Grup Musik SINJO Memberikan Ungkapan Kasih Sayang dengan lagu “DIRIMU DI RAGAKU”

Nama grup band Sinjo yang baru saja merilis single kedua yang berjudul “Dirimu Di Ragaku “mungkin masih asing di telinga pecinta musik Indonesia.

Group band yang dimotori oleh 3 sahabat, Dodo (vokal), Ciko (bass) dan Yugo (gitar), dari waktu ke waktu semakin menunjukan keseriusan mereka dalam bermusik. Perjalanan panjang selama sebelas tahun terakhir ini membuat SINJO semakin mantap dalam menjajaki industri musik tanah air.
Sinjo adalah band yang terbentuk dari jalanan. Semua personilnya pernah merasakan ngamen di jalanan hingga akhirnya bisa sampai saat ini.
Tidak ada usaha yang mudah, begitupun ketiganya dalam membangun SINJO. Jatuh bangun, bahkan sampai hampir putus asa pun pernah mereka jalani. Sampai akhirnya kerja keras mereka membuahkan nasib baik dengan bergabungnya mereka dibawah payung label Pop Musik, yang merupakan sub label dari Aquarius Musikindo.
Baru baru ini Sinjo band merilis single terbaru yang di beri judul “DIRIMU DI RAGAKU”.
Malang melintang selama 11 tahun di dunia musik, menjadikan mereka semakin terasah. Semua tergambar jelas pada single kedua ini. Masih mengandalkan lirik yang lugas dan mudah dicerna, “DIRIMU DI RAGAKU” menyajikan tema yang berbeda dengan lagu sebelumnya.
Ketiga personilnya sangat kompak dan menyebutnya dengan Pop Asyik ala SINJO. “Kami sering membawakan lagu dengan tema rock, namun untuk kali ini benar benar menjadi tantangan baru untuk kami. Proses rekamannya pun cukup unik. Dodo benar-benar dibuat drop sampai sakit, supaya dapat kesan sengaunya efek flu setelah itu Baru take vocal, ternyata tujuannya agar dapat nuansa sedihnya,” ucap Ciko salah satu personil band Sinjo kepada para wartawan.
Menurut dodo tidak mudah membawakan lagu dengan nuansa Melayu ini, . Dirinya bahkan sempat mempelajari berbagai cengkok Melayu dari beberapa daerah di tanah air. “Cukup sulit , saya sampai belajar bagaimana itu cengkok Melayu Sumatera, Minang, Medan. Ternyata memang cukup sulit. Jangan pernah meremehkan sebuah lagu terutama yang bercengkok Melayu,” ujar Dodo.

Single terbaru SINJO ini di persembahkan bagi para ibu di seluruh Indonesia yang selalu memberikan support kepada anak-anaknya tanpa henti. Harus diakui bahwa sosok Ibu adalah orang yang paling berjasa dalam karir SINJO selama ini. “Pesan kami, jangan menyepelekan kasih sayang seorang ibu. Sebandel-bandelnya seorang anak akan selalu di terima oleh ibunya , Cinta yang kekal dan abadi itu hanya cinta seorang ibu,”ujar ketiganya kompak. “Lagu ini kami persembahkan special untuk ibu, bahkan video klipnya dibuat dengan konsep pengorbanan seorang ibu untuk anaknya sampai berhasil. Tanpa ibu kita bukan apa-apa,” ucap Dodo.

Single “Dirimu Di Ragaku” juga sudah bisa dinikmati disemua digital musik platform seperti Apple Music, Spotify, Joox, Deezer, Langit Musik & Smart Music.
Lagu ini sangat pantas untuk didengar pencinta musik Indonesia.

Sumber : PT. Aquarius Pustaka Musik

Model Cantik Riri Beralih ke Bidang Tarik Suara Dalam single ‘Bukan Cinta Sejati’

Model merupakan profesi seseorang yang mempunyai keindahan dalam hal bentuk tubuh ataupun penampilanya.
Namun ada yang berbeda apa yang di lakukan oleh model Cantik Riri.
Gadis kelahiran Bandung 13 Juli 1992 ini sudah memiliki sederet prestasi, antara lain finalis Salah satu live streaming Voice Internasional, Host program streaming LDR” di media online Okezone.
Berkat suara khasnya pemilik wajah khas Indonesia ini dipercaya menjadi Opening Act dalam Konser Rossa yang bertajuk “Grand Fantasia” tahun 2018 lalu. Rossa tentu tidak salah pilih dalam menentukan penyanyi sebagai pembuka konsernya.
Dalam Launching single ‘Bukan Cinta Sejati’ produksi Limabelas Musik telah sukses menghipnotis awak media di The Pallas, SCBD Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (9/9).
Single yang diproduseri oleh intan bacil & Rico Tian. Dengan aransemen musik dikerjakan oleh musisi handal Tohpati.
Menurut produser Limabelas Musik, Bacil ‘Rossa sangat kagum akan penjiwaan Riri saat menyanyikan lagu ‘Bukan Cinta Biasa’ dan Rossa sempat bilang bahwa Riri bisa menjadi next generation. Rossa juga banyak bantu memberikan semangat bahkan memuji suara Riri yang berkarakter,” ujar bacil.
Alangkah senangnya Riri ketika mendapat tawaran bergabung dengan Limaduabelas Musik. Apalagi lagu yang dinyanyikannya mewakili perasaan banyak orang.
“Lagu ini liriknya sangat mendalam. Mewakili perasaan banyak orang yang pernah masakan ditinggal oleh cinta sejatinya,” ungkap Riri.
Pemilihan kata-kata untuk lirik yang diciptakan Bembi Noor ini, sangat pas dibawakan Riri.
Sejatinya musik yang easy listening dalam lagu “Bukan Cinta Sejati” ini sangat pantas untuk didengar pencinta musik Indonesia.

Sumber : Limabelas Musik