Joe Million & Indra Menus Rilis Album Bertepatan Hari Diabetes Sedunia

Tentu masih ingat dengan kolaborasi antara Rapper Joe Million and musisi Noise, Indra Menus bukan? Yap, tanggal 5-6 Oktober lalu mereka melakukan tour singkat akhir pekan ke Sukabumi dan Jakarta bertepatan dengan penampilan keduanya di Synchronize Festival.

Berjibaku di ruang Gigs Stage bersama Skandal, Airport Radio, DOM 65, Begundal Lowokwaru, Kebunku, Kuro!, The Dissland dan Straight Answer membuat kolaborasi keduanya terlihat berbeda karena berformat duo dengan musik Noise Rap yang bising memekakkan telinga. Hal tersebut ternyata tidak membuat para penikmat festival yang didominasi anak muda urban ini menjadi jengah.

Disela aktifitas mengurus visa untuk tour Eropa di bulan Desember nanti, keduanya sepakat untuk merilis album baru hasil rekaman sebelumnya di Yogyakarta. Dipilihlah tanggal 14 November 2019 sebagai hari spesial untuk perilisan album kolaborasi ini. Tanggal ini bertepatan juga dengan hari peringatan Diabetes sedunia.

Indra Menus sendiri sebagai penderita Diabetes type 2 merasa perlu adanya edukasi yang lebih sehingga orang lebih aware mengenai Diabetes. Bahwa Diabetes merupakan penyakit tidak menular yang dapat dicegah dan diobati dengan mengadopsi gaya hidup yang sehat.

Ke enam lagu yang terdapat di album ini direkam di Watchtower Studio oleh Bable Sagala (Rizky Summerbee & The Honeythief/Metalic Ass). Selain single “Sindikat Indi” (featuring beatbox oleh Jandon Banyu) yang sebelumnya sudah dirilis, album baru ini juga memuat “Jalur Sutra”, “247 365”, “Jika Begitu”, “SUT” dan “Satu Milligram”.

Keduanya kembali mendobrak batas kenyamanan mereka. Berbeda dengan tema lirik Joe di album solo-nya, di album ini Joe menampilkan sisi gelapnya, merangkai rima layaknya pemadat yang sedang menghadapi masalah hidup yang berat. Disini Joe lebih banyak merapal dan  menggeram dibanding menggelontorkan skill Rap-nya. Kesemuanya itu dibalut dengan deruan Noise yang ritmis dan pekat dari handmade synth, shaker box dan pedal effects olahan Indra Menus.

Seakan masih belum puas mengolah atmosfer kegelapan yang meruak, Bable Sagala menambahkan layer yang gritty layaknya memutar piringan hitam.  Dibanding album kolaborasi 2018 mereka, album ini tersimak lebih raw, organik sekaligus suram.

Album Joe Million & Indra Menus resmi dirilis di kanal toko musik digital (Spotify, iTunes, Deezer, YouTube Music dll) mulai 14 November 2019.

Sumber : Noise Bombing Records

 

Ryo Domara Re Born Dengan Single “Goyang Ga Umum”

Ryo Domara merupakan musisi yang selalu mendengarkan apa kata hatinya. Pria asal Semarang, Jawa Tengah itu terbilang musisi yang idealis dengan karya musiknya.
Nama Ryo Domara mulai dikenal publik saat bernyanyi lagu Hilangnya Seorang Gadis di album Rochestra. Kini setelah bertahun-tahun menghilang, Ryo Domara siap kembali eksis di industri musik Indonesia.
Sebuah lagu bertajuk Goyang Ga Umum diusung oleh Ryo untuk project barunya. Berbeda dengan karakter Ryo sebelumnya, di single yang bergenre Pop Alternative ini juga memadukan beberapa instrumen Iain seperti kendang, tabla dan suling sehingga membuat single Goyang Gak Umum ini menjadi single Iagu yang paling berbeda dengan 7 single lainnya di dalam album Ryo Domara nanti yang bernama “Terimakasih”.

“Saya memilih lagu ini karena keluar dari zona nyaman, perang dari dalem hati, gue cuma menyampaikan, mudah-mudahan ada manfaat, gue pengen ngajak orang seneng ,pengen yang simple saja dan menjangkau orang orang yg selama ini dengar musik saya.” Ujar Ryo di studio Ran Music .

“Goyang Gak Umum” yang diciptakan Ryo Domara dan Harry Budiman seorang sahabat dan juga selaku arranger dalam single ini, menceritakan tentang kisah nyata dimana dalam setiap pertunjukan konser selalu ada penonton yang selalu datang sendiri tanpa di jemput oleh temannya.
“Lagunya memang sesuatu yang berbeda dan tidak umum buat ryo kita pingin senang senang dalam arti solonya dia sampai ke masyarakat yg paling cocok saya pilih lagu ini. Dan pembuatan lagu ini hanya 3 minggu “Ujar Harry Budiman pencipta lagu goyang ga umum.
“Saya rekaman cuma berdua sama mas Harry Budiman. Jadi, saya tektokan cuma berdua tapi itu justru lebih enak, rekaman sepi jadi lebih fokus,” Tambah Ryo.
Sebagai musisi, Ryo Domara selalu mendengarkan beberapa genre musik seperti rock, reggae, dan ska. Meskipun dirinya pecinta musik bergenre Grunge. Dari situlah, ia mendapat inspirasi untuk single perdananya tersebut.
Ryo Domara menambahkan bahwa ia ingin karya Iagunya bisa merealisasikan permintaan teman teman, komunitas atau follower di sosial media. Oleh karena itu, Ryo mencoba mengkolaborasikan beberapa genre musik di dalam lagu “Goyang Gak Umum”. Di bawah manajemen Ran Entertainmen, Ryo juga sudah menyiapkan beberapa strategi untuk bersaing di belantika musik Tanah Air.

“Strategi gue enggak banyak dan enggak muluk-muluk, gue pengen karya gue sampai ke telinga teman-teman karena dengan bermusik gue kayak punya bayi, gue pengen menyampaikan kegelisahan gue, keinginan gue, gue coba tumpahin ke temen-temen semua”.
Saya ucapkan terima kasih kepada Sang Pencipta serta manajemen terutama bunda Rani “tutup Ryo Domara.

Sumber : Ran Music

Penundaan Konser Karya Semesta Iwan Fals

Konser Karya Semesta Iwan Fals yang sedianya akan digelar pada 8 November 2019, di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, diundur hingga waktu yang belum ditentukan.

Pengunduran jadwal konser tersebut diumumkan secara resmi oleh Lisa Desila  selaku promotor dari Reka Kreasi Production, pada Jum’at 1 November 2019. Dalam kesempatan tersebut Lisa menjelaskan  bahwa pihaknynya menjadwal ulang konser Karya Semesta Iwan Fals tersebut.

Sebelumnya kami mewakili Reka Kreasi Production menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak, bahwa karena ada kendala teknis dan non teknis menjelang hati “H” yang tidak bisa saya sebutkan disini, terpaksa Konser Karya Semesta Iwan Fals yang seharusnya diselenggarakan pada tanggal 8 November 2019 di Stadion Wibawa Mukti Cikarang kami jadwal ulang (re-schedule).”, jelas Lisa, saat ditemui di Beranda Kitchen Jl. KH Ahmad Dahlan,  Kebayoran Baru – Jakarta Selatan, pada Jumat 1 November 2019.

Lebih lanjut Lisa menambahkan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan semua pihak terkait sehubungan dengan penundaan ini. Termasuk didalamnya berkoordinasi dengan pihak manajemen Iwan Fals.

“Sejauh ini saya sudah dan sedang melakukan koordinasi dengan semua pihak, baik dengan pihak Iwan Fals maupun, pihak Pemda dan pihak kepolisian serta semua yang terkait. Alhamdulillah sudah ada titik temu soal ini. Bahkan dari pihak manajemen Iwan Fals yaitu Tiga Rambu  sendiri  mensupport untuk semua  keputusan yang terbaik,” tambah Lisa.

Bagi para calon penonton yang sudah terlanjur membeli tiket, pihak panitia akan mengembalikan uangnya terlebih dahulu sesuai kebijakan patners ticketing.

“Bagi teman-teman yang sudah terlanjur membeli tiket, kami akan mengembalikan  (re fund) uangnya terlebih dahulu Insya Allah dalam minggu depan ini. Kami akan sesuaikan dengan  database tiketing untuk menghubungi calon penonton yang sudah pembeli tiket. Untuk  mekanismenya kami akan sampaikan melalui telpon langsung dan juga melaui  email,”tutup Lisa Desila.

Sementara itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia DKI Jaya (PWI Jaya) Sie Musik Film dan Lifestyle Irish Riswoyo dalam kapasitasnya sebagai narasumber sekaligus moderator da pemerhati musik juga turut menyampaikan pendapatnya soal penundaan ini.

“Penundaan dalam bentuk penjadwalan ulang (re-schedule) sebetulnya hal yang lumrah dan wajar, apalagi  jika masih ada kendala yang belum beres menjelang hari “H”.  Hal itu bisa saja terjadi baik didalam maupun diluar negri. Jika suatu event atau acara mengalami kendala baik secara teknis maupun non teknis hingga menjelang hari “H”, maka keputusan penundaan seperti yang dilakukan Reka Kreasi ini adalah tepat. Sebab jika kendala belum teratasi dan konser dipaksakan jalan, tentu semua pihak khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Yang terpenting keputusan ini sudah menjadi kesepakatan semua pihak,” jelas Irish.

Selanjutnya Irish menambahkan, “Intinya semua perangkat baik itu promotor, artis, keamanan dan lain lain harus bisa memastikan bahwa tidak ada kendala hingga hari “H”. Setelah semuanya merasa siap dan sepakat, baru konser digelar, biar semua merasa nyaman dan aman,” tutup Irish.

Sumber : Reka Kreasi Production

 

Prince of Ska Indonesia Berkolaborasi Dengan Ikon Reggae Jamaika

Ikon Reggae dari Jamaika, Richie Stephen akan berkolaborasi dengan Prince of Ska Indonesia, Denny Frust dan Singapore’s Far East Empress, Masia One. Musisi dan pencipta lagu Richie Stephen ini juga baru saja merilis album terbarunya yang bertajuk “Jamaican Flava”.
Richie Stephen sedang memulai “Tuor Flava Jamaica”, yang akan mencakup pertunjukkan di Singapura, Malaysia, Bali, Jakarta, Solo (ID), Australia, dan Jepang. Selama berada di Indonesia, Richie Stephens & Masia One akan berkolaborasi dengan Denny Frust.

Penyanyi yang kerap menjadi pemenang beberapa penghargaan ini juga sekaligus mengumumkan peluncuran single terbarunya yang berjudul “Satu Cinta”. Single ini merupakan kolaborasi Richie Stephen dengan penyanyi Asia, Denny Frust dan Masia One.

“Single ini  menceritakan tentang menyebarkan rasa saling mencintai dan menghormati sesama manusia tanpa memandang suku agama bahasa warna kulit dan lain sebagainya,” ujar Denny Frust.

Kolaborasi ini bermula dari Masia One dan Richie Stephen yang sedang rekaman di studio Pot of Gold di Kingston Jamaica. Keduanya merasa tertarik dengan lagu Reggae & Ska yang sedang menggeliat di Indonesia. Dari pembicaraan itulah kemudian muncul ide dari keduanya untuk dipertemukan dengan beberapa seniman dari belahan dunia, dengan tujuan untuk menyatukan dan berbagi pesan sederhana: Damai & Cinta di seluruh dunia. Mereka merasa jika proyek ini perlu sentuhan seorang Denny Frust yang akhirnya menambahkan vokalnya ke dalam lagu tersebut.

“Kolaborasi ini berawal dari Masia yang lagi di Jamaica, featuring dengan Richie. Di sana dia usul bagaimana kalau kita bertiga bikin single kolaborasi. Jujur saya merasa tertarik, ini kesempatan yang langka. Akhirnya kami sepakat kalau saya menyanyi dengan menggunakan bahasa Indonesia serta judul juga pakai bahasa Indonesia,” ungkap penyanyi yang dijuluki Prince of Ska ini.

“Satu Cinta” merupakan single yang menggunakan panduan suara dengan Bahasa, lagu ini sekaligus menandai untuk pertama kalinya seorang superstar Jamaika bernyanyi dalam bahasa Indonesia.

Denny mengakui jika kolaborasinya kali ini tidak mengalami kesulitan sama sekali, lagu Satu Cinta memang sengaja mereka pilih karena lagu ini sangat pas dengan pesan yang akan disampaikan. ‘Saya bikin lirik untuk part yang saya nyanyikan. Masia dan Richie juga sama bikin liriknya dan mengaransemen musiknya. Tidak ada kesulitan sama sekali karena musik sudah dibikin sama mereka jadi saya tinggal isi vocal dengan lirik yang sudah saya tulis,” tambah Denny Frust.
 
Irama Ska yang optimis, dengan harmoni melodi yang catchy  membagikan pesan akan harapan dan pesan positif untuk menari dan bernyanyi bersama. “Satu Cinta” akan resmi dirilis pada 5 November 2019, bertepatan dengan Hari Kesadaran Tsunami Sedunia. Para musisi ini juga sepakat, dari hasil singlenya nanti akan disumbangkan ke daerah-daerah di Indonesia yang sedang dibangun kembali setelah tsunami.

Denny berharap, single terbarunya kali ini bisa bermanfaat bukan hanya dari liriknya tetapi bisa juga menjadi berkat bagi orang lain dari penjualan digitalnya. “Kalau buat saya sendiri sih, semoga bisa memotivasi teman-teman untuk membuka jaringan dan menyebarkan karya musiknya lebih Jauh lagi. Sehingga makin banyak karya anak bangsa yang di kenal di mancanegara. Dan Semoga saya juga bisa membantu teman-teman semua dengan jaringan yang saya punya,” pungkas Denny.

Sumber: Best Beat Music Channel

Wali Band Eksis Selama 20 Tahun di Industri Musik di Tanah Air

Dua dekade berkarya, grup band Wali  tak pernah absen melahirkan karya dan sukses di pasaran.
Grup band yang digawangi oleh Apoy (gitar/arranger), Faank (vokal), Tomi (drum) dan Ovy (keyboard) rutin melakukan tur musik ke sejumlah kota di Tanah Air dan luar negeri.
“selama 20 tahun, ya kami berkarya untuk masyarakat Indonesia dan untuk Para Wali sebutan untuk fans nya wali,Bahwasanya, energi kami tetap masih energi anak muda. ,” ujar Apoy saat ditemui Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (24/10).
“Eksistensi Wali tak lepas dari komitmen para personil nya,untuk terus menjaga kekompakan dan mengedepankan kepentingan band ketimbang kepentingan pribadi.
20 tahun kami rasa itu waktu yang cukup lama buat kami. Sebagai momentum sekaligus bukti bahwa kami tidak bisa dipisahkan,” tambah Apoy.
Menandai dua dekade kiprahnya di industri musik tanah air, band Wali merilis single terbarunya yang berjudul “Lamar Aku”.
single ‘Lamar Aku’ lahir dari fenomena yang terjadi di tengah masyarakat saat ini. Lagu itu didedikasikan untuk para kaum hawa yang mengharapkan dinikahi oleh kekasihnya.

Launching single Wali ini melalui program reguler Langit Musik – Live Streaming dengan nama program – “Let’s Talk About Music”.
Menurut Rahayu Kertawiguna, CEO NAGASWARA, bekerjasama dengan PT. Melon dengan platform Langit Musik sudah merupakan komitmen. Kolaborasi Musisi dan musik Indonesia secara bersama-sama inilah yang membuat karya-karyanya dapat dinikmati masyarakat luas.
Oleh karena itu, ia bersyukur bahwa Langit Musik memiliki acara-acara reguler yang juga bisa disinergikan dengan kebutuhan perkenalan atau promosi karya musisi.
“Ini bukan kali pertama NAGASWARA bersinergi dengan PT. Melon lewat program reguler Langit Musik. Sekali lagi saya berterimakasih kepada Langit Musik yang tetap memberikan ruang ekspresi bagi musisi,” ujar Rahayu Kertawiguna
“NAGASWARA adalah mitra strategis Melon Indonesia, dan kerja sama yang sangat baik dari kedua belah pihak berhasil meningkatkan pangsa pasar dan industri musik untuk lagu-lagu Indonesia.,” ujar Dedi Suherman ,CEO PT. Melon Indonesia / Langit Musik.
Wali Band adalah salah satu band Indonesia yang karya-karyanya banyak menyisipkan pesan pesan moral ini tidak hanya digemari di negeri sendiri tapi juga sampai ke negeri tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Hong Kong, Taiwan dan Australia.

Sumber : Nagaswara

 Tampil “BIG STAGE 2019″ Jalan Sukses Dinda Permata

Dinda Permata, satu-satunya wakil Indonesia yang tampil dalam ajang nyanyi “BIG STAGE 2019” (musim kedua) yang berlangsung di negara Malaysia, Dinda berhasil masuk final bersama 4 peserta lainnya dari Malaysia dan Korea Selatan.
Dalam konser malam final yang berlangsung di Auditorium Majlis Bandaraya Shah Alam, Malaysia, Ahad (6/10/2019) itu, Dinda tampil membawakan dua lagu yakni “Simalakama” (dipopulerkan oleh Yopie Latul) dan lagu terbaru miliknya, “Ku Tak Bisa”. Namun, pada akhirnya, Dinda hanya duduk di peringkat 5 . Sementara, Han Byul peserta asal Korea Selatan, dipilih juri sebagai juara utama.

Dinda tak pernah menyangka dirinya bisa masuk urutan 5 besar diajang pencarian bakat Big Stage 2019 di Malaysia. Berkat penampilannya yang memukau, publik Malaysia jadi mengenal sosok Dinda.
“Sejak saya ikut ajang ini, banyak orang di Malaysia yang mengenali dirinya dengan menyapa atau minta foto bareng ketika berada di tempat umum”, ujar Dinda Permata kepada para awak media saat di temui di kantor nagaswara (17/10)
Sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia diajang Big Stage 2019 di Malaysia, Dia merasa senang karena dirinya diapreasi dengan baik. Terlebih kini dirinya juga banyak menerima tawaran manggung dan melakoni dunia hiburan di Malaysia.
“Saya senang sekali bisa menjadi satu satunya wakil Indonesia yang ikut di acara Big Stage 2019, Karena ajang ini telah memberi jalan bagi saya untuk menerima job untuk sebuah iklan dan nyanyi berduet dengan penyanyi Malaysia untuk soundtrack film ,” tambah Dinda.
Sebagai penyanyi dangdut yang berada di bawah label NAGASWARA, Dinda yang juga jebolan ajang KDI, ternyata siap bertarung dengan menyanyikan genre musik apa pun. Sosoknya yang humble, murah senyum serta ditambah kemampuan olah vokal yang prima, menjadikan Dinda mudah mencuri hati banyak orang.
Dinda merasa ini juga menjadi jalan buat Dinda untuk bisa berkarier lebih baik di Malaysia, punya banyak fans di sini. Mudah-mudahan juga bisa dikenal di Asia,” katanya.

BIG STAGE” adalah ajang lomba nyanyi yang digelar dan tayang di Astro TV Malaysia. Tahun 2019 ini, acara tersebut diikuti oleh 12 peserta (terbagi atas 6 pria dan 6 wanita) yang berasal dari Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, Thailand dan Korea Selatan.

Sumber : Nagaswara

Ratu Meta Buka Bisnis Cafe dan Kuliner

Ratu Meta dan suami nya Eddy Faisal mencoba untuk bisnis cafe dan kuliner yang berada di daerah depok, dengan nama Kopi Kawan Kita, Teras Bakso dan Resto”, di Jl. Muh. Yusuf Depok Minggu (13/10).
Sebetulnya niat acara ini adalah jumpa fans yang telah kami adakan rutin, tanpa support mereka saya tidak bisa sampai sejauh ini. Saya memang suka dengan bisnis kuliner, kebetulan suami juga punya tempat. Jadi kita buka tiga sekaligus dengan konsep yang berbeda-beda,” ujar Ratu Meta di Woow Resto, Depok, Jawa Barat, pada Minggu (13/10).
Di sela sela acara pembukaan cafe dan juga jumpa fans Ratu juga sengaja membocorkan single terbarunya,dengan judul ‘Setialah Denganku’ dibawah naungan label Nagaswara.
“Single ini siap dirilis untuk mengobati rindu kepada penggemar saya yang sudah tanya tanya lewat media sosial,” ujar Ratu Meta

Selain jumpa fans, kami juga bermaksud membuka usaha kecil-kecilan kita yakni Kopi Kawan Kita, Teras Bakso dan woow Resto”, tambah Ratu Meta yang didampingi suaminya Eddy Faisal .
Ratu Meta mengatakan pembukaan usahanya ini dimaksudkan untuk persiapan masa depannya. “Karier di dunia hiburan tidak bisa selamanya, makanya kami berdua perlu menyiapkan payungnya sebelum redup”, kata Ratu Meta.
Penyanyi asal Karawang, Jawa Barat ini menginformasikan bahwa Hidangan andalan nya di WOOW Resto berupa Pecak Gurame hingga sajian kopi khas Kopi Kawan Kita.
Demi single terbarunya dan pengembangan bisnisnya, Ratu Meta dan sang suami bersepakat menunda bulan madu. Dalam pengembangan bisnis kuliner Ratu metta dan suami juga serius menanganinya. Makanya kami tunda bulan madunya, setelah semua urusan kelar, kami baru mikirin bulan madu dan anak”, pungkas Ratu Meta yang diaminin sang suami Eddy Faisal.
Ratu Meta kepada para fans nya yang hadir di acara pembukaan resto di buat bangga oleh penggemarnya. “Teman-teman yang hadir di sini sangat berharga bagi saya. Satu fans berasa seribu orang. Saya nggak pernah kasih apa-apa, tapi lihatlah mereka ikhlas datang ke sini untuk silaturahmi meski lokasi mereka jauh jauh , Bagi saya, fans adalah nomor satu dalam perjalan karir saya. Sebelum jadi apa-apa, kehadiran fans ini sangat terbantu”
ujar Ratu Meta.
Setelah membuka gerai kulinernya, pasangan ini juga tidak melupakan dunia tarik suara. Dalam waktu dekat, pasangan ini akan segera mempersiapkan sebuah single baru dengan genre pop berjudul “Setialah Denganku”. Sebuah single yang akan segera dirilis pada tanggal 5 November nanti akan menjadi kejutan bukan hanya bagi RM Lovers tetapi juga pecinta musik tanah air.
“Doakan saja mudah-mudahan single terbaru dari kami bisa dirilis sesuai jadwal di awal November, begitupun video klipnya sedang kita persiapkan,” ungkap Ratu Meta.

Sumber : Nagaswara

ST12 Luncurkan ‘Kepingan Hati ‘Dengan Formasi Teranyar

Setelah beberapa pekan ramai menjadi perbincangan baik di media konvensional maupun di jejaring sosial, tentang ST12 yang bersatu kembali.
Grup musik Pop Melayu ST12 kembali hadir dengan formasi terbaru sekaligus merilis single repackage yang berjudul, Kepingan Hati di sebuah cafe di kawasan kemayoran (9/10).
Single ini merupakan induk dari album #ST12NafasBaru. Di bawah label , Nagaswara, ST12 hadir dengan formasi terbaru dan sekaligus memperkenalkan anggota terbarunya yang kini terdiri dari Pepep sebagai drummer, Indra sebagai Basis, dan Firman Siagian sebagai vokalisnya.
“Firman Siagian merupakan penyanyi yang mempunyai latar belakang Melayu, kita sama-sama punya basic Melayu, sehingga saya tidak perlu kerja keras untuk menyatukan visi dan misi dalam membentuk karakter ST12 yang telah menjadi ciri khas ST12 selama ini, yaitu bergenre Pop Melayu”, ujar Pepep.
Sementara buat Firman merupakan kehormatan besar dan bangga dirinya terpilih menjadi vokalis dari band ST12 yang pernah menjadi terkenal genre pop melayu di tanah air. “Nagaswara dari dulu sudah saya anggap rumah saya sendiri, merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi saya untuk diberikan kepercayaan menjadi vokalis sebuah band besar Indonesia dan menjadi trendsetter pop melayu di tanah air,” Ujar Firman.
Bukan hal yang mudah bagi Firman untuk ngemix bareng ST12, karena band ini mempunyai karakter yang kuat. Dengan masuknya Firman sebagai vokalis, single Kepingan Hati Ciptaan Pepep ST12 menjadi lebih berwarna dan hadir dengan sedikit sentuhan rock. “Bukan hal yang mudah bagi saya untuk ngemix dengan super band ini. 10 tahun saya berkarir solo dan ada beberapa lagu melayu, kita punya misi yang sama saya beri sedikit sentuhan rock tapi basic-nya tetap melayu,” tambah Firman.
“Kepingan Hati” adalah lagu yang telah diciptakan Pepep tahun 2015 dan khusus untuk diputar di Malaysia.
Lagu ini bercerita tentang seorang lelaki yang menderita sakit Leukemia, yang divonis dokter umurnya tidak lama lagi, sehingga berdampak kepada hubungan cintanya dengan sang kekasihnya. si pria menjadi bimbang apakah ia akan pergi demi kebaikan sang pacar yang sangat mencintainya, atau memutuskan tetap menjalin hubungan namun dengan kondisi tubuhnya yang semakin lemah tak berdaya. tapi, ternyata si pria ini tak dapat pergi begitu saja, karena ia pun sangat mencintai pacarnya.
Ya kejadian ini adalah kisah nyata dari sahabat Pepep sendiri, keduanya sahabat Pepep, baik yang laki maupun yang perempuan. Sahabat Pepep yang sakit Leukemia ini 8 tahun lalu sudah pergi beristirahat panjang. Kejadian ini membuat si perempuan sampai saat ini belum mau menikah atau mencari pria pengganti pacarnya, karena ia sangat mencintai prianya tersebut.” Ujar Pepep bercerita sambil menahan rasa sedih yang mendalam.
Untuk konsep musiknya sendiri menurut Pepep tidak jauh berbeda dengan album sebelumnya, namun di album sekarang “#ST12NafasBaru” lebih harmonis progresif, jadi lebih moderen baik dari kualitas sound dan aransemennya.
CEO Nagaswara, Rahayu Kertawiguna merasa optimis dengan formasi dan tampilan baru dari ST12. Dengan masuknya Firman sebagai vokalis baru Rahayu yakin ST12 bisa bangkit kembali. “Saya percaya dengan formasi baru ini ST12 bisa bangkit lagi,” Ujar Rahayu kepada rekan rekan media.

Kini dengan single “Kepingan Hati”, ST12 berharap karya terbarunya ini dapat diterima oleh pecinta musik tanah air dan para ST Setia khususnya. Lagu Kepingan Hati ini juga disiarkan secara serentak selain Indonesia juga di Singapore dan Malaysia.

Sumber : Nagaswara

Pay BIP Luncurkan Album “Nyanyian Rumah Indonesia”

Silahturahmi memang selalu membawa sesuatu yang baik. Seperti Musisi senior Pay Burman yang merupakan gitaris BIP band bertemu seorang sahabat lama nya Ahmad Doli Kurnia Tanjung yang sekarang merupakan anggota DPR RI, berbicara tentang kecintaan terhadap negeri dan rasa nasionalisme, rasa rindu tentang bahasa yang baik anak -anak muda, tentang impian dan cita cita yang bisa diraih dengan semangat yang tinggi, membuat mereka ingin menghasilkan sesuatu yang baik untuk di dengar anak anak negeri.
“Nyanyian rumah Indonesia album musik yang menumbuhkan rasa nasional terhadap anak anak muda Indonesia ,album ini sedang dalam progress untuk di selesaikan dan Membawa nama Indonesia care dan sinergi for Indonesia, album yang dipenuhi artis artis kenamaan Indonesia ini akan dibagikan dan dikenalkan ke anak anak muda Indonesia” ujar Ahmad Doli Kurnia Tanjung kepada para awak media di jakarta (1/10).
“Musik adalah bahasa yang universal, musisi dan seniman adalah orang yang dapat diterima kalangan. Dengan bahasa musik, kami harapkan program yang terdapat dalam Nyanyian Rumah Indonesia dapat dinikmati dan dihayati semua orang, terutama generasi masa kini,” tambah Doli.
“Saya percaya bahwa musik bisa jadi alat ideologis bukan hanya sekadar hiburan. Tugas saya menyampaikan Informasi tentang Indonesia melalui musik supaya pesan itu sampai,” ujar Pay.
“Musik sebagai alat ideologis pesannya harus sampai, Datanya harus ada di anak-anak sekarang. Sebenarnya tidak hanya kita , tapi secara bersama-sama”, tambah Pay.
Menurut Tatang Wahyudi selaku Ketua Umum Indonesia Care bersama Machsan yang mewakili Sinergi for Indonesia kepada media mengatakan bahwa harapan untuk mendengarkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme Iewat lagu masih cukup efektif. Makanya artis-artis yang mendukung dan bersedia untuk terlibat di penggarapan album nyanyian rumah Indonesia ini cukup banyak. Tatang Wahyudi mengungkapkan selain Pay Burman yang juga merupakan bagian dari Indonesia Care, ada beberapa musisi lain nya seperti Yuke Sampurna, Dede Kumala, Rio Ricardo, Conrad, Steven Coconut, SLAG Band, Dewiq, Lobow, Sandy Canester, Nico, Emmy Tobing, Takaeda, hingga Dul Jaelani.

Dengan semangat dan kesamaan visi, Indonesia Care dan Sinergi for Indonesia merasa perlu menjadi bagian dari negeri untuk ikut membangkitkan nilai nilai kebangsaan dari semua sudut dan kembali pada harapan bersama.

Sumber : Sinergi

Febrian Surya Rilis Pacar Impian

Sumber Foto : www.inews.id

Sukses sebagai content creator dan gemar meng-cover lagu, tidak membuat Febrian Surya (Fbrian) langsung puas. Dia terus berkarya dan berhasil meluncurkan single pertama berjudul Pacar Impian.

Febrian akhirnya membuat lagu ini menjadi single pertamanya yang berjudul Pacar Impian. Single ini menceritakan seseorang yang mencintai orang lain, tapi hanya bisa memimpikannya. Kisah ini merupakan kisah dari penulis lagu tersebut.

Febrian menaruh harapan besar untuk single pertamanya ini. Dia berharap single ini dapat diputar di mana pun dan disukai semua penggemarnya.

Sumber : www.inews.id | www.youtube.com