THE ROW

The Row memilih genre musik yang lagi kekinian, Electro Dance Music (EDM). Sang drummer pun melabuhkan hatinya kepada dua musisi yang emang lagi menekuni musik tersebut: Ayu Angels (vocal dan DJ Set), dan Rendra (gitar dan synth programmer).

The Row justru mengusung musik yang sangat elektronik. Rowman menyebut bahwa konsep ini lahir karena pertemuannya dengan Rendra dan Ayu Angels yang sebelumnya memang mengusung musik seperti itu.

Sebagai langkah awal mengarungi industri musik di tanah air, The Row hari ini resmi meluncurkan single perdana berjudul Bersamamu (I Will Be The For You).

Single ini diciptakan oleh Rendra dengan bantuan musisi Brian Nabria yang juga berada di bawah naungan AFE Records.

“Lagu ini bercerita soal kisah cinta fatamorgana, baik si cowok atau cewek di dalamnya hanya bisa berandai-andai alias sebatas angan saja,” ucap Rendra.

Dengan mengusung genre EDM, Rowman cs berharap karya-karya The Row bisa diterima pecinta musik Indonesia.

Sumber : www.jawapos.com | www.youtube.com

Album Terbaru The Winner

Sumber foto : www.okezone.com

Apa jadinya kalau musisi band rocker dan Melayu melebur jadi satu? Hasilnya adalah menakjubkan. Terbukti Posan, drummer Kotak kolaborasi bareng Dodhy Kangen Band lewat Winner. Berawal dari ketertarikan Dody dan Posan yang pengen meng-explore musik yang baru. Posan(drum), personel Winner lainnya yaitu Yaya(vokal), Leon(gitar), Bayu(keyboard) Ace(bass).

Kolaborasi dengan Musisi Legendaris, Bocoran Album Terbaru The Winner

Grup band The Winner akan merilis album keduanya. Rencananya album kedua tersebut akan dirilis sekitar akhir tahun ini. Pada album tersebut terdapat beberapa single kolaborasi dengan para musisi legendaris.

Album yang berjudul “Rock and Roll Sampai Tua” itu sudah selesai dan tinggal dirilis. Dalam album itu The Winner membawakan 10 lagu dan akan berkolaborasi . Salah satu lagu di album ini yang berjudul Lagu Cinta sudah mulai rilis.

Rencana pembuatan album ini sudah mereka pikirkan sejak 2015 akhir. Saat itu Winner sejati, fans dari The Winner sudah mulai menanyakan album baru mereka. Posan juga mengatakan, setelah album pertamanya rilis, mereka merasa terlalu menikmati kegiatan panggung sehingga belum memikirkan untuk album terbaru.

The Winner sendiri merupakan band yang dibentuk pada 2009 lalu. Band ini dibuat oleh Posan Tobing. Setelah bergonta-ganti komposisi personel, akhirnya band ini menemukan komposisi yang dirasa pas. The Winner kini terdiri dari lima personel yakni Yaya sebagai vokalis, Leon sebagai gitaris, Ace sebagai pemain bass, Bayu sebagai Keyboardis, dan Posan sebagai drummer sekaligus pendiri band ini. Tahun 2010 lalu, The Winner telah merilis album pertamanya yang berjudul “Telanjangi Dunia”.

Sumber : www.okezone.com | www.youtube.com

11 Tahun Mengenang Chrisye

Chrisye adalah musisi legend Indonesia. Kalau kamu mendengar suaranya tanpa melihat, kamu sudah tahu bahwa itu adalah suara Chrisye. Chrisye menekuni karier sebagai pemusik bukan sebagai biduan, melainkan pemain bass.

Ia lahir di Jakarta pada 16 September 1949. Nama lengkapnya adalah Christian Rahadi, yang kemudian berubah jadi Chrismansyah Rahadi. Orang tuanya adalah Laurens Rahadi dan Hana Rahadi.

Saat itu kebetulan rumah Chrisye bertetangga dengan keluarga Nasution, dan paling akrab dengan Gauri Nasution. Menurut sejarawan musik Denny Sakrie, rumah keluarga Nasution dengan Rahadi hanya dipisah satu rumah.

Pada 1969, Gauri mengajak Chrisye masuk ke Sabda Nada untuk menggantikan pemain bass yang sedang sakit. Kemampuan Chrisye dianggap memuaskan, ia kemudian menjadi pemain tetap.

Tahun 1969 itu pula, Sabda Nada mengganti nama jadi Gipsy. Di buku Musisiku (2007), formasinya adalah Chrisye (bass), Keenan Nasution (drum), Gauri Nasution (gitar), Tammy Daudsyah (flute dan saks), Atut Harahap (vokal), dan Onan Soesilo yang menggantikan Pontjo di organ.

Chrisye sempat mengundurkan diri sebagai mahasiswa, dan pergi ke New York bersama Pontjo. Setelah kontrak mereka selesai, Gipsy pulang ke Indonesia.

Pada 1975, Chrisye kembali ke Amerika Serikat untuk berkarier bersama The Pro’s.

Chrisye sempat lama tak bermusik. Hingga suatu hari Nasution Bersaudara kembali menghubungi Chrisye untuk proyek terbaru keluarga Nasution bersama Guruh Soekarnoputra: Guruh Gipsy.

Setelah rekaman di Laboratorium Pengembangan dan Penelitian Audio Visual Tri Angkasa yang memakan waktu lebih dari setahun, album Guruh Gipsy dirilis pada 1977 (beberapa sumber menulis dirilis pada akhir 1976).

Kepopuleran Chrisye di jagat musik pop terjadi ketika pada 1977 ia menjadi penyanyi lagu “Lilin-Lilin Kecil” karya James F. Sundah. Sys NS berhasil meyakinkan Chrisye untuk menyanyikan “Lilin-Lilin Kecil”. Sys mungkin sudah bisa meramal bahwa lagu itu akan meledak jika Chrisye yang jadi vokalis.

Waktu berlalu, Chrisye tidak seperti banyak bintang pop lain yang dilupakan zaman. Chrisye tetap diingat, dan terus berkarya. Ia terus bernyanyi, bahkan saat dokter mengumumkan Chrisye mengidap kanker paru stadium 4 pada 2005.

Pada 30 Maret 2007, tepat hari ini 11 tahun lalu, Chrisye meninggal dunia di usia 57. Ia dimakamkan di TPU Jeruk Purut. Hari itu, Indonesia berkabung karena kehilangan salah satu musisi terbesarnya. Sepanjang kariernya, ia berkontribusi di 9 album proyek, 4 album soundtrack (termasuk Ali Topan Anak Jalanan), dan menghasilkan 20 album solo.

Sumber : www.tirto.id

Resolusi 2018 Radja Rilis Single Terbaru

               Sumber Foto : www.detik.com

Radja adalah sebuah grup musik asal Banjarmasin, Indonesia yang berdiri pada tanggal 17 Maret 2001 yang saat itu terdiri dari Ian Kasela (vokalis), Moldy (gitaris), Shuma (bassis), dan Adit (drummer). Dengan Genre : Pop, Rock, dan Alternative Rock.

Pada 2010, Indra dan Seno memutuskan keluar karena mereka membuat band baru bernama Audio Jet. Semenjak, hengkangnya dua personel band Radja, Indra (bass) dan Seno (drumm), Ian Kasela dan Moldy tidak ingin berlama-lama membiarkan kekosongan terjadi dalam bandnya. Pada tahun 2011, Radja memiliki personel baru, yaitu Aldi (keyboard), Oji (bass) dan Vidin (drum).

Tahun 2015,radja kembali lagi dengan formasi lawas sekembalinya Indra dan Seno. Mereka kembali reuni lewat Radja Reunited dengan personel yaitu Ian Kasela (vokalis), Moldy (gitaris), Aldi (keyboardist), Indra (bassis) dan Seno (drummer).

Mereka menggunakan nama radja dengan harapan bahwa suatu hari nanti, grup mereka akan menjadi Raja di kalangan musisi tanah air.

Belum lama ini Band Radja merayakan ulang tahun yang ke-17, band yang terdiri 4 anggota merayakan syukuran dengan merilis single.

 Lagu terbaru itu juga menandai gebrakan awal hadirnya kembali band yang sudah lumayan lama berkiprah di belantika musik Indonesia untuk resolusi tahun 2018.

Lagu yang diberi judul “Malaikat Cinta” ini mengangkat tema tentang penggambaran makna cinta yang begitu berarti dalam kehidupan di bumi ini.

Sumber : www.detik.com | www.wikipedia.org | www.tribunnews.com | www.youtube.com

 

Ratu Bidadari Musik ‘Jaman Now’

Maraknya program musik dangdut di televisi hingga munculnya lagu dangdut yang fenomenal dan disukai masyarakat, menginspirasi pedangdut Ratu Bidadari (30), merilis lagu terbarunya berjudul ‘Jaman Now’.

Ratu mengatakan, lagu ciptaan Eldikri dan Yanda Bebeh itu digarapnya sebagai upaya merebut pasar yang tengah tren dengan bahasa zaman now yang tengah populer.

Setelah lagunya dirilis, Ratu sekaligus merampungkan pembuatan video klip dengan single terbarunya tersebut. Nuansa glamor dan mewah dipilih Ratu sebagai konsep video klipnya.

Lagu lainnya, Ratu juga pernah merilis lagu ‘Tak Bisa Dibeli’, karya Ian Kasela, vokalis Radja. Untuk tema religi Ratu juga pernah merilis lagu ‘Sujudku’, karya Monsky, yang diaransemen Sandy Sulung.

Sumber : www.wartakota.tribunnews.com | www.youtube.com

 

Rapper Indonesia Guncang Musik Amerika

Nama Rich Brian melambung tinggi di industri musik Amerika Serikat. Remaja 18 tahun asal Jakarta ini mencetak sejarah sebagai artis Asia pertama yang menduduki posisi pertama di iTunes untuk musik hip hop.

Pemilik nama asli Brian Imanuel itu bahkan tampil di acara bincang-bincang The Late Late Show with James Corden membawakan dua lagu dari album terbarunya, Amen.

Seperti apa lagu “Amen” yang mencuri perhatian industri musik di Amerika Serikat ini?? Yuuk tonton selengkapnya dibawah ini…….

Sumber : www.tribunnews.com | www.youtube.com

 

Miley Cyrus dan Elton John Bawakan ‘Tiny Dancer’

Elton John menjadi salah satu penampil yang juga meramaikan ajang Grammy Awards tahun ini. Tak sendiri, ia turut mengajak Miley Cyrus tampil di atas panggung.

Miley tampil manis dengan gaun marun menyanyikan lagu sang legenda yang mengiringinya dengan piano, ‘Tiny Dancer’.

Penampilan keduanya mengantar ajang Grammy jelang akhir acara. Sebelumnya, kategori besar Song of The Year telah dibacakan.

Sumber : www.hot.detik.com

Di Layanan Musik Streaming, Drake Pecahkan Rekor Taylor Swift

Rapper asal Kanada Drake memecahkan rekor terbarunya di bidang musik. Lagu terbarunya God’s Plan didapuk sebagai yang paling banyak didengar melalui layanan musik streaming Apple Music dan Spotify, pada hari pertama dirilis.

Di layanan Apple Music, lagunya telah diputar lebih dari 14 juta kali. Hal tersebut telah dikonfirmasi Zane Lowe, pemandu acara Radio Beats 1 di layanan musik streaming tersebut.

Sementara, di layanan Spotify, Drake secara resmi telah memecahkan rekor di Amerika Serikat berkat lagu yang sama.

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang Taylor Swift dengan lagu utama album ReputationLook What You Made Me Do.

Sumber : www.cnnindonesia.com | www.youtube.com

 

Aplikasi Musik Nada Kita

                Sumber Foto : www.blog.evercoss.com

Aplikasi streaming musik Nada Kita telah menciptakan Brand Channels untuk membantu brand mengintegrasikan #PowerOfMusic dengan mudah ke dalam strategi keterlibatan pelanggan mereka.

Nada Kita, sebuah aplikasi streaming musik cerdas yang eksklusif untuk pasar Indonesia, Senin (22/1/2018) mengumumkan cara baru bagi merek-merek yang ada di Indonesia untuk terhubung dengan pengguna, yang disebut Brand Channels.

Fitur baru ini dicakup dalam penawaran Nada Kita Untuk Brand. Pada Desember 2017, Nada Kita telah digunakan oleh lebih dari 2 juta anak muda Indonesia, karena musik adalah salah satu dari 3 aktifitas yang paling sering dilakukan di ponsel mereka menurut sebuah laporan baru-baru ini dari Jakpat.

Nada Kita Untuk Brand telah bekerja dengan berbagai merek termasuk SPC Mobile, Evercoss, Lazada, dan Smartfren.

Aplikasi musik gratis Nada Kita benar-benar unik untuk Indonesia. Nada Kita menyasar penikmat musik sehari-hari secara luas, yang biasanya mendengarkan siaran radio lokal.

Mereka mendengarkan lagu hits lokal dan musik yang akrab di telinga setiap hari, namun pada dasarnya mereka mencari rekomendasi dan daftar putar yang siap digunakan. Itulah yang ditawarkan Nada Kita.

Sumber : www.wartakota.tribunnews.com

Harga Tiket Konser Celine Dion di Jakarta Mahal

Diva Internasional Celine Dion bakal membuat gebrakan dengan mendatangi Indonesia dan menggelar konser tunggal di Sentul International Convention Center. Konser ini masuk dalam salah satu rentetan CELINE DION LIVE 2018 TOUR.

Kabar itu tentu disambut baik oleh para pecinta musik Tanah Air, mengingat pamor dari pelantun lagu My Heart Will Go On itu sudah sangat mendunia. Sederet rilisannya sukses menjadi hits besar, yang lantas membuat Celine menempati posisi ketiga dalam daftar The Best-Selling Music Artis.

Sayangnya, ada satu hal yang jadi catatan netizen ketika daftar harga tiket dari konser Celine dirilis. Ya, tiket yang dijual terbagi atas beberapa kategori, di mana yang paling murah adalah tribun (1,5 juta) dan termahal Platinum (12,5 juta). Selain itu masih ada satu lagi seat Diamond yang harganya diduga mencapai 25 juta.

Pihak penyelenggara pun buka suara menanggapi mahalnya harga tersebut. Ternyata memang banyak sekali pertimbangan yang dilakukan sebelum akhirnya pihak manajement penyanyi berusia 49 tahun itu menentukan harga tiketnya.

Sumber : www.musik.kapanlagi.com