Daftar Pemenang Lengkap Grammy Awards 2019

Perhelatan akbar Grammy Awards 2019 digelar pada Senin (11/02) di Staples Center Los Angeles, Amerika Serikat.

Sebanyak 44 nominasi bergengsi diperebutkan insan musik dalam ajang penghargaan musik tertinggi dunia ini.

Tak hanya sengit, Grammy Awards 2019 yang bertabur bintang ini sudah menjadi trending topic di Twitter semenjak kemarin.

Grammy Awards 2019 kali ini juga kembali diisi dengan nama Lady Gaga sebagai salah satu pemenangnya.

Tak kalah mengejutkan, penampilan BTS, boy grup asal Korea Selatan sukses menghibur acara akbar ini.

Lantas, siapa saja ya, daftar pemenang Grammy Awards 2019? Cek selengkapnya disini :

Song of the Year: “This is America,” Donald Glover

Best Country Album: Golden Hour, Kacey Musgraves

Best Rap Song: “God’s Plan,” Drake

Best Pop Duo/Group Performance: “Shallow,” Lady Gaga & Bradley Cooper

Best Pop Vocal Album: Sweetener, Ariana Grande

Best Pop Solo Performance: “Joanne (Where Do You Think You’re Goin’?),” Lady Gaga and Mark Ronson

Producer of the Year, Non-Classical: Pharrell Williams

Best Traditional Pop Vocal Album: My Way, Willie Nelson

Baca Juga : Sebut Ada Bukti Transfer, Della Perez Dihargai Segini oleh Mucikari?

COUNTRY

Best Country Solo Performance: “Butterflies,” Kacey Musgraves

Best Country Duo/Group Performance: “Tequila,” Dan & Shay

Best Country Song: “Space Cowboy,” Kacey Musgraves, Luke Laird, Kacey Musgraves and Shane McAnally

HIP HOP/RNB

Best R&B Performance: “Best Part,” H.E.R. featuring Daniel Caesar

Best Traditional R&B Performance (Tie): “Bet Ain’t Worth The Hand,” Leon Bridges and “How Deep Is Your Love,” PJ Morton featuring Yebba

Best R&B Song: “Boo’d Up,” Ella Mai

Best Urban Contemporary Album: Everything Is Love, The Carters

Best Rap Performance (Tie): “King’s Dead,” Kendrick Lamar, Jay Rock, Future and James Blake, and “Bubblin,” Anderson Paak

Best Rap/Sung Performance: “This Is America,” Childish Gambino

ROCK

Best Rock Performance: “When Bad Does Good,” Chris Cornell

Best Metal Performance: “Electric Messiah,” High on Fire

Best Rock Song: “Masseduction,” St Vincent

Best Rock Album: From The Fires, Greta Van Fleet

Best Alternative Music Album: Colors, Beck

AMERICAN ROOTS

Best American Roots Performance: “The Joke,” Brandi Carlile

Best American Roots Song: “The Joke,” Brandi Carlile

Best Americana Album: By The Way, I Forgive You, Brandi Carlile

Best Bluegrass Album: The Travelin’ McCourys, The Travelin’ McCourys

Best Traditional Blues Album: The Blues Is Alive And Well, Buddy Guy

Best Contemporary Blues Album: Please Don’t Be Dead, Fantastic Negrito

Best Folk Album: All Ashore, Punch Brothers

GOSPEL/CONTEMPORARY CHRISTIAN MUSIC

Best Gospel Performance/Song: “Never Alone,” Kirk Franklin and Tori Kelly

Best Contemporary Christian Music Performance/Song: “You Say,” Lauren Daigle and Paul Mabury

Best Gospel Album: Hiding Place, Tori Kelly

Best Contemporary Christian Music Album: Look Up Child, Lauren Daigle

Best Roots Gospel Album: Unexpected, Jason Crabb

JAZZ

Best Improvised Jazz Solo: “Don’t Fence Me In,” John DaVersa

Best Jazz Vocal Album: The Window, Cécile McLorin Salvant

Best Jazz Instrumental Album: Emanon, The Wayner Shorter Quartet

Best Large Jazz Ensemble Album: American Dreamers: Voices of Hope, Music of Freedom, John DaVersa Big Band Featuring DACA Artists

Best Latin Jazz Album: Back to the Sunset, Dafnis Prieto Big Band

CLASSICAL

Best Engineered Album, Classical: Shostakovich: Symphonies Nos. 4 & 11, Shawn Murphy and Nick Squire, engineers, Tim Martyn, masteering engineer

Producer Of The Year, Classical: Blanton Alspaugh

Best Orchestral Performance: Shostakovich: Symphonies Nos. 4 & 11, Andris Nelsons, conductor

Best Opera Recording: “Bates: The (R)evolution Of Steve Jobs”

Best Choral Performance: “McLoskey: Zealot Canticles,” Donald Nally, conductor

Best Chamber Music/Small Ensemble Performance: “Landfall,” Laurie Anderson and the Kronos Quartet

Best Classical Instrumental Solo: “Kernis: Violin Concerto,” James Ehnes

Best Classical Solo Vocal Album: “Songs Of Orpheus–Monteverdi, Caccini, D’India & Landi,” Karim Sulayman; Jeanette Sorrell, conductor, Apollo’s Fire, ensembles

Best Classical Compendium: “Fuchs: Piano Concerto ‘Spiritualist’; Poems Of Life; Glacier; Rush,” JoAnn Falletta, conductor; Tim Handley, producer

Best Contemporary Classical Composition: “Kernis: Violin Concerto,” James Ehnes, Ludovic Morlot & Seattle Symphony

LATIN

Best Latin Pop Album: Sincera, Claudia Brant

Best Latin Rock, Urban or Alternative Album: Aztlan, Zoé

Best Regional Mexican Music Album: ¡Mexico Por Siempre!, Luis Miguel

Best Tropical Latin Album: Anniversary, Spanish Harlem Orchestra

DANCE

Best Dance Recording: “Electricity,” Silk City & Dua Lipa Featuring Diplo & Mark Ronson

Best Dance/Electronic Album: Woman Worldwide, Justice

Best Regional Roots Music Album: No ‘Ane’i, Kalani Pe’a

Best Comedy Album: Equanimity & The Bird Revelation, Dave Chapelle

Best Musical Theater Album: The Band’s Visit

Best Instrumental Composition: Blut Und Boden (Blood and Soil), Terence Blanchard

Best Arrangement, Instrumental or A Cappella: Stars and Stripes Forever, John Daversa

Best Arrangement, Instruments and Vocals: Spiderman Theme, Randy Waldman

Best Recording Package: Masseduction, Willo Perron, art directors (St. Vincent)

Best Recording Package: The Complete Works Of “Weird Al” Yankovic, Meghan Foley, Annie Stoll & “Weird Al” Yankovic art directors (“Weird Al” Yankovic)

Best Album Notes: Voices Of Mississippi: Artists and Musicians Documented By William Ferris, David Evans, album notes writer (Various Artists)

Best Historical Album: Voices Of Mississippi: Artists And Musicians Documented By William Ferris, William Ferris, April Ledbetter & Steven Lance Ledbetter, compilation producers; Michael Graves, mastering engineer (Various Artists)

Best Engineered Album, Non-Classical: Colors, Beck

Best Remixed Recording: Walking Away (Mura Masa Remix), Mura Masa, Remixer (HAIM)

Best Immersive Audio Album: Eye in the Sky (35th Anniversary Edition), Alan Parsons, surround mix engineer; Dave Donnelly, PJ Olsson, & Alan Parsons, surround mastering engineers; Alan Parsons, surround producer (The Alan Parsons Project

Best Contemporary Instrumental Album: Steve Gadd Band, Steve Gadd Band

Best World Music Album: Freedom, Soweto Gospel Choir

Best Compilation Soundtrack for Visual Media: The Greatest Showman

Best Score Soundtrack for Visual Media: Black Panther

Best Song Written For Visual Media: “Shallow,” Lady Gaga, Mark Ronson, Anthony Rossomando and Andrew Wyatt, songwriters (Lady Gaga & Bradley Cooper)

Best New Age Album: Opium Moon, Opium Moon

Best Children’s Album: All The Sounds, Lucy Kalantari & The Jazz Cats

Best Spoken Word Album: Faith: A Journey For All, President Jimmy Carter

Best Music Video: “This Is America,”Childish Gambino, Hiro Murai, video director, Ibra Ake, Jason Cole and Fam Rothstein, video producers

Best Music Film: Quincy

Best Reggae Album: 44/876, Sting & Shaggy

Sumber : www.bangka.tribunnews.com

RUU Permusikan Dinilai Kriminalisasi Pekerja Musik

Sumber Foto : www.timesindonesia.co.id

Pro dan kontra RUU permusikan masih jadi perdebatan di kalangan musisi. Sebagian musisi menilai RUU tersebut dapat mengekang kebebasan dalam berkreatifitas, tapi ada juga yang mendukung. Namun, perlu ada diskusi sebelum mengesahkannya.

Ketua YLBHI, Asfinawati menilai banyak ketidakjelasan dalam beberapa pasal. Seperti, musik tertentu yang mengakibatkna orang menjadi stres.

Senada dengan Asfinawati, pengamat musik, Wendi Putranto mengatakan hasil konferensi musik yang digelar di Ambon tidak dapat dijadikan rujukan untuk membuat RUU permusikan.

Sumber : www.video.republika.co.id

Rose Blackpink Pernah Tergabung di Paduan Suara Gereja

Girlband asal Korea Selatan, Blackpink, meraih kesuksesan besar di panggung musik dunia. Lagu-lagunya diminati para pecinta musik K-Pop.

Bukan hanya lagu-lagunya, gaya Blackpink juga mencuri perhatian publik. Tak sedikit yang mengikutinya.

Rupanya bukan langkah mudah bagi Lisa, Jennie, Kim Ji Soo, dan Rose, para personel bersatu dalam grup Blackpink.

Seperti Rose Blackpink yang mengikuti audisi pencarian bakat YG Entertainment di Australia. Kala itu, dirinya berusia 16 tahun, dan ia bersyukur dinyatakan lolos.

Pemilik nama Roseanne Park jatuh cinta pada musik saat dirinya masih anak-anak. Saat wawancara dengan The Sydney Morning Herald, ia mengaku saking cintanya dengan musik ia bergabung dengan paduan suara gereja.

Saat mendengar YG Entertainment mengadakan audisi, baginya ini kesempatan besar untuk mewujudkan mimpinya menjadi idol K-Pop.

Mei 2012, Rose meninggalkan Australia menuju Korea Selatan untuk menjadi trainee di YG Entertainment. Jadwalnya pun padat, setiap hari ia berlatih vokal, menari, dan belajar bahasa Korea.

Setelah empat tahun, akhirnya Rose bergabung dengan Blackpink. Debutnya dengan Blackpink pada Agustus 2016 dengan single “Whistle”.

Sumber : www.liputan6.com

 

MAMAMOO “Mega-stars Yang Humanis”

Sumber Foto : www.soompi.com

Tidak banyak artis penyanyi (solo/group) yang prestasinya selangit dan memperlakukan penggemarnya layaknya keluarganya sendiri. Mungkin sebab inilah MAMAMOO hampir tak ada yang tak menyukainya! Jikapun ada mungkin satu banding sejuta, haha..

Tidak mudah pula menjadi artis besar, Abang None, bahkan menjadi selebritas sebatas lingkup sosial media (Selebgram, misalnya). Ketika sesosok manusia telah menjadi public figure akan ada banyak tuntutan dari pihak manapun, sementara mustahil bagi sebuah makhluk dapat memuaskan semua kalangan. Sudah kondrat kita sebagai makhluk, tercipta secara sempurna tak sempurna.

Lalu bagaimana jika sebuah girl group telah menjelma menjadi group sekaliber Mega-star? Tentu ada perjalanan panjang yang tidak mudah untuk dilewati. MAMAMOO, Mega-star girl group asal Korea ini misalnya, seperti pernah ditulis oleh media online Koreaboo, MAMAMOO tidak memiliki awal yang mewah. Gadis-gadis itu adalah grup pertama yang dibuat oleh RBW Entertainment, sebuah startup kecil di Negara mereka yang memiliki ruang kerja di sebuah ruang bawah tanah. Asrama untuk perempuannya adalah sebuah kamar kecil di atap yang banyak hewan serangga. Tetapi mereka tak menjadikan hal itu sebagai sebuah kendala.

Sejak memulai debut perdana mereka pada 2014 dengan single Mr. Ambiguous, pesona mereka semakin terpancar melalui sejumlah fakta yang mereka miliki, sebut saja dengan suara dan kemampuan rap tiap personil mereka yang selalu stabil saat live performance, dan tak ada yang menyangkal kemampuan tersebut. Terlebih sejak kemunculan single mereka berjudul “You’re The Best”.

MAMAMOO juga gemar melucu, bercanda, dan tak canggung melakukannya dengan fans mereka. Sebagai group yang tergolong senior di antara group sejenis di negaranya, MAMAMOO juga tergolong group yang sangat dinamis dan memiliki style yang berkarakter pada tiap personilnya dan masih terjaga sampai saat ini.

Hal yang special dan tak banyak dimiliki oleh group lainnya adalah MAMAMOO mencintai dan menghargai (respect) pada penggemar mereka, sangat gemar memberikan service pada penggemar dengan cara sangat simple hingga cara sangat special. Mulai dari turun panggung saat menyanyi untuk bersalaman dengan fans hingga perhatian saat fans mereka sedang dalam kondisi sulit. Seperti dengan memberikan pesan yang menyemangati fans secara khusus agar bangkit dari masalah pribadinya. Lagi-lagi titel Mega-stars yang melekat dalam diri mereka sebagai group tak membuat mereka menjadi tidak rendah hati, Abang None. Bahkan mereka sering disebut the most humble people. What a lovely idol !!

Hal yang tak kalah menarik yang pernah ditulis oleh Koreaboo tentang MAMAMOO adalah tiap personil dari MAMAMOO secara suportif saling mendukung satu sama lain, termasuk ketika anggota member melahirkan solo single (lagu) terbarunya. Mereka disebut true sisters. Tak heran jika fans mereka sangat mendukung aktivitas personil MAMAMOO sebagai sebuah group dan atau saat mereka sedang solo karir. Pantas saja mereka layak disebut sebagai The Most Powerful Girl Crush Korean Female Group saat ini. Pantas juga fans mereka di Indonesia begitu menantikan kehadiran mereka pada 23 Februari mendatang. Are you ready for them?

Sumber : Redaksi Musik Bens Radio | www.youtube.com

 

Hallyu Baru setelah Kpop dan Drama Korea

Meski masih mengalami sejumlah tantangan terkait penjualan layaknya manga di Jepang, industri manhwa melalui webtoon kini tengah bergerak menjadi kekuatan ketiga dari gelombang kebudayaan Korsel selain K-pop dan drama dalam beberapa tahun terakhir.

Bagi yang belum familiar, manhwa adalah sebutan untuk komik asal Korea Selatan. Sementara webtoon merupakan manhwa digital yang didistribusikan via internet.

Kamis (17/01), salah satu boyband Korsel paling tersohor BTS (Bangtan Sonyeondan) merilis serial webtoon berjudul “Save Me”, bekerja sama dengan Naver di platformmereka yang juga bernama Webtoon.

Menurut sinopsisnya, kisah manhwa digital “Save Me” ini sendiri cukup sederhana, yakni mengenai kisah tujuh orang pria yang bersahabat namun berpisah untuk memulai jalan hidup berbeda yang berujung pada penderitaan. Salah seorang dari mereka kemudian secara magis diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu, menolong teman-temannya memperbaiki jalan hidup masing-masing.

Yang menarik sesungguhnya bukan cerita dari webtoon itu, namun status BTS sebagai bukan boyband biasa. Album mereka yang berjudul Wings, misalnya, sempat bertengger di peringkat 26 dalam daftar Billboard 200, peringkat tertinggi yang pernah dicapai album K-Pop hingga 2016.

Rekor ini kemudian mereka pecahkan sendiri melalui album Love Yourself: Tear dan Love Yourself: Answer. Keduanya sempat mencapai posisi puncak pada daftar tersebut di 2018.

Pertanyaannya: Mengapa agensi BTS, Big Hit entertainment, masih merasa perlu menerbitkan manhwa terkait boyband yang sudah sedemikian tenar itu melalui Webtoon?

Keputusan BTS dan agensinya boleh jadi berkorelasi dengan studi Jang Wonho dan Song Jung Eun dari University of Seoul berjudul “Webtoon as a New Korean Wave in The Process of Glocalization” (2017).

Dalam studi itu, Jang Wonho dan Song Jung Eun berpendapat bahwa webtoon dalam beberapa tahun terakhir telah bertransformasi menjadi salah satu konten gelombang Korea (Korean Wave/Hallyu) yang tengah naik daun.

Setidaknya dalam satu dekade terakhir, industri webtoon memang menunjukkan potensi pertumbuhan global yang masif. Salah satu indikasinya adalah peningkatan besar-besaran pasar webtoon di seluruh dunia di tengah pasar komik cetak yang terus menurun.

Sumber : www.tirto.id | www.youtube.com

Lagu Lee Sora, Suga BTS, & Tablo Puncaki Real Time Korea

Lagu kolaborasi antara Lee Sora, Suga “BTS” dan Tablo “Epic High” yang berjudul “Song request” berhasil puncaki tangga lagu Real Time Korea pada Selasa (22/1/2019). 

Dikutip dari Soompi, belum genap 24 jam dirilis, pada 23 Januari pukul 12 a.m KST lagu bertajuk “Song Request” tersebut telah berhasil kuasai posisi nomor 1 di 5 tangga lagu real time Korea yaitu Melon, Genie, Bugs, Naver, dan Soribada.

Posisi puncak yang dicapai lagu “Song Request” ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, lagu yang baru saja dirilis tersebut telah lama dinantikan oleh para penggemar Lee Sora, ARMY (sebutan penggemar setia BTS), serta High Skool (sebutan untuk penggemar setia Epic High).

Penantian lama dari para ketiga penggemar musisi di atas pun juga bukan tanpa alasan. Pasalnya, ketiga musisi yang berada di balik lagu tersebut dikenal sebagai musisi bertalenta.

Kolaborasi yang dilakukan Lee Sora dengan Suga ini merupakan kolaborasi pertama mereka. Sementara Lee Sora dengan Tablo merupakan kolaborasi kedua mereka. Sebelumnya, mereka telah berkolaborasi lewat lagu Epic High bertajuk “Home” yang dirilis pada tahun 2011 silam.

Sumber : www.tirto.id

Tanjung Perak Jazz Bakal Meriahkan Hari Musik Nasional 2019

Memperingati Hari Musik Nasional yang jatuh pada 9 Maret 2019, Surabaya Entertainer Club (SEC) akan menghadirkan musisi-musisi Jazz Tanah Air dalam gelaran Tanjung Perak Jazz Festival (TPJF) yang dihelat, Minggu, 10 Maret 2019. 

Festival yang pertama kali ini akan digelar di tepi laut, tepatnya didalam markas Koarmada II. TPJF akan dimeriahkan penampilan grup-grup musik dari Surabaya dan sekitarnya, seperti Surabaya All Star, Fussion Jazz Community (FJC), Unesa Big Band, Yudi Barlean (Korek Jazz), Dhany Ugik Trio (Malang Jazz), Sony & Friends (Jombang Jazz), Agung & Friends (Jombang Jazz).

Dipilihnya Tanjung Perak sebagai lokasi festival, kata FX Boy karena pelabuhan ini memiliki historis dengan jazz. Pelabuhan di Surabaya ini juga menjadi pintu masuk pertama musik Jazz di Indonesia. Secara historis, musik Jazz sendiri lahir dari benua Amerika, meluas ke benua Eropa dan dibawa oleh Musisi Eropa ke Indonesia melalui Tanjung Perak.

Surabaya Entertainer Club berharap perhelatan festival ini dapat meningkatkan wisata bahari, menyemarakkan Tanjung Perak Jazz Festival di Indonesia.

Sumber : www.lifestyle.sindonews.com

“Can’t Forget Me” Single Terbaru Penyanyi Malaysia Dengan Rasa Internasional

Penyanyi lokal Malaysia memang berkarakter kuat abang none. Rata-rata identik dengan etnis Melayu yang tercermin dalam lagu-lagu mereka. Dari generasi penyanyi tahun 60an hingga era 2000an. Sebagai generasi Millennial mungkin kamu hafal dengan lagu Isabella atau lagu Siti Nurhaliza. Tapi, kata siapa penyanyi Malaysia selalu berasa Melayu?

Yang anget dari industri rekaman musik Malaysia, ada Fazura. Artis bernama lengkap Nur Fazura binti Sharifuddin ini baru saja merilis single tebarunya berjudul Can’t Forget Me. Dirilis di seluruh dunia serentak pada 18 Januari 2019 melalui berbagai platform musik digital dan download berbayar juga dirilis oleh Universal Music Malaysia di berbagai negara, melalui media lainnya termasuk radio tentunya.

Di Indonesia, lagu yang diservis oleh Universal Music Indonesia minggu lalu ini sangat sulit untuk diidentifikasi sebagai sebuah lagu yang dinyanyikan oleh artis penyanyi Malaysia, jika saja kita hanya mendengar lagunya dan tak melihat siapa penyanyinya.

Bukan hal baru memang di industri musik Malaysia, bahkan juga di Indonesia termasuk negara-negara lain di Asia yang telah melahirkan sejumlah nama penyanyi bertaraf dan telah benar-benar berkiprah secara internasional.

Fazura sendiri bukanlah artis baru di negaranya, abang none. Selain sebagai penyanyi yang telah melahirkan beberapa album, ia adalah juga aktris, pembawa acara di televisi, video jockey (VJ), juga seorang pengusaha.

Kagak heran, jika dalam lagu terbarunya ia bukan hanya menggandeng composer asal Amerika Serikat, Willy Beaman dan Cameron Forbes, tetapi Fazura juga menekankan satu hal spesial dalam lagu terbarunya ini, yaitu mengusung tema tentang mencintai diri sendiri dan selalu merasa kuat walau selalu ada hambatan dan masalah dalam perjalanan hidup seseorang.

Cameron Forbes sendiri adalah orang yang bertanggung jawab menghasilkan lagu ‘Taste’ yang dinyanyikan oleh artist International : Tyga, semnatara Willy Beaman, terkenal dengan karyanya untuk Greyson Chance, Nico & Vinz dan Ratu Billboard, Demi Lovato serta Nicki Minaj.

Penasaran ama lagu terbaru Fazura? Request aja di Bens Radio, kagak pake ribet kana bang none 😉

Sumber : Redaksi Musik Bens Radio

 

Single Perdana “Dream Away”, Soul & Kith Kini Fokus Garap Mini Album

Duo folk, Soul & Kith telah meluncurkan video musik dari single perdana mereka, berjudul “Dream Away”.

Video musik yang disutradarai oleh Guntur Putra itu, telah tayang di kanal YouTube Soul & Kith, Kamis (17/1/2019) kemarin.

Single sekaligus video musik “Dream Away” menandai akan dirilisnya debut mini album EP Soul & Kith yang tengah digarap.

Soul & Kith berharap peluncuran video musik bisa dinikmati dan diterima dengan baik oleh penikmat musik di Indonesia.

Sumber : www.bali.tribunnews.com

 

Musik Video DDU-DU DDU-DU dari Blackpink Pecahkan Rekor 600 Juta Penonton di Youtube Tercepat

Blackpink, girlband asal Korea Selatan yang sedang naik daun dikancah musik Internasional tampaknya tidak pernah bosan meraih prestasi dan penghargaan.

Baru-baru ini, grup naungan YG Entertaiment ini berhasil meraih predikat Musik Video K-Pop tercepat mendapatkan 600 juta penonton di Youtube.

Rekor itu diterima melalui Musik Video berjudul “DDU-DU DDU-DU” pada 13 Januari 2018 lalu.
Lagu itu merupakan bagian dari mini album pertama BLACKPINK bertajuk “Square Up” yang dirilis pada 15 Juni 2018.

Tidak hanya itu, sebelumnya video musik tersebut berhasil memperoleh rekor terbaru Youtube menjadi 150 juta, 200 juta, 250 juta, 300 juta, 350 juta, 400 juta, 450 juta, 500 juta, dan 550 juta penonton tercepat dari grup Kpop.

Sumber : www.tribunnews.com | www.youtube.com