Raisa berencana vakum dari musik

Penyanyi cantik Raisa Andriana, diam-diam bakal menggelar konser yang bertajuk ‘Fermata’. Konser ini bakal dilangsungkan pada November 2018 mendatang di Hall Senayan City, Jakarta Selatan.

Kata Raisa, suguhan konser ini akan terasa begitu spesial bagi para penggemarnya, mengingat usai konser itu digelar, Raisa bakal rehat sejenak dari dunia musik.

Ini pun menjadi langkah Raisa untuk lebih mendekatkan diri bersama keluarga, apalagi sang pelantun ‘Teduhnya Wanita’ juga tengah berbadan dua.

Nama konser Fermata ini dalam musik klasik artinya hold atau rest, sama seperti yang sedang aku alami sekarang. Sehabis konser aku mau liburan kerja (nyanyi), mau ingin memberi waktu untuk keluarga,” ungkap Raisa saat dijumpai di kawasan SCBD, Jakarta Selatan paa Kamis (18/10/2018).

Sayangnya Raisa belum memastikan lamanya waktu rehat tersebut. Tapi jangan khawatir, Raisa akan tetap kembali bermusik. Terlebih musik menjadi penyemangat hidupnya.

Sumber : www.celebrity.okezone.com

Rami Malek Nyanyi Lagu Ikonik Queen dalam ‘Bohemian Rhapsody’

Sebuah video berdurasi satu menit dari film ‘Bohemian Rhapsodyyang menampilkan Rami Malek sebagai pemeran Freddie Mercury tengah berada di studio untuk mengerjakan lagu We Will Rock You dirilis.

Bersama Malek, Gwilym Lee, Ben Hardy dan Joseph Mazello juga membintangi film biopik ini.

Dalam potongan film terbaru itu, Gwilym Lee yang berperan menjadi Brian May terlihat berkata pada Malek, “Saya ingin memberi audiens sebuah lagu yang bisa mereka nyanyikan,” sebelum band legendaris itu menemukan ketukan drum yang sangat ikonik dalam We Will Rock You.

Klip pendek tersebut berakhir dengan Queen menampilkan hit mereka di depan penonton yang serentak bertepuk tangan mengikuti irama lagu.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Synchronize Fest 2018: 3 Hari Merayakan Kemenangan Musik Indonesia

Setelah tiga hari penyelenggaraan pada 5, 6, 7 Oktober 2018, Synchronize Fest 2018 berakhir dengan sukses.

Sebanyak 53 ribuan penonton hadir memadati kawasan Gambir Expo Kemayoran demi menyaksikan berbagai penampilan dari musisi terfavorit dan terbaik Indonesia yang secara apik telah dikurasi untuk tampil di Synchronize Fest.

Antusiasme pengunjung begitu besar dan membludak, terlebih lagi di hari penutup gelaran Synchronize Fest 2018 pada hari Minggu lalu (7/10/2018).

Hal tersebut nampak dari antrean pada area pintu masuk yang tak pernah sepi pengunjung dari sore hingga malam hari.

Malam itu Synchronize Festival ditutup dengan penampilan sempurna dari Dewa 19 feat Ari Lasso dan Once Mekel di Dynamic Stage yang secara spesial reuni kembali hanya untuk tampil di Synchronize Fest 2018.

Membawakan 17 lagu-lagu hit dari era 90an pada masa Ari Lasso hingga album Bintang Lima di era 2000an bersama Once Mekel, menjadikan penampilan mereka begitu istimewa seraya pesta kembang api diakhir lagu mengiringi “Separuh Nafas” yang dinyanyikan oleh kedua vokalis Dewa 19 beda era tersebut.

Kesan positif disampaikan oleh Ari Lasso setelah manggung di Synchronize Fest.

“Malam yang sangat menyenangkan, Salut untuk teman-teman Synchronize Fest dan semua yang datang tadi malam. Love u all,” ujarnya.

Tak hanya itu, penampilan musisi lainnya layak diancungi jempol hingga membuat seluruh penonton bersuka-ria dan berjoget bersama di Dynamic stage.

Sebut saja Nasida Ria, grup musik qasidah asal Semarang berhasil membuat penonton berharap encore pada akhir lagu agar tetap melanjutkan penampilannya.

Sumber : www.tribunnews.com

Michael Buble Pensiun dari Dunia Musik

Penyanyi peraih empat piala Grammy, Michael Buble, mengatakan akan mundur dari dunia musik yang telah membesarkan namanya.

Keputusannya itu ia sampaikan saat sesi wawancara dengan Majalah Daily Mail Weekend.

Langkah besar Buble itu berkaitan dengan putranya, Noah (3), yang didiagnosa menderita kanker hati pada 2016 lalu.

Pelantun “Haven’t Met You Yet” itu mengungkapkan kepada Daily Mail tentang bagaimana ia berusaha terlihat se-positif mungkin di hadapan Noah. Buble mengungkapkan bahwa dia tidak pernah menyebut rumah sakit sebagai rumah sakit, melainkan sebuah hotel yang menyenangkan.

Buble sebenarnya akan merilis album ke-10 pada November tahun ini. Wawancara dengan Daily Mail itu mengisyaratkan album itu akan menjadi yang terakhir.

Album barunya itu, menurut Buble, ia buat dengan segenap jiwa dan hatinya.

Sumber : www.wartakota.tribunnews.com

Gitaris Indonesia Peduli Negeri: Musik dan Syair Solidaritas Kumpulkan Rp 65 Juta

Baru 10 menit digelar, acara Gitaris Indonesia Peduli Negeri: Musik dan Syair Solidaritas mengumpulkan donasi untuk Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, sebesar Rp 56 juta, Kamis (11/10/2018).

Acara Gitaris Indonesia Peduli Negeri: Musik dan Syair Solidaritas diadakan oleh Kompas Gramedia di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Palmerah, Jakarta Pusat, yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB.

Donasi sebesar Rp 56 juta pun disampaikan oleh pembawa acara, Steny Agustaf dan Olga Lidia di atas panggung.

Acara Gitaris Indonesia Peduli Negeri: Musik dan Syair Solidaritas dibuka oleh penampilan Six Strings.

Kumpulan enam gitaris yang terdiri dari Baladewa, Dewa Budjana, Eros Chandra, Baim, Tohpati, dan Baron berhasil membuat BBJ kagum dengan penampilan mereka.

Selain Six Strings’, acara ‘Gitaris Indonesia Peduli Negeri: Musik dan Syair Solidaritas diramaikan oleh 65 gitaris dan penyanyi, berikut lima penyair Indonesia.

Sumber : www.wartakota.tribunnews.com

 

Bangkitkan Musik Bandung, 44 Musisi Akan Tampil Satu “Panggung”

Sebanyak 44 musisi kenamaan asal Bandung akan tampil bersama dalam Preanger Fest. Acara tersebut akan digelar 13-14 Oktober 2018 di Lapangan PPI Bandung, Jawa Barat.
Indradjid Sofwan dari Havas Indonesia, perwakilan penyelenggara di Bandung, Selasa (9/10/2018) mengatakan, akan ada 44 musisi, 3 stage, 2 hari, dengan satu tujuan yakni lokal kudu vokal.
Indradjid mengatakan, 44 musisi itu berasal dari Bandung dan lintas generasi. Hal tersebut unik, karena para musisi berasal dari aliran berbeda dengan usia yang juga beragam.
Vokalis Rocket Rockers Aska mengaku bahagia bisa berpartisipasi dalam pagelaran ini. Ia berjanji akan menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Seperti diketahui, Rocket Rockers kerap tampil dengan kostum unik. Seperti mengenakan pakaian selam saat tampil di Soundrenaline.
Selain Bimbo, ada sejumlah band yang turut serta di acara ini, seperti Mocca, PAS Band, Burgerkill, The Groove, Koil, dan Pure Saturday. Tak hanya itu, acara ini menghadirkan band-band generasi penerus seperti Ikkubaru, Heals, Parahyena, The Schuberts, dan lainnya.
Indradjid yakin bahwa 44 musisi ini bisa menggambarkan musik di Bandung. Apalagi musik tidak bisa dipisahkan dari Bandung. Kontribusi musisi Bandung dalam peta industri musik Indonesia sudah mulai sejak berdekade lalu.

Sumber : www.entertainment.kompas.com

Trend Musik 2018 dan Prediksi Kedepan

Sumber Foto : Juni Records

Trend musik Hip Hop dan R&B sudah menunjukkan gejalanya sejak kuartal akhir tahun 2017 sampai hari ini (Oktober 2018). Di kalangan industri musik dunia, juga di Indonesia. Bagaimana dengan tahun depan?

Bicara trend yang terjadi di kancah industri musik Indonesia, tentu tidak lepas dari trend musik dunia. Bahkan jauh sebelum idola kita, H. Benjamin Suaeb menjadi salah seorang trendsetter di industri musik Indonesia, sampai saat ini.
Sejak akhir kuartal 2017, trend musik yang dimainkan sampai hari ini pun sudah sering kita dengar dari berbagai media, baik melalui media penyiaran maupun digital. Dan tanpa terasa, kita sudah berada di kuartal tiga tahun 2018. Beberapa genre lagu yang diprediksikan akan naik saat itu, seperti Hip Hop dan R&B, masih eksis hingga kini.

Menurut Ketua Asosiasi Music Director Indonesia (AMDI), Temmy, materi-materi lagu yang sedang booming di tahun 2018 ini di luar negeri (khususnya di Amerika Serikat dan Eropa) adalah lagu-lagu beraliran Hip Hop dan R&B, begitu pula di industri musik Korea. Gejala ini memang terlihat dari sejumlah hits artis ternama Korea yang belakangan banyak menghasilkan lagu-lagu Hip Hop dan R&B.
Memang, musik-musik seperti EDM, Pop, Rock, Jazz masih tetap ada, tetapi Hip Hop dan R&B sepertinya mendapat tempat tersendiri.
Laki-laki yang juga Music Director Motion Radio Jakarta ini juga bilang, untuk dalam negeri, trendnya masih ke arah Folk, semacam grup musik Fourtwnty, Endah N Rhesa, dan Payung Teduh.”Masih banyak yang suka, terutama (kalangan) yang muda-muda”, lanjut Temmy.
Hal itu memang terlihat dari berbagai sumber. Mulai dari penampilan live mereka di panggung pensi, platform digital hingga playlist radio yang rasanya semakin hari semakin mendapat ruang.
Untuk trend musik Dangdut, Temmy mengaku hanya mengamati sedikit. “Paling cuma yang emang naik banget aja, itupun pop dangdut rasanya,” komentarnya.
Tentu kita sepakat dengan komentar Bang Temmy, mengingat lagu-lagu dangdut yang hits saat ini, sangat bernuansa EDM, Pop, Hip Hop juga R&B.

Apakah tahun 2019 kondisinya masih akan sama?

Belajar dari tahun lalu, fenomena ini masih akan berlangsung. Bahkan di Indonesia sekalipun, beberapa rilisan lagu-lagu terbaru dari beberapa penyanyi sudah menunjukkan gelaja ini. Fenomena rapper lokal Ramengvrl yang mampu merambah kancah musik dunia tentu hanya salah satu contoh. Tapi semua kembali kepada waktu. Time will tell. Lihat saja nanti…***

Sumber : Redaksi musik bens radio

Preanger Fest, Musik Akbar dengan 40 Artis dan 3 Panggung

Bagi para penikmat musik era 90 sampai dengan 2000an, siap-siap dengan kejutan akbar yang akan disuguhkan lewat festival musik yang menghadirkan puluhan artis dengan tiga stage. Dengan membawa komitmen memberikan wadah bagi para musisi dan komunitas di Bandung untuk unjuk kebolehan talentanya, maka hadirkan Preanger Fest pada 13-14 Oktober 2018 di Lapangan PPI Bandung.

Pertunjukan akbar lintas generasi tersebut akan menampilkan band-band yang telah mapan seperti Mocca, Pas Band, Burgerkill, The Groove, Koil dan Pure Saturday tetapi juga menampilkan legenda Bimbo.

Preanger Fest hadir berangkat dari kerinduan akan atmosfir pada era 90 sampai 2000an dimana Bandung melahirkan banyak band yang berjaya di era itu.

Lewat Preanger Fest, semua musisi terbaik asal Jawa Barat berkumpul untuk menyuarakan semangat Lokal Kudu Vokal melalui ciri khas musikalitas masing-masing.

Acara ini diharapkan akan jadi permulaan dari bangkitnya industri musik di Jawa Barat.

Gelaran Preanger Fest diperuntukkan untuk usia 18 tahun keatas, tiket dapat diperoleh via situs Loket.com atau Go-Tixserta beberapa ticket box di wilayah Bandung dengan harga pre-sale Rp.60.000 untuk 2 hari.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai harga tiket, line-up, dan seputar Preanger Fest, silakan kunjungi Instagram @preangerfest.

Sumber : www.jabarnews.com

Ihsan Tarore Eksis Lagi di Musik Pop

Ihsan Tarore, juara ajang pencarian bakat menyanyi Indonesian Idol 2006, baru saja merilis single baru. Lagu baru Ihsan Tarore ini berjudul “Terikat”.

Ini menjadi pembuktian Ihsan Tarore bahwa dirinya masih eksis di dunia tarik suara. Ihsan Tarore merilis lagu tersebut di bawah naungan label baru, AFE Records. Ihsan Tarore sempat juga menyanyikan musik dangdut.

Kabar baik tersebut disampaikan Ihsan Tarore langsung dalam acara launching video klip single tersebut sekaligus menggelar syukuran bersama anak-anak yatim piatu di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, Ihsan Tarore menceritakan makna dari single terbarunya tersebut. Lagunya bercerita tentang romansa seorang pria yang ingin hubungan asmaranya dengan sang kekasih lebih serius.

Sumber : www.liputan6.com | AFE RECORDS

Anti Klimaks Dakwah Musik Rhoma Irama di Syncronize Fest 2018

Penampilan Rhoma Irama di Syncronize Festival 2018 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat tampil maksimal. Ini terlihat pada setiap lagu yang dibawakan. Bahkan untuk penampilan yang maksimal, ia sempat meminta izin sound check saat naik tepat pukul 23:23. Penonton memberi izin dengan tepuk tangan sembari berteriak ‘siap bang haji’.

Raja dangdut kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, terlihat benar-benar mengerti dan memahami musik dangdut yang sejak dulu dianggap musik rakyat. Penampilannya sangat baik dari berbagai aspek, mulai dari permainan alat musik, vokal, sampai aksi panggung yang tidak berlebihan.


Rhoma juga
membawakan tiga lagu yang satu tema tanpa jeda, yaitu Introspeksi Nasional, Bencana dan Malapetaka. Sekalinya menyapa penonton, ia memberikan nasihat-nasihat sesuai ajaran Islam bak mubalig yang sedang berdakwah.

Ia memang menjadi mubalig sejak 1980an dan mendeklarasikan Soneta, band yang ia bentuk, sebagai The Voice Of Muslims.

Rhoma kembali berdakwah disela penampilan. Kali ini ia berbicara soal kontestasi Pilpres 2019 yang sudah mulai berlangsung. Tapi tenang saja, ia tidak mengampanyekan salah satu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Lagu Insya Allah Rhoma bawakan sebagai lagu terakhir. Hampir semua penonton beringas meminta Rhoma kembali tampil usai membawakan lagu tersebut. Ada berteriak ‘we want more’, ada juga yang meneriakkan ‘bang haji, miras belum, bang haji’.

Lagu Begadang dan Nafsu Serakah dibawakan sebagai encore. Pengunjung langsung berteriak ‘lagi lagi lagi’ usai Rhoma membawakan lagu Nafsu Serakah. Sayang Rhoma tak menuruti hingga penampilannya terasa anti klimaks.

Sumber : www.cnnindonesia.com