Komunitas Empat Titik, Wadah Untuk Tunarungu

Persembahan Komunitas Empat Titik saat Kalla Youth Festival 2018 memukau mata para pengunjung, Sabtu (10/11).

Meski memiliki keterbatasan, tidak menghalangi para penyandang disabilitas Tunarungu tersebut untuk tetap berkarya.

Bambang Ramadan (19), pendiri Komunitas ini sangat bangga bisa ikut meramaikan acara terbesar se-Indonesia Timur itu.

Mahasiswa Politeknik Pariwisata Makassar ini, ingin melihat para penyandang Tunarungu di wilayah Makassar dapat terus semangat ditengah keterbatasan.

Komunitas yang terbentuk sejak 9 Juli 2018 sudah memiliki banyak aktivitas diantaranya menari, puisi, dan pantomim.

Meski baru beranggotakan 10 orang yang aktif, Bambang  berharap komunitas ini akan menjadi besar nantinya.

Sumber : www.makassar.tribunnews.com

Komunitas Sakral Independent

Banyak bikers menilai bahwa komunitas Vespa merupakan komunitas dengan jiwa putualangan yang luar biasa. Dengan modal seadanya mereka berani melakukan perjalanan melintasi jauh. Tak hanya melintasi berbagai kota tetapi juga menyeberangi pulau.

Solidaritas yang tertanam pada jiwa setiap pengendara Vespa lawas juga terbilang langkah. “Lho enggak kenal, tapi kalo sudah pake Vespa. Kita saudara,” kata Ketua umum komunitas Vespa Sakral Independent, Rawa Belong, Mohammad Nurdin,seperti yang dikutip dari JawaPos.com.

Berdiri sejak November 2004, Sakral Independen memiliki cara pandang yang jauh berbeda dengan komunitas lain. Meski dihuni oleh sebagaian besar anak muda namun mereka punya semboyan yang out of the box ‘Satukan rasa tanpa ada kata perbedaan’.

Bagi Ketua umumnya yang lebih akrab disapa Chapoenk, moto ini tak sekadar untuk keren-kerenan, tetapi sebagai cara pandang kita membangun komunitas yang solid dalam bingkai solidaritas dan kekeluargaan.

Karena pintu rumah mereka selalu terbuka untuk semua bikers, maka nama Sakral terkenal tak hanya di dalam negeri tetapi hingga manca negara. Bahkan beberapa peturing dari Malaysia, Italia dan beberapa negara Eropa sempat mampir di markasnya di Rawa Belong.

Sebagai anak Vespa, para member juga punya jiwa petualang. Bagi mereka sikap enjoy dalam menjalani hidup akan membuat semua orang melangkah tanpa beban.

Sumber : www.jawapos.com

1.000 Mahasiswa UBM Gabung Komunitas GenPI

Keluarga Generasi Pesona Indonesia (GenPI) semakin besar dengan bergabungnya 1.000 lebih anggota yang merupakan para mahasiswa Universitas Bunda Mulia (UBM) Ancol, Jakarta Utara.

Aktivasi GenPI dilakukan langsung Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Staf Khusus Bidang Komunikasi Don Kardono dan Tenaga Ahli Sustainable Tourism Valerina Daniel. UBM menjadi GenPI pertama di perguruan tinggi non Sekolah Tinggi Pariwisata (STP).

GenPI adalah komunitas netizen (termasuk blogger) yang suka pariwisata. Buat mahasiswa yang suka piknik, suka kulineran, suka foto atau jalan-jalan ke destinasi wisata cocok banget nih. GenPI sifatnya relawan,” kata Arief, dalam kegiatan GenPI Goes to Campus 2018 di Universitas Bunda Mulia, Rabu (5/6).

Arief menambahkan, gabung di GenPI itu asyik dan menyenagkan. Para mahasiswa yang bergabung bakal punya teman banyak se-Indonesia yang memiliki hobi yang sama. Mahasiswa juga bakal mengerti informasi terbaru tentang pariwisata, seperti destinasi baru, kebijakan pemerintah dan event pariwisata Indonesia.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Komunitas Ciliwung Merdeka : Penataan Bukit Duri Tak Libatkan Warga

Ketua Komunitas Ciliwung Merdeka Sandyawan Sumardi menyebutkan, penataan Bukit Duri lewat program Community Action Plan (CAP) oleh Pemprov DKI Jakarta tak melibatkan warga. Sandyawan menyebut penataan itu ternyata hanya mempercantik lingkungan.
Sandyawan mengatakan, Pemprov DKI menggunakan Jakarta Konsultindo sudah mengadakan proyek CAP Bukit Duri. Itu ternyata isinya kebanyakan hanya beautifikasi.
Jakarta Konsultindo yang dimaksud Sandyawan adalah konsultan yang memenangkan lelang penyusunan CAP Bukit Duri senilai Rp 438 miliar. Menurut Sandyawan, Jakarta Konsultindo tidak menyiapkan Kampung Susun seperti yang diminta warga Bukit Duri.
Sandyawan menambahkan, tidak ada substansi persiapan untuk membangun kampung susun itu. Ternyata tidak dianggap ada warga gusuran ini. Dirinya menyayangkan, warga tidak dilibatkan dalam penyusunan CAP tersebut. Menurut dia, CAP dirancang untuk mengembalikan hidup warga.

Sumber : www.megapolitan.kompas.com

Komunitas Mobil dan Motor di Makassar Pakai BBM Berkualitas

Makassar White United, Kawasaki Ninja Racing, Makassar Max Community, dan W175 Chapter Makassar menjajal keunggulan Pertamax kala konvoi, Minggu (2/9/2018).

Saat melepas langsung di SPBU Jl Dr Sam Ratulangi Makassar, Region Manager Retail Fuel Marketing Pertamina MOR VII Sulawesi, I Ketut Permadi Aryakumara pada Tribun Nongki di Selayar Pool Hotel Gammara Jl Metro Tanjung Bunga, menyambut baik penggunaan BBM berkualitas yang digunakan rombongan komunitas.

Pada kesempatan ini, seluruh peserta touring menggunakan BBM jenis Pertamax dengan Research Octane Number (RON) 92, menawarkan efektivitas kinerja mesin sekaligus efisiensi penggunaan bahan bakar.

Selain itu, kedua jenis bahan bakar ini dinilai lebih ramah lingkungan dengan emisi yang rendah, dengan angka sulfur dibawah 50 parts per million (ppm) untuk Pertamax.
Sumber : www.makassar.tribunnews.com

 

Komunitas Motor Ini Mengusung Prinsip Keselamatan Berkendara

Berawal dari sama-sama menyukai pengalaman dengan berkendara motor cb150r, Hidayat Anshari Sinaga dan keempat orang temannya membentuk sebuah komunitas yang dinamakan Street Fire Jari-jari Club.

Komunitas ini sebagai wadah belajar, silaturahmi dan bertukar ilmu tentang sepeda motor yang mereka sukai tersebut.

Meski sering touring, mereka tetap mendahulukan keamanan dan tidak kebut-kebutan, terlebih mereka mewajibkan semua anggota memakai seluruh atribut berkendara sperti helm dan spion. Kepekaan mereka dengan sesama pun dibuktikan dengan beberapa kegiatan sosial yang mereka laksanakan.

Dengan prinsip tertib dan aman dalam berkendara, bagi yang ingin bergabung dengan komunitas ini harus datang kopdar dengan memakai pelengkapan berkendara, seperti helm dan kaca spion yang terpasang.

Sumber : www.medan.tribunnews.com

Komunitas Ibu-ibu Ciptakan Resep Kreatif

Kampung wirausaha yang digagas GarudaFood Sehati berhasil menciptakan komunitas ibu-ibu kreatif, utamanya yang menghasilkan menu makanan dan masakan baru. Program yang dimulai sejak Februari 2017 di Desa Ragajaya, Kabupaten Bogor ini, kini berkembang ke wilayah Kota Bogor Jawa Barat dan Tangerang Selatan, Banten.

Dian Astriana, Head of Corporate Communication GarudaFood mengatakan Kampung Wirausaha bertujuan untuk menggali potensi yang ada dalam diri ibu-ibu dengan mengajak mereka untuk berkreasi dan berinovasi serta mengasah potensi diri yang ada. Selain itu, pihaknya juga memotivasi ibu-ibu untuk pantang menyerah dan tidak berhenti belajar.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak berpikir kreatif dan inovatif baik dalam menciptakan kreasi olahan maupun dalam hal pemasaran produk olahan tersebut. Ibu – ibu yang hadir ini merupakan peserta dari program pemberdayaan masyarakat GarudaFood Sehati yakni Program Kampung Wirausaha yang telah diadakan sejak awal tahun 2018 dengan melibatkan puluhan komunitas ibu-ibu di area Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Tangerang Selatan.

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

Kolaborasi Bareng Ragam Komunitas di Pop Up Station

Seiring dengan berkembangnya teknologi digital, profesi sebagai kreator pun semakin marak bermunculan. Misalnya seperti Youtuber ataupun vlogger yang membahas beragam tema seperti beauty, food, travel, dan masih banyak lagi.

Banyak kreator konten di Indonesia yang awalnya membagi cerita tentang passion-nya lewat media sosial kini menjadi sukses. Sebagian besar mereka memanfaatkan media sosial untuk membagi kisahnya. Pada akhirnya, mereka mendapatkan banyak pengikut dan fans.

Menanggapi fenomena tersebut, AXIS menghadirkan Pop Up Station, sebuah acara sebagai collaboration hub yang ditujukan bagi kreator maupun komunitas untuk mengembangkan kreativitas. Lewat acara ini, kreator hingga komunitas bisa melakukan ragam aktivitas.

Pop Up Station akan diadakan di 9 kota di Indonesia. Pop Up Station pertama akan digelar di Halaman Parkir Sarinah, Jakarta pada 10-30 Agustus. Adapun kota lain yang akan kedatangan Pop Up Station di antaranya Makassar, Jember, Pekanbaru, Bandung, Banjarmasin, Malang, Medan, dan Yogyakarta.

Sumber : www.cnnindonesia.com