Salatiga Potensial sebagai Kota Wisata

Kota Salatiga berpotensial sebagai kota wisata serta untuk pengembangan di sektor jasa.

Hal itu diucapkan Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat memberikan arahan pada Ekspose Data Strategis Tahun 2018 Kota Salatiga.

Yuliyanto pun mencontohkan beberapa bukti, seperti hampir di tiap tahun ribuan pendatang berstatus pelajar atau mahasiswa berada di Salatiga untuk menimba ilmu.

Dan apabila dihitung, ucapnya, setidaknya 1 mahasiswa yang datang ke kota ini di tiap bulannya membawa uang saku untuk pemenuhan kebutuhannya sekitar Rp 1 juta.

Terpisah, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Salatiga Anton Bawono mengamini apa yang disampaikan Yuliyanto.

Sektor pariwisata pada zaman saat ini berperan besar guna mendongkrak perekonomian. Termasuk di Kota Salatiga.

Sumber : www.jateng.tribunnews.com

Air Telaga Biru Cisoka

Di balik keindahan telaga ini, ada kisah di balik birunya air telaga. Menurut salah seorang pengelola Telaga Biru Cisoka, Andi, telaga ini bukanlah telaga yang terbentuk secara alami, namun awalnya terbentuk dari sisa penggalian pasir.

“Telaga Biru Cisoka ini awalnya terbentuk dari bekas galian pasir pada tahun 1999-2005 namun karena proses alam membuat bekas penggalian pasir tersebut mulai digenangi oleh air, dan membentuk tiga telaga dengan kedalaman yang berbeda,” kata Andi seperti yang dikutip dari Viva.co.id di Cisoka, Tangerang.

Andi juga bercerita, awalnya telaga ini tidak memiliki warna biru yang jernih seperti sekarang ini. Dulu, airnya terlihat sangat keruh. Namun seiring dengan berjalannya waktu, telaga ini mengalami perubahan warna, menjadi bersih, bening, dan berwarna biru.

Tapi anehnya, pada salah satu telaga, awalnya memiliki warna biru kini berubah menjadi warna hijau dengan sendirinya.

Melihat pemandangan indah yang ditampilkan oleh telaga biru tersebut, membuat para warga Cisoka akhirnya memutuskan untuk menjadikannya sebagai tempat wisata pada mei 2015. Telaga Biru Cisoka dengan keseluruhan luas 4 hektar ini juga dimanfaatkan para warga sekitar sebagai lahan bisnis kecil-kecilan dengan membuka beberapa kedai kopi, sebagai tempat bersantai para wisatawan yang datang.

Andi juga mengatakan saat ini telaga ini dikelola bekerjasama dengan pemerintah setempat agar wisatawan yang datang merasa nyaman.

Sumber : www.viva.co.id

Tebing Koja Solear, Kandang Godzilla di Tangerang

Tebing Koja mulai dikenal warga karena sempat viral di jejaring sosial sekitar pertengahan tahun lalu. Lokasinya di Kampung Koja, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten.

Tempat ini juga dijuluki Kandang Godzilla karena di sana ada sebongkah tebing batu yang bentuknya mirip dengan kadal raksasa dari film Hollywood itu. Selain itu, kondisi alamnya memang mirip dengan habitat dinosaurus di film-film dokumenter arkeologi.

Tebing Koja dikelola oleh satu keluarga besar yang menjadi pewaris tanahnya. Awalnya area ini adalah lahan penggalian pasir yang dimiliki Syarifudin. Setelah tidak bisa dieksploitasi lagi, anak-anak Syarifudin memanfaatkannya untuk bercocok tanam kecil-kecilan.

Lahan itu juga menjadi tempat bermain untuk anak-anak kampung. Salah satu di antaranya lantas memotret dan mengunggah fotonya ke Facebook. Dari sana banyak netizen yang kepincut dengan cantiknya pemandangan Tebing Koja dan berniat untuk menyaksikan sendiri.

Untuk memasuki kawasan wisata itu, para pemiliknya memasang tarif Rp3.000,- untuk satu orang ditambah parkir Rp3.000,-. Dengan merogoh kocek tak sapai Rp10.000,-, kita sudah bisa menikmati panorama Tebing Koja.

 

Sumber : www.merdeka.com

Wisata Alam Bur Telege

                             Sumber Foto : www.viva.co.id

Destinasi wisata terpopuler saat ini di Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Lokasi wisata ini bernama Bur Telege yang terletak di atas perbukitan Desa Bale Bujang, Aceh Tengah. Berbagai macam spot berfoto unik dengan bertuliskan kata-kata dalam bahasa Gayo dengan latar belakang pemandangan alam gugusan perbukitan dan Kota Takengon tersedia di sini. Selain itu sejumlah wahana permainan seperti flying fox hingga wahana bermain anak juga bisa dinikmati. Wisata alam diatas perbukitan ini kian populer seiring banyaknya foto yang di unggah di media sosial oleh pengunjung dari berbagai daerah di Aceh. Bur Telege merupakan destinasi wisata di Aceh yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMD) dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat dan pemuda. Kini wisata ini telah mendapat bantuan dari Kementerian Desa untuk pembuatan jalan setapak dan MCK.

Sumber : www.tribunnews.com

Kemenpar Perluas Pasar Wisata Lewat Pameran IT dan CMA

Kementerian Pariwisata serius menggarap potensi MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition), salah satunya dengan mengikuti pameran Incentive Travel & Convention, Meeting Asia (IT&CMA) 2018, di Bangkok Convention Centre, Thailand, 18-20 September 2018.

IT&CMA adalah salah satu pameran strategis yang bisa mendongkrak sektor MICE. Pasalnya, IT&CMA merupakan pameran MICE terbesar di Asia Pasifik yang telah dimulai sejak tahun 1993.

Selain itu, IT&CMA juga dilengkapi dengan platform khusus untuk memenuhi kepentingan para penjual dan pembeli. Platform ini bisa menemukan dan merancang pertemuan yang relevan dan dinamis.

Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani, sangat antusias menanggapi keikutsertaan Wonderful Indonesia di ajang ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut positif keikutsertaan Indonesia di ajang IT&CMA 2018 ini, sebab Indonesia dengan segala kekuatan yang dimilikinya sangat potensial bagi wisata MICE.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Buku Panduan Wisata Sejarah Aceh

Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) meluncurkan buku dengan judul melintasi jejak perjalanan sejarah Aceh. Buku setebal 106 halaman itu berisi 21 bagian itu bercerita obyek wisata sejarah di seluruh Aceh. Menariknya, buku dicetak full colour ini layak menjadi panduan wisatawan yang ingin mengunjungi sejumlah situs destinasi sejarah di provinsi yang menerapkan syariat Islam itu. Misalnya, menampilkan sejumlah foto berwarna seperti stempel kerajaan era Sultan Malikussaleh, di Kerajaan Samudera Pasai, Kabupaten Aceh Utara. Editor buku jejak perjalanan sejarah Aceh, Mizuar Mahdi, menyebutkan seluruh bagian buku itu disajikan dengan gaya populer. Versi digital destinasi sejarah juga ditampilkan pada website mapesaaceh.com.

Sumber : www.travel.kompas.com

Air Terjun Tiu Dua di Sumbawa

Air Terjun Tiu Dua berada di Desa Batudulang, Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Ekowisata yang dikembangkan sekelompok pemuda desa ini telah dua tahun dikelola desa.

Kasi Pemerintahan Desa Batudulang, Khairudin mengatakan, wisata Tiu Dua rencananya akan dikelola secara profesional oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Untuk sementara waktu, pengelolaan wisata masih dipercayakan kepada Pokdarwis.

Tak hanya Air Terjun Tiu Dua, Desa Batudulang juga memiliki spot wisata lain yang diberi nama menara spot selfie. Spot wisata ini menyajikan pemandangan luas dari ketinggian yang sangat cocok untuk dijadikan spot selfie.

Penasaran?? Yuuk rencanakan liburan kamu ke Air Terjun Tiu Dua Sumbawa!!

Sumber : www.nasional.tempo.co

Pantai Lancok, Pilihan Wisata Pantai di Aceh Utara

Jejeran pondok dengan pohon nan rimbun terlihat dari kejauhan di Pantai Lancok, Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara. Tahun lalu, pedagang dan masyarakat lokal tak seramai sekarang membuka warung dan pondok di bibir pantai yang menghadap Selat Malaka itu.

Pantai itu mulai ramai dikunjungi sejak pukul 10.00 WIB hingga sore hari. Penerapan syariat Islam membuat pantai itu disepakati tutup hingga sore hari.
Untuk menuju ke sana, gunakanlah jalan nasional Medan-Banda Aceh. Setiba di Lapangan Sepak Bola, Keudee Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, berbeloklah ke kiri. Ikuti jalan di samping lapangan tersebut hingga ujung.
Azmi, seorang pemilik warung yang baru buka tiga bulan terakhir ini berharap, segera dilakukan pembenahan infrastruktur wisata di kawasan tersebut. Misalnya jalan diperlebar, sarana mandi cuci kakus juga disiapkan.

Sumber : www.travel.kompas.com

Destinasi Wisata Religi Makam Kyai Dudo Mulai Dipugar

Wali Kota Magelang mengusulkan pemugaran pada komplek makam Kyai Dudo di Kampung Dudan, Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Tengah.

Makam tersebut dinilai memiliki potensi wisata yang dimiliki cukup besar, dilihat dari banyak pengunjung yang berdatangan dari berbagai daerah untuk berziarah.

Usulan tersebut disampaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) yang kemudian ditindaklanjuti melalui Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan (Satker PBL) Direktorat Jenderal Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah.

Potensi wisata ini dilihat dari banyaknya pengunjung yang berdatangan dari berbagai daerah ke kompleks makam Kyai Dudo setiap Bulan Syaban atau saat tradisi Nyadran.

Sumber : www.jogja.tribunnews.com

Blangsinga Waterfall Tujuan Wisata Favorit

Blangsinga Waterfall di Banjar Blangsinga, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, sebuah objek pariwisata tukad (sungai), yang saat ini digandrungi wisatawan.

Bahkan, objek wisata yang merupakan bagian dari sungai bersejarah, Tukad Petanu ini berhasil menyedot 500 wisatawan per harinya. Pendapatan per bulan dari retribusi tiket masuk mencapai Rp 60 juta.

Sebelum tahun 2016, tepatnya di kawasan yang saat ini menjadi lahan parkir pengunjung, merupakan tempat pembuangan sampah warga banjar maupun sampah upakara.

Padahal saat ini, sejumlah wisatawan sudah melirik lokasi ini lantaran berada di atas air terjun terkenal yakni Air Terjun Tegenungan.

Bercermin dari kondisi tersebut, sejumlah warga Banjar Blangsinga, yakni I Made Suanta, Ketut Anggur, Nyoman Kolok, I Ketut Sudarpa, dan Ngurah Jes yang bekerja di dunia pariwisata, bahu membahu melakukan permbersihan kawasan tersebut.

Tujuan mereka hanya satu, menjadikan banjarnya sebagai tujuan wisata yang nyaman dan bersih.

Objek wisata Blangsinga Waterfall tidak hanya menjadi sumber pendapatan untuk memajukan banjar atau Desa Pakraman Blangsinga.

Tempat ini juga menjadi wadah generasi muda untuk belajar atau mengasah kemampuan berbahasa asing.

Destinasi wisata ini dapat dikata hampir setiap hari selalu dikunjungi wisatawan mancanegara.

Sumber : www.bali.tribunnews.com