Destinasi Wisata Religi Makam Kyai Dudo Mulai Dipugar

Wali Kota Magelang mengusulkan pemugaran pada komplek makam Kyai Dudo di Kampung Dudan, Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Tengah.

Makam tersebut dinilai memiliki potensi wisata yang dimiliki cukup besar, dilihat dari banyak pengunjung yang berdatangan dari berbagai daerah untuk berziarah.

Usulan tersebut disampaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) yang kemudian ditindaklanjuti melalui Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan (Satker PBL) Direktorat Jenderal Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah.

Potensi wisata ini dilihat dari banyaknya pengunjung yang berdatangan dari berbagai daerah ke kompleks makam Kyai Dudo setiap Bulan Syaban atau saat tradisi Nyadran.

Sumber : www.jogja.tribunnews.com

Blangsinga Waterfall Tujuan Wisata Favorit

Blangsinga Waterfall di Banjar Blangsinga, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, sebuah objek pariwisata tukad (sungai), yang saat ini digandrungi wisatawan.

Bahkan, objek wisata yang merupakan bagian dari sungai bersejarah, Tukad Petanu ini berhasil menyedot 500 wisatawan per harinya. Pendapatan per bulan dari retribusi tiket masuk mencapai Rp 60 juta.

Sebelum tahun 2016, tepatnya di kawasan yang saat ini menjadi lahan parkir pengunjung, merupakan tempat pembuangan sampah warga banjar maupun sampah upakara.

Padahal saat ini, sejumlah wisatawan sudah melirik lokasi ini lantaran berada di atas air terjun terkenal yakni Air Terjun Tegenungan.

Bercermin dari kondisi tersebut, sejumlah warga Banjar Blangsinga, yakni I Made Suanta, Ketut Anggur, Nyoman Kolok, I Ketut Sudarpa, dan Ngurah Jes yang bekerja di dunia pariwisata, bahu membahu melakukan permbersihan kawasan tersebut.

Tujuan mereka hanya satu, menjadikan banjarnya sebagai tujuan wisata yang nyaman dan bersih.

Objek wisata Blangsinga Waterfall tidak hanya menjadi sumber pendapatan untuk memajukan banjar atau Desa Pakraman Blangsinga.

Tempat ini juga menjadi wadah generasi muda untuk belajar atau mengasah kemampuan berbahasa asing.

Destinasi wisata ini dapat dikata hampir setiap hari selalu dikunjungi wisatawan mancanegara.

Sumber : www.bali.tribunnews.com

 

Ketua DPR Dorong Kemenpar Genjot Destinasi Wisata Halal

Ketua DPR Bambang Soesatyo memberi perhatian kepada sektor wisata halal. Pria yang akrab disapa Bamsoet itu berharap makin banyak daerah yang memiliki destinasi wisata halal.

Ia menilai, belum semua daerah lokasi pelesiran memenuhi syarat sebagai destinasi wisata halal.

Bamsoet mengharapkan Kementerian Pariwisata(Kemenpar) segera melakukan langkah taktis dalam membangun kesadaran pasar wisata halal.

Wakil rakyat dari Partai Golkar itu mendorong Kemenpar menggandeng pemerintah daerah, akademisi, pebisnis atau pelaku industri wisata, komunitas dan media.

Bamsoet mengharapkan kementerian yang kini dipimpin Arief Yahya itu membangun sinergi dengan unsur-unsur tersebut.

Sumber : www.liputan6.com

 

Bendungan Logung di Kudus

Pemerintah menargetkan proyek pembangunan Bendungan Logung, Kabupaten Kudus, selesai pada 2018. Nantinya, bendungan akan diresmikan antara Oktober atau November.

Karenanya, selain untuk memasok air baku, bendungan ini juga akan dijadikan sarana wisata. Hal itu mengemuka saat Pejabat (Pj) Bupati Kudus Riena Retnaningrum meninjau ke lokasi proyek di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kudus, Kamis (30/8/2018).

Menurutnya, dengan menjadi destinasi wisata, praktis masyarakat sekitar mutlak dilibatkan. Mereka akan membentuk kelompok masyarakat sadar wisata.

Mereka juga akan melakukan inovasi agar Bendungan Logung yang jadi destinasi wisata, menarik minat warga.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan BBWS Pemali Juana Zulfan Arief Mustafa menuturkan progres Bendungan Logung sekarang sudah 92%.

Sumber : www.finance.detik.com

Ngalam Travel Mart 2018 Coba Gali Potensi Wisata Tersembunyi di Malang

Malang Travel Community (MTC), asoiasi biro perjalanan wisata di Malang Raya akan menyelenggarakan event pariwisata, Ngalam Travel Mart (NTM) 2018. Dalam event yang akan berlangsung selama empat hari itu (12-15 November 2018), MTC akan mempertemukan buyer dan seller pariwisata melalui kegiatan table top. Rencananya, akan ada 75 seller yang terdiri dari agen wisata dan 150 buyer yang terdiri dari pengelola wisata dalam event tersebut.

Kegiatan itu akan berlangsung selama tiga hari dan akan mengunjungi Kampung Warna – warni, Kampung Tridi dan Kampung Keramik Dinoyo, Kota Malang. Setelah itu, para agen wisata itu akan diajak ke Desa Wisata Gubuk Klakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Di desa itu, para agen wisata akan menginap di 80 rumah warga. Setelah itu, para agen akan diajak untuk melihat potensi wisata yang ada di lokasi tersebut. Diantaranya ada river tubbing Sungai Amprong, petik apel dan wisata edukasi perah susu sapi.
Semua lokasi wisata yang akan dikunjungi dalam event tersebut merupakan lokasi wisata yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Sumber : www.travel.kompas.com

Kete Kesu Jadi Objek Wisata dengan Pendapatan Tertinggi di Toraja

Kabupaten Toraja Utara dikenal karena objek wisatanya yang unik dan beragam di mata para pengunjung, baik wisatawan asing maupun lokal.

Di tahun 2018, sejak bulan Januari hingga Agustus, objek wisata tertinggi Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah kawasan objek wisata Kete Kesu milik Yayasan Kete Kesu, yang bekerjasama dengan pemerintah daerah.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Toraja Utara, Harli Patriatno kepada TribunToraja.com, Senin (20/8/2018).

Menurutnya, wisata Kete Kesu menjadi makin dikenal wisatawan karena sudah dinobatkan sebagai kampung adat terpopuler (Most Popular Traditional Village) pada Malam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017.

Sumber : www.makassar.tribunnews.com

Kampung Wisata Cikadu

Pembangunan infrastruktur untuk mengembangkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Tanjung Lesung, Provinsi Banten, terus dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kawasan Tanjung Lesung direncanakan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten bagian selatan. Sebab kawasan ini merupakan salah satu dari 10 KSPN prioritas yang ditetapkan Pemerintah untuk dikembangkan dan salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa pembangunan kawasan pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu dengan infrastruktur, terutama  jalan, sanitasi, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk berdasarkan rencana induk pembangunan infrastruktur.

Penanganan infrastruktur permukiman untuk mendukung KSPN Prioritas dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu infrastruktur yang langsung menunjang lokasi wisata dan yang menunjang permukiman (kawasan penyangga) di sekitar lokasi tujuan wisata. Pembangunan KSPN Tanjung Lesung dilakukan sejak tahun 2016 hingga 2018 dengan total anggaran sebesar Rp 80,9 miliar melalui Ditjen Cipta Karya.

Di samping itu dilakukan peningkatan konektivitas oleh Kementerian PUPR dengan meningkatkan kondisi jalan nasional yang lebih mantap menuju kawasan tersebut serta pembangunan jalan tol Serang-Panimbang sepanjang 83,6 km.

Pembangunan Tol Serang-Panimbang saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan dan ditargetkan akan operasional secara bertahap mulai tahun 2019. 

Sumber : www.ekbis.rmol.co

Menpar : Pemudik eksplorasi jalur wisata #PesonaMudik2018

   Sumber Foto : Tempatwisatakeluarga.com

Libur lebaran menjadi momentum bagi Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan jumlah perjalanan wisatawan. Mengusung program #PesonaMudik2018 Kemenpar mengajak para pemudik untuk mengeksplorasi destinasi potensial.

 
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, untuk para pemudik, waktumu tidak banyak. Bisa direncanakan dengan baik destinasi apa, kuliner apa yang ingin dikunjungi dengan mengikuti hastag #PesonaMudik2018.
 
Dirinya juga menambahkan, program tersebut merupakan runtutan program yang dibuat saat awal Ramadan. Pada dua bulan sebelum ramadan ada program hot deals. Program low season menjadi high season itulah muncul hot deals Ramadan untuk wisatawan mancanegara.
 
Menpar memprediksi mudik lebaran tahun ini mencapai 20 juta orang. Sehingga dapat menggerakan kembali wisnus yang selama bulan Ramadan ini diperkirakan turun hingga 50 persen. 
Kemenpar sendiri telah menjalin kerjasama co-branding dengan lebih dari 100 brand. 37 brand diantaranya adalah brand oleh-oleh artis kekinian. Brand ini ikut membantu mempromosikan program wisata mudik lebaran di berbagai kota. Seperti Bogor, Yogyakarta, Solo, Makassar, dan banyak lagi.
Sumber : www.kumparan.com

Payung Terbang Gang Bhakti

Jalan Bhakti, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok, saat ini punya nuansa yang berbeda. Tepat di RT 6 dan RT 12 kamu bisa melihat deretan payung bergantung pada seutas kawat yang melintang di Jalan Bhakti.

Suasana asri juga terasa di jalan kecil tersebut. Gagasan menghiasi jalan itu muncul dari Ketua RW 10, Kelurahan Tugu, Ady Supratikto (54). Mulanya, Ady membina berbagai usaha kecil menengah warganya. Dia turun langsung melatih warga membuat berbagai produk panganan seperti telur asin dan tempe selepas menjabat Ketua RW pada Januari 2017.‎

Ady mulai mencari-cari konsep menarik agar pengunjung berdatangan. Tak hanya itu, dia mengunjungi kampung warna-warni di Malang, Jawa Timur, pada Januari 2018.

Di sana, dia melihat beberapa kampung tematik yang mengangkat keunikan warna dan lukisan tiga dimensi. Kunjungan itu memuncukan ide kreatif Ady.

Akhirnya, gagasan tersebut terwujud. Warga melakukan kerja bakti mulai mengecat tembok dan jalan. Namun, tembok dan jalan yang berlumur cat belum memuaskan Ady. Pasalnya, kampung yang mengusung konsep warna dan lukisan sudah ada di Depok.

Bermodalkan uang Rp 5 juta dari iuran warga, gang kecil itu berubah menjadi salah satu lokasi wisata alternatif Depok.‎ Payung dipilih untuk lebih menarik kedatangan pengunjung. Selain teduh, deretan payung beragam warna pun menjadi ciri tersendiri Jalan Bhakti.

          Sumber Foto : www.pikiran-rakyat.com

Kampung kreatif lain bisa ditemukan di Gang Kapuk, Pondok Cina. Warga melukis tembok rumah mereka dengan berbagai gambar yang mengangkat budaya betawi.

Munculnya kampung-kampung kreatif itu banyak diawali gagasan warga setempat. Dengan dana alakadarnya, mereka mampu menjadikan tembok rumah, jalanan menjadi media kreatifitas warga.

 

Penasaran???

Yuuk…jadwalin waktu kamu bersama keluarga, untuk mengunjungi Payung Terbang Gang Bhakti atau Lukisan Budaya Gang Kapuk, Depok.

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

Liburan Hemat Ala Mahasiswa, Bahagia Tanpa Menguras Kantong

Status masih mahasiswa dengan uang jatah bulanan pas-pasan bukan sebuah halangan buat liburan seru dan membuat hati bahagia. Tentu saja, ada tips dan triknya buat liburan tanpa menguras kantong, tapi perjalanan tetap seru dan menyenangkan.

Cobain deh beberapa tips dan trik berikut ini, dijamin kamu bisa liburan ke mana saja yang kamu mau tanpa menghabiskan semua tabungan yang ada.

Tentukan tujuan sejak jauh hari

Hal pertama yang wajib banget kamu lakukan buat liburan hemat adalah menentukan tujuan sejak jauh hari. Kenapa? Dengan menentukan tujuan sejak lama, kamu bisa memperkirakan berapa biaya yang kamu perlukan buat perjalanannya nanti. Tentukan juga tempat wisata mana yang mau dikunjungi, cari info berapa ongkos transportasi ke sana, berapa tiket masuknya dan berbagai info penting lain di tempat tujuan. Setelah menemukan lokasi dan budget yang diperlukan, sekarang masuk ke langkah berikutnya.

Menabung dan cari penghasilan tambahan

Uang bulanan dari ortu cuma cukup buat ongkos sehari-hari? Coba hitung ulang dan cari celah biar kamu bisa menabung. Cara gampangnya adalah dengan membawa bekal makan dari rumah, jadi ongkos makan di kampus bisa disimpan buat tabungan liburan.

Cara lain adalah dengan cari kerjaan sambilan yang gampang. Misalnya jadi ojek online yang bisa kamu lakukan di sela jadwal kuliah. Pendapatannya lumayan, dan waktunya pun fleksibel. Hasilnya, ditabung buat modal liburan.

Rajin cari promo di internet

Setelah sejumlah uang terkumpul, mulailah rajin berburu promo tiket online. Rajin-rajinlah cek website agen perjalanan seperti Traveloka.com, jangan lupa cek juga menu promo yang ada di laman awal. Jangan segan pula buat subscribe newsletter Traveloka, biasanya banyak promo tiket online ke berbagai tujuan yang disebarkan lewat newsletter. Ada juga promo tiket online yang diumumkan lewat akun media sosial. Jadi, follow aja!

Manfaatkan teman atau saudara di kota tujuan

Sebelum berangkat ke kota tujuan, coba hubungi teman atau saudara yang tinggal di sana. Mintalah izin untuk numpang menginap selama beberapa hari di tempat relasi atau kerabat. Penginapan adalah salah satu pengeluaran terbesar selama liburan. Dengan menginap di tempat kerabat, kamu menghemat tidak hanya ratusan ribu, bahkan bisa jutaan rupiah. Lumayan kan?

Hemat biaya makan di perjalanan

Selain penginapan, budget lain yang biasanya bengkak adalah di makanan. Biayanya bisa jadi besar banget kalau kamu membeli di tempat wisata. Karena itulah, bawa saja bekal lauk dari rumah. Kamu bisa membawa abon, rendang atau makanan instan buat teman selama perjalanan.

Sesekali makan di warung boleh lah, mencicip kuliner lokal. Pilih saja makanan di warung tradisional, biar biaya perjalanan kamu nggak bengkak banyak.

Ajak teman

Mengajak teman adalah trik buat menghemat banyak biaya. Semakin banyak teman yang liburan bareng kamu, makin banyak pula biaya yang bisa kamu bagi bersama mereka. Mulai dari biaya makan, ongkos transportasi dan penginapan.

Asyiknya lagi, kalau kamu liburan bareng teman, nggak perlu bingung dengan foto-foto selama di tempat liburan. Kalian bisa saling bergantian memotret buat diupload di Instagram.

Nah, ternyata banyak cara buat liburan tanpa membuat kantong jadi bolong kan?

Sumber : Juhery Simarmata Travel Blogger