Destinasi Wisata Baru di Wonogiri

Wonogiri memiliki destinasi wisata baru, namanya Sungai Mahoni. Berlokasi di Sumberejo, Jatisrono, Wonogiri, Jawa Tengah, wisata ini baru beberapa waktu lalu diresmikan. Tepatnya pada tanggal 10 April 2019. Di Wisata Sungai Mahoni pengunjung bisa berfoto-foto di lokasi top selfie yang memang disediakan sebagai ajang untuk berfoto. Barisan bunga-bunga ditata cantik, terdapat pula jajaran payung-payung yang digantung yang membuat lokasi ini makin instagramable. Nama Sungai Mahoni lantaran di lokasi ini terdapat aliran sungai yang mengairi persawahan warga dan adanya pohon-pohon mahoni di sekitar lokasi wisata.

Untuk masuk ke area Sungai Mahoni, pengunjung cukup membayar Rp 3.000 saja. Tempat wisata ini buka setiap hari dari sekitar pukul 08.00 WIB hingga malam hari.

Nantinya, di lokasi ini juga akan dibangun Taman Bunga Celosia yang rencananya akan selesai sebelum Idul Fitri.

Sumber : www.travel.kompas.com

Pantai Kawasi Halmahera Selatan

Sejumlah warga Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara berpartisipasi membenahi objek wisata pantai pasir putih Kawasi dengan mengangkat seluruh sampah dan sosialisasi mengenai pengembangan pantai tersebut.

Pemerhati lingkungan Desa Kawasi, Ida Nurdin dihubungi saat dihubungi dari Ternate, Minggu mengatakan, sosialisasi pengembangan pantai Kawasi harus terus digalakkan, terutama bagi warga di sekitar pantai pasir putih untuk tidak membuang sampah di kawasan itu.

Sebab, pantai pasir putih Kawasi merupakan salah satu objek wisata andalan yang bisa dimanfaatkan warga saat berlibur ke Pulau Obi, karena memiliki pantai indah untuk dikembangkan sebagai objek wisata di Kabupaten Halsel.

Olehnya itu, pihaknya menggandeng CSR Harita Nickle Division untuk mendukung program bebas sampah dengan menyediakan tempat sampah berwarna yang disesuaikan dengan jenis sampah, masyarakat semakin mudah dalam membuang sampah.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Tanjung Puting Buat Wisatawan Nordik Terpukau

                       Sumber Foto : www.genpi.co

Destinasi wisata Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, sukses memukau peserta famtrip asal Nordik, sebutan untuk negara-negara di kawasan Eropa Timur dan Atlantik Utara. Eksplorasi Tanjung Puting dilakukan 22-24 April 2019.

Famtrip diikuti 14 peserta, sebanyak 8 orang berasal dari agen travel. Ikut bergabung juga 6 media dengan asal Belgia, Norwegia, dan Denmark.

Primata menjadi daya tarik utama TN Tanjung Puting. Di sini ada 38 jenis mamalia. Dari angka itu, 7 diantaranya sangat familiar. Ada Orangutan Kalimantan (pongo pygmaeus), Bekantan (nasalis larvatus), dan Owa Kalimantan (hylobates agilis). Ada juga Beruang madu (helarctos malayanus), Rusa Sambar, Kijang Muncak (muntiacus muntjak), hingga mamalia air Duyung (dugong dugong).

Kawasan Nordik memiliki potensi besar sebagai tambang wisman. Nordik berpotensi sebagai kontributor sebanyak 24,3% dari target Wisman Eropa lainnya tahun ini. Angka riilnya sekitar 780.000 orang wisatawan dari negara Eropa lainnya, di luar fokus pasar Eropa.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, program famtrip sangat efektif untuk penguatan branding. Program ini juga memberi ruang lebih bagi para TA/TO untuk mengembangkan paket wisatanya.

Sumber : www.travel.detik.com

Rob Adang Pengembangan Wisata Pantai Pekalongan

Pengembangan kawasan wisata pantai di Kota Pekalongan, Jawa Tengah terkendala rob atau limpasan air laut ke daratan. Alhasil tingkat kunjungan wisatawan ke objek wisata tersebut tak naik-naik.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan Nur Slamet mengatakan rob menjadi masalah dalam pengembangan kawasan wisata pantai di daerah itu, terutama pada objek wisata Pantai Pasir Kencana.”Untuk menuju lokasi objek wisata Pantai Pasir Kencana, masyarakat atau wisatawan harus melintasi sejumlah akses jalan yang tergenang rob sehingga mereka enggan melintas karena takut kendaraannya rusak. Tentunya hal itu berdampak terhadap tingkat kunjungan,” katanya di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (27/4/2019).

Menurut dia, rob yang menerjang sejumlah wilayah di kawasan pantai juga merusak sarana dan prasarana yang ada di objek wisata terutama pada bangunan yang terbuat dari besi. “Sejauh ini jumlah kunjungan wisatawan ke lokasi obyek Wisata Pantai Pasir Kencana fluktuatif, terkadang ramai namun pada bulan tertentu sepi,” katanya.

Sumber : www.semarang.solopos.com

Tebing Breksi Yogyakarta

Kawasan wisata Tebing Breksi di Desa Sambirejo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, awalnya merupakan tempat penambangan batu alam untuk material bangunan. Sejak 2014, pemerintah setempat menutup kegiatan pertambangan demi kelestarian lingkungan.

Penduduk sekitar kemudian menyulap kawasan Tebing Breksi menjadi objek wisata, khususnya bagi para penggemar swafoto. Kepala Desa Sambirejo Sleman, Mujiyono mengatakan, saat masih menjadi kawasan pertambangan, Tebing Breksi hanya menyerap tenaga kerja tak lebih dari 46 orang kepala keluarga di desa itu.

Mujiyono menambahkan, tercatat sekitar 5.000 warga Desa Sambirejo yang mayoritas bekerja sebagai petani. Dengan dibukanya kawasan wisata Tebing Breksi sejak akhir 2016 itu, penduduk di sana bisa melakukan pekerjaan yang lebih variatif. Misalnya, ada yang membuka warung makan, berdagang cinderamata, pemandu wisata, mengelola kawasan parkir, menyewakan kendaraan, dan lainnya.

Sumber : www.travel.tempo.co

Festival Kuliner di Yogyakarta

Bicara soal potensi kuliner, Yogyakarta adalah salah satu kota yang memiliki hidangan kuliner begitu banyak. Tahukah Anda bahwa sebetulnya Yogyakarta menyimpan begitu banyak ragam kuliner yang bisa dinikmati.

Sebut saja mulai dari kuliner favorit Yogyakarta dari yang legendaris hingga yang tengah hits di kalangan pencinta dan penikmat makanan, contohnya Gudeg Yu Djum, Oseng Mercon Bu Narti, Sate Klathak Pak Jede, Jadah Tempe, Jejamuran, Ceker Huhah, Bakmi Kadin, Mie Setan, Bakpia Kukus Tugu, Martabak Markobar, hingga Mangkok Kelapa.

Menyadari Marlina Handayani, S.Pd, M.M, selaku Kepala Seksi Pelayanan Informasi Pariwisata, Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, pun menggelar festival kuliner untuk pengembangan sektor wisata kuliner.

Marlina menambahkan, acara festival kuliner memang bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk pariwisata suatu daerah. Menurutnya, kegiatan ini akan memberikan banyak peluang di masyarakat.

Sumber : www.lifestyle.okezone.com

Bendung Karet Depan Terminal Tirtonadi Jadi Obyek Wisata Baru

Kota Solo mempunyai obyek wisata favorit baru. Bendung karet di depan Terminal Tirtonadi yang dulu kurang terawat, disulap menjadi tempat yang indah sehingga banyak dikunjungi. Tak hanya warga Solo, warga kota lain pun ikut berkunjung untuk menikmati suasana maupun sekadar berswafoto.

Di lokasi sungai yang sudah direvitalisasi tersebut, Pemkot Solo menebar 810.000 benih ikan nila merah. Pemkot Solo berencana menjadikan bendungan yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU PR) ini menjadi obyek wisata andalan.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, tebar benih ini dilakukan agar masyarakat bisa memancing di Bendung Karet Tirtonadi. Apalagi nantinya lokasi ini dapat menjadi tujuan wisata bagi masyarakat.

Bendung karet tersebut nantinya masih akan dilakukan penataan sanitasi dan kebersihan sungai dari sampah. Pihaknya akan mengupayakan agar pemancing tidak membuang sampah di sini.

Rudyatmo menambahkan, Pemkot Solo segera menerjunkan personel pengamanan untuk mengawasi Bendung Karet Tirtonadi selama 24 jam. Hal itu dilakukan guna menjaga kawasan setempat bebas dari pencemaran.

Sumber : www.merdeka.com

Kampung Flory Diusulkan Jadi Wisata Baru Populer

                   Sumber Foto : www.republika.co.id

Desa Wisata Kampung Flory memang begitu memikat. Walau masih terbilang baru, namanya sudah terkenal secara nasional dan kerap menjadi contoh sukses pengembangan perekonomian masyarakat desa.

Kampung Flory tidak cuma mendapatkan kepopuleran tinggi di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Sleman. Bahkan, posisinya sebagai destinasi wisata tidak pula cuma tersohor di sekitaran DIY.

Walau belum genap berusia satu tahun, nama Kampung Flory sudah dikenal hampir masyarakat Indonesia. Setidaknya, mereka yang memiliki hobi wisata di Indonesia sudah hampir pasti mengenal Kampung Flory.

Kampung Flory berada di Dusun Jugangpangukan Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, DIY. Agrowisata seluas 4,5 hektare itu menjadi satu contoh sukses sinergi pemuda dan desa.

Pada peresmiannya, Pembina Kampung Flory Sudihartono menuturkan ada berbagai obyek wisata mulai zona taruna tani, zona agro buah, zona bali ndeso, dan zona desa wisata edukasi.

Tertarik untuk liburan kesana??

Yuukk siapkan akhir pekan ini untuk ke “Kampung Flory”.

Sumber : www.republika.co.id

Berwisata Sambil Melukis Membawa Anak Berprestasi

Abang none, buat mengembangkan minat dan bakat anak bangsa dalam bidang pendidikan seni lukis dan gambar, di 2019 ini, Kemendikbud RI yang membina Museum Basoeki Abdullah menggelar Wisata menggambar dengan mengambil lokasi di Taman Margasatwa Ragunan Jakarta selatan (Panggung utama), acara yang digelar selasa 12 Maret 2019 ini juga melibatkan hampir 50 siswa siswi SLTP perwakilan dari berbagai sekolah di jabodetbaek yang memiliki bakat seni melukis dan gambar.

Mpok Maeva Salmah kepala Museum Basoeki Abdullah kepade Bens Radio bilang, tema diangkat tentang Mitologi (Dewi Sri – Dewi pertanian/ Dewi Padi ) sebab 2019 ini Museum Basoeki Abdullah sedang mengusung kegiatan besar BA-AA atau Basoeki Abdullah Art Award yang ke 3 .

Dan Kebun Binatang Ragunan Jakarta Selatan dipilih sebagai tempat yang inovatif dan Ikon Kota Jakarta (Betawi) sebagai belajar sambil berwisata fauna serta diharapkan dapat meningkatkan karakter didik peserta dan menumbuh kembangkan bakat serta minat peserta di bidang seni lukis dan gambar, sehingga melahirkan para pelukis Muda Millenial yang mengetahui sejarah. Mpok Maeva menambahkan, Museum Basoeki Abdullah (Kemendikbud RI) juga akan memberikan hadiah hiburan kepada 5 siswa-siswi terbaik yang melukis Dewi Sri kali ini.

Seperti diketahui, lanjut Mpok Maeva, kegiatan wisata Museum Basoeki Abdullah yang meilbatkan anak anak SLTP berbakat ini adalah kegiatan tahunan, yang juga pernah diadakan di kawasan pantai, atau lokasi-lokasi wisata pendidikan lainnya.

Sumber : Aldin – Kemendikbud RI

Wisata Instagramable

Ingin berwisata tapi memiliki dana dan waktu yang terbatas? Jangan khawatir, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan ada 1.734 desa yang berpotensi menjadi desa wisata. Potensi pada 2018 tersebut, bertambah banyak dibandingkan potensi pada 2014 yang hanya 1.302 potensi desa wisata.

Potensi yang disampaikan BPS tersebut, sudah digali serta dikembangkan sejumlah pemerintah daerah untuk lebih memajukan daerahnya. Ya, dari sisi pengembangan ekonomi daerah dari sisi potensi destinasi wisata.

Nah terkait itu, pemerintah daerah juga bisa memanfaatkan dana desa untuk mengembangkan potensi wisata. Salah satu daerah yang berhasil memanfaatkan sebagian dana desa untuk pengembangan objek wisata adalah Desa Ponggok di Klaten, Jawa Tengah. Dengan mengembangkan potensi wisata air Umbul Ponggok, Desa Ponggok berhasil mengantongi Rp 14 miliar per tahun.

Sumber : www.news.detik.com