Kampung Londo di Jember

Sumber Foto : www.FaktualNews.co

Bagi Anda yang suka sejarah atau sekadar ingin bersantai, bisa mampir ke Kampung Londo yang ada di Jember. Pada zaman kolonial Belanda, tempat tersebut merupakan perumahan para pekerja pabrik gula.

Kampung Londo berada di Kecamatan Kencong Kabupaten Jember. Itu merupakan tempat liburan keluarga yang ingin merasakan suasana atau melihat bangunan zaman kolonial. Tempatnya berada di tepi jalur utama jalan raya Jember-Lumajang.

Kampung Londo merupakan konsep wisata yang dikembangkan pemerintah kecamatan setempat bersama masyarakat, yang merupakan bagian dari Jargon Kencong Kota Tua. Destinasi yang cocok untuk wisata keluarga itu berada di lahan milik PG Gunung Sari yang kini dikelola oleh PG Semboro PTPN 11.

Lokasi Kampung Londo merupakan lahan lapang yang dikelilingi pepohonan rindang dan dulu merupakan komplek perumahan bagi para pekerja pabrik gula zaman penjajahan Belanda. Dulu dibangun tahun 1925-1927, kemudian diresmikan satu tahun kemudian.

Sumber : www.news.detik.com

Kualitas Pemandu Wisata Raja Ampat Terus Ditingkatkan

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia pemandu wisata. Terlebih pemandu wisata dari masyarakat lokal.

Sekda Kabupaten Raja Ampat, Yusuf Salim di Waisai, Selasa (25/4), mengatakan pemandu wisata adalah ujung tombak pariwisata. Sebab pemandu langsung berhadapan dengan wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat.

Dengan kata lain, kata Sekda, pemandu wisata adalah duta daerah yang secara langsung mewakili pemerintah Kabupaten Raja Ampat guna memberikan pelayanan kepada wisatawan. Karena itu, pemandu wisata diberikan berbagai pelatihan sehingga wawasan dan pengetahuan mereka lebih luas dan lebih maksimal melayani wisatawan.

Sekda menyampaikan, dia sangat mendukung berbagai pelatihan peningkatan sumber daya manusia masyarakat lokal Raja Ampat yang menekuni usaha jasa pariwisata oleh Dinas Pariwisata.

Sumber : www.gayahidup.republika.co.id

Museum Sejarah Jadi Destinasi Wisata Swafoto

Museum Sejarah Jakarta yang terletak di Jalan Fatahillah, area Kota Tua, Jakarta Barat, tidak hanya menjadi destinasi wisata bagi para peminat sejarah, tapi juga menjadi tujuan favorit bagi para pemburu selfie atau swafoto.

Di tengah kemunculan berbagai museum seni kontemporer yang kerap menjadi tujuan wisata swafoto, museum lawas seperti Museum Sejarah Jakarta juga masih menjadi bagi wisatawan yang hendak berfoto sekaligus mempelajari sejarah Ibu Kota.

Berbagai koleksi museum yang banyak berasal dari era sebelum Jakarta terbentuk dianggap memberi nuansa tersendiri bagi koleksi foto-fotonya. Kepala Satuan Pelayanan Museum Sejarah Jakarta, Galih Hutama Putra, menganggap budaya swafoto yang kini melekat pada masyarakat memiliki nilai positif dan negatif.

Sumber : www.nasional.republika.co.id

Thailand : Destinasi Wisata Populer Pasar Halal

Sumber Foto : www.halhalal.com

Thailand diakui sebagai tujuan paling disukai kedua di dunia oleh pelancong Muslim. Negara itu tepat berada di bawah Singapura dan urutan ke-18 di dunia dalam pilihan pasar halal oleh komunitas Muslim internasional.

Menurut Bangkok Post, survei tahunan yang dilakukan CrescentRating and Mastercard, Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019 menunjukkan, Thailand mendapat 57 poin. Sementara Singapura mengantongi 65 poin terbanyak.

Data tahun lalu menunjukkan, kunjungan Muslim ke Thailand mencapai sekitar 3,6 juta wisatawan. Angka itu setara dengan sekitar 10 persen dari total kedatangan secara global. Karena tren peningkatan pariwisata halal di pasar Thailand, negara itu gencar mempromosikan proyek-proyek baru untuk lebih meningkatkan minat wisatawan Muslim.

Awal tahun ini, laporan Halal Travel Frontier 2019 menyarankan adanya inovasi teknologi dalam meningkatkan pasar dan pariwisata halal di negara itu. Pada 2015, Otoritas Pariwisata Thailand meluncurkan aplikasi Thailand Muslim Friendly yang membantu memenuhi kebutuhan segmen pariwisata halal. Harapannya, ada lebih banyak aplikasi untuk membantu memberikan informasi dan saran yang relevan kepada wisatawan dalam mencari fasilitas tempat ibadah dan restoran halal.

Pariwisata halal global diperkirakan akan berkembang sebesar seperempat miliar pada 2026, karena lebih banyak Muslim muda mengeksplorasi Asia.

Sumber : www.internasional.republika.co.id

24.457 Wisatawan Kunjungi Kawasan Kota Tua

Selama Sabtu (8/6), kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat, dikunjungi 124.457 wisatawan lokal dan luar negeri. 

Kepala UPK Kota Tua, Norviadi S Husodo mengatakan, pada hari itu merupakan  puncak kunjungan wisatawan pada libur Idul Fitri.

Dia memperkirakan, jumlah wisatawan yang berkunjung pada hari Minggu, 9 Juni 2019 berkurang dibanding Sabtu (8/6) lalu.

 

Sumber : www.beritajakarta.id

Kupang Bangun 7 Objek Wisata Baru

Sumber Foto : www.ekonomi.bisnis.com

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam tahun ini akan membangun tujuh objek wisata baru yang tersebar pada sejumlah wilayah di provinsi berbasis kepulauan itu.

Ketujuh objek wisata itu adalah Fatumnasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Lamalera di Lembata, Mulut 1000 di Kabupaten Rote Ndao, Pantai Liman di Pulau Semau, Kabupaten Kupang.

Selain itu ada Desa Koanara di Kabupaten Ende, Wolwal di Kabupaten Alor dan objek wisata Praimadita di Kabupaten Sumba Timur.

Sumber : www.ekonomi.bisnis.com

Festival Patrol Banyuwangi

Sumber Foto : www.news.detik.com

Festival musik patrol di Banyuwangi berlangsung meriah. Beragam alat musik dari bambu yang dimainkan dengan atraktif oleh para peserta berhasil memukau ratusan pengunjung yang menyaksikan. Tak hanya warga Banyuwangi, rombongan wisata asal Amerika Serikat juga turut terpikat dengan aksi belasan grup patrol ini. 

Musik Patrol adalah musik tradisional yang menggunakan bambu sebagai medianya. Musik ini banyak dimainkan warga saat Ramadan untuk membangunkan orang dari tidur supaya segera sahur.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar mengatakan bahwa patrol adalah bagian tradisi Ramadan warga Banyuwangi sejak dulu. Festival ini digelar, lanjut dia, sebagai upaya melestarikan tradisi permainan alat musik bambu ini. 

Selain Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang hadir, rombongan pelaku wisata dari Amerika Serikat juga turut meramaikan festival ini. Mereka pun sangat tertarik dengan tradisi musik lokal warga Banyuwangi. Bahkan saat didaulat untuk maju ke depan bersama Bupati Anas, mereka ikut menirukan gaya pemain patrol.

Sumber : www.news.detik.com

Destinasi Wisata Baru di Wonogiri

Wonogiri memiliki destinasi wisata baru, namanya Sungai Mahoni. Berlokasi di Sumberejo, Jatisrono, Wonogiri, Jawa Tengah, wisata ini baru beberapa waktu lalu diresmikan. Tepatnya pada tanggal 10 April 2019. Di Wisata Sungai Mahoni pengunjung bisa berfoto-foto di lokasi top selfie yang memang disediakan sebagai ajang untuk berfoto. Barisan bunga-bunga ditata cantik, terdapat pula jajaran payung-payung yang digantung yang membuat lokasi ini makin instagramable. Nama Sungai Mahoni lantaran di lokasi ini terdapat aliran sungai yang mengairi persawahan warga dan adanya pohon-pohon mahoni di sekitar lokasi wisata.

Untuk masuk ke area Sungai Mahoni, pengunjung cukup membayar Rp 3.000 saja. Tempat wisata ini buka setiap hari dari sekitar pukul 08.00 WIB hingga malam hari.

Nantinya, di lokasi ini juga akan dibangun Taman Bunga Celosia yang rencananya akan selesai sebelum Idul Fitri.

Sumber : www.travel.kompas.com

Pantai Kawasi Halmahera Selatan

Sejumlah warga Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara berpartisipasi membenahi objek wisata pantai pasir putih Kawasi dengan mengangkat seluruh sampah dan sosialisasi mengenai pengembangan pantai tersebut.

Pemerhati lingkungan Desa Kawasi, Ida Nurdin dihubungi saat dihubungi dari Ternate, Minggu mengatakan, sosialisasi pengembangan pantai Kawasi harus terus digalakkan, terutama bagi warga di sekitar pantai pasir putih untuk tidak membuang sampah di kawasan itu.

Sebab, pantai pasir putih Kawasi merupakan salah satu objek wisata andalan yang bisa dimanfaatkan warga saat berlibur ke Pulau Obi, karena memiliki pantai indah untuk dikembangkan sebagai objek wisata di Kabupaten Halsel.

Olehnya itu, pihaknya menggandeng CSR Harita Nickle Division untuk mendukung program bebas sampah dengan menyediakan tempat sampah berwarna yang disesuaikan dengan jenis sampah, masyarakat semakin mudah dalam membuang sampah.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Tanjung Puting Buat Wisatawan Nordik Terpukau

                       Sumber Foto : www.genpi.co

Destinasi wisata Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, sukses memukau peserta famtrip asal Nordik, sebutan untuk negara-negara di kawasan Eropa Timur dan Atlantik Utara. Eksplorasi Tanjung Puting dilakukan 22-24 April 2019.

Famtrip diikuti 14 peserta, sebanyak 8 orang berasal dari agen travel. Ikut bergabung juga 6 media dengan asal Belgia, Norwegia, dan Denmark.

Primata menjadi daya tarik utama TN Tanjung Puting. Di sini ada 38 jenis mamalia. Dari angka itu, 7 diantaranya sangat familiar. Ada Orangutan Kalimantan (pongo pygmaeus), Bekantan (nasalis larvatus), dan Owa Kalimantan (hylobates agilis). Ada juga Beruang madu (helarctos malayanus), Rusa Sambar, Kijang Muncak (muntiacus muntjak), hingga mamalia air Duyung (dugong dugong).

Kawasan Nordik memiliki potensi besar sebagai tambang wisman. Nordik berpotensi sebagai kontributor sebanyak 24,3% dari target Wisman Eropa lainnya tahun ini. Angka riilnya sekitar 780.000 orang wisatawan dari negara Eropa lainnya, di luar fokus pasar Eropa.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, program famtrip sangat efektif untuk penguatan branding. Program ini juga memberi ruang lebih bagi para TA/TO untuk mengembangkan paket wisatanya.

Sumber : www.travel.detik.com