Tebing Breksi Yogyakarta

Kawasan wisata Tebing Breksi di Desa Sambirejo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, awalnya merupakan tempat penambangan batu alam untuk material bangunan. Sejak 2014, pemerintah setempat menutup kegiatan pertambangan demi kelestarian lingkungan.

Penduduk sekitar kemudian menyulap kawasan Tebing Breksi menjadi objek wisata, khususnya bagi para penggemar swafoto. Kepala Desa Sambirejo Sleman, Mujiyono mengatakan, saat masih menjadi kawasan pertambangan, Tebing Breksi hanya menyerap tenaga kerja tak lebih dari 46 orang kepala keluarga di desa itu.

Mujiyono menambahkan, tercatat sekitar 5.000 warga Desa Sambirejo yang mayoritas bekerja sebagai petani. Dengan dibukanya kawasan wisata Tebing Breksi sejak akhir 2016 itu, penduduk di sana bisa melakukan pekerjaan yang lebih variatif. Misalnya, ada yang membuka warung makan, berdagang cinderamata, pemandu wisata, mengelola kawasan parkir, menyewakan kendaraan, dan lainnya.

Sumber : www.travel.tempo.co

Festival Kuliner di Yogyakarta

Bicara soal potensi kuliner, Yogyakarta adalah salah satu kota yang memiliki hidangan kuliner begitu banyak. Tahukah Anda bahwa sebetulnya Yogyakarta menyimpan begitu banyak ragam kuliner yang bisa dinikmati.

Sebut saja mulai dari kuliner favorit Yogyakarta dari yang legendaris hingga yang tengah hits di kalangan pencinta dan penikmat makanan, contohnya Gudeg Yu Djum, Oseng Mercon Bu Narti, Sate Klathak Pak Jede, Jadah Tempe, Jejamuran, Ceker Huhah, Bakmi Kadin, Mie Setan, Bakpia Kukus Tugu, Martabak Markobar, hingga Mangkok Kelapa.

Menyadari Marlina Handayani, S.Pd, M.M, selaku Kepala Seksi Pelayanan Informasi Pariwisata, Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, pun menggelar festival kuliner untuk pengembangan sektor wisata kuliner.

Marlina menambahkan, acara festival kuliner memang bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk pariwisata suatu daerah. Menurutnya, kegiatan ini akan memberikan banyak peluang di masyarakat.

Sumber : www.lifestyle.okezone.com

Bendung Karet Depan Terminal Tirtonadi Jadi Obyek Wisata Baru

Kota Solo mempunyai obyek wisata favorit baru. Bendung karet di depan Terminal Tirtonadi yang dulu kurang terawat, disulap menjadi tempat yang indah sehingga banyak dikunjungi. Tak hanya warga Solo, warga kota lain pun ikut berkunjung untuk menikmati suasana maupun sekadar berswafoto.

Di lokasi sungai yang sudah direvitalisasi tersebut, Pemkot Solo menebar 810.000 benih ikan nila merah. Pemkot Solo berencana menjadikan bendungan yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU PR) ini menjadi obyek wisata andalan.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, tebar benih ini dilakukan agar masyarakat bisa memancing di Bendung Karet Tirtonadi. Apalagi nantinya lokasi ini dapat menjadi tujuan wisata bagi masyarakat.

Bendung karet tersebut nantinya masih akan dilakukan penataan sanitasi dan kebersihan sungai dari sampah. Pihaknya akan mengupayakan agar pemancing tidak membuang sampah di sini.

Rudyatmo menambahkan, Pemkot Solo segera menerjunkan personel pengamanan untuk mengawasi Bendung Karet Tirtonadi selama 24 jam. Hal itu dilakukan guna menjaga kawasan setempat bebas dari pencemaran.

Sumber : www.merdeka.com

Kampung Flory Diusulkan Jadi Wisata Baru Populer

                   Sumber Foto : www.republika.co.id

Desa Wisata Kampung Flory memang begitu memikat. Walau masih terbilang baru, namanya sudah terkenal secara nasional dan kerap menjadi contoh sukses pengembangan perekonomian masyarakat desa.

Kampung Flory tidak cuma mendapatkan kepopuleran tinggi di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Sleman. Bahkan, posisinya sebagai destinasi wisata tidak pula cuma tersohor di sekitaran DIY.

Walau belum genap berusia satu tahun, nama Kampung Flory sudah dikenal hampir masyarakat Indonesia. Setidaknya, mereka yang memiliki hobi wisata di Indonesia sudah hampir pasti mengenal Kampung Flory.

Kampung Flory berada di Dusun Jugangpangukan Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, DIY. Agrowisata seluas 4,5 hektare itu menjadi satu contoh sukses sinergi pemuda dan desa.

Pada peresmiannya, Pembina Kampung Flory Sudihartono menuturkan ada berbagai obyek wisata mulai zona taruna tani, zona agro buah, zona bali ndeso, dan zona desa wisata edukasi.

Tertarik untuk liburan kesana??

Yuukk siapkan akhir pekan ini untuk ke “Kampung Flory”.

Sumber : www.republika.co.id

Berwisata Sambil Melukis Membawa Anak Berprestasi

Abang none, buat mengembangkan minat dan bakat anak bangsa dalam bidang pendidikan seni lukis dan gambar, di 2019 ini, Kemendikbud RI yang membina Museum Basoeki Abdullah menggelar Wisata menggambar dengan mengambil lokasi di Taman Margasatwa Ragunan Jakarta selatan (Panggung utama), acara yang digelar selasa 12 Maret 2019 ini juga melibatkan hampir 50 siswa siswi SLTP perwakilan dari berbagai sekolah di jabodetbaek yang memiliki bakat seni melukis dan gambar.

Mpok Maeva Salmah kepala Museum Basoeki Abdullah kepade Bens Radio bilang, tema diangkat tentang Mitologi (Dewi Sri – Dewi pertanian/ Dewi Padi ) sebab 2019 ini Museum Basoeki Abdullah sedang mengusung kegiatan besar BA-AA atau Basoeki Abdullah Art Award yang ke 3 .

Dan Kebun Binatang Ragunan Jakarta Selatan dipilih sebagai tempat yang inovatif dan Ikon Kota Jakarta (Betawi) sebagai belajar sambil berwisata fauna serta diharapkan dapat meningkatkan karakter didik peserta dan menumbuh kembangkan bakat serta minat peserta di bidang seni lukis dan gambar, sehingga melahirkan para pelukis Muda Millenial yang mengetahui sejarah. Mpok Maeva menambahkan, Museum Basoeki Abdullah (Kemendikbud RI) juga akan memberikan hadiah hiburan kepada 5 siswa-siswi terbaik yang melukis Dewi Sri kali ini.

Seperti diketahui, lanjut Mpok Maeva, kegiatan wisata Museum Basoeki Abdullah yang meilbatkan anak anak SLTP berbakat ini adalah kegiatan tahunan, yang juga pernah diadakan di kawasan pantai, atau lokasi-lokasi wisata pendidikan lainnya.

Sumber : Aldin – Kemendikbud RI

Wisata Instagramable

Ingin berwisata tapi memiliki dana dan waktu yang terbatas? Jangan khawatir, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan ada 1.734 desa yang berpotensi menjadi desa wisata. Potensi pada 2018 tersebut, bertambah banyak dibandingkan potensi pada 2014 yang hanya 1.302 potensi desa wisata.

Potensi yang disampaikan BPS tersebut, sudah digali serta dikembangkan sejumlah pemerintah daerah untuk lebih memajukan daerahnya. Ya, dari sisi pengembangan ekonomi daerah dari sisi potensi destinasi wisata.

Nah terkait itu, pemerintah daerah juga bisa memanfaatkan dana desa untuk mengembangkan potensi wisata. Salah satu daerah yang berhasil memanfaatkan sebagian dana desa untuk pengembangan objek wisata adalah Desa Ponggok di Klaten, Jawa Tengah. Dengan mengembangkan potensi wisata air Umbul Ponggok, Desa Ponggok berhasil mengantongi Rp 14 miliar per tahun.

Sumber : www.news.detik.com

Indahnya “Golden Sunrise” di Wisata Alam Posong Temanggung

Menikmati matahari terbit di pagi hari mungkin bukanlah hal yang lazim dilakukan. Terutama bagi kaum urban alias perkotaan yang selalu disibukkan dengan berbagai aktivitas.

Salah satu tempat terbaik untuk mendapatkan sensasi tersebut adalah di kawasan Wisata Alam Posong. Tempat ini berada di Desa Tlahap, Kledung, Temanggung, Jawa Tengah.

Dari tempat inilah, wisatawan bisa menyaksikan langsung “Golden Sunrise” yang memang sudah tersohor dan selalu menjadi incaran.

Mencapai Posong tidaklah sulit. Posisinya berada di jalan lintas Temanggung-Wonosobo. Tak jauh dari Jembatan Gandul yang belum lama ini diresmikan. Petunjuknya pun disediakan dengan jelas.

Tiap wisatawan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 10 ribu belum termasuk parkir. Jalan yang dilewati berbatu karena menjadi lalu lintas pertanian, namun bisa dilewati kendaraan roda empat.

Sumber : www.jogja.tribunnews.com

Jajal Bus Sakoci di Wisata Militer Cimahi

Bus Wisata Sakoci (Saba Kota Cimahi) resmi beroperasi. Kehadiran transportasi ‘Sakoci’ diharapkan bisa menggenjot wisata militer yang tengah dikembangkan Pemkot Cimahi.

Kendaraan tersebut diluncurkan Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna di area Car Free Day (CFD), Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Cibabat, Cimahi, Jawa Barat, Minggu (3/3/2019).

Pemkot Cimahi sejak tahun lalu tengah fokus mengembangkan wisata militer. Langkah ini upaya untuk menjadikan Cimahi sebagai salah satu tujuan wisata di Jabar, khususnya berkonsep militer.

Julukan kota militer, disematkan karena banyak berdiri bangunan-bangunan bersejarah peninggalan zaman kolonial Belanda. Hal ini menjadi daya tarik untuk mengundang kedatangan wisatawan.

Kehadiran bus ‘Sakoci’ ini diharapkan mampu memberikan pelayanan wisatawan, baik nusantara dan mancanegara, yang ingin berkeliling melihat bangunan bersejarah yang ada. Mobil wisata yang didominasi kelir hijau ciri khas tentara ini nantinya akan melayani wisatawan dengan kegiatan city tour ke tempat atau tangsi-tangsi militer yang memilik nilai sejarah.

Sumber : www.news.detik.com

Indonesia Jadi Negara Terbesar Kedua Penyumbang Devisa Pariwisata Singapura Setelah China

Sumber Foto : www.blog.reservasi.com

Devisa pariwisata Singapura dari wisatawan Indonesia pada 2018 mengalami pertumbuhan lebih besar dari kunjungan wisatawan Indonesia.

Indonesia menjadi pasar terbesar kedua pariwisata di Singapura dengan jumlah kunjungan wisatawan asal Indonesia pada 2018 naik 2 persen yaitu 3.021 juta wisatawan dibanding tahun sebelumnya.

Hal tersebut menunjukkan Indonesia menjadi penyumbang devisa pariwisata Singapura terbesar kedua setelah China yaitu sebesar S$ 2,13 miliar atau naik 8 persen dari 2017.

Direktur Area Singapore Tourism Board (STB) untuk Indonesia Raymond Lim menuturkan, Indonesia adalah pasar yang penting di mana meski tahun 2018 terdapat tantangan ekonomi secara global.

Sumber : www.batam.tribunnews.com

Promosi Destinasi Wisata dan Kearifan Lokal Jakarta Digencarkan

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta terus mengencarkan promosi destinasi wisata dan kearifan lokal. Salah satunya, melalui pemanfaatan teknologi dan informasi.

Kepala Bidang Informasi dan Pengembangan Disparbud DKI Jakarta, Alberto Ali mengatakan, pihaknya melakukan terobosan baru untuk melakukan promosi secara visual melalui media sosial dengan membuat channel Jakarta Tourism di Youtube dengan lambang Enjoy Jakarta.

Alberto menjelaskan, pihaknya menargetkan 30 produk wisata dan kesenian Betawi dapat ditayangkan tahun ini dengan rincian 10 video permainan anak, 10 kuliner, dan 10 kesenian.

Alberto berharap, kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu, ragam seni budaya atau kearifan lokal di Jakarta bisa terus lestari.

Sumber : www.beritajakarta.id