We Go to WEGO, Wisata Edukasi Gondang Outbond di Sugio Lamongan

               Sumber Foto : www.curvetube.com

Destinasi wisata menarik di Lamongan ada di Wisata Edukasi Gondang Outbond (WEGO). Lokasinya di Desa Deketagung, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan.

Cukup membayar tiket masuk Rp 25.000, pengunjung mampu menikmati wahana dan permainan.

Ketika masuk lokasi WEGO, pengunjung bisa berfoto dan masuk pesawat WEGO Air. Tempat itu menjadi favorit untuk foto bersama dan anak-anak bisa berseragam pilot untuk bergaya.

Ada juga jembatan menarik yaitu love bridge dan pulau cinta. Di pulau itu pengunjung bisa menyewa kano atau perahu angsa dengan tiket Rp 10.000. Terdapat lokasi yang asyik untuk berfoto dengan logo bunga waru. Perlu juga dijaga jika membawa anak, sebab ikan tombro dan mujair sering menepi. Hal itu menarik pengunjung untuk memberikan makanan.

Wisata edukasi dan out bond di WEGO sangat layak menjadi rujukan dalam menumbuhkembangkan kecintaan anak-anak pada alam.

Tertarik??

Yuukk siapkan liburan mendatang kamu, untuk ke tempat ini!! 

Sumber : www.surabaya.tribunnews.com

Wisatawan Mulai Enggan ke Lombok karena Harga Tiket Mahal

Pulihnya pariwisata NTB, pasca terjadinya gempa Agustus 2018 lalu, makin menimbulkan kepercayaan wisatawan untuk kembali berkunjung ke NTB, khususnya Lombok.

Sayangnya harga tiket pesawat yang begitu mahal mengurungkan niat wisatawan untuk berwisata ke Lombok. Para wisatawanpun jadi enggan melakukan perjalanan destinasi ke Lombok dan lebih memilih harga transportasi atau tiket yang lebih murah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Putria di Praya mengatakan, akses yang mudah dan murah menjadi salah satu pertimbangan wisatawan saat ingin berkunjung ke tempat wisata. Tiket penerbangan yang mahal ini pula yang membuat paket wisata ke Lombok menjadi semakin mahal. Sehingga tidak heran jika calon wisatawan berpikir kembali sebelum berkunjung.

Mahalnya harga tiket pesawat ini menjadi perhatian semua pihak, baik itu pemerintah maupun maskapai penerbangan. Sebab harga tiket yang mahal membuat siapa saja enggan untuk berkunjung. Terutama wisatawan kelas menengah.

Sumber : www.gatra.com

Jakarta Perlu Pembenahan untuk Menarik Wisatawan

Sumber Foto : www.jktgo.com

Pemda DKI Jakarta membutuhkan pembenahan dan pengembangan strategi yang baik untuk mendapatkan peluang menarik kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi DKI Jakarta Trisno Nugroho mengatakan laporan hasil penelitian tentang pariwisata di DKI Jakarta 2018 menunjukkan peluang wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) kembali berkunjung ke DKI Jakarta, masih relatif rendah.

“Bila kondisi masih seperti sekarang maka peluang wisnus kembali hanya sebesar 56 persen sementara wisman 63 persen. Namun, bila seluruh faktor wisata baik, peluangnya meningkat menjadi 97 persen. Artinya masih banyak hal perlu dibenahi lagi,” kata Trisno dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (10/1).

Menurut Trisno, faktor pendorong orang kembali berkunjung ke Jakarta antara lain aksesibilitas, atraksi, dan aktivitas. Faktor yang saat ini paling unggul dalam menarik wisatawan nusantara untuk kembali berwisata ke DKI Jakarta adalah kemudahan mendapatkan transportasi.

Selain itu yang menjadi sorotan para wisatawan adalah kekayaan spot foto dan pilihan aktivitas beragam di Jakarta.

Sumber : www.gatra.com

Disbudpar Terapkan Digitalisasi Wisata

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang siap meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mencanegara ke ibu kota provinsi Jawa Tengah ini.

Instansi tersebut bersama dengan stakeholder pariwisata akan memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan, tidak hanya domestik, tapi juga mancanegara. Digitalisasi wisata menjadi bagian penting untuk meraih tujuan tersebut.

Jabatan Plt Kepala Dinas yang semula dipegang Litani Satyawati, sejak Jumat (4/1) dipercayakan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kepada pejabat baru yang terpilih melalui proses seleksi, yaitu Indriyasari.

Litani kini berkonsentrasi sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, setelah beberapa bulan ini merangkap sebagai Plt Kepala Disbudpar Kota. Dalam pengantarnya, Sekretaris Disbudpar Kota, Kasturi kembali mengingatkan pesan Wali Kota agar pariwisata di Semarang go international.

Sumber : www.suaramerdeka.com

Ada 3 Produk Wisata Digital untuk Milenial

Menteri Pariwisata atau Menpar Arief Yahya menyebut teknologi digital berperan penting mengembangkan pariwisata di Indonesia. 

Menpar Arief Yahya dalam keterangan tertulis di Jakarta, mengatakan teknologi digital menjadi instrumen yang tepat untuk menyasar segmen kaum muda milenial.

“Untuk mengubah dunia secara radikal ada dua cara yaitu regulasi atau teknologi. Kita memilih teknologi digital untuk pariwisata agar kita menguncang dunia,” ujarnya.

Menpar Arief Yahya menjabarkan tiga produk Kemenpar untuk kaum milenial yaitu Wonderful Startup Academy, Nomadic Tourism, dan Destinasi Digital.

Menpar Arief Yahya mengungkapkan, saat ini 5 perusahaan terbesar di dunia adalah perusahaan berbasis digital.

Oleh karena itu, industri pariwisata pun harus digital maka Wonderful Start Up Academy, Destinasi Digital dan Nomadic Tourism adalah tiga produk pariwisata yang mengikuti tren bisnis digital.

Sumber : www.travel.tempo.co

Wisata Religi dan Alam di Larantuka

Selain dikenal dengan wisata religi Semana Santa, Larantuka Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT juga punya wisata alam seperti pasir timbul di Mekko, hingga matahari terbenam yang indah di Pantai Kawaliwu.

“Memang wisata religi menjadi andalan. Tapi Larantuka juga mempunyai budaya dan ritual. Dan, itu menjadi potensi pariwisata. Potensi alam juga di kami banyak, seperti di Mekko dan juga sunset terbaik di Kawaliwu yang menarik untuk dijual,” kata Kepala Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Apolonia Corebima dalam keterangan tertulis, Selasa (25/12).

Nia menjelaskan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sudah mendata destinasi-destinasi potensial untuk dikembangkan di Flores Timur. Dirinya juga menambahkan, kalau waktu terbaik ke Larantuka adalah saat Semana Santa. Karena menurutnya kebanyakan wisatawan memang mencari wisata religi.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Bali Masuk 10 Besar Destinasi Wisata Favorit Asia

Bali dinobatkan sebagai salah satu destinasi terpopuler di Asia pada 2018 dengan posisinya di urutan kesembilan. Hal ini dipaparkan oleh Agoda, agen perjalanan online (OTA).

Pulau Dewata juga masuk dalam 10 besar destinasi wisata untuk wisatawan Agoda. Peringkat sebelumnya atau kedelapan adalah Inggris dan Singapura di urutan 10. Bahkan Bali berada di urutan teratas sebagai lokasi wisata favorit warga Australia.

Wisatawan Indonesia pun menganggap Bali sebagai destinasi wisata yang menawan. Surga tropis ini menjadi tujuan terpopuler kedua setelah Jakarta.

Sedangkan Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang adalah kota populer lainnya untuk wisawatan domestik pada 2018. Untuk destinasi internasional, Singapura, Kuala Lumpur, dan Tokyo menjadi kota tujuan favorit.

Sumber : www.republika.co.id

Kemenpar Buat Workshop Diplomat : Gaet 20 Juta Wisman 2019

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) siapkan workshop pengembangan kapasitas promosi dan pemasaran pariwisata bagi Diplomat RI yang akan digelar di Golden Palace Hotel Lombok mulai 14-15 Desember 2018.

Asisten Deputi Strategi Komunikasi Pemasaran I Kemenpar Hariyanto menjelaskan kegiatan ini digelar untuk mendukung pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 20 juta pada 2019.

Dalam workshop ini, lanjut Hariyanto, akan disampaikan strategi promosi dan pemasaran pariwisata. Kemudian peran branding “Wonderful Indonesia” dalam pemasaran destinasi pariwisata. Termasuk langkah strategi investasi destinasi pariwisata Indonesia di luar negeri.

Sementara itu Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui pariwisata Indonesia berkembang pesat di era digital seperti sekarang. Menurutnya berangkat dari hal tersebut harus ada transformasi digital yang mengiringinya.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Wisata Adventure Jadi Favorit Turis ke Purwakarta

Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, melansir selama 2018, jumlah wisatawan yang berkunjung ke wilayah ini mencapai 2,3 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, dua persen di antaranya merupakan wisatawan asing. Wisatawan asing yang datang ke daerah yang khas dengan Satai Maranggi ini, tipikal berwisata adventure.

Kabid Pariwisata Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Heri Anwar, mengatakan, jika dilihat dari targetan kunjungan, wisatawan yang datang tak sesuai harapan. Mengingat, target kunjungan selama 2018 mencapai 2,5 juta jiwa. Namun, yang terealisasi hanya 98 persennya.

Salah satu, tujuan wisatawan asing itu, yakni objek wisata berbasis petualangan. Salah satunya, area panjat tebing, Gunung Parang, Kecamatan Tegalwaru. Turis yang datang ke lokasi itu, dari berbagai negara. Seperti, Amerika dan Eropa.

Tak hanya itu, objek wisata lainnya juga mulai dilirik oleh turis. Seperti, Diorama. Adapun, wisatawan asing yang tertarik berkunjung ke Diorama, yakni dari Timur Tengah, Malaysia, dan Jepang.

Sumber : www.republika.co.id

2018, Potensi Desa Wisata Naik Menjadi 1.734 Unit

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada sekitar 1.734 desa berpotensi menjadi desa wisata sepanjang tahun ini. Angka itu meningkat dari 1.302 desa wisata pada 2014.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi sumber utama pembangunan ekonomi nasional. “Selayaknya pembangunan desa, sebaiknya tidak hanya berdasarkan sektor yang bergantung pada sumber daya alam,” kata Suhariyanto di Jakarta, Senin (12/10).

Dari potensi desa wisata, BPS meyebut di willayah Sumatera terdapat sebanyak 355 desa yang berpotensi menjadi daerah wisata. Sementara untuk Jawa dan Bali mencapai 857 desa, Nusa Tenggara ada 189 desa, dan Kalimantan sebesar 117 desa. Kemudian, potensi di Sulawesi 199 desa wisata, Papua 74 desa wisata, dan Maluku 23 desa wisata.

Dengan potensi kawasan yang cukup besar, maka pemerintah tinggal mengembangkannya melalui inovasi dari ekonomi kreatif serta pariwisata hingga menjadi potensi yang sangat menguntungkan dan mampu memberi efek berganda bagi perekonomian. Apalagi saat ini masih banyak titik lokasi wisata di Indonesia yang belum menarik perhatian turis domestik maupun asing.

Sumber : www.katadata.co.id