Berwisata Sambil Melukis Membawa Anak Berprestasi

Abang none, buat mengembangkan minat dan bakat anak bangsa dalam bidang pendidikan seni lukis dan gambar, di 2019 ini, Kemendikbud RI yang membina Museum Basoeki Abdullah menggelar Wisata menggambar dengan mengambil lokasi di Taman Margasatwa Ragunan Jakarta selatan (Panggung utama), acara yang digelar selasa 12 Maret 2019 ini juga melibatkan hampir 50 siswa siswi SLTP perwakilan dari berbagai sekolah di jabodetbaek yang memiliki bakat seni melukis dan gambar.

Mpok Maeva Salmah kepala Museum Basoeki Abdullah kepade Bens Radio bilang, tema diangkat tentang Mitologi (Dewi Sri – Dewi pertanian/ Dewi Padi ) sebab 2019 ini Museum Basoeki Abdullah sedang mengusung kegiatan besar BA-AA atau Basoeki Abdullah Art Award yang ke 3 .

Dan Kebun Binatang Ragunan Jakarta Selatan dipilih sebagai tempat yang inovatif dan Ikon Kota Jakarta (Betawi) sebagai belajar sambil berwisata fauna serta diharapkan dapat meningkatkan karakter didik peserta dan menumbuh kembangkan bakat serta minat peserta di bidang seni lukis dan gambar, sehingga melahirkan para pelukis Muda Millenial yang mengetahui sejarah. Mpok Maeva menambahkan, Museum Basoeki Abdullah (Kemendikbud RI) juga akan memberikan hadiah hiburan kepada 5 siswa-siswi terbaik yang melukis Dewi Sri kali ini.

Seperti diketahui, lanjut Mpok Maeva, kegiatan wisata Museum Basoeki Abdullah yang meilbatkan anak anak SLTP berbakat ini adalah kegiatan tahunan, yang juga pernah diadakan di kawasan pantai, atau lokasi-lokasi wisata pendidikan lainnya.

Sumber : Aldin – Kemendikbud RI

Wisata Instagramable

Ingin berwisata tapi memiliki dana dan waktu yang terbatas? Jangan khawatir, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan ada 1.734 desa yang berpotensi menjadi desa wisata. Potensi pada 2018 tersebut, bertambah banyak dibandingkan potensi pada 2014 yang hanya 1.302 potensi desa wisata.

Potensi yang disampaikan BPS tersebut, sudah digali serta dikembangkan sejumlah pemerintah daerah untuk lebih memajukan daerahnya. Ya, dari sisi pengembangan ekonomi daerah dari sisi potensi destinasi wisata.

Nah terkait itu, pemerintah daerah juga bisa memanfaatkan dana desa untuk mengembangkan potensi wisata. Salah satu daerah yang berhasil memanfaatkan sebagian dana desa untuk pengembangan objek wisata adalah Desa Ponggok di Klaten, Jawa Tengah. Dengan mengembangkan potensi wisata air Umbul Ponggok, Desa Ponggok berhasil mengantongi Rp 14 miliar per tahun.

Sumber : www.news.detik.com

Indahnya “Golden Sunrise” di Wisata Alam Posong Temanggung

Menikmati matahari terbit di pagi hari mungkin bukanlah hal yang lazim dilakukan. Terutama bagi kaum urban alias perkotaan yang selalu disibukkan dengan berbagai aktivitas.

Salah satu tempat terbaik untuk mendapatkan sensasi tersebut adalah di kawasan Wisata Alam Posong. Tempat ini berada di Desa Tlahap, Kledung, Temanggung, Jawa Tengah.

Dari tempat inilah, wisatawan bisa menyaksikan langsung “Golden Sunrise” yang memang sudah tersohor dan selalu menjadi incaran.

Mencapai Posong tidaklah sulit. Posisinya berada di jalan lintas Temanggung-Wonosobo. Tak jauh dari Jembatan Gandul yang belum lama ini diresmikan. Petunjuknya pun disediakan dengan jelas.

Tiap wisatawan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 10 ribu belum termasuk parkir. Jalan yang dilewati berbatu karena menjadi lalu lintas pertanian, namun bisa dilewati kendaraan roda empat.

Sumber : www.jogja.tribunnews.com

Jajal Bus Sakoci di Wisata Militer Cimahi

Bus Wisata Sakoci (Saba Kota Cimahi) resmi beroperasi. Kehadiran transportasi ‘Sakoci’ diharapkan bisa menggenjot wisata militer yang tengah dikembangkan Pemkot Cimahi.

Kendaraan tersebut diluncurkan Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna di area Car Free Day (CFD), Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Cibabat, Cimahi, Jawa Barat, Minggu (3/3/2019).

Pemkot Cimahi sejak tahun lalu tengah fokus mengembangkan wisata militer. Langkah ini upaya untuk menjadikan Cimahi sebagai salah satu tujuan wisata di Jabar, khususnya berkonsep militer.

Julukan kota militer, disematkan karena banyak berdiri bangunan-bangunan bersejarah peninggalan zaman kolonial Belanda. Hal ini menjadi daya tarik untuk mengundang kedatangan wisatawan.

Kehadiran bus ‘Sakoci’ ini diharapkan mampu memberikan pelayanan wisatawan, baik nusantara dan mancanegara, yang ingin berkeliling melihat bangunan bersejarah yang ada. Mobil wisata yang didominasi kelir hijau ciri khas tentara ini nantinya akan melayani wisatawan dengan kegiatan city tour ke tempat atau tangsi-tangsi militer yang memilik nilai sejarah.

Sumber : www.news.detik.com

Indonesia Jadi Negara Terbesar Kedua Penyumbang Devisa Pariwisata Singapura Setelah China

Sumber Foto : www.blog.reservasi.com

Devisa pariwisata Singapura dari wisatawan Indonesia pada 2018 mengalami pertumbuhan lebih besar dari kunjungan wisatawan Indonesia.

Indonesia menjadi pasar terbesar kedua pariwisata di Singapura dengan jumlah kunjungan wisatawan asal Indonesia pada 2018 naik 2 persen yaitu 3.021 juta wisatawan dibanding tahun sebelumnya.

Hal tersebut menunjukkan Indonesia menjadi penyumbang devisa pariwisata Singapura terbesar kedua setelah China yaitu sebesar S$ 2,13 miliar atau naik 8 persen dari 2017.

Direktur Area Singapore Tourism Board (STB) untuk Indonesia Raymond Lim menuturkan, Indonesia adalah pasar yang penting di mana meski tahun 2018 terdapat tantangan ekonomi secara global.

Sumber : www.batam.tribunnews.com

Promosi Destinasi Wisata dan Kearifan Lokal Jakarta Digencarkan

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta terus mengencarkan promosi destinasi wisata dan kearifan lokal. Salah satunya, melalui pemanfaatan teknologi dan informasi.

Kepala Bidang Informasi dan Pengembangan Disparbud DKI Jakarta, Alberto Ali mengatakan, pihaknya melakukan terobosan baru untuk melakukan promosi secara visual melalui media sosial dengan membuat channel Jakarta Tourism di Youtube dengan lambang Enjoy Jakarta.

Alberto menjelaskan, pihaknya menargetkan 30 produk wisata dan kesenian Betawi dapat ditayangkan tahun ini dengan rincian 10 video permainan anak, 10 kuliner, dan 10 kesenian.

Alberto berharap, kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu, ragam seni budaya atau kearifan lokal di Jakarta bisa terus lestari.

Sumber : www.beritajakarta.id

Gelar Ritual Kawalu, Kawasan Wisata Baduy Dalam Ditutup Tiga Bulan

Kawasan wisata Baduy Dalam, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, ditutup selama tiga bulan, mulai 5 Februari hingga 5 Mei 2019. Ditutupnya kawasan wisata budaya tersebut lantaran tengah digelar ritual Kawalu, atau menutup diri.

Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija mengatakan, saat Kawalu, masyarakat suku Baduy akan menggelar sejumlah prosesi ritual mulai dari menyucikan diri hingga berpuasa.

Ritual Kawalu, kata dia, sudah berlangsung selama ratusan tahun, dan digelar rutin satu kali setiap awal tahun. Pada saat tersebut, tidak diperkenankan kunjungan wisata ke Baduy Dalam kecuali untuk urusan tertentu.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin mengatakan, ditutupnya Kawasan Baduy Dalam untuk wisatawan tidak akan berpengaruh besar terhadap kunjungan wisata. Kata dia, wisatawan masih bisa datang ke Baduy kendati hanya sampai kawasan Baduy Luar saja yakni di Ciboleger.

Sumber : www.regional.kompas.com

Wisata Baru di Kolong Tol Wiyoto Wiyono

Mushala Babah Alun AGP, mushala bergaya oriental di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Utara, dirancang menjadi salah satu destinasi wisata religi. Pendiri Mushala Babah Alun AGP Jusuf Hamka menilai arsitektur oriental mushala tersebut akan menarik perhatian masyarakat.

Jusuf menuturkan, penerapan mushala sebagai tujuan wisata dapat mengangkat perekonomian warga setempat. Sebab, warga dapat berjualan makanan, minuman hingga cinderamata. Jusuf mengaku berkaca dari Masjid Babah Alun, Papanggo, Jakarta Utara, yang berhasil menarik perhatian masyarakat.

Oleh karena itu, Mushala Babah Alun AGP akan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti taman bacaan, lintasan jogging, hingga sentra penjualan tanaman hias. Mushala Babah Alun AGP mengangkat gaya oriental dalam arsitektur bangunannya.

Sumber : www.megapolitan.kompas.com

99 Banyuwangi Festival Diluncurkan

Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meluncurkan agenda Banyuwangi Festival 2019 di Jakarta, Selasa (29/1/2019 malam. Digelar rutin sejak 2012, Banyuwangi Festival 2019 mengagendakan 99 atraksi wisata.

Tiga di antara event tersebut masuk dalam 100 kalender event nasional yang ditetapkan oleh Kemenpar. Peluncuran Banyuwangi Festival semakin spesial dengan doa yang dibacakan Ustadz Yusuf Mansur.

Bahkan, lanjut Arief, tiga atraksi di Banyuwangi telah masuk jajaran kalender wisata nasional, yaitu Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Festival Gandrung Sewu, dan International Banyuwangi Tour de Ijen.

Menpar Arief Yahya juga mengapresiasi Banyuwangi yang telah mendesain atraksi wisata untuk milenial. Hal ini penting karena 50 persen lebih wisatawan itu datang dari kelompok milenial.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, atraksi-atraksi di Banyuwangi Festival memang didesain sesuai segmentasi pasar.
Sejumlah atraksi wisata di Banyuwangi Festival 2019, antara lain, Jazz Pantai Banyuwangi, Jazz Gunung Ijen, Festival Gandrung Sewu, Alas Purwo Geopark Run, Banyuwangi Ijen Green Run, Blue Fire Ijen Cycling, Banyuwangi Ethno Carnival, Chocolate Glenmore Run, Festival Arsitektur Nusantara, dan Festival Santripreneur.

Sumber : www.suryamalang.tribunnews.com

 

Pasar Ikan ‘Tsukiji’ di Muara Baru akan Jadi Tempat Wisata Baru

Pasar Ikan Modern (PIM) Muara Baru di Penjaringan, Jakarta Utara selesai dibangun. Rencananya, pasar ikan ini dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Februari 2019 mendatang. 

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Rifky Effendi Hardijanto mengatakan PIM Muara Baru akan menjadi destinasi wisata baru di Jakarta. Ke depan, pihaknya memiliki visi untuk mengintegrasikan pasar ini dengan kawasan-kawasan wisata di Jakarta Utara sehingga menjadi satu kawasan wisata Bahari yang terintegrasi.

PIM Muara Baru sendiri akan menjadi destinasi wisata baru lantaran mengusung konsep berbeda dengan pasar-pasar ikan pada umumnya. Kondisi pasar akan lebih modern dan higienis seperti pasar-pasar ikan di negara maju.
Tak hanya membeli ikan segar, pengunjung yang datang ke PIM Muara Baru bisa juga berbelanja panganan jadi di area pusat kuliner.

Sumber : www.finance.detik.com