Ada 3 Produk Wisata Digital untuk Milenial

Menteri Pariwisata atau Menpar Arief Yahya menyebut teknologi digital berperan penting mengembangkan pariwisata di Indonesia. 

Menpar Arief Yahya dalam keterangan tertulis di Jakarta, mengatakan teknologi digital menjadi instrumen yang tepat untuk menyasar segmen kaum muda milenial.

“Untuk mengubah dunia secara radikal ada dua cara yaitu regulasi atau teknologi. Kita memilih teknologi digital untuk pariwisata agar kita menguncang dunia,” ujarnya.

Menpar Arief Yahya menjabarkan tiga produk Kemenpar untuk kaum milenial yaitu Wonderful Startup Academy, Nomadic Tourism, dan Destinasi Digital.

Menpar Arief Yahya mengungkapkan, saat ini 5 perusahaan terbesar di dunia adalah perusahaan berbasis digital.

Oleh karena itu, industri pariwisata pun harus digital maka Wonderful Start Up Academy, Destinasi Digital dan Nomadic Tourism adalah tiga produk pariwisata yang mengikuti tren bisnis digital.

Sumber : www.travel.tempo.co

Wisata Religi dan Alam di Larantuka

Selain dikenal dengan wisata religi Semana Santa, Larantuka Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT juga punya wisata alam seperti pasir timbul di Mekko, hingga matahari terbenam yang indah di Pantai Kawaliwu.

“Memang wisata religi menjadi andalan. Tapi Larantuka juga mempunyai budaya dan ritual. Dan, itu menjadi potensi pariwisata. Potensi alam juga di kami banyak, seperti di Mekko dan juga sunset terbaik di Kawaliwu yang menarik untuk dijual,” kata Kepala Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Apolonia Corebima dalam keterangan tertulis, Selasa (25/12).

Nia menjelaskan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sudah mendata destinasi-destinasi potensial untuk dikembangkan di Flores Timur. Dirinya juga menambahkan, kalau waktu terbaik ke Larantuka adalah saat Semana Santa. Karena menurutnya kebanyakan wisatawan memang mencari wisata religi.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Bali Masuk 10 Besar Destinasi Wisata Favorit Asia

Bali dinobatkan sebagai salah satu destinasi terpopuler di Asia pada 2018 dengan posisinya di urutan kesembilan. Hal ini dipaparkan oleh Agoda, agen perjalanan online (OTA).

Pulau Dewata juga masuk dalam 10 besar destinasi wisata untuk wisatawan Agoda. Peringkat sebelumnya atau kedelapan adalah Inggris dan Singapura di urutan 10. Bahkan Bali berada di urutan teratas sebagai lokasi wisata favorit warga Australia.

Wisatawan Indonesia pun menganggap Bali sebagai destinasi wisata yang menawan. Surga tropis ini menjadi tujuan terpopuler kedua setelah Jakarta.

Sedangkan Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang adalah kota populer lainnya untuk wisawatan domestik pada 2018. Untuk destinasi internasional, Singapura, Kuala Lumpur, dan Tokyo menjadi kota tujuan favorit.

Sumber : www.republika.co.id

Kemenpar Buat Workshop Diplomat : Gaet 20 Juta Wisman 2019

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) siapkan workshop pengembangan kapasitas promosi dan pemasaran pariwisata bagi Diplomat RI yang akan digelar di Golden Palace Hotel Lombok mulai 14-15 Desember 2018.

Asisten Deputi Strategi Komunikasi Pemasaran I Kemenpar Hariyanto menjelaskan kegiatan ini digelar untuk mendukung pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 20 juta pada 2019.

Dalam workshop ini, lanjut Hariyanto, akan disampaikan strategi promosi dan pemasaran pariwisata. Kemudian peran branding “Wonderful Indonesia” dalam pemasaran destinasi pariwisata. Termasuk langkah strategi investasi destinasi pariwisata Indonesia di luar negeri.

Sementara itu Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui pariwisata Indonesia berkembang pesat di era digital seperti sekarang. Menurutnya berangkat dari hal tersebut harus ada transformasi digital yang mengiringinya.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Wisata Adventure Jadi Favorit Turis ke Purwakarta

Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, melansir selama 2018, jumlah wisatawan yang berkunjung ke wilayah ini mencapai 2,3 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, dua persen di antaranya merupakan wisatawan asing. Wisatawan asing yang datang ke daerah yang khas dengan Satai Maranggi ini, tipikal berwisata adventure.

Kabid Pariwisata Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Heri Anwar, mengatakan, jika dilihat dari targetan kunjungan, wisatawan yang datang tak sesuai harapan. Mengingat, target kunjungan selama 2018 mencapai 2,5 juta jiwa. Namun, yang terealisasi hanya 98 persennya.

Salah satu, tujuan wisatawan asing itu, yakni objek wisata berbasis petualangan. Salah satunya, area panjat tebing, Gunung Parang, Kecamatan Tegalwaru. Turis yang datang ke lokasi itu, dari berbagai negara. Seperti, Amerika dan Eropa.

Tak hanya itu, objek wisata lainnya juga mulai dilirik oleh turis. Seperti, Diorama. Adapun, wisatawan asing yang tertarik berkunjung ke Diorama, yakni dari Timur Tengah, Malaysia, dan Jepang.

Sumber : www.republika.co.id

2018, Potensi Desa Wisata Naik Menjadi 1.734 Unit

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada sekitar 1.734 desa berpotensi menjadi desa wisata sepanjang tahun ini. Angka itu meningkat dari 1.302 desa wisata pada 2014.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi sumber utama pembangunan ekonomi nasional. “Selayaknya pembangunan desa, sebaiknya tidak hanya berdasarkan sektor yang bergantung pada sumber daya alam,” kata Suhariyanto di Jakarta, Senin (12/10).

Dari potensi desa wisata, BPS meyebut di willayah Sumatera terdapat sebanyak 355 desa yang berpotensi menjadi daerah wisata. Sementara untuk Jawa dan Bali mencapai 857 desa, Nusa Tenggara ada 189 desa, dan Kalimantan sebesar 117 desa. Kemudian, potensi di Sulawesi 199 desa wisata, Papua 74 desa wisata, dan Maluku 23 desa wisata.

Dengan potensi kawasan yang cukup besar, maka pemerintah tinggal mengembangkannya melalui inovasi dari ekonomi kreatif serta pariwisata hingga menjadi potensi yang sangat menguntungkan dan mampu memberi efek berganda bagi perekonomian. Apalagi saat ini masih banyak titik lokasi wisata di Indonesia yang belum menarik perhatian turis domestik maupun asing.

Sumber : www.katadata.co.id

Indonesia Berambisi Jadi Destinasi Mancing Dunia

Sebagai negara maritim yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia sedang diarahkan menjadi destinasi wisata mancing kelas sedunia.

Demi mewujudkan potensi tersebut, di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (3/12).

“Sebagai ajang pertama dalam event Indonesian Fishing Tournament atau Festival (IFTF) 2018 akan dilaksanakan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dalam waktu dekat ini,” kata Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Dwisuryo Indroyono Soesilo, seperti yang dikutip dari Antara.

Ia mengatakan panitia telah menetapkan zona pemancingan di Banggai itu pada latitude 1 33.302 s dan longitude 122 38.512 e.

Indroyono berharap IFTF 2018 akan menjadi genderang awal bahwa Kemenpar dan instansi terkait lain, mulai mengembangkan wisata mancing sebagai salah satu kegiatan yang dapat memberikan nilai ekonomi serta pemasukan devisa dari kegiatan pariwisata.

Saat ini, ia melanjutkan, pemerinah juga mulai memetakan destinasi-destinasi yang belum termanfaatkan oleh kegiatan wisata bahari lain seperti diving, kayaking, snorkling, surfing atau pemanfaatan perikanan lain sebagai destinasi mancing nasional.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Tempat Wisata Instagramable Baru di Yogya: Puri Mataram

Bicara soal tempat wisata di Yogyakarta seperti tidak ada habisnya. Bahkan sekarang ada satu destinasi baru yang mengusung konsep budaya Kerajaan Mataram.

Di tempat wisata yang bernama Puri Mataram ini, pengunjung dapat merasakan nuansa tradisional yang kental akan nilai budaya di tengah-tengah hiruk pikuk Kabupaten Sleman.

Puri Mataram sendiri berjarak sekitar 8 KM dari pusat Kota Yogya, untuk mencapai tempat tersebut pengunjung hanya perlu melakukan perjalanan darat ke utara, tepatnya ke arah Jalan Magelang.

Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tridadi Makmur, Raden Agus Cholik mengatakan, Puri Mataram dibentuk warga Drono setelah melihat banyaknya tempat wisata yang berada di sekitar Tridadi. Selain itu, mengingat adanya dana Desa didukung keberadaan lahan yang berpotensi dijadikan tempat wisata, warga kemudian menyulapnya sebagai tempat wisata.

Dikatakan Cholik, bahwa selain memanfaatkan dana Desa, pembangunan Puri Mataram berasal dari dana Pemerintah Provinsi DIY dan sumbangan masyarakat. Sehingga dapat dikatakan bahwa pembangunan Puri Mataram betul-betuk kolaborasi antara Pemerintah dan masyarakat.

Konsep yang berbeda pun dipilih agar dengan tempat wisata di Tridadi tidak menimbulkan persaingan yang tidak sehat dan ke depannya malah dapat bekerjasama dengan tempat wisata lain.

Setelah dimusyawarahkan, muncullah konsep tempat wisata keluarga berbasis kebudayaan Kerajaan Mataram. Selain itu, dengan konsep tersebut dapat mengedukasi pengunjung yang datang.

Lebih lanjut, saat ini di Puri Mataram baru tersedia 3 wahana wisata, namun akhir tahun ini pihaknya berencana menambah dua wahana baru. Bahkan tahun depan Puri Mataram berencana menambah lagi wahananya.

Ditambahkan Cholil, dengan keberadaan Puri Mataram diharapkan mampu menjadi salah satu pilihan destinasi wisata di DIY dan benar-benar menjadi tempat wisata yang bisa dinikmati oleh masyatakat luas.

Sumber : www.travel.detik.com

Pembangunan Objek Wisata Mangrove di Bolsel Sudah 90 Persen

Tidak lama lagi objek wisata mangrove di Desa Transpatoa, Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, akan selesai dibangun.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa (Pemdes) di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Arfan Jafar, Kamis (29/11/2018) di sela-sela aktivitas kerjanya. “Posisi pengerjaan saat ini sudah pada angka 90 persen,” jelasnya.

Arfan menambahkan, agar cepat diresmikan sesuai jadwal pada awal tahun 2019 oleh Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, maka pembangunan tersebut harus dipacu.

Sementara itu Sangadi (Kepala Desa) Transpatoa, Anwar Stirman, mengatakan, fasilitas di lokasi tersebut dibangun menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) dan bantuan Kemendes sebesar Rp 1,5 miliar.

Sumber : www.manado.tribunnews.com

Tiga Syarat Pangandaran Jadi Destinasi Wisata Dunia

Menjadikan Pangandaran sebagai destinasi wisata kelas dunia, maka tiga A sebagai prasyaratnya tentu harus pula berkelas dunia. Tiga A tersebut diantaranya Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas.

Menpar Arief menjelaskan, Atraksi meliputi destinasi wisata berupa wisata alam, budaya, dan buatan yang menarik. Aksesibilitas, yaitu infrastruktur menuju kawasan wisata dan infrastruktur pendukung destinasi wisata, seperti bandara kelas internasional.

“Sedangkan A ketiga, yakni Amenitas, seperti fasilitas umum bintang lima mulai dari hotel, restoran, toko cinderamata, taman hingga fasilitas kesehatan dan fasilitas umum lainnya,” jelasnya.

Sumber : www.wartaekonomi.co.id