Kupang Bangun 7 Objek Wisata Baru

Sumber Foto : www.ekonomi.bisnis.com

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam tahun ini akan membangun tujuh objek wisata baru yang tersebar pada sejumlah wilayah di provinsi berbasis kepulauan itu.

Ketujuh objek wisata itu adalah Fatumnasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Lamalera di Lembata, Mulut 1000 di Kabupaten Rote Ndao, Pantai Liman di Pulau Semau, Kabupaten Kupang.

Selain itu ada Desa Koanara di Kabupaten Ende, Wolwal di Kabupaten Alor dan objek wisata Praimadita di Kabupaten Sumba Timur.

Sumber : www.ekonomi.bisnis.com

Festival Patrol Banyuwangi

Sumber Foto : www.news.detik.com

Festival musik patrol di Banyuwangi berlangsung meriah. Beragam alat musik dari bambu yang dimainkan dengan atraktif oleh para peserta berhasil memukau ratusan pengunjung yang menyaksikan. Tak hanya warga Banyuwangi, rombongan wisata asal Amerika Serikat juga turut terpikat dengan aksi belasan grup patrol ini. 

Musik Patrol adalah musik tradisional yang menggunakan bambu sebagai medianya. Musik ini banyak dimainkan warga saat Ramadan untuk membangunkan orang dari tidur supaya segera sahur.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar mengatakan bahwa patrol adalah bagian tradisi Ramadan warga Banyuwangi sejak dulu. Festival ini digelar, lanjut dia, sebagai upaya melestarikan tradisi permainan alat musik bambu ini. 

Selain Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang hadir, rombongan pelaku wisata dari Amerika Serikat juga turut meramaikan festival ini. Mereka pun sangat tertarik dengan tradisi musik lokal warga Banyuwangi. Bahkan saat didaulat untuk maju ke depan bersama Bupati Anas, mereka ikut menirukan gaya pemain patrol.

Sumber : www.news.detik.com

Destinasi Wisata Baru di Wonogiri

Wonogiri memiliki destinasi wisata baru, namanya Sungai Mahoni. Berlokasi di Sumberejo, Jatisrono, Wonogiri, Jawa Tengah, wisata ini baru beberapa waktu lalu diresmikan. Tepatnya pada tanggal 10 April 2019. Di Wisata Sungai Mahoni pengunjung bisa berfoto-foto di lokasi top selfie yang memang disediakan sebagai ajang untuk berfoto. Barisan bunga-bunga ditata cantik, terdapat pula jajaran payung-payung yang digantung yang membuat lokasi ini makin instagramable. Nama Sungai Mahoni lantaran di lokasi ini terdapat aliran sungai yang mengairi persawahan warga dan adanya pohon-pohon mahoni di sekitar lokasi wisata.

Untuk masuk ke area Sungai Mahoni, pengunjung cukup membayar Rp 3.000 saja. Tempat wisata ini buka setiap hari dari sekitar pukul 08.00 WIB hingga malam hari.

Nantinya, di lokasi ini juga akan dibangun Taman Bunga Celosia yang rencananya akan selesai sebelum Idul Fitri.

Sumber : www.travel.kompas.com

Pantai Kawasi Halmahera Selatan

Sejumlah warga Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara berpartisipasi membenahi objek wisata pantai pasir putih Kawasi dengan mengangkat seluruh sampah dan sosialisasi mengenai pengembangan pantai tersebut.

Pemerhati lingkungan Desa Kawasi, Ida Nurdin dihubungi saat dihubungi dari Ternate, Minggu mengatakan, sosialisasi pengembangan pantai Kawasi harus terus digalakkan, terutama bagi warga di sekitar pantai pasir putih untuk tidak membuang sampah di kawasan itu.

Sebab, pantai pasir putih Kawasi merupakan salah satu objek wisata andalan yang bisa dimanfaatkan warga saat berlibur ke Pulau Obi, karena memiliki pantai indah untuk dikembangkan sebagai objek wisata di Kabupaten Halsel.

Olehnya itu, pihaknya menggandeng CSR Harita Nickle Division untuk mendukung program bebas sampah dengan menyediakan tempat sampah berwarna yang disesuaikan dengan jenis sampah, masyarakat semakin mudah dalam membuang sampah.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Tanjung Puting Buat Wisatawan Nordik Terpukau

                       Sumber Foto : www.genpi.co

Destinasi wisata Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, sukses memukau peserta famtrip asal Nordik, sebutan untuk negara-negara di kawasan Eropa Timur dan Atlantik Utara. Eksplorasi Tanjung Puting dilakukan 22-24 April 2019.

Famtrip diikuti 14 peserta, sebanyak 8 orang berasal dari agen travel. Ikut bergabung juga 6 media dengan asal Belgia, Norwegia, dan Denmark.

Primata menjadi daya tarik utama TN Tanjung Puting. Di sini ada 38 jenis mamalia. Dari angka itu, 7 diantaranya sangat familiar. Ada Orangutan Kalimantan (pongo pygmaeus), Bekantan (nasalis larvatus), dan Owa Kalimantan (hylobates agilis). Ada juga Beruang madu (helarctos malayanus), Rusa Sambar, Kijang Muncak (muntiacus muntjak), hingga mamalia air Duyung (dugong dugong).

Kawasan Nordik memiliki potensi besar sebagai tambang wisman. Nordik berpotensi sebagai kontributor sebanyak 24,3% dari target Wisman Eropa lainnya tahun ini. Angka riilnya sekitar 780.000 orang wisatawan dari negara Eropa lainnya, di luar fokus pasar Eropa.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, program famtrip sangat efektif untuk penguatan branding. Program ini juga memberi ruang lebih bagi para TA/TO untuk mengembangkan paket wisatanya.

Sumber : www.travel.detik.com

Rob Adang Pengembangan Wisata Pantai Pekalongan

Pengembangan kawasan wisata pantai di Kota Pekalongan, Jawa Tengah terkendala rob atau limpasan air laut ke daratan. Alhasil tingkat kunjungan wisatawan ke objek wisata tersebut tak naik-naik.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan Nur Slamet mengatakan rob menjadi masalah dalam pengembangan kawasan wisata pantai di daerah itu, terutama pada objek wisata Pantai Pasir Kencana.”Untuk menuju lokasi objek wisata Pantai Pasir Kencana, masyarakat atau wisatawan harus melintasi sejumlah akses jalan yang tergenang rob sehingga mereka enggan melintas karena takut kendaraannya rusak. Tentunya hal itu berdampak terhadap tingkat kunjungan,” katanya di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (27/4/2019).

Menurut dia, rob yang menerjang sejumlah wilayah di kawasan pantai juga merusak sarana dan prasarana yang ada di objek wisata terutama pada bangunan yang terbuat dari besi. “Sejauh ini jumlah kunjungan wisatawan ke lokasi obyek Wisata Pantai Pasir Kencana fluktuatif, terkadang ramai namun pada bulan tertentu sepi,” katanya.

Sumber : www.semarang.solopos.com

Tebing Breksi Yogyakarta

Kawasan wisata Tebing Breksi di Desa Sambirejo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, awalnya merupakan tempat penambangan batu alam untuk material bangunan. Sejak 2014, pemerintah setempat menutup kegiatan pertambangan demi kelestarian lingkungan.

Penduduk sekitar kemudian menyulap kawasan Tebing Breksi menjadi objek wisata, khususnya bagi para penggemar swafoto. Kepala Desa Sambirejo Sleman, Mujiyono mengatakan, saat masih menjadi kawasan pertambangan, Tebing Breksi hanya menyerap tenaga kerja tak lebih dari 46 orang kepala keluarga di desa itu.

Mujiyono menambahkan, tercatat sekitar 5.000 warga Desa Sambirejo yang mayoritas bekerja sebagai petani. Dengan dibukanya kawasan wisata Tebing Breksi sejak akhir 2016 itu, penduduk di sana bisa melakukan pekerjaan yang lebih variatif. Misalnya, ada yang membuka warung makan, berdagang cinderamata, pemandu wisata, mengelola kawasan parkir, menyewakan kendaraan, dan lainnya.

Sumber : www.travel.tempo.co

Festival Kuliner di Yogyakarta

Bicara soal potensi kuliner, Yogyakarta adalah salah satu kota yang memiliki hidangan kuliner begitu banyak. Tahukah Anda bahwa sebetulnya Yogyakarta menyimpan begitu banyak ragam kuliner yang bisa dinikmati.

Sebut saja mulai dari kuliner favorit Yogyakarta dari yang legendaris hingga yang tengah hits di kalangan pencinta dan penikmat makanan, contohnya Gudeg Yu Djum, Oseng Mercon Bu Narti, Sate Klathak Pak Jede, Jadah Tempe, Jejamuran, Ceker Huhah, Bakmi Kadin, Mie Setan, Bakpia Kukus Tugu, Martabak Markobar, hingga Mangkok Kelapa.

Menyadari Marlina Handayani, S.Pd, M.M, selaku Kepala Seksi Pelayanan Informasi Pariwisata, Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, pun menggelar festival kuliner untuk pengembangan sektor wisata kuliner.

Marlina menambahkan, acara festival kuliner memang bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk pariwisata suatu daerah. Menurutnya, kegiatan ini akan memberikan banyak peluang di masyarakat.

Sumber : www.lifestyle.okezone.com

Bendung Karet Depan Terminal Tirtonadi Jadi Obyek Wisata Baru

Kota Solo mempunyai obyek wisata favorit baru. Bendung karet di depan Terminal Tirtonadi yang dulu kurang terawat, disulap menjadi tempat yang indah sehingga banyak dikunjungi. Tak hanya warga Solo, warga kota lain pun ikut berkunjung untuk menikmati suasana maupun sekadar berswafoto.

Di lokasi sungai yang sudah direvitalisasi tersebut, Pemkot Solo menebar 810.000 benih ikan nila merah. Pemkot Solo berencana menjadikan bendungan yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU PR) ini menjadi obyek wisata andalan.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, tebar benih ini dilakukan agar masyarakat bisa memancing di Bendung Karet Tirtonadi. Apalagi nantinya lokasi ini dapat menjadi tujuan wisata bagi masyarakat.

Bendung karet tersebut nantinya masih akan dilakukan penataan sanitasi dan kebersihan sungai dari sampah. Pihaknya akan mengupayakan agar pemancing tidak membuang sampah di sini.

Rudyatmo menambahkan, Pemkot Solo segera menerjunkan personel pengamanan untuk mengawasi Bendung Karet Tirtonadi selama 24 jam. Hal itu dilakukan guna menjaga kawasan setempat bebas dari pencemaran.

Sumber : www.merdeka.com

Kampung Flory Diusulkan Jadi Wisata Baru Populer

                   Sumber Foto : www.republika.co.id

Desa Wisata Kampung Flory memang begitu memikat. Walau masih terbilang baru, namanya sudah terkenal secara nasional dan kerap menjadi contoh sukses pengembangan perekonomian masyarakat desa.

Kampung Flory tidak cuma mendapatkan kepopuleran tinggi di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Sleman. Bahkan, posisinya sebagai destinasi wisata tidak pula cuma tersohor di sekitaran DIY.

Walau belum genap berusia satu tahun, nama Kampung Flory sudah dikenal hampir masyarakat Indonesia. Setidaknya, mereka yang memiliki hobi wisata di Indonesia sudah hampir pasti mengenal Kampung Flory.

Kampung Flory berada di Dusun Jugangpangukan Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, DIY. Agrowisata seluas 4,5 hektare itu menjadi satu contoh sukses sinergi pemuda dan desa.

Pada peresmiannya, Pembina Kampung Flory Sudihartono menuturkan ada berbagai obyek wisata mulai zona taruna tani, zona agro buah, zona bali ndeso, dan zona desa wisata edukasi.

Tertarik untuk liburan kesana??

Yuukk siapkan akhir pekan ini untuk ke “Kampung Flory”.

Sumber : www.republika.co.id