Sungai Bekas Jamban Disulap Jadi Tempat Wisata Ikan

Sungai yang mengalir di Dusun Kedungcangkring, Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang awalnya kotor dan berfungsi sebagai jamban kini berubah total. Bahkan, menjadi tempat wisata sungai unggulan. Bagaimana tidak, sungai itu kini airnya mengalir jernih. Tidak ada lagi sampah yang menyumbat. Sungai itu menjadi habitat dari ribuan ikan dari berbagai jenis semisal komet, tombro, hingga koi ukuran besar. Beragam jenis ikan yang sengaja ditebar di sungai itu nampak berenang bebas pada area khusus, yakni area sepanjang 100 meter pada sungai yang mempunyai lebar sekitar 2 meter itu.

Area itu memang sengaja dibentuk dengan membuat pagar-pagar ikan. Itu untuk menjaga ikan agar tidak terhanyut arus dari pecahan sungai yang berhulu di Gunung Kelud itu. Suasana perdesaan sangat kentara karena lokasinya berada di tengah perkampungan warga. Sehingga, suasananya juga terasa cukup dekat dengan keseharian warga bahkan nampak pula kandang sapi milik warga. Bagi anak-anak, kondisi dan situasi itu tentu akan sangat menyenangkan. Apalagi, mereka juga bisa memberi makan ikan-ikan itu secara langsung.

Berminat berkunjung kesana??
Yuuk agendakan liburan Abang None kesana.
Happy Holiday!!!
Sumber : www.regional.kompas.com

Lahan Pertanian Desa Gejahan Kini Menjadi Lokasi Wisata Unik

Wilayah Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, terkenal sebagai wilayah yang lahan pertaniannya hanya bisa ditanami saat musim hujan atau tadah hujan. Namun di beberapa kecamatan, yang memiliki sumber air yang melimpah lahan pertanian bisa ditanami selama setahun. Salah satunya di Desa Gejahan, Kecamatan Ponjong. Sawah yang sepanjang tahun ditanami padi ini, tak jarang diserang hama.

Tujuan utamanya memberikan wisata edukasi kepada masyarakat mengenai pertanian lahan terpadu yang bisa dilakukan siapa pun, sambil berwisata.
“Sudah banyak, tetapi memang belum dibuka resmi, nantinya ada tarif untuk memasuki spot selfie,” ucapnya. Penyuluh Pertanian Desa Gejahan, Heru Prasetyo menambahkan, lokasi tersebut memang dikembangkan untuk pertanian dengan penerapan lahan terpadu.

Untuk mempercantik lokasi yang dikenal Bulak Widoro, juga dibangun jembatan dari bambu dan rumah kecil dari kayu. Inilah yang biasa digunakan oleh wisatawan untuk berswafoto menggunakan gawainya.

Sumber : www.travel.kompas.com

Asita Menyebut Tren Wisata Jatim Tahun Depan Mengarah ke Madura

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Jatim menilai hingga 2019 masyarakat masih cenderung memilih wisata dengan nuansa back to nature.

Ketua Dewan Tata Krama (Depeta) Asita Jatim, Nanik Sutaningtyas mengatakan, tahun 2019 wisata perjalanan Probolinggo-Madura diprediksikan menjadi tren wisata di Jatim.

Sejumlah obyek wisata di Madura ini antara lain Gili Labak, Gili Iyang, serta Gili Genteng. Dikatakan Nanik, di Gili Genteng saat ini sudah mulai ada resort. Sedangkan Gili Labak sangat cocok untuk snorkling dan Gili Iyang adalah lokasi nomor dua di dunia yang memiliki oksigen murni.

Menurutnya, ketiga obyek wisata tersebut bisa menjadi destinasi wisata baru bagi wisatawan dalam negeri maupun manca negara.

Diharapkan dengan adanya potensi-potensi wisata baru di Jatim seperti ketiga obyek wisata tersebut dapat menarik wisatawan mencapai 7 juta hingga tahun depan.

Sumber : www.tribunnews.com

Home Travel News Awal Desember, Tapteng Menggelar Pesona Wisata

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara terus giat-giatnya mengangkat dan mengenalkan potensi pariwisata yang mereka miliki. Segala agenda dan program menarik untuk mendongkrak jumlah pengunjung mendatangi wilayah Pantai Barat ini tak habis dilakukan, khususnya oleh dinas pariwisata-nya. Agenda penutup tahun kali ini, digelar lomba video dokumenter, fotografi, design icon, selfie obyek wisata, perahu tradisional, dan lomba tari kreasi daerah.
Untuk lomba video dokumenter, pendaftaran dibuka sejak 25 Oktober 2018 dengan jadwal penyerahan video pada 26 November sampai 5 Desember 2018. Peserta diharuskan memilih minimal tiga dari tujuh obyek wisata pilihan di Tapanuli Tengah. “Event akbar ini bertema pariwisata dan kesenian, namanya Pesona Wisata Tapanuli Tengah. Acara puncak akan digelar pada 8 Desember 2018,” kata Kadis Pariwisata Tapteng, Rahmad Jambak, Selasa (30/10/2018).

Tujuh obyek wisata pilihan tersebut, lanjut Rahmad, adalah Makam Mahligai, Makam Papan Tinggi, Tugu Titik Nol, Pantai Binasi, Pulau Mursala yang terdiri dari Pulau Kalimantung dan Pulau Putri, kemudian obyek wisata terumbu karang atau potensi wisata bawah laut.
Para peserta dapat menambahkan obyek wisata lain atau kreasi lain yang bernilai seni mulai dari budaya dan kearifan lokal, semisal tari Sikambang, air terjun Silaklak, air terjun Tujuh Tingkat atau obyek wisata dan kesenian lain.
“Total hadiah yang diperebutkan Rp 45 juta. Selain juara satu sampai tiga, ada juga juara harapan dan favorit. Juara ini akan diperoleh dari penilaian jumlah like subscribe di akun youtube para peserta,” ucap Rahmad.
Selanjutnya, untuk lomba design icon, pendaftaran dibuka sejak 28 Oktober hingga 30 November 2018. Ikon harus sesuai dengan visi dan misi Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Tengah. Harus karya original dan belum pernah diperlombakan. Pada lomba foto selfie obyek wisata, pendaftaran dibuka sejak 28 Oktober hingga 30 November. Peserta mengunggah fotonya ke Instagram dengan memberi tanda @DisparTapteng.

Sumber : www.travel.kompas.com

M Hernan dan Fellicia Jadi Duta Wisata Aceh

Muhammad Hernan Rusyidi dan Elzira Fellicia dinobatkan menjadi duta wisata Aceh 2018 pada malam penobatan Duta Wisata Aceh di AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Sabtu (27/10/2O18) malam.

Fellicia Yang berasal dari Aceh Besar dinobatkan sebagai Inong Aceh dan M Hernan dari Lhokseumawe dinobatkan sebagai Agam Aceh.

Keduanya, masing-masing berhasil mengalahkan 22 peserta lain dari seluruh Aceh.

Pemilihan duta wisata Aceh diikuti oleh 23 pasang duta wisata yang mewakili 23 Kabupaten/Kota di Aceh, yang juga Duta Wisata daerah masing-masing.

Sedangkan Wakil I dinobatkan kepada Dhea Nadilla dari Aceh Utara dan Kharisma Fiendy dari Bener Meriah.

Wakil II diraih oleh Cindy Alfirdausi dari Banda Aceh dan Reza Tafta dari Aceh Tenggara.

Selanjutnya Wakil II diraih oleh Lusi Yana dari Pidie Jaya dan Munji Assidiqi dari Aceh Selatan.

Wakil IV diraih oleh Maulida Rahma dari Aceh Barat dan T Muhammad Aidil Aceh Besar.

Lalu Wakil V diraih oleh Afra Widi Wardani dari Lhokseumawe dan Muhammad Hanid dari Pidie.

Pada malam penobatan itu, para peserta mendapat penilaian langsung dari dewan juri, dengan beragam pertanyaan menyangkut segala sektor yang berkaitan dengan Aceh.

Sebelum malam penobatan mereka sudah dibekali dengan berbagai ilmu untuk mengemban tugas sebagai Duta Wisata.

Pemilihan duta wisata tahun ini mengangkat tema “Aceh Hebat melalui Peran dan Aksi Nyata Duta Wisata”.

Perwakilan terbaik ini akan berkontribusi untuk pengembangan pariwisata Aceh.

Sumber : www.aceh.tribunnews.com

4 Tempat Wisata di Jakarta Ini Jadi Spot Foto Favorit

Meskipun Jakarta identik dengan kepadatan lalu lintas, kota ini ternyata menyimpan potensi wisata yang tak kalah memukau. Ada banyak destinasi yang sesungguhnya menarik untuk dieksplor, khususnya dalam rangka berburu foto. Penasaran?? Ini dia rekomendasinya :

Taman Anggrek Ragunan

Ragunan identik dengan koleksi satwa yang beragam. Namun, selain melihat hewan-hewan tersebut, pengunjung ternyata bisa menikmati keindahan flora berupa tanaman anggrek. Di Taman Anggrek Ragunan ini terdapat koleksi anggrek yang sangat banyak dan beragam.

Taman Anggrek Ragunan ini diresmikan pada 1973 silam. Berbagai tanaman anggrek yang sengaja dibudidayakan di objek wisata ini menyuguhkan pemandangan sangat cantik dan menarik untuk dipotret. Bagi yang ingin menambah wawasan seputar anggrek, sekitar 5.000 spesies anggrek tersedia untuk dipelajari. Bahkan, Anda pun bisa membelinya untuk ditanam sendiri di rumah.

Taman Langsat

Objek wisata selanjutnya yang instagramable di Jakarta adalah Taman Langsat. Terletak di Jakarta Selatan, tepatnya di Jl. Ahmad Dahlan, objek wisata ini merupakan sebuah tempat piknik yang murah sekaligus bersih.
Seperti taman pada umumnya, ada beragam fasilitas outdoor yang tersedia, seperti ayunan dan mainan anak. Bagi yang senang berolahraga, jangan lewatkan kesempatan untuk berlari santai di jogging track yang tersedia.

Museum Layang-Layang

Anak-anak generasi milenial mungkin sudah jarang bermain layang-layang. Namun, Anda dapat mengajak mereka mengenal benda ini dari dekat dengan berkunjung ke Museum Layang-Layang.

Museum Layang-Layang adalah salah satu tempat wisata instagramable di Jakarta. Bagaimana tidak, di sini Anda dapat menyaksikan ratusan jenis layang-layang berbagai model yang berasal dari berbagai negara. Selain itu, para pengunjung juga dapat belajar membuat layang-layang di museum ini.

Pasar Santa

Jika Anda penggemar destinasi wisata yang tidak biasa, cobalah untuk berkunjung ke pasar. Bukan hanya untuk berbelanja, tetapi menyaksikan berbagai koleksi menarik yang tersedia. Pasar yang paling hits di kalangan anak muda Jakarta adalah Pasar Santa. Ini merupakan pusat kuliner sekaligus tempat menjual berbagai benda yang unik dan menarik.

Sumber : www.jawapos.com

Kembangkan Wisata, Pendapatan Warga Banyuwangi Naik 120%

Pengembangan pariwisata di Banyuwangi, Jawa Timur, menunjukan hasil membanggakan. Seluruh unsur utama pariwisata, yaitu atraksi, aksesibilitas, dan amenitas, digarap maksimal.

Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa itu kini makin menjadi rujukan wisata baru di Indonesia.

Pesatnya perkembangan pariwisata Banyuwangi tidak lepas dari komitmen kuat Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Sejak menjabat sebagai bupati pada 2010, Azwa berhasil mendandani Banyuwangi habis-habisan.

Istimewanya, pembangunan yang dilakukannya tak serta merta meluruhkan nilai budaya dan kearifan lokal Banyuwangi. Masyarakat justru didorong untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan pariwisata, sehingga mereka tidak hanya jadi penonton, tapi juga ikut menikmati berkah ekonomi.

Revitalisasi sektor transportasi udara pun tak luput dari perhatian. Pengembangan transportasi udara menjadi salah satu kunci mendorong kemajuan daerah, dengan mendorong Bandara Banyuwangi menjadi bandara internasional.

Kini Bandara Banyuwangi menjadi green airport pertama di Indonesia. Jumlah pergerakan penumpangnya pun semakin positif.

Target 2018 sebesar 6,57 persen. Pendapatan per kapita warga melonjak 120 persen menjadi Rp 45 juta per orang per tahun pada 2017, dibanding posisi 2011.

Keberhasilan itu mendapatkan berbagai pengakuan dari internasional. Pada 2016, inovasi pengembangan pariwisata Banyuwangi mendapat apreasiasi dari Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pariwisata (NWTO).

Penghargaannya pun sangat bergengsi, yaitu Awards for Excellence and Innovation in Tourism untuk kategori Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola.

Penghargaan terbaru, daerah berjuluk The Sunrise of Java ini menyabet  ASEAN Tourism Standard Award (ASEAN) 2018, kategori Clean Tourist City, di Chiang Mai, Thailand.

Sumber : www.suara.com

Pesta Nikah di India Kini Jadi Atraksi Wisata untuk Turis

Pesta pernikahan khas India terkenal meriah, dengan aneka makanan, pakaian, dan dekorasi yang semarak. Bagi turis, pernikahan khas India menjadi magnet pengalaman baru yang menyenangkan. Inilah yang dijual oleh start up asal Australia, Join My Wedding. Situs ini menghubungkan turis dengan calon mempelai India yang akan mengadakan pesta. Perusahaan ini muncul di 2016 dan mendapat sambutan baik. “Banyak wisatawan bilang ini adalah pengalaman terbaik yang mereka dapatkan ketika berwisata di Asia,” kata Co Founder Join My Wedding, Orsi Parkanyi dilansir dari Lonely Planet.
Ada beberapa acara yang dapat dipilih oleh turis. Mulai dari upacara Sangeet yakni pesta khusus untuk mempelai perempuan yang penuh dengan tarian dan musik. Juga tak lupa kehadiran para seniman henna untuk melukis di tangan. Acara favorit lainnya adalah pesta pernikahan tradisional. Ketika para turis juga didandani layaknya warga lokal dengan pakaian sari untuk perempuan, aksesoris meriah, ikut bersantap, dan berfoto bersama tamu serta mempelai.
Untuk ikut serta dalam acara pernikahan India ini, turis hanya perlu mendaftarkan diri dalam paket di situs Join My Wedding dan membayar sesuai harga paket. Umumnya harga paket berkisar 150 dollar AS atau sekitar Rp 2.250.000 untuk pesta satu hari, atau 250 dollar AS atau setara Rp 3.750.000 dollar AS untuk pesta dua hari.

Sumber : www.travel.kompas.com

Gandrung Sewu Kembali Masuk Kalender Wisata Nasional 2019

Kemegahan sendratari rakyat Festival Gandrung Sewu di Banyuwangi kembali memikat Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyatakan Festival Gandrung Sewu akan kembali masuk 100 calendar of event nasional bersanding dengan event budaya lain di Indonesia. Hal itu dikatakan Menpar saat menghadiri Festival Gandrung Sewu di Pantai Boom, Banyuwangi, Sabtu (20/10).

Menurut Arief, event tahunan Festival Gandrung Sewu layak masuk kalender wisata nasional setelah melalui kurasi. Tim kurator Kemenpar menilai kualitas pelaksanaan Gandrung Sewu terus menunjukkan peningkatan.

Nilai lainnya, lanjut Menpar, adalah pertunjukan ini berbasis dan berakar dari budaya lokal Banyuwangi. Dan yang paling penting, Gandrung Sewu mampu menggeliatkan ekonomi daerah.

Sumber : www.tribunnews.com

 

Generasi Milenial akan Mendominasi Pasar Wisata

Pergeseran generasi yang tidak terhindarkan di dunia pariwisata. Wisatawan milenial pun diprediksi akan menjadi pasar utama di 2019. Dari data Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang dipaparkan saat FGD (Focus Group Discusstion) Milenial Tourism yang digelar Kemenpar, di Jakarta, Kamis (18/10/2018), wisatawan milenial akan terus tumbuh dan menjadi pasar utama.
Diproyeksikan pada 2030 mendatang, pasar pariwisata Asia didominasi wisatawan milenial berusia 15-34 tahun mencapai hingga 57 persen.
Di China generasi milennial akan mencapai 333 juta, Filipina 42 juta, Vietnam 26 juta, Thailand 19 juta, sedangkan Indonesia 82 juta. Menengok lebih dekat, Rizki Handayani, Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar mengatakan lebih dari 50 persen dari tiap pasar pariwisata Indonesia sudah merupakan milenial di 2019. Beberapa negara yang wisatawan milenial meningkat diantara lain China, India, Singapura, dan negara Asia Tenggara lainnya.
Rizki mengatakan, beberapa negara sudah mulai intens menyasar pasar milenials ini. Antara lain negara Korea, Jepang, dan Thailand. Harapannya di 2019 Indonesia tidak kecolongan untuk mengantisipasi potensi wisatawan milennial. Menurutnya Korea dan Jepang sudah mencontohkan gaya promosi dan iklan yang sangat menyasar millennials, dari segi iklan visual, promosi kebudayaan, kuliner, dan lainnya.

Sumber : www.travel.kompas.com