Pantai Carita di Pesisir Utara Banten

Sumber Foto : www.youtube.com

Tidak jauh dari Jakarta, terdapat sebuah daerah yang menyimpan pantai indah menawan. Daerah itu adalah kecamatan Carita, di Pandegelang Banten.  Di Kecamatan Carita terdapat objek wisata Pantai Carita yang terkenal hingga manca negara. Pantai ini merupakan salah satu dari bejibunnya pantai indah di pesisir banten. Lokasi pantai ini berada di tengah-tengah antara Pantai Anyer dan Pantai Tanjung Lesung, dengan posisi menghadap Selat Sunda.

Ada begitu banyak sarana akomodasi tersebar di sepanjang kawasan pantai dengan beragam pilihan fasilitas dan harga. Kawasan Wisata Pantai Carita yang terbentang seluas 2.5 hektar ini telah dikelola sejak 20 tahun yang lalu.

Pantai Carita menawarkan panorama hamparan pasir putih yang luas serta lanskap Gunung Krakatau yang indah dari kejauhan. Pantai ini juga mengandung kekayaan satwa yang bisa Anda amati, seperti kera ekor panjang, lutung, biawak, ular sanca, alap-alap, dan burung elang. Kekayaan satwa ini dimiliki karena masih eksisinya butan lindung seluas 95 hektar yang melindungi pantai ini.

Beragam aktivitas pantai dan olahraga air seperti jetski, banana boat, diving, snorkeling, renang, bermain layang-layang, dan voli pantai dapat dilakukan di kawasan pantai Carita.

Sumber : www.nativeindonesia.com

Wisata Kepulauan Seribu Kembali Eksis

Bagi Anda para pecinta wisata air terutama laut, pasti sudah tidak asing lagi dengan salah satu pulau indah yakni Kepulauan Seribu. Letaknya yang tak terlalu jauh dari pusat kota Jakarta, membuat Kepulauan Seribu menjadi destinasi wisata favorit.

Untuk terus menarik perhatian banyak wisatawan domestik ataupun mancanegara, pihak Kepulauan Seribu terus melakukan perbaikan dan juga promosi. Salah satu bentuk ajang promosi tersebut adalah diadakannya acara Kepulauan Seribu Water Sport Competition, pada tanggal 16-17, dan 23-24 November 2019.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu tersebut berhasil mendatangkan ratusan peserta dari penjuru Tanah Air.

Cucu Ahmad Kurinia selaku Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pulau Seribu mengatakan bahwa semakin banyak acara yang digelar oleh pihak terkait dari Kepulauan Seribu, maka diharapkan mendatangkan banyak wisatawan, karena publikasi yang semakin besar. 

Cucu juga bercerita mengenai perkembangan wisata di Kepulauan Seribu. Ia mengatakan bahwa wisata Kepulauan Seribu khususnya Pulau Tidung mulai menggeliat ketika jembatan cinta dibangun. Kemudian pulau tersebut sempat sepi pengunjung atau meredup. Eksistensi Kepulauan Seribu kembali diraih setelah ditetapkan sebagai Sepuluh Bali Baru di Indonesia.

“Jadi Pulau Tidung itu sebenarnya pertama kali menggeliatnya Pulau Seribu itu dari Pulau Tidung, dimulai dengan adanya jembatan cinta sekitar tahun 2005-an. Tapi kemudian meredup, kemudian lima tahun terakhir ini mulai menggeliat lagi terutama semenjak ditetapkan pulau seribu sebagai sepuluh Bali baru di Indonesia,” kata Cucu.

Cucu juga menjelaskan bahwa ada dua pilihan wisata di kepulauan Seribu, yakni pulau penduduk dan pulau resort. Hal itu disesuaikan dengan biaya atau budget yang dimiliki para wisatawan.

“Pilihannya ada dua dari pulau seribu, mau ke pulau penduduk atau ke pulau resort tergantung budget. Pulau penduduk yang sekarang dinikmati itu Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Pramuka, dan Pulau Harapan. Untuk pulau resort ada 7,” jelasnya.

Sumber : www.viva.co.id

Ini Daftar Tempat Makan Halal Terkenal di Thailand

Sudah kita ketahui bersama bahwa saat ini banyak orang yang ingin berwisata ke Thailand yang memang menarik untuk di eksplor. Di sana, ada pemandangan alam wisata belanja hingga budaya yang sangat indah memikat siapa saja termasuk dari Indonesia. Kendati memiliki kemiripan budayanya, namun ada sedikit problem dimana makanan di Thailand banyak yang tidak halal sehingga wisatawan muslim akan terkendala soal makanan.

Memang sudah banyak tempat makanan di negara tersebut yang menyediakan menu halal tapi ternyata tidak mudah dijumpai. Tapi jangan khawatir sebab dibawah ini terdapat beberapa nama restoran halal yang berada di sentra wisata maupun tempat penting di Thailand yang bisa dikunjungi saat perut terasa lapar.  Jadi tidak perlu risau lagi jika ingin berwisata ke sana dan setelah memperoleh tiket pesawat ke Thailand, cermati dan ingat-ingat betul nama restoran-restoran halal berikut ini.

 

Pasar Chatuchak

Jika sedang berada di Pasar Chatuchak dan perut terasa lapar bisa mampir ke Kah Jak. Tempat ini berada di areal yang dekat dengan mushola sehingga cukup mudah untuk ditemukan. Disini tersedia berbagai makanan lokasinya strategis untuk wisatawan muslim. Anda bisa mencoba berbagai macam menu makanan seperti nasi briyani, tomyam, dan beragam jenis mie dengan harga sekitar 50 sampai 70 Baht.

Di Pasar Chatuchak masih ada lagi penjual makanan halal yang juga terkenal, yakni Saman Islam. Lokasinya berada di section 16, yaitu di kawasan jam antik. Pengunjung bisa menikmati makanan khas Thailand seperti tom yum hingga nasi briyani yang halal. Tidak perlu takut karena berbeda bahasa karena di menunya sudah ada nomor yang memudahkan saat memesan makanan.

Ingin makanan khaas Thailand yang halal di Chatuchak  bisa menuju ke Yusup Pochana. Lokasinya ada di kawasan Kaset Nawamin Road. Selain menghidangkan makanan lokal, menu yang juga populer  adalah nasi biryani lengkap dengan olahan daging kambing, telur, dan ikan.

 

Bandara Suvarnabhumi

Mendarat di bandara Suvarnabhumi dan tetiba perut terasa keroncongan tidak perlu khawatir. Sebab kendati tidak begitu banyak tersedia makanan halal, untuk menuntaskan urusan perut bisa menuju lantai 3 bandara tersebut. Di deretan restoran tersebut ada tempat makanan halal bernama The Miracle Food Village. Menu yang tersedia adalah burger, sandwich, spaghetti,  nasi goreng, berbagai olahan mie dengan daging ayam serta nasi biryani yang kesemuanya itu dijual dengan harga yang sangat terjangkau.

Tempat makan halal lainnya adalah Magic Food Point, yang disebut oleh backpakcer sebagai tempat makan paling murah di Bandara Suvarnabhumi. Untuk menemukan lokasinya sebenarnya tidak sulit. Silahkan turunlah ke lantai 1 Bandara Suvarnabhumi dan carilah tempat di mana para penumpang menunggu bus tujuan Bangkok atau luar kota dan kiosnya berada di pojok ujung kiri. Menu favoritnya adalah nasi campur atau nasi biryani yang dihargai sekitar 50 Baht saja.

 

MBK Mall

MBK Mall adalah salah satu mall terbesar di Bangkok dan disebut menjadi salah satu destinasi wisata belanja favorit bagi orang-orang Indonesia yang sedang liburan di ibukota Negara Gajah Putih tersebut. Untuk mencari tempat makanan halal bisa menuju ke Yana Restaurant yang berada di lantai 5 mall, lebih tepatnya persis bersebelahan dengan Food on Fifth. Menu makanan yang tersedia adalah makanan khas tradisional Thailand dengan rasa yang enak dan memiliki harga mulai dari 80 Bath.

 

 

Museum Madam Tussaud

Apabila berada di sekitar Museum Madam Tussaud, silahkan untuk menghilangkan rasa lapar di Farida Fatornee yang juga merupakan salah satu penyedia makanan halal di Bangkok yang cukup terkenal. Tempatnya juga sangat mudah ditemukan karena dari stasiun Ratchatewi, wisatawan hanya tinggal menyeberang jalan untuk bisa mencapai tempat makan ini. Harga makanannya juga tidak terlalu mahal, cukup sediakan dana sekitar 50 hingga 80 baht untuk menikmati makanan khas Thailand dengan rasa yang memuaskan serta halal.

 

 

 

Sumber : PB

 

Bus Wisata Wajib Tenaga Listrik

Jepang membuktikan kepeduliannya terhadap lingkungan menyentuh ke segala sektor. Termasuk pembatasan kendaraan berbahan bakar bensin, yang memiliki dampak polusi emisi di tempat-tempat wisata.

Salah satunya di destinasi wisata Alpine Route di wilayah Pegunungan Tateyama selama mengikuti tour selama Tokyo Motor Show 2019. Bus dan kendaraan pribadi hanya dibolehkan mengantar pelancong di Tateyama Station atau di Ogizawa Station saja. Selanjutnya seluruh transportasi ke obyek wisata menggunakan bus atau kereta dengan daya listrik.

Selain bus listrik, transportasi lainnya adalah kereta kabel dan kereta gantung, juga bustroli semacam trem yang kesemuanya menggunakan energi elektrifikasi.

Sumber : www.otomotif.tempo.co

Wishnutama Bakal Kembangkan Event Wisata

Menteri Pariwisata dann Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menuturkan bahwa akan ada banyak event yang diseriuskan.

Ia menambahkan, selain pentingnya promosi pariwisata, Indonesia juga harus memiliki daya tarik yang luar biasa sehingga wisatawan mau datang. “Kita punya Calender of Event. Seperti apa kualitasnya? Bagaimana meningkatkannya?” tuturnya. Menurut, event dalam setahun tidak perlu terlalu banyak. “Tapi diseriusi, lebih baik difokuskan, butuh proses ke situ, tapi itu salah satu daya tarik yang akan kita kembangkan,” katanya.

Sumber : www.travel.kompas.com

World Tourism Day Penting bagi Pariwisata

Bertempat di Monumen Nasional Jumat sore 4 Oktober 2019, digelar World Turism day – dimana seperti kita ketahui setiap tanggal 27 September telah disepakati dunia sebagai Hari Pariwisata Dunia atau World Tourism Day (WTD). Pada tahun ini 2019 Hari Pariwisata Dunia telah memasuki tahun ke-39 sejak diresmikan bertahun-tahun lalu di Spanyol.

World Tourism Day bertujuan untuk mendorong kesadaran masyarakat internasional akan pentingnya dampak pariwisata terhadap nilai budaya, sosial, ekonomi, politik serta lingkungan, serta pentingnya untuk terus memberikan kesadaran tentang pariwisata sebagai kontributor dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). TEMA Perayaan Hari Pariwisata Dunia 2019 diadakan (official celebration) di India dengan tema “Tourism and Jobs: A Better Future for All”.
Sayangnya Indonesia selama 39 tahun belum pernah mendapat kesempatan ditunjuk secara resmi sebagai official celebration, karena dianggap belum pernah mengadakan 3 kali secara nasional berturutturut peringatan WTD tersebut di Indonesia. Setelah 2018 lalu WTD dilaksanakan di Universitas Podomoro Jakarta. Kali ini, WTD 2019 tetap dilaksanakan yang merupakan program UNWTO dengan tema yang sama yaitu: “Tourism and Jobs: A Better Future for All”, bertempat di Monumen Nasional (Monas) sore ini. Tema ini sengaja diangkat karena pariwisata adalah untuk siapapun dan bisa diaplikasikan dimana saja, serta mampu menampung tenaga kerja dengan prospek yang lebih baik, namun harus tetap menyoroti seberapa besar kontribusi industri pariwisata terhadap pembangunan dan meminimalkan dampak negatifnya.

Semoga Peringatan Hari Pariwisata Dunia 2020 dapat tetap kita adakan, sehingga kita bisa ditunjuk oleh UNWTO untuk menyelenggarakan secara resmi (official celebration).

Sumber : Aldin – Frontline A.Komunika/ avant-garde

Pemprov Jabar Percantik 4 Situ-Waduk

Sumber Foto : www.travel.detik.com

Pemprov Jawa Barat sedang mengoptimalkan potensi wisata air di berbagai daerah. Salah satunya dengan menata waduk dan situ agar menarik minat wisatawan.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (DSDA) Jabar Linda Amin mengatakan tahun ini ada empat kawasan waduk dan situ yang ditata. Empat kawasan tersebut berpotensi menjadi destinasi wisata air.

Ia menuturkan penataan akan dilakukan di Waduk Darma (Kabupaten Kuningan), Situ Ciburuy (Kabupaten Bandung Barat), Situ Rawa Kalong (Kota Depok), Kalimalang (Kota Bekasi).

Linda juga menambahkan dengan penataan tersebut, potensi wisata air di Jabar bisa dilirik wisatawan. Komitmen ini sebagai bentuk dukungan agar Jabar menjadi salah satu wilayah destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Sumber : www.travel.detik.com

Sail Nias 2019 Unggulkan Potensi Wisata Bahari

Kenali keindahan wisata di Kepulauan Nias lewat Sail Nias 2019. Acara ini menjadi salah satu upaya mempromosikan potensi pariwisata bahari dan budaya di Nias. Tahun ini, puncak kegiatan Sail Nias akan digelar pada tanggal 11-14 September 2019 di Teluk Dalam, Nias Selatan, Sumatera Utara.

Kegiatan yang akan dihadirkan meliputi Tournament Sail Nias, Festival Lompat Batu, Festival Kebudayaan Kepulauan Batu, Parade Kapal Nelayan Tradisional, Gebyar Kopi, Kuliner, Wonderful Foto Tourism ExpoFishing, Free Diving Competition, Wind Surfing, dan sailing.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Rizki Handayani, salah satu tujuan dihadirkannya Sail Nias adalah untuk meningkatkan wisata kapal pesiar dan yacht di kepulauan ini.

Sumber : www.gatra.com

Korea Travel Fair 2019

Korea Travel Fair bertema Muslim Friendly Korea Festival akan diadakan di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, pada 6 September-8 September 2019. Acara tersebut diadakan oleh Organisasi Pariwisata Korea (KTO) Jakarta, untuk memperkenalkan tentang wisata ramah muslim.

“Tema Muslim Friendly Korea Festival ini karena penduduk Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia,” kata Direktur Organisasi Pariwisata Korea (KTO) Jakarta Andrew Jonghoon Kim saat jumpa media di Hotel The Hermitage, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Agustus 2019.

Kim menjelaskan, Korea Travel Fair 2019 juga sebagai ajang penawaran promosi cashback, agen perjalanan wisata, dan maskapai penerbangan.

Korea Travel Fair mempromosikan wisata ramah muslim dalam suasana musim dingin. Korea Travel Fair nantinya akan dibagi menjadi tiga zona: Grand Atrium, Mosaic Walk, dan Food Society.

Sumber : www.travel.tempo.co

Wisata Balon Udara di Gunung Bromo

Sumber Foto : www.jatimnow.com

Wisata Gunung Bromo kini kedatangan wahana balon udara. Pengunjung disuguhkan dengan panorama alam Gunung Bromo dari langit.
Sumber : www.news.detik.com