Ungkap Pemberian Komisi Pelatih Kartu Prakerja

Sumber Foto : www.cnnindonesia.com

Pemerintah mengungkapkan platform digital yang menjadi mitra kerja sama Kartu Prakerja menerima komisi dari lembaga pelatihan yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut. Namun, pemerintah tidak mengatur besaran komisi.

Pasalnya, besaran komisi merupakan hasil kesepakatan dalam perjanjian kerja sama antara platform digital dan lembaga pelatihan. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi UKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaigus Ketua Tim Pelaksana Kartu Prakerja Mohammad Rudy Salahuddin. Menurutnya, kedua pihak menyepakati komisi yang wajar sesuai ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 3 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksana Peraturan Persiden Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja. Meskipun demikian, beleid itu tidak mematok angka pasti dari komisi wajar tersebut.

Saat ini, ada delapan platform digital yang bekerja sama dengan pemerintah dalam menawarkan pelatihan kepada peserta Kartu Prakerja. Platform digital tersebut, yaitu Tokopedia, Bukalapak, Ruangguru, Mau Belajar Apa, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan pelatihan.kemnaker.go.id.

Pemerintah juga menggandeng BNI, OVO, LinkAja, dan Gopay sebagai platform pembayaran digital untuk mentransfer insentif fiskal kepada peserta. Peserta akan mendapat dana sebesar Rp3,55 juta per orang.

Insentif digunakan untuk biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp50 ribu untuk tiga kali. Targetnya, ada 5,6 juta orang yang akan menjadi peserta program dari janji kampanye Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Srikandi Universitas Budi Luhur Bagi-Bagi Masker dan Kopi, di Hari Kartini Dengan Menggandeng UKM

Universitas Budi Luhur mengadakan aksi PSBB (Pekan Srikandi Bakti Sosial Berbudi Luhur) dalam rangka memperingati hari kartini 21 April 2020 dengan menggandeng UKM (Usaha Kecil Menengah) yang terdampak dari wabah COVID19, yaitu pengusaha kopi dan sablon untuk membantu menggerakan roda ekonomi pelaku usaha. Para Srikandi Universitas Budi Luhur didampingi oleh Rektor Universitas Budi Luhur dan pihak kepolisian setempat membagikan  masker dan kopi kepada para pengendara motor, mobil, pejalan kaki yang melintas serta ojek online,seta ojek pangakalan yang berada di sekitar Budi luhur  ,dalam aksi ini hadir juga , Hj. Tutik Sri Susilowati yang biasa disapa Umi selaku pengurus Bank Sampah Budi Luhur sebagai srikandi lingkungan .

Menggunakan kebaya di dalam balutan nuansa hari kartini, Srikandi Budi luhur membagikan  masker dan minuman kopi  untuk warga yang melintas dan untuk para pengendara maupun warga sekitar kampus Budi Luhur .pembagian masker ini  di bagikan juga kepada petugas kepolisian ,dinas perhubungan yang sedang bertugas di check point yang berada di depan kampus Universitas Budi luhur .

Sambil  mengendarai motor listrik yang merupakan salah satu karya terbaik dari Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Budi Luhur,  membagikan masker kepada para pengguna jalan raya Ciledug, Tangerang. Para wanita ini merayakan hari Kartini secara proaktif peduli, kreatif dan ingin terus ambil bagian dalam mendukung pemerintah untuk melakukan aksi sosial.

“Dengan adanya Kegiatan pembagian masker dan kopi ini dalam rangka  pencegahan Covid 19 ini ,yang mana  semua masker , sablon dan kopi  ini kita order  dari para UMKM karena usaha mereka terhenti saat epidemic ini ,   dengan adanya kegiatan seperti ini akan mendrong para pelaku usaha UMKM  untuk bangkit kembali perekonomian nya“ ujar  Rektor Universitas Budi Luhur, Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., MM.,kepada awak media ( 21/4/2020).

Disamping kegiatan pembagian masker dan kopi ini akan ada kegiatan social lain nya akan di adakan dalam minggu ini yaitu  pembagian  APD  yang akan di lakukan oleh tim Universitas Budi Luhur seperti yang di ucapkan Wendi Usino “  APD ini akan kita bagikan untuk para penggali lubur yang bertugas mengali kubur bagi pasien Covid yang meninggal dunia , akan kami bagikan sebanyak 200 APD untuk para penggali kubur , sehingga mereka aman ,nyaman dalam bekerja karena terlindungi dengan APD yang di gunakan”.

 “Universitas Budi Luhur menyadari kondisi pembatasan sosial berskala besar ini memberi keterbatasan bagi ojek Online, masyarakat sekitar yang kerja harian atau paruh waktu untuk mendapat penghasilan. Kami berharap bantuan kecil dan sederhana ini dapat membantu mereka. Bahkan memberi semangat bagi pejuang keluarga untuk terus berjuang dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Aksi nyata ini juga salah satu wujud inovasi perubahan mindset untuk menghentikan penyebaran pandemik COVID-19 yaitu bersahabat dengan kondisi COVID-19” tutup wendi Usino

Selain aksi sosial, Universitas Budi Luhur turut mengambil bagian untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak oleh pandemi COVID-19 dengan memberikan potongan biaya pendidikan sebesar 50% bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah di Universitas Budi luhur.

Sumber : Universitas Budi Luhur

IMEI Berlaku 18 April 2020

Sumber Foto : www.finansialku.com

Kementerian Perdagangan menyatakan pelaku usaha wajib memberikan ganti rugi kepada konsumen jika menjual ponsel ilegal yang tidak teregistrasi di pemerintah. Direktur Pengawasan Barang Beredar Dan Jasa Kemendag Ojak Simon Manurung mengatakan hal itu telah diatur dalam UU Perlindungan Konsumen.

Ojak membeberkan pasal 19 ayat (1) UU Perlindungan Konsumen menyatakan Pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan/atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan/atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan.

Ojak berkata ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa pengembalian uang atau penggantian barang dan/atau jasa yang sejenis atau setara nilainya, atau perawatan kesehatan dan/atau pemberian santunan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Lebih lanjut, Ojak mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada distributor konvensional untuk memastikan ponsel yang diterima dari produsen atau importir sudah terdaftar di Kemenperin. Selain itu, dia mengaku pihaknya juga telah meminta Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) untuk meminta pernyataan kepada pedagang bahwa perangkat yang dijual sudah teregistrasi.

Adapun sanksi, Ojak mengatakan pelaku usaha dapat dikenakan sanksi berupa perintah penarikan dan pelarangan memperdagangkan barang jika tidak mencantumkan IMEI. Selain itu, pelaku usaha akan dicabut izinnya jika tidak mematuhi berbagai ketentuan yang diatur dalam Permendag.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Cara Hapus Akun Zoom

Sumber Foto : www.cnnindonesia.com

Zoom merupakan salah satu layanan konferensi video yang saat ini tengah hangat diperbincangkan karena tersandung masalah privasi di tengah kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) kala pandemi virus corona.

Pasalnya, Zoom diam-diam mengirimkan data ke Facebook tanpa sepengetahuan pengguna. Data tetap dikirim sekalipun pengguna tidak punya akun Facebook. Setelah aplikasi diunduh dan digunakan di ponsel atau tablet, aplikasi Zoom bakal terhubung ke Facebook Graph API.

Selain itu, kebijakan aplikasi tidak menjelaskan soal jenis pembagian data tersebut. Perusahaan hanya mengatakan berbagi data dengan pihak ketiga tanpa menyebutkan nama Facebook secara khusus.

Ada juga istilah Zoombombing, ini adalah serangan yang dilancarkan hacker berupa gangguan dari luar yang membajak konferensi video dengan mengirim gambar-gambar tidak senonoh atau ujaran kebencian disertai ancaman.

Di satu sisi, Pendiri dan CEO Zoom Eric Yuan mengakui aplikasi Zoom memang memiliki masalah keamanan dan privasi. Saat ini perusahaan tengah mengupayakan untuk mengatasi hal tersebut.

Yuan mengatakan perusahaan telah menghentikan proyek pengembangan fitur agar fokus untuk mengatasi masalah privasi dan keamanan. Yuan mengaku penghentian pengembangan berlangsung selama 90 hari.
Bagi Anda yang khawatir data akun Zoom disebar ke pihak ketiga, berikut cara menghapus akun Zoom seperti dilansir Android Authority:

1. Kunjungi website zoom.us
2. Masuk ke akun Zoom Anda.
3. Klik menu Admin.
4. Lalu pilih Account Management (Manajemen Akun) dan klik Account Profile (Profil Akun).
5. Pilih Terminate My Account (Hentikan Akun Saya).
6. Konfirmasi dengan mengklik Yes (Ya).

Sumber : www.cnnindonesia.com

Aplikasi Pelacak Pasien Corona RI Meluncur di Android

Sumber Foto : www.cnnindonesia.com

Aplikasi PeduliLindungi untuk melacak pasien positif Covid-19 akibat infeksi virus corona SARS-COV-2 telah resmi dirilis di Google Play Store bagi pengguna Android. 

Aplikasi besutan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) ini dibuat untuk mengawasi pasien positif corona (Covid-19) di Indonesia. Lewat aplikasi ini, warga yang terinfeksi Covid-19 bakal terlacak.

Bekerjasama dengan para operator seluler, lokasi pasien akan ditelusuri selama 14 hari ke belakang, melacak lokasi saat ini, dan mencegah pasien melewati wilayah karantina. 

Trace Together yang dikembangkan pemerintah Singapura, aplikasi ini juga akan memberitahu pengguna jika sempat melakukan kontak secara fisik seperti berbicara atau berpapasan dengan pasien tersebut.

Aplikasi PeduliLindungi telah diunduh lebih dari 500 pengguna di Google Play Store, sayangnya aplikasi ini belum tersedia untuk pengguna iOS. Aplikasi ini dikembangkan oleh PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

Cara kerja

– Unduh aplikasi PeduliLindungi di Google Play Store
– Setelah berhasil diunduh, klik Jadi Partisipan yang berada di paling bawah beranda aplikasi
– Lalu masukan nama lengkap dan nomor ponsel yang aktif untuk dikirimi kode OTP
– Masukkan kode OTP dan klik Verifikasi
– Pengembang mencantumkan kalimat, “PeduliLindungi butuh data Anda untuk menghentikan penyebaran Corona (Covid-19)”.

Di bagian bawah kalimat awal, ada juga kalimat yang tertulis, “Kami memerlukan data Nomor Handphone Anda. Kami memerlukan data Anda agar kami dapat segera menghubungi Anda jika ditemukan adanya riwayat kontak dengan seseorang yang terinfeksi Corona (Covid-19)”. Lalu klik Saya Setuju.

– Aplikasi membutuhkan akses Bluetooth, klik Lanjutkan Pengaturan lalu klik opsi Allow (izinkan)
– Anda sudah berhasil menjadi partisipan PeduliLindungi

Pada bagian beranda aplikasi, pengembang menghimbau kepada masyarakar untuk mengaktifkan PeduliLindungi saat bepergian dan berada di fasilitas umum seperti di bus, kereta, bahkan saat rapat atau di pusat keramaian.

Agar baterai ponsel Anda tidak cepat habis, pengembang menyodorkan opsi untuk mengaktifkan mode Power Saving yang ada di pengaturan ponsel masing-masing.

Ada juga opsi ajak teman dan keluarga untuk mengunduh aplikasi serta Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang aplikasi PeduliLindungi.

Pengguna akan disodorkan beberapa pertanyaan umum seperti Cara Kerja PeduliLindungi, Bagaimana dengan Kerahasiaan Pribadi (Privacy)?, Kapan saya harus memeriksakan diri?, Bagaimana cara mencegah penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19), dan Cara Penggunaan Aplikasi.

Namun ada pertanyaan umum yang menarik yaitu Cara Kerja PeduliLindungi dan Bagaimana dengan Kerahasiaan Pribadi (Privacy).

Kesimpulan

Saat digunakan, aplikasi ini bisa berjalan lancardan respon untuk bergulir dari satu opsi ke opsi lainnya cukup cepat. Namun, belum dapat dipastikan seberapa akurat layanan peringatan bagi pengguna yang sempat berinteraksi dengan pasien Covid-19.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Berbagi 500 Hand Sanitizer Gratis

Virus Corona yang mewabah pertama kali di Wuhan, China, kini tengah menjadi sorotan yang mengkhawatirkan dan menimbulkan ketakutan bagi banyak manusia di seluruh dunia. Pasalnya, virus ini tengah menyebar dengan cepat ke berbagai daratan hampir di seluruh negara dan menginfeksi banyak sekali orang.

Di Indonesia sendiri, hingga 18 Maret 2020, tercatat sebanyak 227 kasus pasien positif terjangkit Virus Corona sedangkan 19 di antaranya meninggal dunia. Sesuai himbauan Pemerintah, sekolah pun diliburkan serta beberapa perusahaan memberikan izin kepada para pekerja untuk dapat bekerja dari rumah selama kurang lebih 2 minggu guna mengantisipasi dan melindungi diri dari penyebaran Virus Corona.

Namun, nyatanya tidak semua pekerjaan dapat dibawa ke rumah karena ada yang masih “terpaksa” harus tetap pergi bekerja. Melihat hal ini, tim MulaiDariKita ingin kembali mengingatkan semua orang tentang pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai langkah paling utama dalam mencegah dan melawan Virus Corona. Pada Rabu, 18 Maret 2020 yang lalu, tim bergerak menuju tempat keramaian untuk membagikan 500 Hand Sanitizer secara gratis kepada banyak orang termasuk pengguna transportasi umum yang berada di Jakarta seperti Halte TransJakarta & MRT. Diketahui, selain masker Hand Sanitizer pun menjadi barang langka yang sulit ditemui kini.

Dimulai sejak pukul 10.00, titik pertama yang didatangi adalah FX Sudirman menuju Halte BEI kemudian kembali ke Ratu Plaza. Beberapa orang yang ditemui sepanjang perjalanan seperti Ojek Online, orang-orang kantor, pedagang, para penjaga Halte/Stasiun Transportasi Umum, dan lain sebagainya terlihat senang ketika mendapatkan hand sanitizer secara gratis sebab saat ini sangat sulit untuk mendapatkannya.

Semoga dengan adanya kejadian ini, dapat menyadarkan kita untuk dapat menjaga kebersihan diri agar terhindar dari berbagai virus. MulaiDariKita percaya, bahwa dibalik hidup yang higienis dan bersih, akan banyak virus yang tersisih.

Sumber : www.mulaidarikita.com

Istilah ODP, PDP, dan Suspek Covid 19

1. Pasien dalam pengawasan (PDP) PDP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan dan gangguan saluran pernapasan. Gangguan saluran pernapasan itu bisa ringan atau berat, serta pernah berkunjung ke atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan Covid-19. Tidak hanya itu, PDP ini juga memiliki indikasi atau diketahui pernah berkontak dengan langsung dengan kasus yang terkonfirmasi atau probabel Covid-19.

2. Orang dalam pemantauan ( ODP) ODP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan atau gangguan saluran pernapasan ringan, dan pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan virus tersebut. Selain itu, bisa juga orang sehat yang pernah kontak erat dengan kasus terkonfirmasi Covid-19.

3. Suspek Sementara itu, kata dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dr Panji Hadisoemarto MPH suspek adalah istilah lain untuk PDP. “Jadi perbedaan utama PDP dan ODP adalah apakah ada gabungan panas badan dan gangguan pernapasan, dan apakah pernah berkontak dengan kasus terkonfirmasi,” kata Panji, seperti yang dikutip dari www.kompas.com Rabu (18/3/2020). Untuk diketahui, kasus probabel adalah PDP yang hasil pemeriksaannya tidak dapat disimpulkan (tidak positif, tetapi juga tidak negatif). Sedangkan kasus konfirmasi adalah seseorang yang terbukti terinfeksi berdasarkan hasil laboratorium.

Apakah ODP dan PDP “berbahaya”?

“Tentu yang bisa menularkan penyakit Covid-19 adalah orang-orang yang memang terinfeksi virusnya (SARS-COV-2),” ujar Panji. Namun, permasalahannya adalah bahwa sakit Covid-19 ini bisa muncul dengan gejala ringan ataupun berat, dan diagnosis Covid-19 pun memerlukan waktu. Oleh sebab itu, kata dia, orang-orang yang memenuhi kriteria ODP maupun PDP dianggap berpotensi menularkan Covid-19 sampai terbukti sebaliknya dan harus menjalankan isolasi. Dari sisi isolasi, yang harus dilakukan untuk PDP dan ODP agak berbeda. Isolasi PDP seharusnya dilakukan di rumah sakit, sedangkan ODP harus melakukan isolasi diri dengan berdiam di rumah selama 14 hari atau disebut dengan karantina mandiri.

Sumber : www.kompas.com

Alat Ini Bisa Deteksi Virus Corona Hanya 15 Menit

Pembuat produk tekstil dan bahan kimia Kurabo Industries Ltd.  pada hari Kamis, 12 Maret 2020, mengatakan mulai pekan depan akan mulai menjual alat tes virus corona yang dikembangkan oleh perusahaan Cina.

Kit itu dapat mendeteksi virus corona baru yang menyebabkan COVID-19 dalam 15 menit, jauh lebih cepat daripada metode saat ini.

Kit itu, yang menggunakan sampel darah dan reagen, diharapkan dapat mengurangi waktu dan biaya dibandingkan dengan tes reaksi rantai polimerase (PCR) yang saat ini digunakan untuk mendeteksi penyakit penyebab pneumonia, menurut pembuatnya.

Pengujian PCR membutuhkan waktu empat hingga enam jam setelah sampel dikumpulkan dari tenggorokan pasien atau bagian tubuh lainnya.

Kit Kurabo hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk menampilkan garis merah pada strip tes setelah sampel darah dari pasien yang dicurigai dicampur dengan reagen pada strip tersebut. Garis merah menunjukkan adanya antibodi untuk virus dalam darah dan hasil tes positif, kata perusahaan itu.

Kit ini dikembangkan oleh mitra bisnis perusahaan di Cina dan telah digunakan oleh institusi medis Tiongkok.

Kurabo berencana untuk menjual kit ke lembaga penelitian dan pengujian. Satu kit yang mampu menguji 10 sampel diberi harga ¥ 25.000 (Rp 3,38 juta), tidak termasuk pajak.

Sumber : www.tekno.tempo.co

Berbagi 500 Kotak Makanan Untuk Teman Kita di Jalanan

Gerakan sosial MulaiDariKita kembali melakukan kegiatan #BerbagiGaji pada hari Sabtu, 29 Februari 2020 lalu. Berbagi Gaji sendiri merupakan ide awal yang diberikan oleh Nona Feli, salah seorang penyiar radio Hard Rock FM Jakarta. Sukses dengan kegiatan Berbagi Gaji pertama dengan anak-anak komunitas SAAJA (Sekolah Alternatif Untuk Anak Jalanan), kali ini kegiatan Berbagi Gaji menyasar langsung pada orang-orang membutuhkan yang hidup dan mengais rejeki di jalanan. Pengumpulan donasi yang dibuka sejak tanggal 18 Februari 2020 – 28 Februari 2020 mendapat respon positif dari banyak orang, sehingga dari total donasi yang terkumpul berhasil menjadi sejumlah 500 kotak makanan untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan di area Jakarta dan sekitarnya.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 14:00 – 22:00 WIB. Beberapa titik yang menjadi tujuan adalah kawasan Ciledug, Kebayoran Lama, Permata Hijau, Jalan Panjang, Cideng, Gajah Mada, Mangga Dua, Kemayoran, Sunter, dan berakhir di Bekasi. Di setiap lokasi, dijumpai banyak sekali orang-orang yang ternyata bekerja keras di jalanan untuk sekadar bisa makan dan melanjutkan hidup. Sempat bertemu dengan pengatur lalu lintas yang memiliki keterbatasan fisik, anak-anak di bawah umur yang berprofesi sebagai pemulung, nenek lansia yang memungut kardus bekas, dan lain-lainnya merupakan bukti nyata bahwa di sekitar kita masih banyak sekali orang yang memiliki keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan. Beberapa dari mereka bahkan bercerita, bahwa dirinya belum makan sejak pagi, menahan lapar seharian. Melihat mereka tersenyum senang menerima pemberian, sungguh membawa rasa bahagia yang tak bisa digambarkan.
Kegiatan Berbagi Gaji memang akan menjadi kegiatan rutin yang tiap bulan dilakukan. Dengan adanya kegiatan ini, tim Mulai Dari Kita berharap akan mampu menumbuhkan rasa simpati bagi banyak orang untuk saling berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Sebab tim Mulai Dari Kita percaya, bahwa Pendapatan yang kita miliki akan jauh lebih berarti, apabila Kita saling berbagi.

Sumber : www.mulaidarikita.com – MS

Puncak HUT Ke-30 Tahun Bens Radio

Puncak acara HUT Ke-30 Tahun Bens Radio diadakan pada Jumat, 6 Maret 2020 di Jl. Tarumanegara No.45 Pisangan, Ciputat. Acara eni diramein ame BMS Musik, Bens Radio Fans Club, Benyamin Suaeb Fans Club, Yayasan Bensyamin Suaeb dan Abang None Ncang Ncing Nyak Babe nyang pade dateng.

BMS Musik

 

Terimakasih buat AyamAsix yang udah support acara eni. Semoga Bens Radio tetap jaya selalu di udara dan selalu memberikan informasi juga menghibur para pendengarnye di lime tanah Betawi dan sekenanye.

#30ThBensRadio #BetawiPunyeGaye

Sumber : PB