Aplikasi WhatsApp Batasi Forward Pesan

Berikut enam fakta seputar dibatasinya fitur pesan terusan di aplikasi WhatsApp:

1. Belum berlaku di semua gadget

Pembatasan pengiriman penerusan pesan ini baru berlaku bagi pengguna OS Android.

Sementara, untuk pengguna iOS, disebutkan fitur pembatasan penerusan pesan masih dalam proses pengembangan.

2. Mengurangi hoaks

President Public Policy and Communications WhatsApp, Victoria Grand mengungkapkan bahwa WhatsApp memberikan perhatian khusus terhadap penyebaran hoaks, fitnah, maupun ujaran kebencian melalui aplikasinya.

Bahkan, pihak WhatsApp sampai membahas pengurangan penyebaran konten negatif dengan World Global Influencer Leader dari empat negara.

3. Berlaku di seluruh dunia

Pembatasan penerusan pesan ini tak hanya berlaku di Indonesia, melainkan diberlakukan secara global atau di seluruh dunia.

Awalnya, pembaruan fitur ini hanya berlaku di India, dari maksimal pengiriman pesan ke 256 kontak, menjadi lima kontak saja.

Sementara, pada waktu yang sama, secara global baru berlaku maksimal ke 20 kontak.

4. Diuji coba

WhatsApp telah menguji coba fitur pembatasan pesan diteruskan ini selama enam bulan terakhir.

Hasil uji coba tersebut menunjukkan terjadi penurunan jumlah pesan berantai yang cukup drastis.

Bahkan, disebutkan terjadi penurunan sebesar 20 persen sejak fitur diberlakukan sekitar bulan Juli atau Agustus 2018.

5. Terdapat tanda khusus

Meskipun fitur diperbarui dengan pembatasan pengiriman pesan kepada pengguna lain sebanyak lima kali, tanda “diteruskan atau forwarded” akan tetap muncul di atas pesan yang dikirim.

Dengan demikian, penerima pesan tersebut tahu bahwa pesan bukanlah konten orisinal dari pengirim.

6. Muncul pemberitahuan

Fitur meneruskan pesan (forward) yang dibatasi maksimal lima kontak dalam satu kali kirim pesan.

Pengguna WhatsApp yang telah mendapatkan fitur dalam versi beta, akan muncul peringatan apabila telah mencapai batas maksimal.

Adapun, batas maksimalnya yaitu meneruskan pesan sebanyak lima kontak baik personal maupun grup dalam sehari.

 

Pedagang Online Shop di E-Commerce Tidak Wajib Miliki NPWP

Kementrian Keuangan dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat ‎Jenderal Bea Cukai melakukan pertemuan terkait Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 210 tahun 2018 tentang perdagangan elektronik atau e commerce. Berdasarkan hasil pertemuan yang sebelumnya tidak diinformasikan pada wartawan itu, Kementrian Keuangan dan pelaku usaha menyepakati bahwa pedagang tidak diwajibkan untuk memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) saat mendaftarkan diri di platform marketplace.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementrian Keuangan, Nufransa Wira Sakti, mengatakan hal itu merupakan interpretasi yang tepat dan komprehensif terhadap keseluruhan PMK tersebut. “Bagi yang belum memiliki NPWP, dapat memberitahukan Nomor Induk Kependudukan kepada penyedia platform marketplace. Seperti diketahui, NIK dimiliki oleh seluruh penduduk Indonesia,”ujar dia dalam keterangan pers yang disampaikan Senin malam 14 Januari 2019.

Menurut Nufransa, adanya peraturan ini tidak akan membuat pelaku e commerce pindah ke media sosial. Sebaliknya, konsumen justru akan tertarik lebih banyak lagi ke platform e commerce karena memiliki kepastian hukum yang jelas dalam menjamin perlindungan konsumen. Pada akhirnya, hal itu juga akan mendorong para pelaku bisnis di media sosial untuk beralih ke platform e commerce.

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

Sekarang TV Mobil Bisa Konek ke Handphone

Animo masyarakat memasang TV di mobil cukup besar buat hiburan sepanjang jalan.

Menurut Miming, karyawan Anugrah Variasi Banjarmasin, Selasa (22/1/2019), hampir tiap hari yang memasang.

Ditambahkan Miming, kalau merk DHD harganya lebih mahal, Rp 750.000 saja yang ukurannya 7 inc. Ada pun merk Ken Wood dan Pioner buatan Jepang harganya ada yang Rp 3 juta hingga Rp 10 juta dengan ukuran 6,5 inc.

Ditambahkan Miming, dalam pemasangan TV mobil juga cukup mudah dan hanya memerlukan waktu satu jam saja.

Ditambahkan dia, dengan memasang TV tak akan terjadi konselet mengingat telah di pasang sakring pengaman di belakang TV.

Bila ingin menonton acara TV, tak perlu pakai antena. “Sekarang zaman yang mirror link ke hp. Jadi nonton online saja dari hp, dikonek ke TV dan hasilnya gambar lebih jernih,” pungkas Miming.

Sumber : www.banjarmasin.tribunnews.com

Nomor Ponsel Cantik Harga Selangit

Nomor Ponsel Dilelang

1. Nomor Ponsel Seharga Rp 29 Miliar

Di Dubai, sebuah nomor ponsel terjual senilai US$ 2,2 juta atau sebesar Rp 29 miliar dengan kurs saat ini lewat sebuah lelang pada 2015. Nomor yang dijual oleh operator seluler Telco Du ini adalah +971-052-2222222.

Pembelinya adalah seorang CEO sebuah perusahaan di Dubai, yakni Mohamed Hilal. Menurut pengakuan Mohamed, nomor tersebut akan ia pakai sendiri untuk keperluan pribadi.

2. Nomor Ponsel Seharga Rp 26 Miliar

Masih dari Uni Emirat Arab, baru-baru ini Etisalat berhasil menjual nomor cantik 777-7777 seharga 7,9 juta dirham atau sekitar Rp 26 miliar! Nomor ini terjual lewat proses lelang.

Si pemenang lelang yang tak disebutkan namanya itu akan mendapatkan sejumlah keuntungan dari paket yang ditawarkan Etisalat ini. Keuntungan itu berupa kuota bicara 22.500 menit per bulan, 22.500 SMS, dan internet 100GB.

Harga Fantastis

3. Nomor Ponsel Seharga Rp 281 miliar

Tampaknya, nomor ponsel cantik dengan harga selangit betul-betul diminati di kota terindah di Uni Emirat Arab ini.

Setelah nomor ponsel seharga Rp 29 miliar, seorang pengguna layanan Etisalat–operator seluler di Uni Emirat Arab–merogoh kocek hingga US$ 21,1 juta atau sebesar Rp 281 miliar dengan kurs saat ini untuk nomor ponsel +971-50-7777777!

Namun, tak heran mengingat Dubai dikenal sebagai salah satu kota terindah dengan gaya hidup super mewah.

Angka Keberuntungan

4. Nomor Ponsel Seharga Rp 4,6 miliar

Berbeda dengan Dubai, di Tiongkok konsumen rela merogoh kocek besar untuk membeli nomor ponsel yang dianggap menjadi angka keberuntungan.

Beberapa tahun lalu, sebuah nomor cantik 8888-8888 dilelang dan berhasil terjual senilai 270 ribu poundstreling atau sekitar Rp 4,6 miliar. Wow!

Menurut informasi, nomor tersebut memang menjadi incaran banyak orang karena di Negeri Tirai Bambu itu meyakini bahwa angka delapan diaggap membawa rezeki.

Sumber : www.liputan6.com

Gerhana Matahari Hanya Sekali Sambangi Indonesia di 2019

Lembaga Astronomi dan Penerbangan (LAPAN) mengatakan masyarakat Indonesia bisa melihat satu fenomena gerhana matahari pada Desember 2019. Kepala Thomas Djamaluddin mengatakan tahun ini setidaknya akan ada tiga fenomena matahari di dunia.

Thomas mengatakan, Gerhana matahari yang teramati di Indonesia akan terjadi pada 26 Desember 2019. Jalur gerhana matahari cincin tersebut akan melewati Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.

Thomas menambahkan jenis gerhana matahari yang muncul pada 26 Desember mendatang merupakan gerhana matahari cincin. Di saat yang sama bertepatan denan peringatan 15 tahun peringatan musibah tsunami Aceh.

Sumber : Sumber : www.cnnindonesia.com

Viral Prewedding Berkonsep Grabfood

Momen prewedding menjadi bagian penting dari sebagian orang yang ingin melakukan pernikahan.

Tak sedikit mereka yang ingin menikah menggunakan konsep khusus dan unik untuk foto prewedding mereka.

Seperti yang dilakukan pasangan Atiqah dan Affandi asal Kuala LumpurMalaysia.

Atiqah dan Affandi menggunakan konsep Grabfood dalam foto prewedding mereka.

Lewat Facebook-nya, Atiqah mengungkapkan bahwa mereka memang satu pekerjaan di Grabfood.

Kisah cinta mereka dipertemukan dalam satu divisi pekerjaan yang sama.

Sumber : www.jakarta.tribunnews.com

Adu Canggih Teknologi di Ajang CES 2019

              Sumber Foto : CNBC Indonesia

Kecerdasan buatan atau artificial inteligent (AI) jadi primadona di gelaran Consumer Electronic Show 2019 Las Vegas Amerika Serikat. Perusahaan Teknologi asal China banyak memamerkan produk dengan teknologi canggih.

Teknologi mobil listrik dan otonom menjadi salah yang akan dihadirkan di CES 2019. Produsen bahkan telah menyiapkan teknologi pascaotonom, sehingga saat semua perangkat keras dan lunak sudah siap, teknologinya tinggal diterapkan secara global.

Consumer Electronics Show (CES) 2019 yang digelar antara 8 – 19 Januari di Las Vegas, Amerika Serikat, yang diselenggarakan oleh Consumer Technology Association bukan hanya menjadi menjadi ajang pameran teknologi elektronik, namun juga menjadi ajang pameran teknologi otomotif.

Sumber : www.cnbcindonesia.com | www.koran-jakarta.com

Kominfo Janji Terbitkan Regulasi IoT Awal 2019

Regulasi Internet of Things (IoT) akhirnya menemukan titik cerah setelah proses yang berlarut-larut. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan berencana menerbitkan regulasi IoT pada kuartal I 2019.

“Di kuartal pertama akan kita keluarkan standarisasi cip IoT,”  kata Rudiantara usai acara Alibaba Cloud di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Rabu (9/1).

Menurutnya aturan ini akan merangkum dua pendekatan standar teknologi radio teknologi Narrow Band IoT (NB-IoT) dan long range access (LoRa).

Setelah regulasi ini lahir, diharapkan penggunaan IoT bisa diterapkan secara masif. Kemenkominfo Kementerian Perindustrian dan Badan Ekonomi Kreatif disebut juga telah membuat peta jalan IoT.

Sumber : www.bensradio.com

Seragam Pintar Ini Bikin Siswa di Cina Sulit Bolos Sekolah

Sekolah di Provinsi Guizhou dan Guangxi Zhuang Cina menggunakan smart uniform yang dilengkapi sistem pelacakan GPS untuk memastikan siswa tidak membolos kelas. Teknologi ini juga bertujuan memastikan agar anak-anak mereka pulang ke rumah dengan selamat.

Sedikitnya ada sembilan sekolah yang memberlakukan teknologi seragam pintar, menurut laporan China Daily, yang dilansir dari Business Insider, 5 Januari 2019.

Menurut laporan Guangxi adalah salah satu provinsi miskin di Cina dan menghadapi tingkat pembolosan sekolah yang lebih tinggi.

Perusahaan pengembang teknologi chip Guizhou Guanyu Technology mengatakan waktu dan tanggal akan direkam oleh seragam setelah siswa memakai seragam pintar ke sekolah. Pergerakan siswa juga terlacak dengan video yang memungkinkan orang tua mengaksesnya melalui aplikasi.

Selain itu, untuk mengantisipasi siswa yang bertukar seragam, perusahaan merancang teknologi pengenalan wajah.

Jika ada yang bolos, seragam akan memicu alarm yang memberi tahu guru dan orang tua. Jika seorang siswa berjalan keluar dari halaman sekolah tanpa izin, alarm suara diaktifkan secara otomatis.

Wang Ping, kepala serikat pekerja di Sekolah Tinggi Xiuwen di Guizhou, mengatakan hampir 1.000 siswa kelas satu telah mengenakan seragam pintar selama lebih dari sebulan.

Siswa memiliki dua seragam musim panas dan dua untuk musim dingin, masing-masing dilaporkan seharga 320 yuan atau sekitar Rp 666 ribu, yang jika dibandingkan tidak jauh berbeda dengan harga seragam biasa.

Sumber : www.dunia.tempo.co

5 Trend Smartphone yang Siap Hadir Menghebohkan di Tahun 2019

1. Layar yang berlubang

Jika di tahun 2018 trendnya adalah layar berponi, maka di tahun 2019 ini trendnya adalah layar berlubang. Lubang ini dimaksudkan untuk meletakkan kamera depan pada smartphone, sehingga layar benar-benar sangat luas. Beberapa brand besar seperti Samsung, Xiaomi, Honor dan Huawei dikabarkan sudah mempersiapkan smartphone mereka yang akan rilis ditahun 2019 ini, dengan layar yang berlubang.

 

2. Kamera lebih banyak dengan resolusi yang sangat besar

Xiaomi telah mengumumkan niatnya untuk merilis smartphone dengan kamera 48 megapiksel pada tahun 2019, yang akan membuat rekor baru. Ini akan mengalahkan lensa 20 megapiksel milik Huawei Mate 20 Pro dan P20 Pro. Sementara itu, pemegang rekor saat ini adalah Nokia Lumia 1020, yang memiliki kamera 41 megapiksel.

Tidak puas dengan lima lensa di LG V40 ThinQ, pabrikan Korea Selatan memiliki paten untuk desain 16-lensa. Mungkin ini adalah sebuah inovasi dalam bidang kamera smartphone pada tahun 2019 ini.

 

3. Fast Charging

Pada tahun 2019, Qualcomm memperkenalkan sistem triple charge baru yang akan menawarkan pengisian daya hingga 32W untuk pengisian kabel dan 15W untuk pengisian nirkabel. Meskipun iPhone terbaru dapat diisi ulang dari nol hingga 50 persen dalam 30 menit, kamu harus membayar ekstra untuk charger pengisian cepat. Selain itu, pengisian penuh masih membutuhkan waktu hampir 2 jam. Jika kamu menggunakan pengisi daya yang disediakan, dibutuhkan waktu lebih dari 3,5 jam.

 

4. Sistem Face Unlocking semakin canggih

Sistem pengamanan smartphone dengan sensor sidik jari sudah dianggap kuno. Sekarang sistem pengamanan smartphone menggunakan sistem face unlocking. Face Unlockingmemang sudah diterapkan di beberapa smartphone yang rilis tahun 2018 lalu.

Namun di tahun 2019 sistem keamanan face unlocking menjadi sebuah standar baru dalam sistem keamanan ponsel. Face unlocking di tahun 2019 sudah diperbarui dan dapat mendeteksi wajah si pengguna, dalam keadaan cahaya yang sangat minim atau dalam keadaan gelap sekalipun.

 

5. Jaringan internet berbasis 5G

Jaringan 4G sudah dirilis sejak beberapa tahun lalu. Dan ditahun 2019 ini, pengganti 4G yaitu 5G sudah bisa dinikmati di beberapa negara. Namun Indonesia baru bisa merasakan 5G pada tahun 2020 mendatangChipset Qualcomm Snapdragon 855 adalah CPU pertama yang sudah mendukung teknologi 5G ini.

 

Nah itulah 5 trend smartphone pada tahun 2019 ini.

Sumber : www.idntimes.com