Jakarta : Aturan Ganjil Genap Saat Asian Games Berlaku

Saat Asian Games berlangsung, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) telah menetapkan aturan baru dalam penerapan ganjil genap. Aturan tersebut memberlakukan ganjil genap yang diperpanjang hingga malam hari.

Namun, aturan baru terkait jam operasional pada ganjil genap tersebut hanya berlaku di wilayah Jakarta. Aturan dengan jam operasional ganjil genap yang semula hanya berlaku mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, nantinya diperpanjang hingga pukul 21.00 WIB.

“Betul, aturan jam itu hanya berlaku di Jakarta setelah kita melakukan rapat dengan pihak kepolisian, pemerintah, dan juga panitia penyelenggara. Untuk Tangerang tetap normal,” kata Humas BPTJ, Budi Raharjo, Senin (25/6/2018).

Sementara, penerapan normal di Tol Tangerang-Jakarta dengan beberapa gerbang tol, yakni GT Kunciran 2, Karawaci 2 dan Tangerang 2 akan berlaku ganjil genap mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

Kebijakan ganjil genap ini diperuntukkan bagi kendaraan pribadi dan berlaku setiap Senin-Minggu pukul 06.00-21.00 WIB.

Sumber : www.www.liputan6.com

Harga Bahan Pangan di DKI Tetap Stabil

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno merasa bersyukur karena harga bahan pangan selama Ramadan dan Lebaran 1439 Hijriah relatif stabil. Bahkan, stabilitas harga bahan pangan tersebut masih tetap terjaga hingga H+4 Lebaran.

Dikatakan Sandi, terkendalinya harga bahan pangan tidak terlepas dari peran semua pihak yang sudah turun tangan dan ikut berkolaborasi.

Dirinya menambahkan, agar terhindar dari informasi yang tidak valid, warga DKI bisa dengan mudah mengetahui harga-harga beragam komoditas yang bisa diakses melalui situs www.infopangan.jakarta.go.id.

Laman Info Pangan Jakarta, lanjutnya, dapat diakses oleh masyarakat sebagai referensi harga. Sementara, bagi Pemprov DKI menjadi salah satu alat perumusan kebijakan.

Sumber : www.beritajakarta.id

KPID Ingin Lembaga Penyiaran Berkontribusi dalam Pembangunan

Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) DKI Jakarta menginginkan seluruh lembaga penyiaran yang mengudara di Ibukota berperan aktif dalam pembangunan.

Harapan itu disampaikan langsung Ketua KPID DKI Jakarta, Kawiyan usai menggelar diskusi publik bertajuk ‘Peran Lembaga Penyiaran Membangun Jakarta’.

Kawiyan menjelaskan, kontribusi dalam program pembangunan ini perlu dilakukan lembaga penyiaran untuk memajukan masyarakat Jakarta dari berbagai aspek.

Menurut Kawiyan, lembaga penyiaran radio maupun televisi saat ini masih memliki pengaruh kuat di Jakarta meski kehadiran media online makin menjamur.

Sumber : www.beritajakarta.id

Transjakarta Uji Coba OK OTrip

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan uji coba pengoperasian program One Karcis One Trip (OK-OTrip) di layanan OK 15 jurusan Tanjung Priok-Bulak Turi. Uji coba ini dilakukan mulai Selasa (5/6) hingga akhir Juli 2018.

Kepala Humas PT Transjakarta , Wibowo mengatakan, dalam pengujian ini sebanyak 15 unit angkutan kota beroperasi dengan tarif sebesar Rp 3.500.

Dijelaskan Bowo, layanan ini menambah lima layanan  OK OTrip yang sudah berjalan, yaitu Duren Sawit-Kampung Melayu (OK-2) sebanyak 15 unit, Lebak Bulus-Pondok Labu (OK-3) 15 unit, Grogol-Jembatan dua (OK-4) 17 unit, Semper-Rorotan (OK-5) 17 unit, dan Kampung Rambutan-Pondok Gede (OK-6) 15 unit.

Sumber : www.beritajakarta.id

Arus Mudik dari Jakarta Diprediksi Mulai Terjadi Jumat 8 Juni

Polisi memprediksi arus mudik Lebaran dari Jakarta ke Jawa dan Sumatera mulai terjadi pada Jumat, 8 Juni 2018. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan personel untuk mengamankan jalur mudik ini.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf di Mapolda Metro Jaya, menerangkan pihaknya menyiapkan 1.273 personel selama mudik Lebaran 2018. Anggota lantas akan ditempatkan mulai dari jalur mudik Cikampek hingga Banten.

Yusuf juga menyarankan, agar warga naik kendaraan umum yang telah disiapkan pemerintah. Dan pihaknya telah menyiapkan sejumlah check point. Tempat itu akan menjadi sarana istirahat selama berkendara saat mudik Lebaran.

Sumber : www.detik.com

Kereta Mewah yang Bisa Dipakai Mudik Lebaran

Kereta api merupakan alat transportasi yang biasa dipakai untuk mudik Lebaran. Namun, patut diketahui ada kereta mewah tersedia untuk melayani mudik.

Kereta mewah itu ialah ialah kereta wisata yang dioperasikan PT Kereta Api Pariwisata, anak usaha PT KAI (Persero). Kereta wisata ini disebut mewah karena memiliki fasilitas yang lengkap seperti ruang rapat (meeting room), mini bar, hingga karaoke.

Ada 7 tipe atau jenis kereta wisata yang digunakan untuk mudik. Kereta itu yakni Kereta Bali, Nusantara, Toraja, Jawa, Sumatera, Imperial, dan Priority.

Kepala Humas Kereta Api Pariwisata, Evi Sarifah mengatakan, ada 2 pola penggunaan kereta mewah ini. Pola itu yakni sewa (charter) dan perorangan.

Kereta mewah ini melayani rute jarak pendek maupun menengah jauh. Lebih rinci, kereta ini menghubungkan Jakarta dengan beberapa daerah seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Malang.

Sumber : www.finance.detik.com

Lebaran, Tarif Tol Becakayu Didiskon 28 Persen

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto menjelaskan alasan khusus ruas Tol Bekasi, Cawang, Kampung Melayu (Becakayu) didiskon 28 persen. Diskon ini cukup besar dibandingkan dengan ruas tol lainnya.

Arie mengatakan, untuk ruas tol yang dikelola pihak lain besaran diskon hanya 10 persen. Menurutnya, hal ini dilakukan sebagai ajang promosi Becakayu yang masih terbilang baru, sehingga ingin diperkenalkan pada pemudik.

Dia kembali mengingatkan, kalau diskon yang dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol itu bertujuan untuk mendistribusikan arus lalu lintas agar lebih baik dalam arus mudik dan balik kali ini. Dengan Tol Becakayu, setidaknya bisa membantu mengurai kemacetan pada waktu tertentu saat arus mudik maupun balik nanti.

Sumber : www.viva.co.id

Puncak Arus Mudik Lebaran, Diprediksi Polri pada 9 Juni

Polri telah menyiapkan rencana pengamanan arus mudik Lebaran 2018 yang tinggal sebentar lagi. Arus mudik kendaraan yang keluar dari Jakarta diprediksi akan mulai terlihat pekan depan.

Kepala Bagian Operasional Korps Lalu Lintas Polri Kombes Benyamin mengatakan, puncak arus mudik diprediksi Sabtu, 9 Juni 2018.

Prediksi puncak arus mudik tersebut didasarkan pada waktu cuti bersama Lebaran yang berlangsung sejak Senin, 11 Juni 2018 hingga Rabu, 20 Juni 2018.

Untuk mengantisipasi kemacetan yang parah pada puncak arus mudik, Benyamin mengimbau agar masyarakat membagi waktu perjalanannya. Dengan begitu, penumpukan kendaraan tidak terfokus pada satu hari saja.

Sumber : www.liputan6.com

Pemudik Bisa Nikmati Terminal Baru Bandara Ahmad Yani

Berita baik bagi pemudik Lebaran di tahun ini dengan tujuan Semarang dan Jawa Tengah. Pasalnya terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang sudah bisa melayani penerbangan pada 6 Juni 2018.

Terminal baru yang dibangun sejak 2014 itu menggantikan terminal lama yang hanya mampu manampung 800 ribu penumpang pertahun. Terjadi over capacity lack, lantaran data penumpang mencapai 4,4 juta penumpang pertahun.

Terminal baru berkonsep “Eco-Green” itu mampu menampung kapasitas tujuh juta penumpang pertahun, atau 19 ribu penumpang perhari.

Direktur Operasi PT Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose menambahkan, meski baru 95 persen pengerjaan namun sudah memenuhi syarat minimum (ruquirment minimum) pengoperasian bandara dari tim verifikasi Direktorat Perhubungan Udara Kemenhub.

Sumber : www.suara.com

Teknologi Pengenal Wajah Selamatkan Primata dari Kepunahan

Sekelompok peneliti asal Michigan State University (MSU) mengembangkan program pengenal wajah untuk menyelamatkan sejumlah jenis primata dari kepunahan.

Tim peneliti mengklaim ada lebih dari 60 persen primata yang berada di ambang kepunahan. Peranti lunak yang dinamakan PrimNet disebut mampu mengurangi kelemahan yang selama ini ada pada alat monitoring.

Sebelum mulai menggunakan peranti lunak ini, peneliti memulainya dengan mengumpulkan foto tiga spesies primata yakni monyet mas, lemur, dan simpanse. Tim peneliti juga mengabadikan ribuan foto hewan di alam liar.

Tahap selanjutnya para peneliti menggunakan kumpulan data yang diperoleh untuk mempelajari sistem jaringan saraf agar bisa mengenali hewan-hewan tersebut.

Seluruh foto yang diabdaikan kemudian dimasukkan ke dalam aplikasi PrimID. Sistem PrimNet kemudian akan mencocokkan hasil foto dan sistem jaringan saraf yang telah dipelajari.

Tim peneliti mengklaim tingkat akurasi kecocokan mencapai 90 persen. Alat monitoring satwa yang mendiami hutan dibanderol mulai dari US$400 hingga US$4.000.

Sumber : www.cnnindonesia.com