Gadget Mini Tandai “Comeback” Palm di Industri Smartphone

Masih ingat dengan Palm? Merek PDA yang populer pada tahun 2000-an ini kini hadir kembali di pasar global. Bukan membuat smartphone, melainkan Palm merilis sebuah perangkat mini yang dapat dipadankan dengan ponsel Android maupun iPhone.
Perangkat ini memiliki ukuran yang kecil yakni hanya seluas telapak tangan. Meski secara desain perangkat ini mirip dengan smartphone, tetapi sebenarnya Palm bukanlah sebuah ponsel. Palm bersifat sebagai “gadget pendamping” yang harus dipasangkan ke smartphone Anda, seperti sebuah smartwatch.
Palm berfungsi sebagai kembaran mungil smartphone yang dapat sinkron dengan isi dari ponsel utama Anda. Perangkat ini memang dibuat sebagai alternatif smartphone. Dalam kondisi tertentu, pengguna akan lebih dimudahkan ketika menggunakan gadget dengan ukuran yang kecil seperti Palm ini. Misalnya ketika pengguna berolahraga, berjalan-jalan, maupun aktivitas lain. Meski kecil, spesifikasinya tak kalah dengan smartphone yang banyak beredar saat ini. Palm memiliki layar seluas 3,3 inci yang mampu menampilkan gambar berkualitas 720p.
Bagian layar ini telah dilapisi Gorilla Glass 3 sehingga lebih tahan goresan. Selayaknya sebuah smartphone, perangkat ini juga memiliki konektivitas LTE. Ponsel ini juga punya kamera untuk mengabadikan momen. Kamera belakang memiliki besaran 12 megapiksel sedangkan kamera depan sebesar 8 megapiksel.
Dikutip KompasTekno dari GSM Arena, Rabu (17/10/2018), prosesornya pun tak kalah dengan smartphone. Palm menggunakan Snapdragon seri 435 yang dipadankan dengan RAM sebesar 3 GB dan penyimpanan seluas 32 GB. Tak hanya itu, Palm juga memiliki sistem pengamanan pemindai wajah. Perangkat ini berjalan dengan sistem operasi Android 8.1 Oreo dan tahan percikan air serta debu. Saat ini, Palm yang berada di bawah naungan TCL memang tengah bereksperimen. Gadget yang diproduksi ini menandakan kembalinya Palm ke industri teknologi dunia.
Sumber : www.tekno.kompas.com

Menolak ‘Loyo’ di Masa Menopause

Menopause bak mimpi buruk di usia paruh baya. Ia bakal menyerang dan ‘menghancurkan’ kehidupan seksual siapa saja yang mulai memasuki masa menopause.
Kamis (18/10) diperingati sebagai Hari Menopause Sedunia. Menopause kerap terjadi pada wanita usia 50-51 tahun. Sebanyak 25 persen wanita mengalami ‘mimpi buruk’ akibat masa menopause yang dilaluinya.

Dalam peringatannya kali ini, HMS mengambil tema kehidupan seksual yang bahagia setelah menopause.

Dalam laman resminya, International Menopause Society (IMS) menuliskan beberapa masalah seksual yang kerap dialami wanita pascamenopause. Masalah-masalah itu berhubungan dengan hasrat dan kepuasan seksual.

1. Mengatasi kekeringan organ intim
Separuh dari wanita yang mengalami menopause melaporkan adanya pengurangan kuantitas hubungan seksual lantaran keringnya si organ intim. Bahkan, 1 dari 4 wanita telah berhenti melakukan hubungan seksual lantaran rasa nyeri dan ketidaknyamanan si organ intim.

Ada berbagai perawatan yang aman dan efektif telah tersedia untuk mengatasi kekeringan organ intim, seperti pelembap dan krim estrogen topikal.

2. Mengatasi penurunan libido
Libido rendah disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Kondisi ini sering dikaitkan dengan gejala lain seperti berkeringat di malam hari, kelelahan, insomnia, hingga kecemasan.

3. Komunikasi dengan pasangan
Komunikasi adalah kunci. Boleh jadi, pasangan tak paham dampak menopause yang terjadi pada kehidupan seks Anda.

Membuka pintu untuk dialog yang jujur dapat membantu Anda berdua merasa nyaman dan memahami perubahan yang terjadi dalam tubuh.

4. Mengatasi gangguan psikis akibat menopause
Seseorang yang memasuki masa menopause memerlukan lebih dari satu bantuan profesional. Yang perlu diingat adalah menopause bukan cuma urusan perubahan fisik, tapi juga psikis.

Mengutip Healthline, gejala psikologis seperti kecemasan, stres, dan depresi juga bisa menimpa seseorang yang memasuki masa menopause. Seiring berjalannya waktu, perubahan ini juga dapat memengaruhi hubungan dan hasrat seksual.

Ada beberapa terapi yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut, seperti mencoba Tai Chi dan yoga.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Mafindo Siapkan Aplikasi Deteksi Hoaks WhatsApp

Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mengembangkan teknologi pemeriksa berita hoaks di aplikasi percakapan seperti WhatsApp dan Facebook Messenger.

Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho menjelaskan teknologi ini akan menjadi jembatan antara situs CekFakta dan TurnBackHoaxID dengan aplikasi percakapan. CekFakta dan TurnBackHoaxID adalah kumpulan informasi berbasis data untuk mengklarifikasi berita hoaks yang tersebar di aplikasi percakapan.

“Jadi harapan ke depan ketika suatu grup diskusi, itu dia tersambung dengan data base kami, ketika ada postingan terkait hoaks itu bisa dijawab dengan sistem. Sehingga masyarakat bisa langsung diperingatkan secara sistem kalau informasi itu adalah hoaks,” kata Septiaji di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Selasa (16/10).

Teknologi ini akan menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang bisa langsung menentukan berita hoaks yang tersebar di aplikasi percakapan.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Teknologi Baterai Litium yang Tak Akan Meledak

Wakil Dewan Nasional Swiss Marina Carobbio dikabarkan mengalami cedera parah dan harus menjalani perawatan medis akibat baterai laptop Zbook produksi Hewlett-Packard (HP) yang dipakainya meledak tiba-tiba. Menurut media lokal Tages-Anzeiger, insiden tersebut terjadi pada awal pekan lalu.

Parlemen Swiss langsung bereaksi dengan memanggil pihak HP untuk dimintai keterangan. Perwakilan HP untuk Swiss, Adrian Müller, mengaku bahwa insiden meledaknya baterai laptop keluaran HP sebagai yang pertama terjadi di negara itu.

Para politisi Swiss di parlemen diketahui menggunakan laptop Zbook karena HP menang tender pengadaan laptop di lingkungan pemerintahan Swiss. Namun ternyata, tak semua laptop yang dipesan berfungsi lancar.

Sebelum Carobbio, Presiden Dewan Nasional Swiss, Dominique de Buman juga mengalami hal tak mengenakkan dengan baterai laptop HP Zbook miliknya. Dilansir dari The Local suhu baterai dirasa memanas tidak wajar hingga disebut mencapai ke titik didih. De Buman terpaksa mengganti baterai tersebut.

Di Kota West Linn, Oregon, Amerika Serikat, pada Senin (8/10) kemarin, kamera CCTV di sebuah kios reparasi ponsel merekam detik-detik meledaknya baterai ponsel Samsung Galaxy S7 Edge. Sebagaimana diwartakan FOX 12 Oregon, pemilik ponsel awalnya mengeluhkan masalah pengisian daya di ponsel miliknya dan melepas baterai di tempat reparasi tersebut. Tiba-tiba, baterai itu meledak dan terbakar hebat.

Ketika dimintai keterangan oleh FOX 12, pihak Samsung hanya memberikan jawaban normatif bahwa mereka akan mempelajari kasus tersebut. Samsung juga mewanti-wanti pelanggan untuk tidak mendatangi tempat reparasi ponsel yang tidak resmi.

Para pengembang teknologi dan sejumlah ilmuwan terus melakukan terobosan guna mengatasi problem ledakan pada baterai litium.

Dalam artikel jurnal berjudul “Upgrading traditional liquid electrolyte via in situ gelation for future lithium metal batteries” (2018) yang diterbitkan Science Advance, Feng-Quan Liu dkk menawarkan mekanisme mengubah cairan baterai litium-ion menjadi padat atau semi padat dengan bantuan bahan senyawa kimia litium heksafluorofosfat (LiPF6).

Bahan yang berbentuk gel ini diketahui lebih stabil dari cairan konvensional pada litium-ion dengan tetap bertenaga selama lebih dari 400 jam waktu pengujian dibanding dengan cairan sebelumnya.

Menurut para peneliti tersebut, masalah yang paling umum terjadi saat gangguan dalam baterai litium adalah tumbuhnya dendrit yang tidak hanya menguras daya lebih cepat dari yang dibutuhkan perangkat, tapi juga bisa menyebabkan kebakaran.

Dijelaskan bahwa dendrit adalah semacam untaian paku litium yang tumbuh di anoda baterai. Ketika baterai diisi ulang, ion litium bergerak dari satu sisi ke sisi lain dalam baterai, berjalan di dalam cairan elektrolit. Setelah diisi ulang berkali-kali, pertumbuhan dendrit terakumulasi dan makin mempersingkat masa pakai baterai.

Dengan melibatkan senyawa LiPF6, pertumbuhan dendrit dapat ditekan sehingga tak hanya mencegah kebakaran saat mengisi daya, tapi juga bisa menghemat daya baterai dan memperpanjang masa pakai.

Di Amerika Serikat, sebuah perusahaan bernama Amionx yang bermarkas di California mengklaim telah menciptakan baterai litium-ion yang tidak akan terbakar bahkan ketika dihancurkan atau ditembak sekalipun. Produk baterai tersebut dinamai SafeCore. Tentu ketahanan itu tak ditemukan pada baterai litium normal yang akan meledak atau terbakar ketika dipanaskan di api, ditusuk, ditembak, atau dihancurkan dengan cara lain.

Sumber : www.tirto.id

Indocomtech 2018 Bawa Nuansa Baru untuk Perkembangan Teknologi Modern

Indocomtech merupakan ajang pameran teknologi informasi dan komunikasi yang selalu menjadi benchmark bagi perkembangan teknologi di Indonesia. Acara ini akan kembali digelar di Jakarta Convention Center (JCC), pada 31 Oktober – 4 November 2018.

Pameran ke-26 ini diadakan oleh Yayasan APKOMINDO Indonesia bekerjasama dengan PT Traya Eksibisi Internasional (Traya Events) ini mengangkat tema baruTechnology for Everyone yang merepresentasikan gaya hidup masyarakat di era sekarang dalam memanfaatkan peranti berteknologi modern.

Melalui tema tersebut, Indocomtech 2018 berusaha untuk mengedukasi masyarakat tentang perkembangan teknologi yang begitu cepat dan telah mengubah berbagai sektor industri, termasuk gaya hidup masyarakat.

Sumber : www.idntimes.com

Kantor Bridgestone di Indonesia Gunakan Teknologi Tahan Gempa

Produsen ban, PT Bridgestone Tire Indonesia mengumumkan kehadiran kantor baru yang terintegrasi dengan area pabrik di Karawang, Jawa Barat. Melalui fasilitas ini, Bridgestone mengharapkan dapat mengembangkan produk terbaik bagi konsumen di Tanah Air.

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Akihito Ishii, dalam keterangan persnya seperti yang dikutip dari iNews.id, Selasa (9/10/2018) mengatakan, “kini semua unit kerja kami, berada dalam satu area yang memudahkan semua proses bisnis kami di Indonesia. Selain itu, hal ini juga membantu kami mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien dan fokus untuk mewujudkan pelayanan terbaik bagi konsumen di Indonesia”.

Kantor yang berlokasi di area pabrik seluas 326.000 meter persegi ini, sudah dilengkapi teknologi sistem isolasi dasar (base isolation system) untuk menghadapi gempa bumi dengan teknologi antigempa terkini dari Jepang.

Teknologi bernama mid-story base isolation system tersebut mengaplikasikan isolasi seismik yang berada di atas kolom tempat parkir basement pertama untuk mencegah dampak kerusakan struktur pada mobil dan orang-orang di sekitarnya ketika struktur utama bergerak akibat gempa bumi.

Sumber : www.inews.id

5 Cara Efektif untuk Menghemat Air di Musim Kekeringan

Berikut adalah 5 cara efektif yang bisa dilakukan untuk menghemat air di musim kemarau:

  1. Lekas matikan keran jika tak digunakan

Keran yang selalu terbuka atau bahkan bocor adalah penyebab utama pemborosan air di lingkup rumah tangga. Matikan keran air yang tak digunakan, pastikan keran tidak mengalir ketika menggosok gigi atau menyabuni badan disaat mandi.

  1. Sediakan wadah air di toilet

Jika Anda menggunakan toilet duduk, sebaiknya di musim kemarau ini sediakan wadah air untuk menyiram toilet duduk, ketimbang harus membilas toilet dengan sistem penyirama kloset yang jelas mengeluarkan air dengan volume besar.

  1. Hitung waktu mandi Anda, jangan terlalu lama di kamar mandi

Mandi adalah aktivitas harian yang selalu kita lakukan setiap harinya. Biasakan untuk mandi efektif dan singkat di musim kemarau ini. Terlalu lama melakukan aktivitas mandi setidaknya paling minim telah menghabiskan air dari 6 liter hingga 45 liter air! Tak ada kata lain, hematlah air di musim kemarau ini dengan mandi secara efektif dan teratur

  1. Pastikan mencuci baju dilakukan dengan efisien

Satu lagi aktivitas harian yang selalu Anda lakukan namun memboroskan volume air adalah mencuci baju. Kurangi sekitar 30% jumlah air yang Anda gunakan untuk mencuci baju. Kecilkan aliran air keran untuk membilas baju. Lakukan seefisien mungkin.

  1. Siram tanaman di rumah Anda secukupnya

Di musim kemarau panjang ini, tak hanya penghuni rumah yang butuh pasokan air, tanaman di depan rumah yang menyejukkan pun perlu untuk disiram air dalam jangka waktu tertentu. Namun pastikan Anda menyiram tanaman dengan menggunakan gayung dan ember agar air yang keluar bisa terkontrol ketimbang harus menggunakan selang air.

Sumber : www.blog.act.id

Rudiantara akan Kembali Bertemu Bos Alibaba Jack Ma

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara akan kembali menggelar pertemuan dengan pendiri Alibaba Group Jack Ma. Pertemuan tersebut akan digelar pada Sabtu, 13 Oktober 2018.
Namun, belum diketahui lebih lanjut pertemuan Rudiantara dan Jack Ma akan membahas apa. Jika merujuk pada pertemuan keduanya pada bulan lalu, pemerintah sedang menawarkan Jack ma untuk membangun institut.

 

Sumber : www.cnnindonesia.com

Fenomena Bhin-bhin, Kaka, Atung dan Kemunculan MoMo

Bhin-bhin, Kaka dan Atung telah berhasil mengawal Indonesia untuk menyukseskan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, dan mengukir sejarah baru dalam raihan medali.

Kehadiran ketiga maskot ini cukup fenomenal, karena terbukti mereka ludes dibeli masyarakat.

Selain itu, banyak masyarakat ingin memilikinya sebagai bukti sejarah kerja keras para atlet untuk menempatkan Indonesia di posisi ke empat di pesta olahraga empat tahunan itu.

Kini maskot berbentuk Burung Cendrawasih, Rusa Bawean dan Badak itu sudah selesai bertugas seiring ditutupnya Asian Games.

MoMo berikutnya menjadi maskot utama di perhelatan Asian Para Games 2018 Jakarta.

MoMo merupakan boneka yang berkarakter burung elang bondol. Nama MoMo berasal dari singkatan motivation (motivasi) dan mobility (mobilitas).

Sumber : www.viva.co.id

Pria Ini Sukses Turunkan BB 81 Kg Meskipun Selalu Makan Junk Food

Seorang pria asal California, AS telah mengonsumsi junk food selama bertahun-tahun mengaku beratnya berubah menjadi kesalahan. Memiliki bobot tubuh 170 kilogram, ia pun memutuskan untuk menurunkan berat badan.

Anthony Brown tak bisa berhenti makan-makanan cepat saji. Ia pun bergantung pada olahraga rutin untuk menurunkan berat badannya. Setelah berhasil menurunkan berat badannya, ahli IT ini pun beralih menjadi pelatih untuk membantu orang lain dengan pengalamannya sendiri.

Awalnya, Anthony mulai dengan dietnya mengonsumsi makanan sehat. Tetapi, setelah sebulan hanya makan gandum, ayam panggang dan sayuran, ia berbalik untuk mengonsumsi junk food lagi.

Pria berusia 34 tahun ini mengungkapkan dirinya akan tetap menikmati junk food, tetapi mengurangi proporsi asupan. Seperti dilansir dari Bastille Post, Anthony pun senang melihat berat badannya terus turun, tapi ia juga mengonsumsi makanan yang dicintainya.

Anthony telah melakukan rutinitas olahraga selama dua tahun dan telah kehilangan sekitar 81 kilogram. Beratnya kini 87 kilogram dan telah menjaga bobot tubuhnya itu selama enam tahun terakhir.

Sumber : www.wolipop.detik.com