Ajakan untuk Berkebaya Tiap Hari

Sumber Foto:www.cnnindonesia.com

Kebaya identik dengan pakaian untuk acara-acara tertentu seperti menghadiri pernikahan, wisuda, atau peringatan hari kebangsaan. Meski begitu, bukan berarti kebaya tak bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari.

Untuk menggaungkan kebaya sebagai busana harian, Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia (KPB Indonesia) dan Universitas Pelita Harapan mencanangkan gerakan Indonesia Berkebaya. Gerakan ini mengajak masyarakat Indonesia memakai kebaya untuk beraktivitas sehari-hari, mulai dari ke pasar, bekerja, hingga nongkrong bersama kawan-kawan.

Kebaya dipilih karena merupakan pakaian nasional yang dikenal di seluruh Indonesia. Komunitas Perempuan Berkebaya ingin menjadikan kebaya melekat sebagai identitas bangsa Indonesia, layaknya pakaian sari di India.

Indonesia Berkebaya dimulai dengan gerakan Selasa Berkebaya. Gerakan ini mengajak setiap orang untuk berkebaya pada hari Selasa, apapun kegiatannya.
Desainer Musa Widiatmodjo menjelaskan memakai kebaya setiap hari dan berinovasi dengan kebaya tidak menyalahi aturan atau pakem. Menurutnya, pakem berkebaya mesti diikuti pada momen yang tepat.

Selain gerakan berkebaya, KPB Indonesia berencana untuk mengajukan kebaya sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO seperti Batik. Mereka juga meminta pemerintah untuk menetapkan salah satu tanggal sebagai Hari Kebaya Nasional.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Wonderland of Java di Pekan Budaya dan Pariwisata

Sekitar 39 kendaraan roda empat turut menyemarakkan Parade Budaya dan Mobil Hias, Minggu (7/7). Kegiatan itu menjadi pembuka dari rangkaian Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019. Berbagai elemen masyarakat turut hadir pada acara tersebut, baik sebagai peserta maupun penonton.

Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno mengatakan, untuk mobil hias diikuti sejumlah instansi pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat umum. Salah satu partisipan adalah PT. Gudang Garam yang membawa trailer dengan puluhan penari dan bunga indah. Mengusung tema ‘Wonderland of Java’, mereka tampil total hingga sukses menyedot perhatian masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri, Suwignyo menambahkan, beragam atraksi ditampilkan dalam pembukaan event ini. Barisan purna Paskibra dan Drum Band Akademi Perkeretaapian Indonesia juga tak mau ketinggalan. Mereka bahkan menjadi ‘Cucuk Lampah’ Parade Budaya dan Pawai Mobil Hias tersebut.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menyatakan, Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019 adalah komplit. Ada banyak hal yang ditampilkan. Bukan sebatas pentas seni budaya atau hiburan, tetapi juga ada pameran produk-produk UMKM. Termasuk Street Food Festival, dimana pengunjung bisa berburu kuliner sepuasnya.

Kepala Bidang Pemasaran I Area Jawa Kemenpar, Wawan Gunawan mengingatkan, Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2019 berlangsung selama satu minggu. Yaitu tanggal 7-13 Juli. Dengan demikian, ada banyak kesempatan bagi pengunjung atau wisatawan untuk mengenal lebih dalam seni budaya Kabupaten Kediri.

Sumber : www.liputan6.com

Program Pertukaran Budaya Bisa Meminimalisasi Konflik Dunia

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto menilai, program-program Kementerian Pemuda dan Olahraga banyak yang strategis dan memiliki banyak manfaat. Salah satunya dapat minimalisasi konflik dunia.

“Yang menarik dari program Deputi Pengembangan Pemuda, banyak yang unggulan di bidang kepemudaan, ada pertukaran pemuda Korea, Australia, Singapura, Malaysia dan sebagainya, yang di kementerian lain tidak punya,” ujarnya, usai menerima delegasi pertukaran Pemuda Indonesia – Korea di Kantor Menpora Senayan, Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Menurutnya, konflik duniapun dapat dikurangi jika ada pertukaran pemahaman dan pertukaran budaya.

“Jika budayanya sudah saling nyambung, sudah saling dipahami, maka konflik bisa dikurangi, meski susah untuk ditiadakan,” tuturnya didampingi Deputi Pengembangan Pemuda, Asrorun Niam Sholeh dan Asdep Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda, Ibnu Hasan.

Program pertukaran pemuda ini lanjutnya, dapat terus dilanjutkan. Para pemuda menurutnya adalah ‘soko guru’ tiap bangsa.

Sumber : www.suara.com

Pelatihan Seni Budaya Betawi untuk WNA Dimulai

Yayasan Benyamin Suaeb (YBS), bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar kick off pelatihan singkat seni budaya Betawi untuk warga negara asing (WNA) yang tinggal di Jakarta,  di Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan, Jakarta Selatan, Sabtu, 29 Juli 2019.

Dihadiri oleh perwakilan peserta berkewarganegaraan Jepang, Jerman, Belanda serta Somalia dan Afganistan, digelar pertunjukan tari, pencak silat dan gambang kromong. Selain itu calon peserta  mendapatkan penjelasan singkat tentang 3 seni budaya Betawi ini, serta diberi kesempatan untuk mencoba. Dengan antusias calon peserta kemudian memilih salah satu seni budaya yang ingin dikuasainya.

Beno Rahmat Benyamin selaku ketua Yayasan Benyamin Suaeb (YBS) menjelaskan bahwa, pelatihan seni budaya Betawi untuk WNA ini merupakan upaya terobosan untuk mempromosikan seni budaya Betawi ke pasar internasional. “Dengan memberi pengalaman bermain seni budaya Betawi, warga negara asing akan mendapat kesan yang baik terhadap budaya kita, dan akan menceritakan juga kepada kawan-kawan dan saudaranya di negara masing-masing.” Lebih jauh Beno menyampaikan bahwa, pelatihan untuk WNA ini adalah bagian dari rangkaian program Pesona Seni Budaya Betawi untuk Indonesia. Setelah audisi seni budaya Betawi yang diselenggarakan beberapa bulan lalu, dilanjut dengan pelatihan ini dan hasil audisi dan pelatihan akan ditampilkan di hadapan para duta besar negara sahabat sekitar bulan September 2019 nanti.

Sibroh Malisi selaku pengurus Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan menyambut baik gagasan YBS dalam memperluas promosi dan pemasaran seni budaya Betawi hingga mancanegara. “Dengan adanya WNA berlatih dan ditonton oleh masyarakat, diharapkan dapat juga menarik perhatian dan jadi mau juga menguasai seni budaya negeri sendiri” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan Indra yang juga pengurus PBB Setu Babakan yang mrenekankan pada pelaksana pelatihan tentang pentingnya keramahan dan kesantunan serta etika dalam proses latihan. “Karena yang kita inginkan adalah kesan yang baik pada budaya kita.” demikian pungkasnya.

Pelatihan yang akan diselenggarakan selama dua bulan utamanya pada hari Sabtu ini akan tersebar di sejumlah tempat di PBB Setu Babakan, sehingga dapat pula disaksikan oleh masyarakat luas.

Sumber : HI – YBS

Fadli Zon Dirikan Rumah Budaya di Lubuk Batingkok

Sumber Foto : Wikipedia

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mendirikan Rumah Budaya di kampung halamannya Jorong Lubuk Batingkok, Nagari Lubuk Batingkok, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Ia mengharapkan rumah budaya tersebut bisa menjadi pusat budaya dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Limapuluh Kota.

Fadli mengemukakan, rumah yang dijadikan Rumah Budaya tersebut adalah rumah keluarga ibunya. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini memperkirakan, Rumah Budaya akan selesai dibangun enam bulan ke depan.

Sumber : www.nasional.republika.co.id

Pameran Kuliner Betawi Tempo Doeloe 2019

Pameran Kuliner Betawi Tempo Doeloe kembali digelar tanggal 23 Juni 2019 dari jam 09.00 sampai dengan selesai. Berbagai Makanan, Minuman dan Buah khas Betawi akan menjadi tampilan utama pada kegiatan ini. Selain memperkenalkan Produk Kuliner Betawi yang sudah langka kepada masyarakat Jakarta, serta meningkatkan Apresiasi dan mendorong penggunaan Produk Kuliner Betawi bagi Tim Penggerak PKK dan Dekranasda se-DKI Jakarta, juga akan melibatkan partisipasi masyarakat Kawasan PBB dalam memperkenalkan Produk Kuliner Betawi yang dipusatkan di Zona A Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Jakarta Selatan.

Kegiatan yang dibuka dan diresmikan oleh Ibu Fery Farhati Ganis, selaku Ketua TP-PKK Provinsi DKI Jakarta adalah kegiatan tahunan yang terus digelar oleh Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta dalam rangka selain menampilkan berbagai Kuliner yang mulai jarang terlihat dari 6 wilayah Jakarta, juga mempromosikan dan melestarikan Budaya Betawi secara khusus dan Kawasan Perkampungan Budaya Betawi sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang populer di Provinsi DKI Jakarta.

Pameran Kuliner Betawi Tempo Doeloe kali ini selain menampilkan 50 stand para penggiat kuliner Betawi yang menjadi potensi di Kawasan Perkampungan Budaya Betawi, juga dimeriahkan dengan Lomba Memasak dan Workshop Kuliner Betawi serta hiburan tampilan kesenian Betawi. Workshop kali ini akan menampilkan demonstrasi pembuatan dari :

  • Dodol Betawi, Kembang Goyang, Kerak Telor
  • Cincau, Bir Pletok
  • Gulali, Rambut Nenek
  • Selendang Mayang, Kue Rangi, Kue Ape
  • Batik Betawi, Ondel Ondel Mini

Museum Betawi yang berlokasi di Zona A Perkampungan Budaya Betawi juga menampilan Pameran Ilustrasi Kuliner Betawi TempoDoeloe yang akan memberikan kisi-kisi lain informasi dan gambaran mengenai Kuliner Betawi dimaksud dalam bentuk Deskripsi dan Grafis.

Foto Kegiatan :

 

 

Sumber :  Unit Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Jakarta Selatan

Buka Bersama

Kebiasaan satu ini sudah pasti menjadi hal yang rutin dilakukan. Mulai dari bersama teman SD, SMP, SMA, kuliah, hingga teman kerja, buka bersama menjadi ajang untuk silaturahmi dan reuni.

Sumber : www.serumpi.com

Rambu Solo, Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Rambu Solo adalah salah satu prosesi penting dalam sebuah upacara kematian yang berlangsung selama berhari-hari dan melibatkan seluruh penduduk desa di Tana Toraja. Meski upacara ini tidak tentu waktu pelaksanaannya, karena tergantung pada kesiapan keluarga, namun umumnya upacara Rambu Solo akan berlangsung di bulan Desember.

Kesakralan dan kemeriahan upcara ini sudah sangat terkenal hingga ke mancanegara sehingga pengunjung yang datang pun bisa mencapai puluhan ribu.

Sumber : phinemo.com

Kemeriahan Kostum Tradisional dalam Parade Budaya HUT Taman Mini Indonesia Indah

Satu persatu peserta dari masing-masing provinsi di Indonesia menunjukan atraksi kebudayaannya di halaman plaza Tugu Api Taman Mini Indonesia Indah. Sore itu, Taman Mini terlihat lebih semarak dari biasanya berkat parade budaya nusantara yang digelar untuk memeriahkan ulang tahun Taman Mini yang ke-40 ini.

Parade ini mendapat sambutan meriah dari para penonton yang sore itu memadati halaman lokasi parade berlangsung. Peserta dari Jawa Tengah menjadi peserta parade pertama yang tampil di arena Plaza Tugu Api. Setelah Jawa Tengah, hadir kontingen dari Yogyakarta yang membawa miniatur Gunung Merapi lengkap dengan letusan-letusan petasan. Bunyi petasan di udara ini mendapat sambutan meriah dari penonton yang memadati area Taman Mini.

Kontingen dari DKI Jakarta juga tidak mau kalah untuk ambil bagian dalam parade budaya ini. Sebagai tuan rumah, kontingen Jakarta menampilkan ondel-ondel yang merupakan salah satu boneka tradisional masyarakat Betawi. Selain itu, dalam rombongan parade DKI Jakarta juga ada tari-tarian serta serah-serahan yang biasa dibawa saat pernikahan tradisional betawi digelar.

Sementara kontingen Nusa Tenggara Barat hadir dengan gendang tradisional khasnya yakni gendang beleq. Para pemain gendang beleq ini berjalan hingga ke tengah arena dan di depan para hadirin mereka mempertunjukan atraksi memainkan gendang khas yang biasa kita temui di Lombok ini.

Kontingen Nusa Tenggara Timur menjadi kontingen terakhir yang tampil dalam parade budaya nusantara. Dengan kostum khas, mereka menutup kemeriahan parade budaya yang digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun Taman Mini Indonesia Indah ke-40 tahun ini.

Sumber : www.indonesiakaya.com

Ngabuburit

Sambil menunggu waktu buka puasa tiba, ngabuburit menjadi salah satu pilihan yang bisa dilakukan. Mulai dari jalan-jalan bersama keluarga, mengunjungi tempat-tempat menarik seperti taman, pasar ramadhan, dl menjadi pilihan untuk menunggu waktu berbuka tiba.

Sumber : www.serumpi.com