MUI Ajak Umat Muslim Mendulang Manfaat Ibadah Ramadan di Tengah Pandemi COVID-19

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Sekretaris komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. HM. Asrorun Ni’am Sholeh, MA mengajak umat muslim untuk mendulang manfaat baik lahir maupun batin melalui ibadah Bulan Suci Ramadan 1441 Hijriah di tengah Pandemi COVID-19, sebagaimana menurut makna dan anjuran dari Syariat Islam.

Melalui keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (13/4), Asrorun mengatakan bahwa menjalankan puasa Ramadan juga sekaligus membentuk benteng dari paparan COVID-19.

Hal tersebut sebagaimana yang disebutkan melalui potongan ayat yang berbungi “Berpuasalah, niscaya akan melahirkan kesehatan”. Dalam hal ini, Asrorun menjelaskan bahwa puasa yang benar dengan asupan makanan seimbang, pola hidup seimbang akan melahirkan imunitas yang kuat melawan COVID-19.

Dalam momentum Ramadan, Asrorun juga mengajak umat muslim agar menjadikan rumah tangga sebagai pusat kegiatan ibadah ramadan bersama keluarga.

Selain itu, MUI juga menjelaskan bahwa sadaqoh atau sedekah bisa menolak bala. Dalam memerangi COVID-19 umat islam dapat memberikan sedekah yang bermanfaat bagi sesama baik secara langsung maupun tak langsung.

MUI mencontohkan bantuan secara langsung adalah seperti ketika petugas medis memberikan perawatan bagi pasien secara langsung secara ikhlas, membantu petugas medis dalam penyediaan Alat Pelindung Diri, membantu proses pemakaman pasien COVID-19 dan sebagainya.

Kemudian sedekah secara tak langsung adalah dengan memberikan bantuan berupa kebutuhan sembako seperti beras bagi orang yang tidak dapat melakukan kegiatan ekonomi di tengah Pandemi. Hal itu menjadi bentuk dari solidaritas antar umat manusia yang harus dilakukan di tengah Pandemi COVID-19.

Kemudian Asrorun juga mengatakan apabila tidak memiliki rejeki lebih, maka umat muslim dapat menyalurkan sedekah dengan mematuhi anjuran pemerintah untuk menjalankan PSBB dengan baik dan diam di rumah.

Sumber : Agus Wibowo (Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)

Berkarya Melalui Media Batik, Ayo Ikuti Lomba Desain Batik Kencana

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai salah satu lembaga negara yang memiliki tugas peningkatan akses dan peluang terhadap penerimaan informasi serta sumber daya ekonomi melalui usaha mikro keluarga dengan wadah kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), yang mampu memberdayakan keluarga untuk dapat mandiri dalam berbagai usaha, salah satunya memproduksi batik.

Batik Indonesia telah dikenal luas oleh masyarakat dunia, batik menjadi warisan nusantara yang unik dan beragam karena setiap daerah memiliki ragam motif yang berbeda. Peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia tersebut bahkan sudah dinobatkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada tanggal 2 Oktober 2009 yang diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Untuk mengembangkan usaha kerajinan batik oleh kelompok UPPKS, BKKBN bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat BKKBN mengadakan Lomba Desain Batik Kencana dengan menggunakan Logo baru BKKBN yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) menyampaikan bahwa “Lomba Desain Batik Kencana ini merupakan sebagai bagian dari proses Rebranding logo baru untuk identitas Instansi melalui media batik dan juga menjadi media promosi brand dan image baru BKKBN yaitu Menuju Cara Baru Untuk Generasi Baru. Hal tersebut sangat diharapkan agar seluruh anggota keluarga sebagai modal pembangunan mulai dari balita hingga lansia dapat terpapar Program BanggaKencana, sehingga Indonesia maju dan berkualitas dapat terwujud” terangnya.

Apalagi Indonesia saat ini sedang menerapkan physical distancing sebagai dampak dari Covid-19 yang mengharuskan kita untuk bekerja di rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah dengan waktu yang cukup lama. Lomba ini salah satunya dimaksudkan agar kita tetap bisa menjaga kesehatan batin (mental) di tengah kepanikan dan menghilangkan kejenuhan dikala harus berdiam di rumah sekaligus bisa meraih hadiah.

Hadiah bagi Juara I sebesar Rp. 25.000.000, Juara II sebesar Rp.15.000.000 dan Juara III sebesar Rp. 10.000.000. Info selengkapnya dapat dilihat melalui Wesbite BKKBN www.bkkbn.go.id.

Sumber : Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)

Menteri PPPA Refocusing Kegiatan dan Anggaran Tangani COVID-19

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga melakukan rapat kerja secara virtual dengan Komisi VIII DPR RI. Rapat ini membahas dampak COVID-19 terhadap program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan isu – isu aktual serta solusinya pada Kamis (09/04).

“Perempuan dan anak harus dijaga dan dipelihara keberlangsungan hidupnya. Terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Tanggung jawab kita dalam hal ini tidak boleh kendor dalam memastikan dan melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 bagi perempuan dan anak,” ujar Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto selaku pimpinan rapat.

Kepada Komisi VIII DPR, Menteri PPPA Bintang Puspayoga menyampaikan sejumlah kondisi kerentanan perempuan dan anak serta langkah yang akan diambil oleh Kemen PPPA.

“Dalam situasi pandemi COVID-19 ini risiko kekerasan berbasis gender (KGB) meningkat dipicu oleh tingkat stres akibat kondisi ekonomi dan beban ganda. Risiko keterpaparan juga tinggi pada pekerja perempuan di sektor pelayanan langsung, tenaga medis, perempuan miskin, lansia, dan disabilitas, serta pekerja migran Indonesia,” ujar Menteri Bintang.

Menteri Bintang juga menyampaikan tantangan yang dihadapi perempuan dari segi ekonomi seperti banyak perempuan pekerja mengalami PHK dan dirumahkan. Pelaku kewirausahaan ultra-mikro juga terancam usahanya akibat minimnya distributor ataupun pasar.

Dalam upaya pencegahan dan percepatan penanganan COVID-19, Kemen PPPA berkomitmen memberikan perhatian pada perempuan, anak serta kelompok rentan dengan merancang kebijakan dan perubahan prioritas baik internal maupun eksternal. Diantaranya, memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah untuk pegawai, serta refocusing kegiatan dan anggaran untuk penanganan penyebaran Covid-19 yang berdampak pada perempuan dan anak.

Di samping itu, Kemen PPPA juga mengambil bagian dalam Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan (GT PP) Covid-19, menggerakkan Dinas PPPA untuk fokus pada aspek pencegahan penyebaran dan penanganan Covid–19 bagi perempuan dan anak, serta membuat program gerakan bersama jaga keluarga kita atau Gerakan #Berjarak.

Terkait hasil rapat, Komisi VIII mendukung kebijakan Menteri PPPA untuk melakukan recofusing kegiatan dan anggaran, mendorong Kemen PPPA memperoleh data terpilah kelompok rentan terkait kasus COVID-19, meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan stakeholders serta Memberikan rekomendasi kepada GT PP COVID-19 untuk membuat crisis center dan protokol perlindungan ibu dan anak.

Sumber : Publikasi dan Media Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Akulaku Finance dan Bank Yudha Bhakti menyerahkan Bantuan Alat Kesehatan untuk Pemprov DKI Jakarta Tangani COVID-19

Akulaku Finance Indonesia dan Bank Yudha Bhakti menyerahkan bantuan berupa alat kesehatan guna membantu pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam menangani COVID-19. Alat kesehatan tersebut terdiri dari Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis yakni 100 buah coverall, 14,450 buah surgical mask, 450 buah safety google, 15,500 buah medical gloves, 500 buah shoe cover beserta 82 galon hand sanitizer.
Efrinal Sinaga selaku Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia dalam keterangan nya ” Bantuan alat kesehatan merupakan salah satu bentuk apresiasi kami kepada para pejuang kemanusiaan dan relawan melalui kerja sama dengan pemerintah khususnya pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam penanganan COVID-19. Kami berharap dengan bantuan peralatan tersebut dapat menjadi salah satu upaya dalam menjaga dan meningkatkan perlindungan serta keselamatan para tenaga medis dan relawan sebagai garda terdepan dalam memerangi COVID-19″.
Bantuan alat kesehatan tersebut juga terwujud atas kerja sama dengan Bank Yudha Bhakti, selaku partner kerja sama pembiayaan channeling dengan Akulaku Finance Indonesia yang telah terjalin sejak bulan Mei 2019. Bank Yudha Bhakti telah menyalurkan kredit pembiayaan kepada nasabah melalui channeling dengan Akulaku Finance Indonesia lebih dari Rp 470 miliar dengan total 400 ribu nasabah kredit dengan NPL dibawah 0.5%. Ini merupakan salah satu langkah digitalisasi Bank Yudha Bhakti setelah PT Akulaku Silvrr Indonesia menjadi salah satu pemegang saham nya.
“Tahun 2020, Bank Yudha Bhakti akan fokus untuk digitalisasi, baik dari sisi kredit maupun funding, dengan mengembangkan IT untuk memberikan berbagai layanan perbankan berbasis digital kepada nasabah kami,” ucap Januar Arifin selaku Sekretaris Perusahaan Bank Yudha Bhakti.

Bantuan diserahkan di balai kota pemerintah Provinsi DKI Jakarta oleh tim terkait. Yang nanti nya akan disalurkan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Rumah Sakit rujukan COVID-19 yang membutuhkan.
Diharapkan lewat bantuan yang telah dilakukan oleh Akulaku Finance Indonesia dan Bank Yudha Bhakti dapat mendorong upaya-upaya dari kawan-kawan industri keuangan dan non keuangan lainnya yang untuk membantu dan bahu membahu dalam memerangi COVID-19 di Indonesia.

Sumber : Akulaku Finance Indonesia – KM

MPR Ajak Masyarakat Disiplin Terapkan Lima Langkah Cegah Covid-19

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI H Bambang Soesatyo mengajak masyarakat Indonesia disiplin melakukan lima langkah pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19 di Tanah Air. Hal itu disampaikan Bambang dalam konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (2/4).

Menurut Bambang, lima hal kedisiplinan yang harus dilakukan masyarakat Indonesia adalah di rumah saja, dilarang berdekatan dan berkumpul, cuci tangan pakai sabun dan jangan menyentuh wajah, tidak mudik dan tidak piknik, jika sakit gunakan telemedis atau datangi fasilitas kesehatan terdekat.

Apabila warga dapat mengikuti anjuran Pemerintah tersebut, maka rantai penularan virus SARS-CoV-2 atau corona dapat terputus sehingga Warga Negara Indonesia dapat terbebas dari Covid-19.

Lebih lanjut, Ketua MPR juga mengajak segenap elemen bangsa Indonesia untuk bersama-sama membangun optimisme bahwa bangsa Indonesia pasti bisa melewati situasi sulit akibat pandemi Covid-19.

Dalam hal ini, MPR memberikan dukungan penuh kepada upaya-upaya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam menghadapi pandemi Covid-19, dan mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung kinerja gugus tugas itu.

Kemudian yang terakhir, kehadiran negara bersama rakyatnya yang selalu optimis dan memberi dukungan penuh maka persoalan pandemi Covid-19 dapat segera dilewati dengan baik.

Sumber : Agus Wibowo (Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan RI)

Doni Monardo Bersama Ketua MPR, Mengajak Masyarakat Gotong Royong dan Bersatu Melawan Covid-19

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo bersama Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mengajak masyarkat dan semua pihak di Indonesia untuk bersama-sama bergotong royong dan bersatu padu dalam melawan pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Doni dalam konferensi pers usai menjamu Ketua MPR Bambang Soesatyo di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Kamis (2/4).

Doni yang juga menjabat sebagai Kepala BNPB tersebut mengatakan bahwa perbincangan bersama Ketua MPR RI beserta rombongannya guna memberikan dukungan moril dan menyepakati untuk bersama-sama mengajak seluruh elemen bangsa bersatu dan bergotong royong sebagai kekuatan bangsa dalam menghadapi wabah Covid-19.

Selain itu, Doni Monardo dan Bambang Soesatyo sepakat bahwa seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan persatuan dan meninggalkan ego sektoral masing-masing. Dengan bersatu padunya seluruh elemen bangsa dari para pemimpin hingga lingkup terkecil di masyarakat bisa menciptakan kekuatan untuk mendorong moril bangsa.

Dengan adanya kekuatan persatuan, kata Doni, bisa memberikan optimisme pada bangsa sehingga dapat meningkatkan imunitas tubuh dan membantu terhindar dari Covid-19.

Selain itu Doni juga meenkankan pentingnya meningkatkan disiplin individu maupun disiplin kolektif dalam mematuhi kebijakan pemerintah dalam rangka pencegahan Covid-19. Doni meminta kepada masyarakat untuk saling mengingatkan dan bersama-sama menghindari ancaman virus. Bagaimanapun juga, kata Doni, langkah pencegahan menjadi prioritas utama dalam penanganan virus SARS-CoV-2 atau corona.

Doni juga berharap para petugas di lapangan baik itu tenaga medis maupun aparatur pemerintahan di daerah untuk meningkatkan keterampilan dalam memahami dan mencegah penyebaran Covid-19. Doni yang juga merupakan Kepala BNPB menyebut para kepala desa memiliki peran yang besar dalam upaya-upaya pencegahan agar warganya di desa terhindar dari wabah virus.

Ketua MPR Bambang Soesatyo berharap seluruh pejabat negara turut turun tangan tampil di hadapan publik untuk menenangkan masyarakat sekaligus memberikan kepercayaan kepada rakyat bahwa negara hadir dan mampu menghadapi persoalan pandemi COVID-19.

Sumber : Agus Wibowo (Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)

Berbagi 500 Hand Sanitizer Gratis

Virus Corona yang mewabah pertama kali di Wuhan, China, kini tengah menjadi sorotan yang mengkhawatirkan dan menimbulkan ketakutan bagi banyak manusia di seluruh dunia. Pasalnya, virus ini tengah menyebar dengan cepat ke berbagai daratan hampir di seluruh negara dan menginfeksi banyak sekali orang.

Di Indonesia sendiri, hingga 18 Maret 2020, tercatat sebanyak 227 kasus pasien positif terjangkit Virus Corona sedangkan 19 di antaranya meninggal dunia. Sesuai himbauan Pemerintah, sekolah pun diliburkan serta beberapa perusahaan memberikan izin kepada para pekerja untuk dapat bekerja dari rumah selama kurang lebih 2 minggu guna mengantisipasi dan melindungi diri dari penyebaran Virus Corona.

Namun, nyatanya tidak semua pekerjaan dapat dibawa ke rumah karena ada yang masih “terpaksa” harus tetap pergi bekerja. Melihat hal ini, tim MulaiDariKita ingin kembali mengingatkan semua orang tentang pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai langkah paling utama dalam mencegah dan melawan Virus Corona. Pada Rabu, 18 Maret 2020 yang lalu, tim bergerak menuju tempat keramaian untuk membagikan 500 Hand Sanitizer secara gratis kepada banyak orang termasuk pengguna transportasi umum yang berada di Jakarta seperti Halte TransJakarta & MRT. Diketahui, selain masker Hand Sanitizer pun menjadi barang langka yang sulit ditemui kini.

Dimulai sejak pukul 10.00, titik pertama yang didatangi adalah FX Sudirman menuju Halte BEI kemudian kembali ke Ratu Plaza. Beberapa orang yang ditemui sepanjang perjalanan seperti Ojek Online, orang-orang kantor, pedagang, para penjaga Halte/Stasiun Transportasi Umum, dan lain sebagainya terlihat senang ketika mendapatkan hand sanitizer secara gratis sebab saat ini sangat sulit untuk mendapatkannya.

Semoga dengan adanya kejadian ini, dapat menyadarkan kita untuk dapat menjaga kebersihan diri agar terhindar dari berbagai virus. MulaiDariKita percaya, bahwa dibalik hidup yang higienis dan bersih, akan banyak virus yang tersisih.

Sumber : www.mulaidarikita.com

Optimalisasi Bisnis PEER TO PEER LENDING di Tengah Pandemi Covid-19

Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan virus corona, semakin meluas di penjuru dunia. Hal ini memberikan dampak yang bervariasi pada banyak sektor bisnis termasuk bisnis Peer to Peer Lending. Akan tetapi, masih ada cara untuk melakukan optimalisasi di binis Peer to Peer Lending di tengah wabah ini, salah satunya adalah memperkuat mitigasi untuk meminimalisir resiko dengan melakukan penyesuaian pada algoritma dari Artificial Intelligence yang dikembangkan oleh Crowdo Indonesia.

Berdasarkan data yang dirilis oleh pemerintah melalui website resmi https://www.covid19.go.id/ pada hari Kamis (26/03/2020), saat ini terdapat 790 kasus positif virus Corona di Indonesia dan 472,529 kasus positif secara global. Kondisi ini memberikan dampak yang cukup signifikan di beberapa sektor industri seperti perdagangan, pariwisata dan hiburan. Sektor pariwisata dan hiburan menjadi salah satu sektor yang mengalami penurunan signifikan setelah pemerintah mengeluarkan imbauan untuk tidak melalukan aktifitas di luar ruangan dan juga larangan berpergian ke beberapa negara yang telah terindentifikasi Covid-19.

Tantangan yang dihadapi antara lain adalah perubahan standar operasional pada aktifitas pendistribusian barang serta adanya pelemahan permintaan.  Kondisi ini pun mempengaruhi bisnis Peer to Peer Lending yang berhubungan langsung dengan perusahaan – perusahaan yang terdampak kondisi ini. Efek dari pandemic ini disadari betul oleh Chief Commercial Officer Crowdo Indonesia Ikram Jeihan. “Saat ini belum ada dampak signifikan terhadap bisnis Crowdo, pembayaran kewajiban borrower kami masih sesuai jadwal jatuh tempo yang ditetapkan. Namun, kami telah mengantisipasi potensi risiko yang akan terjadi. Tim kami telah merumuskan beberapa strategi bisnis yang telah disesuaikan dengan kondisi saat ini agar layanan kepada pihak terkait tetap optimal,” sebutnya.

Untuk mengantisipasi dampak buruk Covid-19 pada bisnis P2P, Ikram menjelaskan bahwa Crowdo Indonesia sebagai salah satu P2P Lending yang telah mengantongi izin penuh oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), telah melakukan mitigasi risiko terhadap kondisi bisnis saat ini. Salah satunya dengan cara melakukan penyesuaian algoritma Artificial Intelligence, sehingga para lender mendapatkan informasi yang komprehensif sebelum memutuskan untuk mendanai di platform Crowdo.

“Ada beberapa penyesuaian algoritma pada bisnis yang terdampak di sistem Artificial Intelligence kami. Ini bentuk komitmen kami di tengah pandemi Covid-19 agar para calon lender mendapatkan info terkini dan juga komprehensif sebelum memutuskan,” tambah Ikram.
Di tengah pandemi Covid-19 ini keselamatan dan kesehatan pegawai pun menjadi sorotan utama bagi Crowdo Indonesia agar layanan tetap berjalan dengan baik. Keunggulan Crowdo dalam segi teknologi menjadi kunci. Seperti yang dijelaskan oleh Ikram, “Bisnis akan berjalan seperti biasa dengan mengoptimalkan teknologi yang ada sehingga layanain kami kepada Lender dan Borrower tetap terjaga.”

Sementara itu, Crowdo Indonesia tetap berjuang bersama untuk mewujudkan mimpi para pelaku UMKM di Indonesia dengan tetap aktif dan membuka kesempatan sebesar-besarnya pada para lender dan calon lender untuk tetap menstabilkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Crowdo Indonesia menawarkan return hingga 24% per tahun untuk calon lender dan juga beberapa program menarik bagi lender yang aktif sepanjang tahun. Ini berbanding lurus dengan meningkatnya persentase keberhasilan Crowdo Indonesia dalam hal pendaan ke UMKM sejak Januari 2019 ke Januari 2020 hingga 500 persen. “Bagi Crowdo Indonesia setiap UMKM pantas mendapatkan pendanaan dan setiap individu pantas mendapatkan akses untuk menjadi pendana. Semuanya bisa menjadi pahlawan,” tutup Ikram.

Sumber :  www.crowdo.co.id – MS

#kitayangsiaran #kamuyangdengerin #dirumahaja

        Oni Bio dan Iing Demplon

 

 

                    Arya Tanjidor dan Puspa Baresi

 

 

Sumber : Bens Radio

Bersama Lawan Covid-19

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan “untuk mencegah penyebaran Covid-19, perlu adanya kesadaran bersama. Oleh karena itu Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI dan POLRI melakukan pengurangan risiko penyebaran Covid-19 di tempat publik, salah satunya dengan gerakan bersih-bersih di Stasiun Gambir”, hal itu diucapkan Erick saat meninjau pembersihan Stasiun Gambir, Kamis (12/3) bersama Kepala BNPB, Dandim Jakarta Pusat dan Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Kegiatan bersih-bersih dilakukan oleh pasukan TNI / POLRI, PT KAI dan PPSU melakukan pembersihan menggunakan biosanitizer dengan cara menyemprotkan ke kursi, pagar dan ruangan yang ada di Stasiun Gambir.

Erick mengatakan kegiatan ini telah rutin dilakukan agar masyarakat merasa aman, “kegiatan ini telah rutin dilakukan, setiap hari sekali dilakukan pembersihan agar masyarakat merasa aman saat berada di tempat publik”, ucap Erick.

Kepala BNPB Doni Monardo pada kesempatan yang sama menambahkan, “membersihkan tempat-tempat publik secara rutin harus dilakukan, baik itu sekolah, kantor, tempat ibadah dan fasilitas publik lainnya”, ujar Doni.

Selain itu Doni mengajak seluruh pihak menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi penyebaran Covid-19, “kami menghimbau kepada pemerintah pusat dan daerah, swasta hingga keluarga untuk rutin membersihkan lingkungan masing-masing untuk mencegah penyebaran Covid-19”, tutup Doni.

Perlu diketahui PT KAI selaku pengelola stasiun telah melakukan sosialisasi pencegahan kepada para penumpang di beberapa stasiun dan juga rutin membersihan gerbong kereta dan stasiun menggunakan bahan kimia, serta menyediakan cairan pembersih tangan dibeberapa titik strategis untuk mempermudah masyarakat untuk membersihkan diri.

#LawanCovid19 #PBUrusanBersama #SiapUntukSelamat

Sumber : Agus Wibowo (Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)