JM Solution Dambaan Wanita Untuk Kecantikan Sepanjang Masa

Memiliki wajah yang cantik dengan kulit yang cerah dan sehat merupakan dambaan setiap wanita, yang akan membuat mereka tampil lebih percaya diri dan enak dipandang mata.

Saat ini memiliki kulit wajah yang mulus dan putih layaknya wanita Korea sedang menjadi trend di Asia yang wabahnya menyebar hingga ke tanah air.

“Kebiasaan merawat wajah ala wanita Korea sedang menjadi tren di Indonesia”, Ujar Hur Young Soon President Director JM solution saat di temui dikantor nya di kawasan Pancoran (17/9).
JM Solution sudah satu tahun melayani konsumennya yang berada di Indonesia. Perusahaan di bawah bendera PT. Prime Trade ini memberikan solusi bagi masyarakat Indonesia bagaimana memilih produk perawatan kulit yang bagus namun aman untuk kulit. Banyaknya kosmetik yang beredar di pasaran membuat JM Solution tergerak untuk memberikan pelayanannya di Indonesia.
Menurut Hur young Soon bahwa dia mengawali bisnis skin care dan kosmetik ini karena karena produk korea terkenal khususnya untuk skincare lebih tidak sesitif, banyak orang Indonesia menggunakan skincare yang sembarangan seperti steroid dan kulit bermasalah bukan sembuh tapi lama-lama kulit menjadi pecah-pecah, kulit menghitam dan sel kulitnya mati tetapi untuk kosmetik korea sudah terkenal dibanding negara yang maju seperti Amerika dan Eropa lebih unggul, orang Korea dilihat memiliki kulit yang sehat namun sebenarnya memiliki kulit yang lebih sensitive karena harus menahan 4 musim.
Masyarakat korea mulai dari anak kecil sudah menggunakan perlindungan kulit seperti skincare, untuk remaja menggunakan skincare untuk kulit remaja sedangkan untuk baby juga menggunakan skincare untuk kulit baby dan jika sudah dewasa menggunakan skincare untuk dewasa, semua produk perawatan Skin care Korea kualitasnya baik dan harganya tidak terlalu mahal’ tambah Hur young soon. 
Semua kulit yang bermasalah dikarenakan berkurangnya kelembapan, karena tubuh manusia memiliki 80% kadar air, jika kadar air kurang dapat mengakibatkan kulit kering, kekerutan pun diakibatkan kurang air negara Indonesia negara tropical namun banyak yang menggunakan AC jadi udara dipermukaan kulit menjadi kering yang paling penting harus menjaga kelembapan kulit.
Sampai saat ini JM Solution sudah memiliki 17 jenis produk perawatan kulit yang mendapat sertifikasi BPOM, diantaranya masker honey luminious royal propolis,  water luminous golden cocoon, krim wajah Golden cocoon home esthetic eye patch, BB Cream, pelembab kulit Aloe Vera Soothing Gel, dan pewarna bibir.
Produk dari JM solution yang asli bisa di dapat seperti di Century , media online Sociolla dan Lavif.co.
“Kami menjamin kepuasan konsumen dan menjaga perlindungan bagi konsumen karena banyaknya barang palsu yang beredar di e-commerce Indonesia. Saya lihat harganya bisa lebih murah, ternyata palsu. Saya rasa pemerintah Indonesia harus membuat Undang-undang perlindungan konsumen, agar produsen yang menjual barang palsu mendapat hukuman berat” tambah Hur young soon.
JM Solusion membuka peluang untuk masyarakat Indonesia untuk menjadi Reaseller dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dan akan diberikan reward untuk tour ke Korea dan juga berkesempatan untuk mengunjungi pabrik JM Solusion di Korea.

Sumber : JM Solution

Film Rambo Last Blood, Sylvester Stallone Jagoan Tua Kembali Beraksi

Tanggal rilis: 19 September 2019 (Rusia)
Sutradara: Adrian Grunberg
Perusahaan produksi: Lionsgate
Skenario: Sylvester Stallone, Matt Cirulnick
Produser: Avi Lerner, Kevin King Templeton, Yariv Lerner, Les Weldon.
Pemain : Sylvester Stallone, Paz Vega, Louis Mandylor, Oscar Jaenada, Yvette Monreal.

Film Rambo: Last Blood  menampilkan kembali aksi heroik dan kepiawaian Stallone dalam memegang senjata.
Sylvester Stallone kembali berperan sebagai veteran perang, John Rambo dalam film Rambo: Last Blood.
Pada film ini, diceritakan bahwa Rambo terpaksa menunda pensiunnya setelah putri angkatnya , Gabrielle (Yvette Monreal) diculik oleh kartel narkoba dari Meksiko. Akhirnya, Rambo harus kembali mengangkat senjata.
Rambo harus berjuang menyelamatkan keponakannya.
Tak seperti empat film Rambo sebelumnya yang masih terlihat biasa-biasa saja. Rambo: Last Blood menghadirkan pertumpahan darah yang hadir tanpa basa-basi. Dimulai dari bagaimana amarah John Rambo yang sudah tak tertahankan untuk menghabisi musuhnya dengan cara-cara yang sangat tidak wajar. Mengerikan, brutal, dan tak perlu basa-basi.

Rambo: Last Blood, yang naskahnya digarap Matt Cirulnick dan Sylvester Stallone. Akar permasalahannya tentang gadis yang diculik dan dijadikan pekerja sex.

Alur cerita tentang misi penyelamatan sang keponakan, hingga harus berhadapan para mafia kejam terbilang klasik, bahkan mudah ditebak. Trauma masa lalu Rambo juga tidak tergali maksimal. Karakter pendamping yang muncul pun tidak mempunyai peran kuat.

Beruntung meski awalnya terasa lambat, Rambo: Last Blood memiliki adegan aksi yang seru. Sutradara Adrian Grunberg menyuguhkan pembantaian dengan senjata api, bom, atau senjata tajam hadir dengan berbagai improvisasi, karena menghabisi musuhnya dengan cara yang tidak wajar.
Sajian menarik bagi Anda yang menyukai jenis film action yang menonjolkan adegan kekerasan secara brutal dan darah dimana mana .
Film RAMBO: Last Blood. Film yang diproduksi oleh Lionsgate, Millenium Media, Balboa Productions, dan Templeton Media ini adalah film penutup Sylvester Stallone yang berperan sebagai John Rambo.

Sumber : Kim | www.kapanlagi.com | www.youtube.com

 

 

Frisian Flag Indonesia Meluncurkan Program Edukasi Gizi GERAKAN NUSANTARA 2019

PT Frisian Flag Indonesia (FFI) bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia meluncurkan Program Edukasi Gizi Gerakan Nusantara 2019, Senin (16/9/2019).

Program tersebut digelar untuk meningkatkan pengetahuan serta perilaku gizi dan kesehatan yang baik di antara anak-anak Indonesia melalui pendidikan gizi dan bimbingan teknis bagi guru-guru Sekolah Dasar. Program Edukasi Gizi Gerakan NUSANTARA 2019 rencananya akan digelar di 17 kota dan menjangkau sebanyak 750 sekolah dasar.
Program Edukasi Gizi Gerakan Nusantara tahun ini kembali dilaksanakan untuk ke 7 kalinya sejak pertama kali diperkenalkan tahun 2013.

Ananto Kusuma Seta, Staff Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud menerangkan bahwa angka stunting anak-anak di Indonesia mencapai 30%, sedangkan angka gizi buruknya 3,9%. Ini merupakan PR pemerintah untuk bersinergi menyelesaikan masalah tersebut bersama-sama dengan akademisi dan swasta.
Edukasi Gizi juga mendapat perhatian besar dari BPOM terlebih dengan berkembangnya industri makanan dan minuman dengan eksposur tinggi di kalangan anak-anak.
Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Dra. Reri Indriani, Apt, M.Si. menyambut baik inisiatif FFI untuk bekerjasama meningkatkan sosiaiisasi dan pemahaman tentang keamanan pangan, ”BPOM telah bekerjasama dengan Kemendikbud memberikan materi tentang keamanan pangan pada program bimbingan teknis yang dilaksanakan oleh Kemendikbud. Selain itu BPOM juga melaksanakan sosialisasi Iangsung terkait topik ini” ungkap Reri Indriani.

Mengenai penggunaan teknologi dan media digital dalam pelaksanaan Gerakan Nusantara 2019 menurut Andrew F. Saputro selaku Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia mengatakan, ”sebagai produsen produk produk bergizi berbasis susu dan selaras dengan tujuan perusahaan ”Nourishing by Nature”, FFI mempunyai komitmen untuk berpartisipasi aktif meningkatkan edukasi gizi keluarga Indonesia.

Melalui Gerakan Nusantara, FFI ingin memastikan bahwa edukasi gizi ini benar-benar meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para Bapak dan lbu Guru yang akan menyampaikan kepada murid-muridnya di kelas. Tahun ini kami ingin memanfaatkan teknologi dan media digital sebagai cara baru penyampaian materi. Kami yakin teknologi dan media digital dapat membantu meningkatkan efektifitas Program Edukasi Gizi Gerakan Nusantara 2019.” ujar Andrew kepada wartawan saat peluncuran gerakan ini.
Selain melakukan penyempurnaan-penyempurnaan materi dan metode penyampaiannya dalam penyelenggaraan Gerakan Nusantara 2019, FFI juga memperkenalkan program #DutaSIGAP (Sehat, lnspiratif, sadar Gizi, Aktif, dan Peduli) dan mengajak murid menjadi duta di bidang kesehatan dan gizi. Duta SIGAP akan menjadi agen di lingkungan sekolah yang dapat membantu menyebarkan pengetahuan tentang susu, pedoman gizi seimbang, perilaku hidup bersih, serta perhatian terhadap lingkungan dan jajanan yang aman.

Sumber : Frisian Flag Indonesia – Kim

Pretty Boys

Jenis Film : Drama, Comedy
Produser : Deddy Mahendra Desta
Sutradara : Tompi
Penulis : Imam Darto
Produksi : Anami Films, The Pretty Boys Pictures
Casts Vincent : Rompies, Deddy Mahendra Desta, Onadio Leonardo, Danilla Riyadi, Imam Darto, Roy Marten, Joe P-Project, Ferry Maryadi, Tora Sudiro

Desta dan Vincent keduanya sudah malang-melintang di dunia seni hiburan sejak lama. Tidak hanya terkenal sebagai pemain band, keduanya juga kerap bermain film dan kini malah lebih terkenal sebagai presenter sebuah acara malam di salah satu stasiun televisi swasta.. keduanya kini mendirikan production house sendiri bernama The Pretty Boys Pictures dan kini film perdana mereka, PRETTY BOYS, sudah bisa dinikmati seluruh penonton Indonesia mulai 19 September 2019.
Film yang pertama kali dimainkan oleh Desta dan Vincent berdua ini ternyata menjadi film terakhir untuk Vincent. Hal itu diumumkan oleh Desta saat konfrensi pers film Pretty Boys (16/9).
Menurut Vincent, “saya bukan di film dunianya, lebih ke kemampuan. Kita ngelihat masih banyak aktor-aktor film lain nya karena kita bukan aktor”, ujar Vincent di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, (16/9).
Menurut Desta mengakui jika proses syuting sangat melelahkan, mulai dari pra produksi hingga film itu tayang.

“Justru syuting film itu lebih capek, melelahkan sekali. Kita sudah berapa kali main film, harus nunggu ngeset, nunggu jadwal, nunggu segala macem, kerasa capeknya” ujar Desta.

Film PRETTY BOYS yang turut merangkul rumah produksi Anami Films sebagai partner dan penyanyi Tompi di balik layar dengan menjadi sutradara.
Ide film ini berawal dari keprihatinan Tompi terhadap tayangan-tayangan televisi yang mulai bergeser jauh dari pakemnya.
Selain Tompi sebagai sutradara, Desta yang duduk di kursi produser juga menggaet Imam Darto untuk menulis naskah film ini yang sekaligus berperan sebagai Mas Bayu dan Cesa David Luckmansyah sebagai co-producer selain juga menjadi editor.
Film Prety boy sendiri berkisah tentang Rahmat (Deddy Mahendra Desta) dan Anugerah (Vincent Rompies) adalah dua sahabat yang sejak kecil bercita-cita ingin terkenal. Namun, Anugerah selalu mendapat tentangan dari Ayahnya, Pak Jono (Roy Marten), bahwa dunia entertainment dekat dengan hal-hal yang buruk. Karena kesal, Anugerah pun kabur dari daerahnya dan mengadu nasib ke Jakarta bersama Rahmat. Namun, nasib berkata lain. Karier mereka hanya mentok menjadi pelayan dan koki restoran. Untunglah, ada Asty (Danilla Riyadi) yang selalu menjadi penyejuk bagi keseharian Anugerah. Hingga suatu hari, Anugerah dan Rahmat yang sedang menjadi penonton bayaran di sebuah acara bincang-bincang “Kembang Gula” bertemu Roni (Onadio Leonardo), koordinator penonton super rempong, dan Mas Bayu (Imam Darto).

Apakah pertemuan ini akan menjadi pembuka jalan bagi impian Rahmat dan Anugerah?

Tonton selengkapnya Film Pretty Boys yang mulai tayang 19 September 2019!!
Sumber : The Pretty Boys Pictures

Kolaborasi Kevin Hendrawan dengan Fiber Creme Luncurkan web Series #EkspedisiSegaris

Peluncuraan Ekspedisi “Semangat Generasi Millenials” atau #EkspedisiSegaris serial web yang merekam perjalanan sekelompok milenial ke pelosok-pelosok tanah air dalam menelusuri kebanggaan dan kecintaannya akan keindahan dan keberagaman Indonesia Bergenre travel documentary.
Serial web ini mengisahkan perjalanan mengarungi keberagaman alam, budaya, dan kuliner Indonesia dari Sabang-Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, indah dan luar biasa kaya akan rempah dan hasil alamnya. Dipelopori oleh YouTuber dan content creator muda berbakat, Kevin Hendrawan, #EkspedisiSegaris mengekspresikan dengan mensyukuri indahnya alam dan budaya Indonesia. Tidak lupa, Kevin Hendrawan selaku pemeran utama dari ekspedisi kali ini dan sekaligus dengan para bintang tamu mulai dari selebritis dan para you tuber terkenal.
Ekspedisi ini adalah wujud dari keprihatinan generasi milenial atas tajamnya isu perbedaan yang tergolong jadi akhir-akhir ini di tanah air kita, perbedaan seakan menjadi hal yang buruk dan tidak pantas mendapat tempat di bumi Indonesia, saya dan beberapa rekan saya YouTuber dan conten creator ingin melakukan sesuatu untuk mencegah isu perbedaan . Kami memilih menemukan keindahan dari perbedaan yang ada dengan berpetualang ke pelosok Indonesia” Ujar Kevin Hendrawan kepada awak media di galery Indonesia di Grand Indonesia (10/9/2019)
#EkspedisiSegaris mengunjungi 46 lanskap cantik dan unik diseluruh penjuru Indonesia. Mulai dari Pegunungan Jayawijaya yang merupakan titik tertinggi di negeri ini hingga gunung api dibawah laut di Kepulauan Sangihe dengan mengeksplor budaya, adat-istiadat berbagai suku di Indonesia, dan menyusuri kekayaan kuliner nusantara.
Keanekaragaman itu berhasil menyulut semangat anak muda kekinian untuk berpetualang. Mereka pun membagikan pengalamannya lewat video yang terunggah pada YouTube.

Ekspedisi kali ini bekerja sama dengan FiberCreme, krimer multifungsi produk Indonesia yang mendukung penuh inisiatif dan produksi serial #EkspedisiSegaris.

Sebagai produk asli Indonesia yang bangga menjadi bagian dari inovasi bangsa, FiberCrime Indonesia berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan menciptakan prduk-produk dalam negeri yang inovatif dan bernilai jual tinggi. Ini adalah semangat yang kami lihat dalam #EkspedisiSegaris, dan kami berkolaborasi untuk merawat kebanggan ini menuju tujuan utama, Kesatuan Indonesia” ujar Hendrik Gunawan Director PT Lautan Natural Krimerindo.
#EkspedisiSegaris telah tayang di channel Youtube Kevin Hendrawan. Saat ini serial web tersebut masuk episode ke-16 dan akan terus tayang hingga Oktober 2019.
#EkspedisiSegaris juga menggelar pameran foto di Galeri Indonesia Kaya yang menggambarkan perjalanan Kevin berkeliling Indonesia.

Sumber : Kim

Raiz Investment Indonesia Luncurkan Aplikasi Investasi Untuk Generasi Milenial

PT Raiz Invest Indonesia (Raiz) tanggal 23 Agustus 2019 resmi meluncurkan platform investasinya yang berbasis aplikasi mobile. Peluncuran ini merupakan salah satu milestone penting dalam perjalanan bisnis Raiz Invest Indonesia setelah mengantongi lisensi sebagai Agen Penjual Reksa Dana (APERD) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2018 lalu.
Kaum milenial seringkali ragu untuk segera memulai investasi. Salah satu alasannya, ada anggapan bahwa investasi butuh modal besar.

Untuk itu, Raiz menciptakan ekosistem berinvestasi yang sesuai dengan perilaku keuangan serta gaya hidup generasi milenial saat ini. yang umumnya memiliki minat yang tinggi akan pemenuhan gaya hidup dan perencanaan keuangan yang masih belum stabil.

Raiz menawarkan platform investasi yang terintegrasi dengan Bank dan uang elektronik yang menjadi sumber penempatan dana maupun moda pembayaran .
CEO Raiz Invest Indonesia Melinda N. Wiria mengatakan, perusahaan ingin fokus mencetak lebih banyak investor milenial karena menilai masih banyak dari mereka yang belum sadar pentingnya investasi.
Melinda mengatakan, investasi dapat dimulai dengan mudah, tanpa perlu modal besar. “Sehingga, kami pun menawarkan kemudahan bagi para pengguna agar bisa mulai berinvestasi dengan nilai yang sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp 10 ribu saja,” ujar Melinda dalam konferensi pers peluncuran aplikasi Raiz Invest di Jakarta.
Lewat aplikasi Raiz, yakni fitur Round-up, pengguna bisa berinvestasi pada produk reksa dana dengan uang receh yang terkumpul dari selisih nilai transaksi di bank atau uang elektronik yang terhubung dengan aplikasi Raiz.

Setiap kali pengguna berbelanja dengan kartu debit atau uang elektronik tersebut, Raiz akan melakukan pembulatan ke atas terhadap setiap transaksi ke kelipatan Rp 5.000 terdekat.
Hal Ini memudahkan dan melatih investor pemula yang mereka cenderung melakukan spending. Kami ingin mengajarkan ketika spending ada proses investasi,” ujar Chief Marketing Officer Raiz Invest Indonesia Fahmi Arya di Jakarta
Adapun Raiz saat ini ini telah menjalin kerja sama dengan CIMB Niaga untuk memudahkan user dalam melakukan pemindahan dana secara langsung memanfaatkan layanan internet banking CIMB Clicks.
Dalam kerja sama ini, user perlu memiliki rekening tabungan di CIMB Niaga sebagai syarat utama sebelum menggunakan layanan dari aplikasi Raiz.
Fahmi mengatakan, ke depan Raiz juga akan menjalin kerja sama dengan uang elektronik milik salah satu bank BUMN dan bank swasta.

Sementara ini Raiz baru memperkenalkan dua fitur investasi. Fitur pertama adalah Recurring Investment, yaitu metode investasi di mana user dapat melakukan cicilan investasi dalam jumlah dan frekuensi tertentu. Fitur kedua adalah Lump Sum Investment atau investasi seketika, user langsung menginvestasikan dananya dalam jumlah tertentu pada suatu waktu.

Sedangkan untuk fitur ketiga, Round-up, di negara indonesia masih dalam tahap penyempurnaan dan diharapkan segera tersedia dalam waktu dekat.
Adapun sejak soft launching pada Maret 2019 lalu, Raiz telah menjaring lebih dari 80.000 calon pengguna hingga Juli 2019.
Kini aplikasi Raiz kini dapat diunduh pada layanan konten Google Play Store bagi pengguna ponsel Android dan akan menyusul pada AppStore dalam waktu dekat ini.

Sumber : PT Raiz Invest Indonesia (Raiz) – Kim

Konser Kolaborasi RANS Musik dan Langit Musik

Setelah perhelatan Idol Junior 2018 selesai, kelima finalis nya Anneth, Deven, Raisya Gogo, dan Nashwa tidak berhenti berkarya sampai di situ  saja. Kini Mereka bergabung ke dalam label RANS MUSIC milik pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, untuk mengadakan Konser yang menampilkan para alumni finalis Idol Junior 2018, seperti Anneth, Deven, Raisya, Gogo, dan Nashwa.

Sebelumnya, kelima penyanyi cilik itu tampil dalam Showcast Idol Junior beberapa waktu lalu. Mereka kemudian menghibur para penggemar melalui konser spektakuler Mimpiku Jadi Nyata yang digelar di Teater IMAX Keong Mas, Taman Mini Indonesia pada, Sabtu (24/8).
Menurut Raffi, konser ini digelar untuk mengobati kerinduan anak-anak agar bisa menikmati konser yang penyanyinya adalah anak-anak seusia mereka.
“Sekarang jarang banget ada konser untuk anak-anak, kebanyakan konser orang dewasa. Di jaman dulu ada konser anak-anak seperti sherina ” ungkapnya.

“Jaman sekarang kan sudah digital dan follwoersnya banyak. Jadi kita buatkan project bekerja sama dengan langit musik juga,” Tambah Raffi

“Mereka kita eksplor dari album mereka dan bekerja sama dengan kece entertaiment. Aku berusaha yang agak beda , kemaren artis legend era 90an, jadi sekarang aku coba mengangkat Anak-anak agar bisa hidup lagi,” pungkasnya.

Setelah mepersiapkan selama beberapa bulan, konser bertajuk MIMPIKU JADI NYATA ini digelar untuk mengobati kerinduan para penggemar Idol Junior sekaligus sebagai ajang bagi anak~anak Indonesia untuk bisa menikmati konser yang penyanyinya adalah anak-anak seusia mereka.
Selain menggelar konser musikal, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina merilis album dan web series yang akan dibintangi oleh pada alumni Indonesian Idol Junior.

Konser ini merupakan hasil kolaborasi antara RANS MUSIC dengan Langit Musik, yang akan berlanjut dengan proyek-proyek lainnya. Beberapa kerja sama eksklusif yang akan segera dirilis adalah album Mimpiku Jadi Nyata dengan 12 single baru dari kelima Idol Junior ini, penjualan NSP, serta web series bertema kehidupan anak-anak dan remaja.
Single tersebut nantinya akan bisa dinikmati secara digital di versi terbaru Langit Musik 5.0.
RANS MUSIC dan Langit Musik berkomitmen untuk menghadirkan karya-karya yang bisa dimikmati oleh semua kalangan.
Beberapa musisi yang ikut berkolaborasi dalam album Mimpiku jadi Nyata antara lain : Nagita Slavina, Nisya Ahmad, Marsha Zulkarnain, Endy Arfian dan Lula Lahfah.

Sumber : RANS Music

Kongkow bersama Komunitas dan Band Betawi

Abang none untuk mempererat tali silahturahmi dengan para pendengar dan komunitasnye, Bens Radio mengadakan acara “Kongkow bersama Komunitas dan Band Betawi” pada hari Jumat, 23 Agustus 2019 bertempat di Kopi Engkong (Bens Radio, Jl. Tarumanegara No.45, Pisangan Ciputat), mulai jam 20.00 sampai dengan selesai.

Selain dihadiri oleh Komunitas dan Band Betawi, acara eni juga dihadiri oleh pimpinan Bens Radio yaitu Bapak H.Benny Pandawa Benyamin (Direktur Utama) dan Bapak Muhammad Subuh (Station Manager). Tak ketinggalan juga para penyiar Bens Radio yang turut memeriahkan acara eni.

Para Komunitas dan Band Betawi juga unjuk kebolehan dengan menyanyi. Dan mereka yang hadir adalah :

1. BSFC
2. BRFC
3. BFC 
4. Forsa
5. Onthel
6. Kofama
7. LBB Tangsel
8. Big Kerok
9. Rungseb Band
10. D’Juvist
11. D’Bens
12. Asli Band
13. Sueb Band
14. Bandtang
15. Sodok Band
16. Santri Band
17. The Bemo
18. The Alters
19. Adhie Chupid
20. Sabeni Band
21. Komunitas Assalamualaikum
22. Hendri Sederethana

 

 

Selain silahturahmi, Bens Radio juga memberikan Door Prize bagi abang none yang datang pada malam itu.

Semoga dengan acara eni tali silahturahmi kite tetep terjaga dan makin erat. Aamiin yra.

 

 

Sumber : Azis

WOW…..Kita Punya Festival Sastra Dunia Loh!!

Abang none, negara kita yang kaya dengan suku dan bahasa melahirkan ragam seni dan budaya juga tutur Sastra yang beragam, dan hal inipun dipandang oleh dunia luar (negara lain) sebagai bangsa yang unik dan Indonesia dipandang penting dalam percaturan sastra dunia. Hebat ya ?

Jakarta International Literary Festival (JILF) / Festival Sastra 2019 dibagi menjadi dua, yaitu Program Utama yang terdiri atas pidato kunci, simposium, bincang sastra dan penulis, malam pembacaan karya, lab ekosistem sastra, pameran sastra liar era kolonial, dan pasar hak cipta buku yang mempertemukan penerbit-penerbit internasional dan nasional. Program Pendukung terdiri atas diskusi prafestival dan ruang sastra dan komunitas yang akan diisi oleh pentas teater, musik, dan pemutaran sinema film.

JILF 2019 mengangkat “Pagar” sebagai tema sentral untuk mencerminkan batasan-batasan dunia yang semakin lebur. Pagar yang berfungsi sebagai pelindung sekaligus pemisah antara dunia luar dan ketenangan rumah adalah sesuatu yang harus dilintasi jika kita ingin mengenal dan dikenal oleh yang lain.

Dalam helatan pertama tahun ini, JILF mengundang 55 penulis, 26 penerbit, dan 21 komunitas sastra. Mereka datang dari Afrika Selatan, Botswana, Filipina, India, Indonesia, Inggis, Jerman, Malaysia, Mauritius, Palestina, Singapura, Siprus, Somalia, Thailand, dan Turki.

Pembukaan rangkaian festival ditandai dengan Pidato Kunci yang diisi oleh Adania Shibli, novelis Palestina, yang membawakan pidatonya yang berjudul “Saya Tidak Bercakap Bahasa Saya” yang akan menggambarkan kisahnya dalam keheningan tetapi bisa berbicara lantang lewat karyanya, tentang pengalaman hidup di Palestina, dan pengekangan bahasa yang terjadi di sana.

Tema-tema yang diangkat dalam delapan simposium antara lain adalah “Lepas dari Komodifikasi” yang membahas apakah praktik komodifikasi kesusastraan yang menjadi akar masalah atau adakah faktor lain, atau tentang karya sastra dari satu negara yang dianggap tak memenuhi kategori untuk menembus pasar internasional dan diterima dengan baik.

Simposium itu diisi oleh Laura Prinsloo (Indonesia), Linda Christanty (Indonesia), Shenaz Patel (Mauritius), dan Oliver Precht (Jerman). Ada pula “Melawan Bias” yang membahas mengenai feminin dan maskulin dalam sastra dan bagaimana menyikapi bias-bias ini, pmbicaranya adalah Bejan Matur (Turki), Zainab Priya Dala (Afrika Selatan), dan Saras Dewi (Indonesia), serta dimoderatori oleh Hera Diani (Indonesia). Enam tema simposium lainnya adalah “Kuratorial Tak Tampak”, “Ketidaksetaraan 4.0”, “Membaca Satu Sama Lain”, “Selatan Menatap Balik”, “Dilema Tema Umum Selatan”, dan “Perlukah Kanon Selatan”.

Jakarta International Literary Festival (JILF) hadir 20-24 Agustus 2019 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, dan akan menjadi agenda tahunan. JILF 2019 dikuratori oleh Eka kurniawan, Isyana Artharini, dan Yusi Avianto Pareanom, dan acaranya di dukung oleh Pemerintah pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Platform Indonesiana, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), menyelenggarakan sebuah festival sastra.

Semoga muncul budayawan dan sastrawan kelas dunia di Negara kita tercinta.

Sumber : Aldin Hidayat – Kemendikbud RI

I SEE Fest 2019 Festival Budaya Kreatif, Ruang Terbuka dan Terbesar akan digelar Di Jakarta

l SEE Fest merupakan festival outdoor pertama di Indonesia yang akan digelar di jakarta tgl 27 September – 6 Oktober 2019 dengan konsep” International Creative Culture Outdoor Festival “yang akan menghadirkan beragam fitur seperti produck kreatif, kuliner, kegiatan luar ruang, travel, pameran budaya dari dalam dan luar negeri.
Festival yang diselenggarakan ini bukan seperti festival yang diadakan sebelumnya.
Akan ada 100 lebih artis yang akan mengisi agenda tersebut di 4 panggung. Selain menonton pertunjukan musik penonton juga bisa membeli makanan dan berbelanja produk kreatif dan untuk anak anaknya juga ada arena permainan.
Pameran I SEE Fest 2019 terbagi atas 8 (delapan) area yang masing-masing memiliki karakteristik yang kreatif dan menarik. Kedelapan area tersebut diantaranya Avenue of the World, Travel Around the World, Habbyist Heaven, Sport Till You Drop, Street Food Arcade, Market Place Corner, Playground at The Park, dan Mini Racing Area.

“Jadi kita angkat banget euforia disitu dan kapan lagi kita bisa merasakan kegembiraan di tengah kota Jakarta yang hiruk pikuk, dan sekarang banyak banget masalahnnya, polusi dan sebagainya, disinilah kita akan buat yang fun” tutur Bryan, Project Manager Lima Event.
Jadi bukan nonton, setelah performance pulang tapi akan ada tempat tempat yang bisa di kunjungi dan menjadikannya sebagai salah satu pilihan destinasi keluarga sepanjang pekan tambah Bryan.

I SEE Fest 2019 juga akan mengusung tema Republic Community yang akan menyatukan beragam musik dari beragam genre.

Salah satu pengisi acara I See Festifal, Pingkan mambo akan tampil di acara tersebut dengan membawakan lagu kasmaran.

I SEE Fest 2019 akan digelar selama 10 hari dari tanggal 27 September – 6 Oktober 2019. Jam buka festival pada Senin -Jumat mulai pukul 15.00 22.00 WIB, Sabtu mulai pukul 09.00-00.00 WIB dan Minggu mulai pukul 07.00 -22.00 WlB. Dengan ticket masuk hanya sebesar Rp.25.000 ,-pengunjung sudah bisa menikmati berbagai sajian hiburan yang tersedia di I SEE Fest 2019.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai ticket dan jadwal I SEE Fest 2019, silakan mengunjungi laman www.senayanfest.com.

Sumber : www.senayanfest.com