Kolaborasi Kevin Hendrawan dengan Fiber Creme Luncurkan web Series #EkspedisiSegaris

Peluncuraan Ekspedisi “Semangat Generasi Millenials” atau #EkspedisiSegaris serial web yang merekam perjalanan sekelompok milenial ke pelosok-pelosok tanah air dalam menelusuri kebanggaan dan kecintaannya akan keindahan dan keberagaman Indonesia Bergenre travel documentary.
Serial web ini mengisahkan perjalanan mengarungi keberagaman alam, budaya, dan kuliner Indonesia dari Sabang-Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, indah dan luar biasa kaya akan rempah dan hasil alamnya. Dipelopori oleh YouTuber dan content creator muda berbakat, Kevin Hendrawan, #EkspedisiSegaris mengekspresikan dengan mensyukuri indahnya alam dan budaya Indonesia. Tidak lupa, Kevin Hendrawan selaku pemeran utama dari ekspedisi kali ini dan sekaligus dengan para bintang tamu mulai dari selebritis dan para you tuber terkenal.
Ekspedisi ini adalah wujud dari keprihatinan generasi milenial atas tajamnya isu perbedaan yang tergolong jadi akhir-akhir ini di tanah air kita, perbedaan seakan menjadi hal yang buruk dan tidak pantas mendapat tempat di bumi Indonesia, saya dan beberapa rekan saya YouTuber dan conten creator ingin melakukan sesuatu untuk mencegah isu perbedaan . Kami memilih menemukan keindahan dari perbedaan yang ada dengan berpetualang ke pelosok Indonesia” Ujar Kevin Hendrawan kepada awak media di galery Indonesia di Grand Indonesia (10/9/2019)
#EkspedisiSegaris mengunjungi 46 lanskap cantik dan unik diseluruh penjuru Indonesia. Mulai dari Pegunungan Jayawijaya yang merupakan titik tertinggi di negeri ini hingga gunung api dibawah laut di Kepulauan Sangihe dengan mengeksplor budaya, adat-istiadat berbagai suku di Indonesia, dan menyusuri kekayaan kuliner nusantara.
Keanekaragaman itu berhasil menyulut semangat anak muda kekinian untuk berpetualang. Mereka pun membagikan pengalamannya lewat video yang terunggah pada YouTube.

Ekspedisi kali ini bekerja sama dengan FiberCreme, krimer multifungsi produk Indonesia yang mendukung penuh inisiatif dan produksi serial #EkspedisiSegaris.

Sebagai produk asli Indonesia yang bangga menjadi bagian dari inovasi bangsa, FiberCrime Indonesia berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan menciptakan prduk-produk dalam negeri yang inovatif dan bernilai jual tinggi. Ini adalah semangat yang kami lihat dalam #EkspedisiSegaris, dan kami berkolaborasi untuk merawat kebanggan ini menuju tujuan utama, Kesatuan Indonesia” ujar Hendrik Gunawan Director PT Lautan Natural Krimerindo.
#EkspedisiSegaris telah tayang di channel Youtube Kevin Hendrawan. Saat ini serial web tersebut masuk episode ke-16 dan akan terus tayang hingga Oktober 2019.
#EkspedisiSegaris juga menggelar pameran foto di Galeri Indonesia Kaya yang menggambarkan perjalanan Kevin berkeliling Indonesia.

Sumber : Kim

Raiz Investment Indonesia Luncurkan Aplikasi Investasi Untuk Generasi Milenial

PT Raiz Invest Indonesia (Raiz) tanggal 23 Agustus 2019 resmi meluncurkan platform investasinya yang berbasis aplikasi mobile. Peluncuran ini merupakan salah satu milestone penting dalam perjalanan bisnis Raiz Invest Indonesia setelah mengantongi lisensi sebagai Agen Penjual Reksa Dana (APERD) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2018 lalu.
Kaum milenial seringkali ragu untuk segera memulai investasi. Salah satu alasannya, ada anggapan bahwa investasi butuh modal besar.

Untuk itu, Raiz menciptakan ekosistem berinvestasi yang sesuai dengan perilaku keuangan serta gaya hidup generasi milenial saat ini. yang umumnya memiliki minat yang tinggi akan pemenuhan gaya hidup dan perencanaan keuangan yang masih belum stabil.

Raiz menawarkan platform investasi yang terintegrasi dengan Bank dan uang elektronik yang menjadi sumber penempatan dana maupun moda pembayaran .
CEO Raiz Invest Indonesia Melinda N. Wiria mengatakan, perusahaan ingin fokus mencetak lebih banyak investor milenial karena menilai masih banyak dari mereka yang belum sadar pentingnya investasi.
Melinda mengatakan, investasi dapat dimulai dengan mudah, tanpa perlu modal besar. “Sehingga, kami pun menawarkan kemudahan bagi para pengguna agar bisa mulai berinvestasi dengan nilai yang sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp 10 ribu saja,” ujar Melinda dalam konferensi pers peluncuran aplikasi Raiz Invest di Jakarta.
Lewat aplikasi Raiz, yakni fitur Round-up, pengguna bisa berinvestasi pada produk reksa dana dengan uang receh yang terkumpul dari selisih nilai transaksi di bank atau uang elektronik yang terhubung dengan aplikasi Raiz.

Setiap kali pengguna berbelanja dengan kartu debit atau uang elektronik tersebut, Raiz akan melakukan pembulatan ke atas terhadap setiap transaksi ke kelipatan Rp 5.000 terdekat.
Hal Ini memudahkan dan melatih investor pemula yang mereka cenderung melakukan spending. Kami ingin mengajarkan ketika spending ada proses investasi,” ujar Chief Marketing Officer Raiz Invest Indonesia Fahmi Arya di Jakarta
Adapun Raiz saat ini ini telah menjalin kerja sama dengan CIMB Niaga untuk memudahkan user dalam melakukan pemindahan dana secara langsung memanfaatkan layanan internet banking CIMB Clicks.
Dalam kerja sama ini, user perlu memiliki rekening tabungan di CIMB Niaga sebagai syarat utama sebelum menggunakan layanan dari aplikasi Raiz.
Fahmi mengatakan, ke depan Raiz juga akan menjalin kerja sama dengan uang elektronik milik salah satu bank BUMN dan bank swasta.

Sementara ini Raiz baru memperkenalkan dua fitur investasi. Fitur pertama adalah Recurring Investment, yaitu metode investasi di mana user dapat melakukan cicilan investasi dalam jumlah dan frekuensi tertentu. Fitur kedua adalah Lump Sum Investment atau investasi seketika, user langsung menginvestasikan dananya dalam jumlah tertentu pada suatu waktu.

Sedangkan untuk fitur ketiga, Round-up, di negara indonesia masih dalam tahap penyempurnaan dan diharapkan segera tersedia dalam waktu dekat.
Adapun sejak soft launching pada Maret 2019 lalu, Raiz telah menjaring lebih dari 80.000 calon pengguna hingga Juli 2019.
Kini aplikasi Raiz kini dapat diunduh pada layanan konten Google Play Store bagi pengguna ponsel Android dan akan menyusul pada AppStore dalam waktu dekat ini.

Sumber : PT Raiz Invest Indonesia (Raiz) – Kim

Konser Kolaborasi RANS Musik dan Langit Musik

Setelah perhelatan Idol Junior 2018 selesai, kelima finalis nya Anneth, Deven, Raisya Gogo, dan Nashwa tidak berhenti berkarya sampai di situ  saja. Kini Mereka bergabung ke dalam label RANS MUSIC milik pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, untuk mengadakan Konser yang menampilkan para alumni finalis Idol Junior 2018, seperti Anneth, Deven, Raisya, Gogo, dan Nashwa.

Sebelumnya, kelima penyanyi cilik itu tampil dalam Showcast Idol Junior beberapa waktu lalu. Mereka kemudian menghibur para penggemar melalui konser spektakuler Mimpiku Jadi Nyata yang digelar di Teater IMAX Keong Mas, Taman Mini Indonesia pada, Sabtu (24/8).
Menurut Raffi, konser ini digelar untuk mengobati kerinduan anak-anak agar bisa menikmati konser yang penyanyinya adalah anak-anak seusia mereka.
“Sekarang jarang banget ada konser untuk anak-anak, kebanyakan konser orang dewasa. Di jaman dulu ada konser anak-anak seperti sherina ” ungkapnya.

“Jaman sekarang kan sudah digital dan follwoersnya banyak. Jadi kita buatkan project bekerja sama dengan langit musik juga,” Tambah Raffi

“Mereka kita eksplor dari album mereka dan bekerja sama dengan kece entertaiment. Aku berusaha yang agak beda , kemaren artis legend era 90an, jadi sekarang aku coba mengangkat Anak-anak agar bisa hidup lagi,” pungkasnya.

Setelah mepersiapkan selama beberapa bulan, konser bertajuk MIMPIKU JADI NYATA ini digelar untuk mengobati kerinduan para penggemar Idol Junior sekaligus sebagai ajang bagi anak~anak Indonesia untuk bisa menikmati konser yang penyanyinya adalah anak-anak seusia mereka.
Selain menggelar konser musikal, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina merilis album dan web series yang akan dibintangi oleh pada alumni Indonesian Idol Junior.

Konser ini merupakan hasil kolaborasi antara RANS MUSIC dengan Langit Musik, yang akan berlanjut dengan proyek-proyek lainnya. Beberapa kerja sama eksklusif yang akan segera dirilis adalah album Mimpiku Jadi Nyata dengan 12 single baru dari kelima Idol Junior ini, penjualan NSP, serta web series bertema kehidupan anak-anak dan remaja.
Single tersebut nantinya akan bisa dinikmati secara digital di versi terbaru Langit Musik 5.0.
RANS MUSIC dan Langit Musik berkomitmen untuk menghadirkan karya-karya yang bisa dimikmati oleh semua kalangan.
Beberapa musisi yang ikut berkolaborasi dalam album Mimpiku jadi Nyata antara lain : Nagita Slavina, Nisya Ahmad, Marsha Zulkarnain, Endy Arfian dan Lula Lahfah.

Sumber : RANS Music

Kongkow bersama Komunitas dan Band Betawi

Abang none untuk mempererat tali silahturahmi dengan para pendengar dan komunitasnye, Bens Radio mengadakan acara “Kongkow bersama Komunitas dan Band Betawi” pada hari Jumat, 23 Agustus 2019 bertempat di Kopi Engkong (Bens Radio, Jl. Tarumanegara No.45, Pisangan Ciputat), mulai jam 20.00 sampai dengan selesai.

Selain dihadiri oleh Komunitas dan Band Betawi, acara eni juga dihadiri oleh pimpinan Bens Radio yaitu Bapak H.Benny Pandawa Benyamin (Direktur Utama) dan Bapak Muhammad Subuh (Station Manager). Tak ketinggalan juga para penyiar Bens Radio yang turut memeriahkan acara eni.

Para Komunitas dan Band Betawi juga unjuk kebolehan dengan menyanyi. Dan mereka yang hadir adalah :

1. BSFC
2. BRFC
3. BFC 
4. Forsa
5. Onthel
6. Kofama
7. LBB Tangsel
8. Big Kerok
9. Rungseb Band
10. D’Juvist
11. D’Bens
12. Asli Band
13. Sueb Band
14. Bandtang
15. Sodok Band
16. Santri Band
17. The Bemo
18. The Alters
19. Adhie Chupid
20. Sabeni Band
21. Komunitas Assalamualaikum
22. Hendri Sederethana

 

 

Selain silahturahmi, Bens Radio juga memberikan Door Prize bagi abang none yang datang pada malam itu.

Semoga dengan acara eni tali silahturahmi kite tetep terjaga dan makin erat. Aamiin yra.

 

 

Sumber : Azis

WOW…..Kita Punya Festival Sastra Dunia Loh!!

Abang none, negara kita yang kaya dengan suku dan bahasa melahirkan ragam seni dan budaya juga tutur Sastra yang beragam, dan hal inipun dipandang oleh dunia luar (negara lain) sebagai bangsa yang unik dan Indonesia dipandang penting dalam percaturan sastra dunia. Hebat ya ?

Jakarta International Literary Festival (JILF) / Festival Sastra 2019 dibagi menjadi dua, yaitu Program Utama yang terdiri atas pidato kunci, simposium, bincang sastra dan penulis, malam pembacaan karya, lab ekosistem sastra, pameran sastra liar era kolonial, dan pasar hak cipta buku yang mempertemukan penerbit-penerbit internasional dan nasional. Program Pendukung terdiri atas diskusi prafestival dan ruang sastra dan komunitas yang akan diisi oleh pentas teater, musik, dan pemutaran sinema film.

JILF 2019 mengangkat “Pagar” sebagai tema sentral untuk mencerminkan batasan-batasan dunia yang semakin lebur. Pagar yang berfungsi sebagai pelindung sekaligus pemisah antara dunia luar dan ketenangan rumah adalah sesuatu yang harus dilintasi jika kita ingin mengenal dan dikenal oleh yang lain.

Dalam helatan pertama tahun ini, JILF mengundang 55 penulis, 26 penerbit, dan 21 komunitas sastra. Mereka datang dari Afrika Selatan, Botswana, Filipina, India, Indonesia, Inggis, Jerman, Malaysia, Mauritius, Palestina, Singapura, Siprus, Somalia, Thailand, dan Turki.

Pembukaan rangkaian festival ditandai dengan Pidato Kunci yang diisi oleh Adania Shibli, novelis Palestina, yang membawakan pidatonya yang berjudul “Saya Tidak Bercakap Bahasa Saya” yang akan menggambarkan kisahnya dalam keheningan tetapi bisa berbicara lantang lewat karyanya, tentang pengalaman hidup di Palestina, dan pengekangan bahasa yang terjadi di sana.

Tema-tema yang diangkat dalam delapan simposium antara lain adalah “Lepas dari Komodifikasi” yang membahas apakah praktik komodifikasi kesusastraan yang menjadi akar masalah atau adakah faktor lain, atau tentang karya sastra dari satu negara yang dianggap tak memenuhi kategori untuk menembus pasar internasional dan diterima dengan baik.

Simposium itu diisi oleh Laura Prinsloo (Indonesia), Linda Christanty (Indonesia), Shenaz Patel (Mauritius), dan Oliver Precht (Jerman). Ada pula “Melawan Bias” yang membahas mengenai feminin dan maskulin dalam sastra dan bagaimana menyikapi bias-bias ini, pmbicaranya adalah Bejan Matur (Turki), Zainab Priya Dala (Afrika Selatan), dan Saras Dewi (Indonesia), serta dimoderatori oleh Hera Diani (Indonesia). Enam tema simposium lainnya adalah “Kuratorial Tak Tampak”, “Ketidaksetaraan 4.0”, “Membaca Satu Sama Lain”, “Selatan Menatap Balik”, “Dilema Tema Umum Selatan”, dan “Perlukah Kanon Selatan”.

Jakarta International Literary Festival (JILF) hadir 20-24 Agustus 2019 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, dan akan menjadi agenda tahunan. JILF 2019 dikuratori oleh Eka kurniawan, Isyana Artharini, dan Yusi Avianto Pareanom, dan acaranya di dukung oleh Pemerintah pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Platform Indonesiana, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), menyelenggarakan sebuah festival sastra.

Semoga muncul budayawan dan sastrawan kelas dunia di Negara kita tercinta.

Sumber : Aldin Hidayat – Kemendikbud RI

I SEE Fest 2019 Festival Budaya Kreatif, Ruang Terbuka dan Terbesar akan digelar Di Jakarta

l SEE Fest merupakan festival outdoor pertama di Indonesia yang akan digelar di jakarta tgl 27 September – 6 Oktober 2019 dengan konsep” International Creative Culture Outdoor Festival “yang akan menghadirkan beragam fitur seperti produck kreatif, kuliner, kegiatan luar ruang, travel, pameran budaya dari dalam dan luar negeri.
Festival yang diselenggarakan ini bukan seperti festival yang diadakan sebelumnya.
Akan ada 100 lebih artis yang akan mengisi agenda tersebut di 4 panggung. Selain menonton pertunjukan musik penonton juga bisa membeli makanan dan berbelanja produk kreatif dan untuk anak anaknya juga ada arena permainan.
Pameran I SEE Fest 2019 terbagi atas 8 (delapan) area yang masing-masing memiliki karakteristik yang kreatif dan menarik. Kedelapan area tersebut diantaranya Avenue of the World, Travel Around the World, Habbyist Heaven, Sport Till You Drop, Street Food Arcade, Market Place Corner, Playground at The Park, dan Mini Racing Area.

“Jadi kita angkat banget euforia disitu dan kapan lagi kita bisa merasakan kegembiraan di tengah kota Jakarta yang hiruk pikuk, dan sekarang banyak banget masalahnnya, polusi dan sebagainya, disinilah kita akan buat yang fun” tutur Bryan, Project Manager Lima Event.
Jadi bukan nonton, setelah performance pulang tapi akan ada tempat tempat yang bisa di kunjungi dan menjadikannya sebagai salah satu pilihan destinasi keluarga sepanjang pekan tambah Bryan.

I SEE Fest 2019 juga akan mengusung tema Republic Community yang akan menyatukan beragam musik dari beragam genre.

Salah satu pengisi acara I See Festifal, Pingkan mambo akan tampil di acara tersebut dengan membawakan lagu kasmaran.

I SEE Fest 2019 akan digelar selama 10 hari dari tanggal 27 September – 6 Oktober 2019. Jam buka festival pada Senin -Jumat mulai pukul 15.00 22.00 WIB, Sabtu mulai pukul 09.00-00.00 WIB dan Minggu mulai pukul 07.00 -22.00 WlB. Dengan ticket masuk hanya sebesar Rp.25.000 ,-pengunjung sudah bisa menikmati berbagai sajian hiburan yang tersedia di I SEE Fest 2019.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai ticket dan jadwal I SEE Fest 2019, silakan mengunjungi laman www.senayanfest.com.

Sumber : www.senayanfest.com

Mardigu Wowiek Prasantyo Ajak Masyarakat Cerdas Bernegara Lewat Video YouTube

Pemikiran yang berlian dalam solusi mengelola Negara yang baik dengan Analisa SWOT NKRI yang sedang di gaungkan ke publik oleh Pengusaha ternama Tanah Air Mardigu Wowiek Prasantyo yang konsumen akan keadaan negaranya saat ini. 

Pemikiran Mardigu di paparkan dalam acara bincang santai dengan tema” Solusi Pengelolaan Negara Berdasarkan Analisa SWOT NKRI” di sebuah cafe di bilangan Jakarta Pusat.

Menurut Amilia Himawati Ketua Koperasi Daya Artha Raya dalam perbincangan santai ini digagas untuk membantu bangsa Indonesia yg sedang dalam keadaan yang berat menurut Mardigu.

“Beliau punya wawasan yang banyak sekali. Pemikiran ini sangat bagus dan membuat tersadar. Saya pribadi sangat tercengang atas pemikiran beliau yang out the box. Menurut saya pemikiran Mardigu ini bisa diserap olah masyarakat banyak, kita dapat memberikan presure kepada pemerintah dan berpihak pada rakyat.”ungkap Amilia Himawati di sela bincang santai di sebuah cafe, Jakarta Pusat.

Pengusaha asal Bandung yang ciptakan Uang Digital Cyronium ini menuangkan kepeduliannya pada kondisi negara kita lewat video yang ia tayangkan di chanel YouTube.

Dimana dalam video – video tersebut ia menyampaikan kegelisahan tentang situasi geopolitik, geoekonomi dan geostragic.

Tidak hanya gelisah, ia juga mencoba menawarkan solusi yang bagi banyak orang “out of the box” bagaimana cara cerdas bernegara lewat video yang di sebarkannya melalui channel YouTube Boosman miliknya.

Sudah ada 60 hingga 70 video cara cerdas bernegara berisikan tentang situasi geopolitik, geoekonomi dan geostragic yang ia contohkan di kanal YouTube yang ditargetkan pada bulan Oktober 2019 mendatang sudah tayang semua.

“Sebelum plantikan presiden saya targetkan 100 episode sudah dishare di kanal youtube. Alhamdulilah beberapa video saya sudah di lihat oleh orang nomer 1 di Indonesia, mudah – mudahan ini jadi salah satu hal yang positif.”ucap Mardigu.

Mardigu ingin mengajak seluruh anak bangsa untuk membangun kesadaran akan masa depan Bangsa dan Negara Indonesia.

Mardigu mengatakan bahwa video – video yang ia buat diharapkan bisa menjadi edukasi bagi masyarakat dalam mengkritisi kebijakan – kebijakan pemerintah yang diambil.

“Berharap masyarakat bisa mengkritisi kebijakan-kebijakan yang diambil”, ujar Mardigu menutup pembicaraan.

Sumber : Mardigu Wowiek

Kepala BNPB dan Kepala BMKG Serahkan Alat Deteksi Dini Guncangan Gempa Bumi Kepada BPBD Pandeglang

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo bersama Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita menyerahkan alat pendeteksi dini besaran guncangan gempa bumi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang yang diwakilkan Bupati Pandeglang, Irna Narulita di sela kegiatan simulasi evakuasi tsunami yang merupakan rangkaian dari Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami 2019 di Shelter Tsunami, Labuan, Pandeglang, Banten, Rabu (14/8).

Alat bernama ‘intensity meter’ itu akan bekerja memberi sinyal sekurang-kurangnya 13 detik sebelum gempa terjadi. Sinyal gempa akan diterima oleh BMKG pusat dan kemudian akan diteruskan ke masing-masing BPBD yang telah memiliki alat tersebut.

Setelah data rekaman diterima, maka wewenang kemudian diserahkan sepenuhnya kepada pihak BPBD untuk mengambil tindakan dan kebijakan yang dianggap perlu sebagai reaksi cepat tanggap darurat bencana kepada masyarakat.

Kepala BMKG meminta agar alat pendeteksi gempabumi hibah dari jepang itu selalu dijaga dan dirawat agar bisa berfungsi sesuai dengan tujuan dan manfaatnya. Selain itu, Dwikorita berpesan kepada semua pihak untuk tidak merusak alat-alat pendeteksi dan pengirim sinyal yang ada di lapangan agar dapat berfungsi dengan baik.

“Ingat, ya. Saya mohon dengan sangat agar beberapa alat pendeteksi dini yang sudah kita pasang jangan dirusak, apalagi diambil. Ini demi kemaslahatan bersama,” tegas Dwikorita.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB juga mengingatkan bahwa bencana alam bisa berulang. Selain pentingnya jenis alat Early Warning System (EWS) itu, hal lain yang harus dimiliki dalam menghadapi ancaman risiko bencana adalah peningkatan kapasitas manusia. Tanpa ada pengetahuan masyarakat tentang bencana dan mitigasnya, maka alat pendeteksi itu akan sia-sia.

“Selain alat ini (intensity meter), kapasitas masyarakat harus ditingkatkan. Karena nantinya jangan sampai menjadi sia-sia, ketika ada sirine gempa atau tsunami tapi masyarakatnya tidak tahu harus berbuat apa saat peristiwa alam itu terjadi. Jadi harus seimbang”, terang Doni.

Dalam kesempatan yang sama, Doni mengapresiasi hasil evaluasi dari simulasi bencana gempabumi dan tsunami yang diikuti puluhan warga dan anggota Pramuka dari Mts Negeri 2 Pandeglang serta unsur terkait lainnya di Shelter Labuan.

Dalam simulasi itu, seluruh peserta mampu mencapai titik lokasi evakuasi yang berada di lantai atas shelter kurang dari 10 menit. Terlebih ketika pesertanya lebih banyak dari kaum wanita dan anak-anak. Artinya mereka simulasi itu dinyatakan sesuai standar dan prosedur tentang penguatan kapasitas.

“Luar biasa. Evaluasi (simulasi bencana gempa dan tsunami) sudah bagus. Meski saya lihat lebih banyak ibu-ibu dan anak-anak, tapi semuanya bisa memakan waktu kurang dari sepuluh menit sampai ke titik kumpul. Capek ya, Bu? Tapi tetap semangat ya,” kata Doni yang disambut tawa dan tepuk tangan peserta.

Kepala BNPB juga menekankan bahwa simulasi seperti yang baru saja dilakukan itu sangat penting. Karena wilayah Labuan termasuk dalam zona rawan gempa dan tsunami. Doni juga meminta bahwa kegiatan simulasi ini agar sering dilakukan di Shelter Labuan, yang mana akan menjadi markas BPBD setempat.

“Simulasi ini penting, karena wilayah ini dekat dengan pantai dan berada pada zona rawan gempa. Semoga hal ini bisa menjadi kegiatan rutin sehingga kita semua lebih tangguh menghadapi ancaman risiko bencana”, tutup Doni.

Usai melakukan evaluasi simulasi dan serah terima alat pendeteksi guncangan gempabumi, Kepala BNPB dan Kepala BMKG melanjutkan kegiatan dengan memasang rambu rawan tsunami dan menanam mangrove sebagai sabuk pantai alami di Pantai Galau yang didampingi Bupati Pandeglang hingga kepala desa setempat.

Sumber : Agus Wibowo (Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB)

BPJS Kesehatan : Kader JKN – KIS

Salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh BPJS Kesehatan dalam upaya menuju Cakupan Semesta atau Universal Health Coverage program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada 01 Januari 2019, yaitu pada pengelolaan kelompok peserta dari sektor informal. Untuk itu, sejak April 2017 ini, BPJS Kesehatan membuka Program Kader JKN-KIS yang diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan jumlah kepesertaan dan meningkatkan kolektabilitas iuran BPJS Kesehatan bagi segmen peserta informal atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Kader JKN-KIS memiliki fungsi pemasaran sosial yang bertujuan dapat mengubah perilaku masyarakat untuk mendaftar menjadi peserta PBPU dan membayar iuran secara rutin. Secara berkala, peserta dan calon peserta JKN-KIS akan diberi edukasi melalui kunjungan-kunjungan agar tertib dalam melaksanakan kewajiban membayar iuran serta memahami pentingnya memiliki jaminan kesehatan.  Selain itu, Kader JKN-KIS juga berfungsi sebagai pengingat dan pengumpul iuran, baik kepada  peserta PBPU yang aktif maupun menunggak. Kader JKN-KIS juga berprofesi sebagai agen PPOB, sehingga apabila peserta ingin melakukan pembayaran iuran bulanan dapat langsung melalui Kader JKN-KIS tersebut.

Saat ini terdapat 1.689 Kader JKN-KIS aktif yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebelum mereka diterjunkan ke lapangan, tiap Kader telah mendapatkan pelatihan/pembekalan yang terkait tugas pokok dan fungsi dari Kader JKN-KIS. Setiap Kader mengelola lebih kurang 500 keluarga binaan di sekitar wilayahnya, yang rutin mereka kunjungi dan edukasi.

Di wilayah Depok terdapat Kader JKN-KIS yaitu Ibu Anni Sofia Wiji Lastari (Kader JKN-KIS Tanah Baru Depok) dan Ibu Eva Marviza (Kader JKN-KIS Bedahan Depok) yang hari ini Rabu, 14 Agustus 2019 datang ke Bens Radio untuk memberikan sosialisasi kepada pendengar Bens Radio tentang pentingnya memiliki dan membayar BPJS Kesehatan.

Kedua Kader JKN-KIS ini juga memiliki suka duka di lapangan. Mereka berdua menambahkan, dengan memiliki kartu BPJS Kesehatan sangat menguntungkan, karena menjadi investasi kesehatan bagi kita kedepannya.

Ibu Anni mengatakan “jangan tunggu sakit, baru memiliki kartu BPJS Kesehatan“, hal ini juga diamini Ibu Eva selaku Kader JKN-KIS juga.

Informasi selengkapnya silahkan klik di www.bpjs-kesehatan.go.id dan telepon 1500 400.

Sumber : www.bpjs-kesehatan.go.id- PB

Wanita Tangguh Naila Novaranti di Kongres DIASPORA Indonesia 2019

Naila Novaranti adalah seorang atlet dan pelatih professional terjun payung. Bukan sekadar pelatih, dia melatih terjun payung militer untuk 46 negara. Karena itu, namanya mulai muncul ke permukaan dan dikenal banyak negara. Dia mengaku tak mencari ketenaran. Dia hanya fokus dengan apa yang dikerjakannya.
Dalam acara itu, Naila diusung sebagai wanita yang dianggap paling tangguh dalam menjalani profesinya sebagai pelatih dan terjun payung wanita Indonesia.
Saat hadir sebagai tamu undangan VIP di Kongres Diaspora Indonesia 2019 di Kota Kasablanka, Jakarta, pada hari Sabtu (10/8), Naila Novaranti membagikan pengalaman sebagai satu-satunya penerjun payung extrem dari Indonesia kepada para pengunjung di acara bertajuk “Parallel session” Congres Of Indonesia Diaspora 2019.
“Di acara diskusi Diaspora, saya memberikan seputar motivasi dan semangat kepada para undangan yang hadir. Bahwa menjalani karir apapun atau sebagai pebinis di negara orang lain, meski sempat dan pernah mengalami jatuh bangun, saya memberikan semangat harus tetap berjalan dan terus berjuang seperti yang pernah saya jalani sebagai pelatih dan penerjun payung wanita,” ujar Naila Novaranti wanita yang sudah Punya 3 putra ini.
Seperti Kita ketahui, Naila Novaranti pernah menaklukan Mount Everest di Nepal dan dalam diskusi ini memaparkan bagaimana memasuki dunia terjun payung, Menanggulangi rasa takut dengan berbagai pengalaman yang pernah terjadi saat melakukan terjun payung
Naila sendiri merasa terharu dan bahagia bisa bertemu para Diaspora di Kongres Diaspora Indonesia 2019, dimana dia bisa membagikan pengalaman serta memberikan motivasi yang bisa menjadi penyemangat mereka.
Kongres Diaspora Indonesia kali ini adalah yang ke-5 di gelar di Jakarta setiap tahun.
Acara diaspora ini dihadiri dari berbagai kalangan dan menghadirkan juga para panelis diantaranya Mark Gerald selaku President IDN Global, Ruslan P. Roeslani selaku Ketua Umum Kadin, Iwan Sunito Ketua Panitia Kongres Diaspora Indonesia 2019, dan dua speaker / Panelis, Herry Zhou dan Fify Manan yang membahas bagaimana caranya bisa berkarir dan berbisnis di negara orang lain untuk menuju sukses meskipun penuh tantangan.

Sumber : DIASPORA Indonesia