Berolahraga di Ruang Publik, Dokter Reisa : “Tetap Wajib Patuhi Protokol Kesehatan”

Anjuran pemerintah dalam hal menjaga kesehatan tubuh di tengah pandemi COVID-19 belakangan ini sudah dilaksanakan oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari sudah banyaknya masyarakat yang memanfaatkan ruang publik, seperti untuk berolahraga atau sekadar menikmati sinar matahari di pagi hari.

Melihat fenomena positif tersebut, Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Dokter Reisa Broto Asmoro mengimbau masyarakat untuk tetap menrapkan protokol kesehatan yang tersedia di ruang publik sehingga selalu aman dari potensi penyebaran COVID-19.

Melalui tayangan video yang disiarkan di Media Center Gugus Tugas Nasional, dari Lapangan Banteng, Dokter Reisa menunjukkan bagaimana protokol kesehatan aman COVID-19 di tempat terbuka diterapkan dengan baik.

“Pertama, seluruh pengunjung wajib mengisi self assessment resiko COVID-19. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan identitas pengunjung jika suatu saat diperlukan untuk tracing,” Jelas Dokter Reisa, Jakarta (9/7).

Kedua, para pengunjung akan diperiksa suhu tubuhnya dengan menggunakan thermogun. Suhu yang diperbolehkan untuk masuk adalah suhu di bawah 37,3 derajat celcius.

Seluruh pengunjung juga diwajibkan untuk mencuci tangan di tempat yang telah disediakan. Oleh karena itu, pengelola wajib menyediakan fasilitas cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau menyediakan hand sanitizer di tempat-tempat strategis.

Selanjutnya, Dokter Reisa menjelaskan bagaimana masyarakat dapat berolahraga secara aman dengan menerapkan prinsip social distancing.

“Pertama, lakukan gerakan olahraga tanpa berpindah tempat atau dilakukan dengan posisi sejajar minimal dua meter dengan orang lain,” ujarnya.

Jarak yang harus diperhatikan oleh masyarakat yang berolahraga dengan berjalan kaki juga dibedakan dengan masyarakat yang berolahraga dengan berlari atau jogging.

“Kedua, jika berjalan kaki atau berjalan cepat pastikan berjarak kurang lebih lima meter dari orang di depannya. Ketiga, Jika berlari atau jogging pastikan berjarak kurang lebih sepuluh meter dari orang di depannya,” lanjutnya.

Dokter Reisa menambahkan bahwa hal ini dapat lebih mudah diterapkan apabila pengelola menerapkan alur jalan yang hanya bersifat satu arah.

Bagi masyarakat yang menggunakan sepeda, Dokter Reisa berpesan untuk menjaga jarak kurang lebih dua puluh meter dari orang disekitarnya.

“Keempat, apabila bersepeda jaga jarak kurang lebih dua puluh meter,” ucapnya.

Terkait penggunaan masker, Dokter Reisa memastikan bahwa aktivitas olahraga masyarakat tidak akan terganggu. Hal ini dikarenakan, olahraga yang disarankan pada saat pandemi adalah olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang.

“Masker harus digunakan setiap waktu termasuk pada saat berolahraga, karena olahraga yang disarankan pada saat pandemi adalah olahraga dengan intensitas yang ringan hingga sedang. Maka, akan masih aman menggunakan masker meskipun kita sedang berolahraga,” ujarnya.

Selanjutnya, Dokter Reisa juga mengingatkan masyarakat bahwa prinsip social distancing masih harus diterapkan setelah masyarakat berolahraga. Misalnya, menjaga jarak satu meter pada saat beristirahat atau pergi ke toilet.

Oleh karena itu, petugas berwajib atau petugas kesehatan yang ada di lokasi juga wajib melakukan pemantauan secara proaktif untuk memastikan bahwa protokol kesehatan telah berjalan dengan sesuai.

Terkait kebersihan lokasi, Kepala Seksi Taman Kota Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Muhammad Ali mengatakan bahwa timnya secara rutin melakukan desinfeksi pada children playground, tempat duduk dan tempat sampah yang ada di Lapangan Banteng.

“Kami melakukan disnfeksi terhadap children playground, tempat duduk, dan tempat sampah yang ada di dalam Lapangan Banteng sebagai wujud rasa terima kasih kami. Atas penghargaan para pengunjung, kami selalu mengucapkan terima kasih kepada para pengunjung selalu mengikuti peraturan protap yang telah ditentukan oleh kami” ujar Ali.

Sementara itu, Dokter Reisa meminta pihak pengelola agar hanya membuka satu pintu masuk saja. Hal ini untuk mempermudah proses pemantauan oleh para petugas.

“Pengunjung diarahkan hanya melalui satu pintu masuk dan mengikuti protokol yang ada. Apabila ada yang melanggar, diingatkan oleh petugas dengan sopan dan tegas,” jelasnya

Pada akhir video, Dokter Reisa berpesan agar masyarakat maupun pengelola ruang publik mematuhi protokol kesehatan yang ada di ruang publik sehingga aktivitas dalam masa adaptasi kebiasaan baru dapat dilakukan dengan produktif dan aman COVID-19.

Sumber : BNPB Indonesia – AA

Kondisi New Normal Raffi Ahmad Bakal Bagi-Bagi Oxygen Denim Secara Gratis

Presenter terkenal Raffi Ahmad akan membagikan ribuan produk Oxygen Denim melalui kanal Youtube miliknya, RANS Entertainment. Raffi Ahmad bersama dengan Dedi Alfian selaku owner Oxygen Denim menggelar acara tersebut sebagai bentuk penyemangat untuk masyarakat, dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga di tengah pandemi covid 19 ini.
Suami dari Nagita Slavina itu menjelaskan acara yang bertajuk New Normal Raffi Ahmad bakal bagi-bagi ribuan produk Oxygen Denim secara gratis yang akan melibatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan penggemar RANS Entertaiment.
“Acara bagi-bagi Oxygen Denim ini untuk men-support UMKM yang secara ekonomi menurun karena pandemi Covid 19 dan juga untuk mengajak penggemarnya untuk bersatu saling bantu dalam menghadapi situasi pandemi ini. Dan tetap kreatif dalam meningkatkan ekonomi keluarga ,” ujar Raffi di Jakarta (7/7/2020).

Oxygen Denim merupakan brand lokal, yang banyak di gandrungi kaum milenial jadi sangat mudah untuk dipromosikan nya.
”Sangat mudah dalam pemasarannya karena brand Oxygen Denim sudah di kenal dan di gandrungi kaum milenial,” tambah Raffi.
Dalam kondisi pandemi Covid -19, tidak sedikit usaha kecil menengah yang terpaksa merumahkan karyawannya hingga ada yang gulung tikar. Namun ada juga yang masih berusaha bertahan di tengah, sulitnya kondisi ekonomi karena wabah Covid 19.
“Dalam kondisi seperti ini tentunya kita tidak bisa membiarkan para pedagang kecil usahanya mati secara perlahan, Dimasa transisi atau New Normal kita bangkitkan ekonomi pelaku UMKM dengan memberikan secara Gratis brand Oxygen Denim,” papar Dedi Alfian owner Oxygen Denim.

Ribuan produk brand Oxygen Denim yang akan di bagikan agar para pelaku usaha kecil bisa berdagang tanpa modal, dengan harapan suatu saat nanti jika sudah sukses para pelaku UMKM akan terinspirasi melakukan hal yang sama memberikan produk garmen gratis, kepada pedagang – pedagang yang baru mulai merambah.

“Cara ini sebagai wujud kepedulian bersama dan sebagai ladang amal. Bagi para pelaku UMKM agar dapat bangkit ditengah kesulitan pandemi Covid 19,”tutup Dedi.

Sumber : RANS Entertainment – KM

Untuk Melindungi Data Pribadi, Data Rekam Medis Tidak Boleh Dihapus

Data rekam medis yang berisi catatan dan dokumen kesehatan pasien tidak boleh dihapus. Oleh karena itu, Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) mengusulkan pengecualian penghapusan data rekam medis dalam pengaturan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pasien (PDP) yang saat ini dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam pasal rancangan UU PDP diatur peluang pemilik data untuk menghapus datanya.

“Perbaikan data rekam medis dapat dilakukan dengan mencoret data yang salah dan menambahkan data yang benar, ” kata Ketua Kompartemen Hukum, Advokasi dan Mediasi PERSI Prof Budi Sampurna di Ruang Rapat Komisi I DPR, Senin, 6 Juli 2020 di Jakarta.

PERSI menegaskan seluruh data pribadi pasien harus diperlakukan sebagai rahasia pribadi. Data pribadi pasien atau Rahasia Kedokteran tidak dapat dibuka atau dipindahtangankan tanpa persetujuan pasien, kecuali dalam keadaan tertentu.

Pengecualian itu dalam keadaan atau situasi tertentu yaitu permintaan atau persetujuan pasien sendiri, kepentingan pelayanan kesehatan dan jaminan pembiayaannya, permintaan aparatur hukum dalam rangka penegakkan hukum, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“PERSI berharap UU Perlindungan Data Pribadi dapat memberikan proteksi data pribadi pasien. Mengingat perkembangan teknologi informasi seperti cloud dan bid data, data pasien rawan diperjualbelikan hingga ke luar negeri,” tegas Budi Sampurna.

Dalam bidang kesehatan juga dikenal anominasi data, yaitu penghilangan komponen data yang dapat diindentifikasi sehingga data agregat tersebut tidak dapat lagi dianggap sebagai data pribadi karena tidak dapat diidentifikasi pemiliknya. PERSI juga mengusulkan agar pengaturan teknis data pribadi pasien seperti rekam medis, sistim informasi kesehatan, penelitian dan data lain perumahsakitan tetap diatur oleh peraturan dan standar bidang kesehatan.

“PERSI mendukung dan mengapresiasi inisiatif Pemerintah dan DPR dalam penyusunan RUU PDP ini, demi melindungi data pribadi pasien,” kata Sekretaris Jenderal PERSI dr Lia G. Partakusuma.

Komisi I DPR mengundang PERSI dalam Rapat Dengar Pendapat membahas RUU Perlindungan Data Pribadi di Gedung Nusantara II, Senayan Jakarta. PERSI menyampaikan pandangan dari sudut pandang dari pelayanan kesehatan, khususnya data pribadi yang diperoleh pasien di fasilitas pelayanan kesehatan atau diluar fasyankes.

Sumber : KEMENKES RI – AA

Ungkap Jaringan Narkoba dalam Lapas Dirjen PAS Rangkul Polri dan BNN

Kasus penyalahgunaan narkoba, tentunya perlu menjadi perhatian khusus bagi pemangku kebijakan untuk menyadari bahwa penanganan penyalahgunaan narkotika di Lapas/Rutan memerlukan special treatment.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengajak Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian untuk bersama-sama mengungkap jaringan narkotika yang ada di dalam Lapas maupun Rutan.
“Kami Tidak Ada Kompromi dengan Penyalahguna Narkoba, Kami Anti Narkoba dan Kepada Polri dan BNN, saya meminta untuk bersama-sama dan terus bekerjasama dengan kami Pemasyarakatan dalam mengungkap jaringan yang ada di dalam Lapas maupun Rutan,” , ujar Reynhard Silitonga Direktur Jenderal Pemasyarakatan (DirjenPAS) dalam Apel Besar Deklarasi dan Komitmen Bersama Gerakan Anti Narkoba Kementerian Hukum dan HAM wilayah Banten, Jumat (3/7/2020) .
Reynhard mengungkapkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan saat ini dihadapkan oleh persoalan overcrowded yang telah mencapai angka 74% dari seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se Indonesia dan Jumlah tersebut didominasi oleh kasus penyalahgunaan narkoba.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan khususnya Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Banten juga terus melakukan pembenahan-pembenahan untuk menanggulangi permasalahan peredaran narkoba di dalam Lapas dan Rutan. Namun dalam pelaksanaannya Pemasyarakatan tetap memerlukan dukungan dari masyarakat dan instansi terkait lainnya agar dapat mewujudkan kondisi Lapas dan Rutan yang kondusif dari perederan gelap narkotika.
“Apel Besar ini sebagai wujud sinegritas dan komitmen antar lini pemerintah baik Kementerian Hukum dan HAM, Kepolisian Daerah, Badan Narkotika Nasional dalam upaya pemberantasan Narkoba,” tambah Reynhard.

Kepala BNN Propinsi Banten, Brigjen Pol. Tantan Sulistiana menjelaskan Kebijakan pemberantasan narkoba di Indonesia perlu dilakukan dengan sinergi dan semangat yang kuat antar stakeholders, termasuk masyarakat dan Pemasyarakatan.
“Kita harus bersemangat. Untuk kawan-kawan Pemasyarakatan harus juga semangat bekerja menjalankan SOP dengan sungguh-sungguh, hingga tidak ada lagi petugas lapas ataupun rutan yang terlibat dalam peredaran narkoba dan Saya yakin, ini sudah komitmen Pemasyarkatan dari atas hingga jajarannya di wilayah untuk perang terhadap narkoba” Ujar Tantan.

Sementara itu, Ade Kusnadi, Kabag Sidik Polda Banten, yakin dengan gerakan komitmen bersama yang digagas dan dideklarasikan kementerian hukum dan HAM Banten.
“Melalui kegiatan Deklarasi dan Komitmen Bersama Gerakan Anti Narkoba ini kami yakin dan percaya, kita bisa melakukannya bersama-sama,” Ucap Ade.

Dalam kegiatan Apel Deklarasi dan Komitmen Bersama Gerakan Anti Narkoba diakhiri dengan ditanda tangani pakta integritas komitmen perang terhadap narkoba antar aparat penegak hukum dan pemusnahan narkoba dan handphone hasil Razia di lembaga pemasyarakatan dan Lapas wilayah Banten.

Sumber : DITJEN PAS – KM

Festival Musik Hip Hop, Soul, dan R&B, Flavs Festival Berubah Jadi Konser Virtual

Situasi pandemic COVID 19 yang belum berakhir tanah air kita, berimbas pula pada sektor hiburan. Salah satunya adalah industri musik.dan banyak festival musik yang acaranya lewat virtual.
Termasuk Fastival musik Hip Hop, Soul, dan R&B, Flavs Festival mengubah konsep acaranya menjadi virtual di tengah pandemi COVID-19 . Konser yang seharusnya digelar pada 4-5 April 2020 ini juga terpaksa diatur ulang jadwal.
FLAVS memutuskan untuk merubah konsep acara menjadi virtual festival. Langkah ini diambil demi menyejukan haus dahaga penikmat musik akan sajian pertunjukan dari musisi Hip Hop, Soul, R&B terbaik di tanah air. Terselenggaranya konsep baru FLAVS nantinya akan mengikuti himbauan dan instruksi pemerintah mengenai standar protokol kesehatan bebas COVID-19 sehingga tercipta rasa aman dan nyaman akan perlindungan kesehatan bagi kru dan artis yang terlibat saat festival berlangsung.
FLAVS Virtual Festival akan terselenggara pada tanggal 15 dan 16 Agustus 2020 yang dapat dinikmati audiens secara online di rumah masing-masing selama 12 jam non-stop. Keistimewaan dari FLAVS Virtual Festival nantinya akan mengadopsi gaya lama memilih dan menikmati pertunjukan yang sedang berlangsung secara simultan dari 4 studio yang berbeda dan disaksikan secara online.
“Kita tetap akan bikin live. Semenjak pandemi banyak konser virtual. Namun, bedanya, kita live dan akan coba bawa menampilkan artis yang akan tampil di empat panggung yang berbeda, yang bisa dipilih oleh penonton, dan satu panggung nanti akan ada minimal lima kamera dengan kapasitas dan standart terbaik yang bisa dinikmati oleh penonton di rumah. Kualitas streaming juga kami sediakan dengan kapasitas 720p, yang juga bisa menyesuaikan sinyal tiap daerah “ ujar Muhammad Reza sebagai Festival Director Flavs Festival dalam konperensi pers vitual ( 24/6/2020).
Program Director The Flavs, Yacko menjelaskan festival musik tahun ini akan sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. dikarenakan festival musik ini dijadwalkan tanpa musisi internasional dan konsep Virtual.
“Yang pasti untuk Flavs Virtual Festival kita fokus ke musisi nasional, yang sudah diumumkan sebelumnya,” ucap Yacko
The Flavs lebih memfokuskan panggung untuk musisi nasional dalam festival musik virtual, karena pihaknya ingin musisi nasional tetap bisa berekspresi dan berkreasi di situasi pandemi.

“Panggung yang menjadi penghasilan utama musisi nasional semasa pandemi tiba-tiba hilang karena tidak bisa diselenggarakan . Dengan adanya flavs virtuall ini kita ingin teman-teman musisi tetap bisa berekspresi, berkreasi dan pihaknya akan merencanakan menghadirkan musisi internasional di festival musik The Flavs tahun depan. ,” tambah Yacko.

Adapun harga tiket The Flavs dihadirkan berdasarkan dua kategori harga yakni Rp99 ribu dan Rp499 ribu. Tiket seharga Rp99 ribu dapat digunakan untuk menyaksilan festival harian. Sementara tiket kategori harga Rp499 ribu berlaku untuk menyaksikan konser yang berlangsung dua hari plus dengan sejumlah merchandise.

Sumber : The Flavs – KM

Kepala BKKBN : Sunat bagi Perempuan Berbahaya untuk Kesehatan

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) , Jakarta (24/06/2020) – Sunat bagi perempuan saat ini masih menjadi sebuah perdebatan tentang boleh atau tidak dan baik atau buruknya melakukan sunat bagi perempuan. Sunat ialah menghilangkan bagian tertentu dari alat kelamin baik laki-laki maupun perempuan, bagi laki-laki sudah menjadi sesuatu yang wajar yaitu dengan menghilangkan preputium/kulup yang terdapat diujung kelamin laki-laki.

Menurut WHO sunat bagi perempuan ada empat, yaitu pemotongan klitoris atau bagian klitoris perempuan, pemotongan klitoris dan bagian dalam bibir organ genital perempuan, pemotongan klitoris, bibir luar dan bibir dalam organ genital serta penjahitan hasil potongan, pemotongan secara simbolis klitoris maupun bagian lain organ genital.

Secara medis dan dari sisi kesehatan diungkapkan oleh Hasto Wardoyo bahwa organ genital perempuan itu mudah dibersihkan karena terbuka dan tidak tertutup. Menjaga kebersihan atau membersihkan organ genital perempuan dapat dilakukan tanpa melakukan pemotongan atau sunat di bagian manapun dalam organ genital perempuan, karena pembersihan dapat dilakukan secara natural dengan organ genital yang masih utuh.

Organ genital perempuan terdiri dari eksterna dan interna, yang mana eksterna merupakan bagian dari alat kelamin yang tampak dari luar dan berperan dalam hubungan seksual yang terdiri atas mons pubis, labia mayora, labia minora, klitoris, himen (selaput dara), vestibulum vagina, muara uretra, berbagai kelenjar dan struktur vaskular, serta interna yang berperan untuk ovulasi, tempat pembuahan sel telur, transportasi blastokis, implantasi dan tumbuh kembang janin.

Hasto menjelaskan “Bagian organ genital yang berupa klitoris dan uretra itu jaraknya sangat dekat hanya 0,5 cm saja. Sehingga ketika terjadi pemotongan klitoris atau melukai secara sengaja akan berakibat pula kepada uretra sebagai saluran urine yaitu juga dapat menyebabkan uretra terluka dan pembuangan urine menjadi tidak lancar serta bisa mengakibatkan pengendapan dan adanya batu”, jelasnya.

Tidak hanya itu, Hasto menyampaikan “Klitoris menjadi salah satu bagian dalam organ genital perempuan yang sangat sensitif terhadap rangsangan seksual yang sama halnya dengan penis pada organ genital laki-laki. Klitoris memiliki bagian seperti Glans yang sama pula dengan laki-laki, Glans terdiri atas jaringan yang berkembang serta berisi banyak ujung saraf, dimana saraf tersebut ada yang bersumber dari sumsum tulang belakang. Jika klitoris dipotong maka akan berbahaya pula bagi saraf yang bisa menyebabkan mati rasa dan tentu saja tidak akan bisa pulih kembali. Selain itu, juga tidak bisa menikmati kepuasan dalam berhubungan seksual karena sarafnya yang sudah mati rasa dan resiko nyeri yang luar biasa serta bisa pendarahan” ungkapnya.

Dari sisi agama, Prof. Musdah Mulia mengungkapkan “Sejumlah kajian hadis menyimpulkan, hadis-hadis tentang sunat pada perempuan jika dilihat dari perspektifnya sangat lemah, tidak ada yang mencapai derajat hasan atau sahih. Hadis-hadis yang ada justru mengarahkan kepada pelarangan sunat bagi perempuan, bahkan ada ancaman jika terjadi tindakan yang membahayakan perempuan.” imbuhnya.

Lanjutnya beliau menyampaikan praktek sunat bagi perempuan harus dilarang dengan menggunakan kaidah hukum Islam La dharara wa la dhirar, maksudnya segala bentuk tindakan yang mengangkibatkan bahaya, kemudharatan dan kerusakan bagi tubuh manusia harus dihapuskan, serta tidak memberikan kebaikan dan manfaat bagi manusia. Karena itu bertentangan dengan ajaran Islam yang membawa rahmat bukan hanya bagi semua manusia (laki-laki dan perempuan) tapi juga bagi seluruh alam.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan kerjasama United Nations Population Found (UNFPA) melalui Program UNALA bekerjasama dengan BKKBN pada UNALA TALK “Sunat Perempuan dan Kesehatan Reproduksi” yang dilakukan secara daring melalui Zoom. Narasumber pada kegiatan ini ialah Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.,OG(K); Penulis Prof. Dr. Musdah Mulia; Direktur Siklus Indonesia Ciptasari Prabawanti, PhD; SRH Officer UNALA Putri Khatulistiwa serta di moderatori oleh Penulis dan Aktivis Kalis Mardiasih serta diikuti oleh hampir 100 orang peserta.

Sumber : HUMAS BKKBN – AA

Pasar Ciputat akan Direlokasi

Sumber Foto : www.jakarta.bisnis.com

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan merelokasi 610 kios yang berada di Pasar Ciputat. Proses relokasi dilakukan mengingat dalam waktu dekat pemkot segera merevitalisasi Pasar Ciputat.

Kepala Disperindag Kota Tangsel, Maya Mardiana mengatakan pihaknya hingga kini masih melakukan pendataan terkait jumlah kios yang akan direlokasi. Proses pendataan data ulang dilakukan sampai nanti di bulan Juni hingga Juli 2020.

“Sekitar 610-an kios yang akan direlokasi. Sampai saat ini, sedang proses data ulang sampai nanti di Juli selesai relokasi dan nanti di Agustus baru mulai revitalisasi,” kata Maya di Puspemkot Tangsel, Selasa (23/6).

Dikatakan Maya, pada proses revitalisasi pasar ini, Disperindag bekerja sama dengan Dinas Bangunan dan Tata Ruang. Proses revitalisasi pasar akan dibangun Dinas Bangunan dan Tata Ruang, sedangkan proses relokasi pedagang dilakukan Disperindag.

Para pedagang nantinya akan disediakan tempat berdagang di kios yang baru. Dengan begitu, mereka tidak lagi berdagang di pinggir-pinggir ataupun di lorong-lorong yang memakan ruas jalan.

Maya menjelaskan, di tempat relokasi pada pedagang tidak dikenakan biaya penarikan iuran. Tetapi, hanya ada biaya service seperti kebersihan dan penjagaan kios.

Di tempat relokasi baru, kata Maya, hampir keseluruhan bangunan permanen. Menurutnya, syarat untuk relokasi itu adalah pedagang tidak terlalu jauh tempatnya, kemudian tempatnya juga harus cukup memadai.

Sumber : www.republika.co.id

Puncak Milad ke-10 BNI Syariah Tasyakur Hasanah Secara Virtual

BNI Syariah menyelenggarakan puncak milad ke-10 bertajuk Tasyakur Hasanah secara virtual. Milad yang diadakan pada saat New Normal ini diselenggarakan dalam format webinar dengan beberapa rangkaian acara diantaranya Seremoni Tasyakur Hasanah Milad ke-10 BNI Syariah; Kajian Singkat KH. Abdullah Gymnastiar; launching buku Hasanah Perjalanan Kebaikan cerita 10 tahun BNI Syariah, launching produk dan aplikasi Hasanahku, Smart Shodaqoh, Hasanah Online, dan Hasanah Employee App (Hey).
Milad ke-10 diadakan beberapa rangkaian kegiatan pra milad diantaranya rangkaian kajian online bersama para tokoh dan ustadz dilakukan selama bulan Ramadhan bertajuk Ramadhan Berhasanah; Benteng Hasanah Untuk Negeri sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat dalam dakwah, pemberdayaan ekonomi, dan pendidikan; Berbagi Takjil Hasanah yaitu pemberian takjil kepada anak yatim; Kisah Cinta Hasanah yaitu pemberian paket bantuan ke panti asuhan; dan Journalist Writing & Photo Competition
Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo berharap dalam perayaan Tasyakur Hasanah secara virtual ini semaraknya tidak hanya dirasakan oleh insan hasanah di seluruh Indonesia saja, tapi juga disaksikan oleh mitra dan media.
“Alhamdulillah dalam satu dekade ini, BNI Syariah mampu memberikan perbaikan dalam seluruh aspek baik spiritual, bisnis, maupun layanan. Hal ini pada akhirnya yang akan membawa peluang-peluang baru dan manfaat yang optimal bagi segenap stakeholder dan shareholder BNI Syariah,” ujar Firman.
”Bulan April tahun 2000 jadi penanda lahirnya ‘bayi kecil’ bernama Unit Usaha Syariah (UUS) BNI yang menjadi cikal bakal BNI Syariah sebagai salah satu pemain besar di perbankan syariah di Indonesia. UUS BNI membuka 5 cabang pertamanya pada 29 April 2000 “ tambah Firman.
Selama 10 tahun perjalanan, BNI Syariah terus bertumbuh, hal tersebut dibuktikan dengan adanya pertumbuhan dari sisi aset, laba, pembiayaan, dan DPK. Diawali dengan aset sebesar Rp6,3 triliun rupiah di tahun 2010, bertumbuh menjadi Rp49,9 triliun di tahun 2019. Pertumbuhan laba perusahaan yang semula berada pada posisi 37 miliar rupiah di 2010, tumbuh menjadi 603 miliar di 2019. Dari sisi pembiayaan, di tahun 2010 penyaluran pembiayaan sebesar Rp3,5 triliun meningkat menjadi Rp32,6 di tahun 2019. Sedangkan penghimpunan dana di tahun 2010 sebesar Rp5,2 triliun, tumbuh menjadi Rp43,8 triliun di tahun 2019. Secara sustain, BNI Syariah mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan rata-rata diatas 25%.
Kinerja BNI Syariah selama 10 tahun ini didukung oleh keunggulan dan inovasi produk dan layanan BNI Syariah diantaranya Tabungan dengan Akad Wadiah; Tabungan BNI iB Baitullah Hasanah; Wakaf Hasanah; Hasanah Online; BNI iB Hasanah Card; Hasanahku; BNI Griya Swakarya iB Hasanah.
Kontribusi BNI Syariah untuk membangun negeri dilakukan dengan partisipasi dalam pembiayaan sindikasi proyek infrastruktur seperti pembangunan Tol Pemalang-Batang dan Tol Jakarta-Cikampek, serta pembiayaan UMKM melalui program Deureuham bekerja sama dengan BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif). BNI Syariah juga bekerja sama dengan berbagai institusi dalam pengembangan ekosistem halal, seperti lembaga pemerintahan, institusi pendidikan, institusi kesehatan, travel, developer perumahan, dan startup fintech.
Pada tahun 2020, BNI Syariah tercatat telah naik kelas ke Buku III, setelah pemegang saham melakukan setoran modal inbreng sebesar Rp 255 miliar dan BNI Syariah mencetak laba bersih Rp214,01 miliar pada triwulan I 2020, naik 58% dibandingkan periode sama 2019 sebesar Rp135,35 miliar dan BNI Syariah telah memasarkan KPR Subsidi Syariah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan produk KPR Sejahtera Syariah.
BNI Syariah sebagai Hasanah Banking Partner terus berkomitmen untuk dapat menebarkan hasanah dan membawa manfaat bagi seluruh mitra, termasuk dalam menghadapi kenormalan baru. “Terima kasih atas dukungan dan kebersamaan selama 10 tahun dengan BNI Syariah. Semoga kami dapat terus menjadi mitra yang menemani perjalanan Bapak/Ibu sekalian menuju Hasanah dunia dan akhirat, Insya Allah,” Tutup Firman.

Sumber : BNI Syariah – KM

Berpikir Positif dan Aksi Nyata Hadapi Kehidupan di Tengah Pandemi

Pandemi COVID-19 berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Masyarakat merasakan dampak kompleks pandemi tak hanya di sektor ekonomi tetapi sosial dan budaya. Pada saat ini, masyarakat dapat menumbuhkan dalam dirinya berpikir positif dan aksi nyata terhadap kebiasaan baru.

Motivator Merry Riana menyampaikan bahwa berpikir positif dan aksi nyata dibutuhkan dalam menghadapi kebiasaan baru. Pertama, ia mengakui bahwa berpikir positif saja tidak cukup berhasil untuk beradaptasi pada tatanan baru ini.

“Walaupun sebenarnya saya seorang percaya pada personal development, dan saya selalu percaya bahwa kita harus berpikir positif, merasakan hal yang positif, tetapi kadang berpikir positif itu juga ada tempatnya dan ada batasnya,” ujar Merry di Media Center Gugus Tugas Nasional di Jakarta, pada Selasa (16/6).

Ia menganalogikan seorang perempuan yang terpaksa pulang tengah malam. Ketika perempuan akan melewati sebuah gang kecil tampak dua orang dengan memegang golok. Gang tersebut gelap tanpa diterangi lampu.

“Saya tanya, apakah Anda masih berpikir positif, dan merasa tenang bahwa tidak terjadi apa-apa. Apakah anda tetap akan melakukan hal seperti itu? Mungkin anda akan berpikir, ada jalan lain,” ucapnya.

Ia menambahkan apabila gang ini gelap, mungkin ada jalan lain yang lebih terang. “Mungkin ada jalan lain yang harus memutar lebih jauh tapi lebih aman. Anda tidak mau mengambil risiko,” lanjut Merry.

Analogi ini juga perlu diterapkan dalam menghadapi situasi di tengah pandemi. Merry melanjutkan bahwa sekarang ini masyarakat berbicara masa transisi, seperti pembukaan mal dan kantor di Jakarta, dan beberapa tempat yang kembali buka sejak 15 Juni.

Menurut Merry, masa transisi dengan dibukanya kembali tempat-tempat itu sebagai kabar baik. Namun, ia mengingatkan bahwa mal dan kantor yang mulai beroperasi itu kembali beroperasi bukan karena pandemi sudah berhasil dilawan.

“Bukan. Tapi karena roda ekonomi dan roda kehidupan harus terus berjalan. Ingat ya, bukan berarti kita sudah menang melawan pandemi,” pesannya.

Ia mengatakan bahwa perjuangan tetap berjalan dan tetap waspada, hati-hati dan disiplin. “Positive thinking boleh, harus malah, tapi dengan takaran yang benar. Jangan berpikir tenang aja nggak bakalan sakit. Tenang aja, kan positive thinking nggak bakal tertular kok. Yakin deh,” ucapnya.

Namun ia menegaskan bahwa tidak boleh seperti itu. Masyarakat tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah diberlakukan.

“Ingat lebih baik mencegah daripada mengobati. Walaupun mungkin sekarang the new normal can be better normal. Walaupun mungkin kesannya ribet, banyak sekali yang harus dilakukan tapi itu untuk kebaikan kita semua,” lanjutnya.

Merry mengilustrasikan ketika kita berada di luar rumah. Perlengkapan untuk menjaga diri penting untuk dibawa, seperti hand sanitizer, disinfektan, atau perilaku di ruang publik dengan mengantri dan menjaga jarak dengan yang lainnya.

“Saya selalu bilang lebih baik ‘parno’ daripada sembrono. Lebih baik saya jadi orang yang parno daripada saya jadi orang yang sembrono yang nantinya justru membahayakan orang-orang di sekitar saya,” katanya.

Ia berharap masyarakat tetap harus berpikir positif dan tetap harus waspada (kritis). Nah itu yang pertama. Kedua, positive thinking saja tidak cukup dalam menata kebiasaan baru ini. Masyarakat juga perlu melakukan aksi nyata.

“Nah, ini yang orang salah kaprah. Banyak orang berpikir, kami juga sudah berpikir positif loh. Tapi kok hidup saya nggak sukses, terus pikir doang atau dilakukan atau enggak?,” ujarnya.

Merry mengingatkan apabila kita hanya berhenti pada berpikir tanpa ada aksi, hidup tidak akan bisa sukses.

“Kamu harus melakukan apa yang ingin kamu lakukan. Kamu harus mendisiplinkan diri untuk tetap mengerjakan apa yang harus kami kerjakan. Ingat, positive thinking hanya berhasil jika dibarengi dengan positive action,” pesannya.

Sumber : BNPB – AA

Menua itu Pasti, Sejahtera itu Pilihan, Keluarga Indonesia : Yuk, Siapkan Hari Tuamu

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Jakarta (15/06/2020). Berdasarkan data BPS 2019, Penduduk Lansia di Indonesia sebesar 25,77 juta jiwa (9,60 persen) dari populasi penduduk. Bertambahnya penduduk lansia bukan tanpa alasan, gencarnya pembangunan kesehatan dan sosial ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia membuat usia harapan hidup penduduk Indonesia mengalami peningkatan. Bappenas memproyeksikan angka harapan hidup di Indonesia mencapai 73,4 tahun pada tahun 2020, dengan umur harapan hidup laki-laki 71,49 tahun dan perempuan 75,27 tahun. Melihat tren angka harapan hidup masyarakat Indonesia tersebut, bonus demografi yang akan dialami Indonesia juga mau tidak mau akan menyumbangkan peningkatan jumlah lansia di masa yang akan datang setelah penduduk usia produktif tersebut mulai memasuki usia 60 tahun ke atas.

Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengatakan, “Kita sangat berharap para lansia ini jangan hanya menjadi obyek yang hanya menerima bantuan kemudian selesai tetapi memang sebetulnya mereka butuh perhatian. Karena banyak sekali yang terlantar, banyak sekali dari mereka yang membutuhkan kita. Ini kenyataan orang-orang tua itu seperti itu semua di sini. Dan kalau kita lihat bahwa ke depan Indonesia itu akan banyak orang tua.” Imbuh Hasto pada acara Webinar kegiatan Talkshow “Menua itu Pasti, Sejahtera itu Pilihan, Yuk Siapkan Hari Tuamu” dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional dan Rangkaian Hari Keluarga Nasional Ke – 27 Tahun 2020 yang diperingati setiap tanggal 29 Mei melalui aplikasi daring Zoom (15/06).

Hasto menjelaskan bahwa di masa-masa yang akan datang proporsi penduduk lansia Indonesia pada tahun 2050 sampai tahun 2100 akan bertambah banyak. Indonesia akan jauh lebih meningkat jumlah lansianya dibandingkan proporsi di tingkat dunia. Jumlah penduduk lansia yang membesar ternyata berpotensi memberikan banyak benefit jika tangguh, sehat dan tetap produktif. Kondisi itu bisa menjadi bonus demografi kedua ketika dari kelompok lansia masih memiliki pendapatan lebih besar ketimbang konsumsinya sehingga masih bisa menabung serta menjelaskan cara menjadikan lansia tangguh, sehat dan tetap produktif juga dihubungkan dengan kesehatan reproduksi lansia.

Keluarga bisa memberikan bentuk dukungan sosial meliputi emosi, instrumental, informasi, dan spiritual. Emosi, keluarga memiliki rasa empati, percaya dan perhatian. Instrumental, keluarga membantu secara langsung dan memberi rasa aman dan nyaman, dan adanya kedekatan. Informasi, keluarga memberikan informasi mengenai hal-hal yang dinilai positif dan dapat meningkatkan pengetahuan dan tindakan. Spiritual, dukungan keluarga dalam bentuk harapan, doa, pengertian dan memahami alasan-alasan.

Menurut Hasto, sebetulnya umur 32 tahun adalah puncak dari umur manusia dan setelah 32 tahun ternyata pembuluh darah menjadi menyempit dan tulang pun menjadi keropos. Begitu umur 33 tahun proses ageing sudah terjadi. Maka dari itu segala permasalahan akan terjadi termasuk masalah kesehatan pada lansia. Selain itu masalah kesehatan reproduksi lansia juga tidak kalah penting untuk diperhatikan karena permasalahan tersebut meliputi kesehatan fisik dan mental sepanjang siklus kehidupannya. Pada lansia perempuan mengalami atrofi/penyusutan jaringan otot, vagina menjadi kurang elastis, dinding uterus menipis, ovarium mengkerut dan payudara menyusut dan mendatar. Sedangkan pada lansia pria terjadi pembesaran prostat (BPH), kemampuan testis untuk memproduksi, testosteron berkurang, penurunan libido, ejakulasi dini, penurunan tonus otot.

Untuk mengatasi segala permasalahan kesehatan reproduksi lansia tersebut perlu adanya dukungan keluarga dengan selalu menerima perubahan kondisi lansia dan melakukan pendampingan, gaya hidup sehat (Olahraga teratur, konsumsi makanan dengan gizi seimbang, konsumsi vitamin, tidur yang cukup, tidak merokok), dan terapi hormonal seperti Hormone Replacement Therapy dan pemberian hormon Androgen.

“Peran keluarga dalam masalah kesehatan reproduksi tersebut antara lain keluarga dan lansia perlu mengetahui perubahan perkembangan reproduksi yang dialami oleh lansia, keluarga membantu dalam penyediaan makanan yang bergizi bagi lansia, keluarga mendampingi lansia dalam melakukan pemeriksaan kesehatan, memperhatikan gaya hidupnya, keluarga mendukung lansia dalam pengembangan hobi,” tutup Hasto.

Guru Besar Gerontologi Universitas Respati Indonesia dan Council Member Of Active Ageing Consortium Asia Pacific, Prof. Dr. drg. Tri Budi Wahyuni Rahardjo menyampaikan “Program Bangga Kencana kita bisa memasukkan hal yang berkaitan dengan gizi dan perilaku, bisa memasukkan materi mulai dari spiritual untuk memperkuat emosi dan agar memiliki visi yang sehat, bisa bersosialisasi dan didukung dengan lingkungan. Lansia juga seharusnya mempunyai komunitas sendiri. Selain itu, kita bisa mempersiapkan generasi muda atau milineal untuk bagaimana tetap menghormati orang tua dan bagaimana mereka akan menjadi lansia, hal tersebut bisa dilakukan dengan pendidikan keluarga melalui kurikulum yang dilakukan oleh BKB, BKL, dan BKR bisa memasukkan materi pembelajaran agar generasi muda dapat memberikan dukungan kepada lansia. Karena masih banyak lansia yang membutuhkan pendampingan” jelasnya.

Hasto berharap betul dengan lansia yang masih produktif mudah-mudahan kita bisa mendapatkan bonus demografi yang kedua. Karena jumlah lansia yang besar di Indonesia maka kalau seandainya produktif maka ini bisa memberikan dampak ekonomi yang tidak sedikit. Di Indonesia banyak contoh lansia yang masih aktif berkarya dan produktif diantaranya Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, Mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kependudukan Emil Salim, Mantan Menteri Kependudukan dan Mantan Kepala BKKBN Haryono Suyono, Founder dan CEO Wardah Cosmetics Nurhayati Subakat, selain itu masih banyak Lansia lainnya yang masih produktif

Webinar kegiatan ini bertemakan Negara Hadir (Humanis, Adaptif, Dedikatif, Inklusif, Responsif) Untuk Lanjut Usia. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K); Guru Besar Gerontologi Universitas Respati Indonesia dan Council Member Of Active Ageing Consortium Asia Pacific, Prof. Dr. drg. Tri Budi Wahyuni Rahardjo,; Pengusaha dan Pemimpin Gerakan Beli Indonesia Ir. H. Heppy Trenggono, M.Kom DR. (HC); Founder dan CEO Wardah Cosmetics, Dra. Nurhayati Subakat, Apt. Acara ini dimoderatori oleh News Director Kompas TV Rosianna Silalahi dan disiarkan online secara langsung melalui aplikasi Zoom Meeting, YouTube live BKKBN OFFICIAL, facebook BKKBN, dan live Instagram @bkkbnofficial. Peserta yang hadir berjumlah 580 peserta Zoom, 2000 peserta Youtube serta 8000 peserta Facebook.

Sumber : HUMAS BKKBN – AA