Milly & Mamet, Sebuah Spin-off Yang Dinantikan?

Buat penggemar berat film Ada Apa Dengan Cinta (AADC), tentu saja Milly dan Mamet bukanlah nama asing. Tapi bagi yang lupa atau tidak begitu kenal dengan keduanya dalam AADC, inilah saatnya lebih mengenal mereka. Lewat film mereka pula, kita dapat mengenal apa itu Spin-off.

Menurut Ernest Prakasa, pemeran, penulis naskah film sekaligus produser film Cek Tokoh Sebelah (2016), spin-off bermakna pecahan film yang dikembangkan. “Ini konsep yang masih sangat baru (di Indonesia),” katanya. Untuk itulah ia bersama rekan-rekannya dalam hal ini Mira Lesmana dan Starvision mencoba mengenalkan konsep spin-off di negeri ini.  Hal itu dapat dimaklumi, mengingat di industri film Hollywood konsep ini setidaknya telah dimulai sejak tahun 2009  dengan munculnya film berjudul Legally Blondes, yang merupakan spin-off dari film seri Legally Blonde.

Oke, buat anak jaman now, mungkin contoh film spin-off tersebut terlalu jauh. Untuk jaman sekarang kita bisa menyebut beberapa film yang merupakan contoh film spin-off alias film pecahan dari sebuah film asli. Venom, misalnya adalah spin-off dari The Spider Man, lalu ada The Nun yang merupakan film sempalan dari film aslinya, The Conjuring 2. Dari genre animasi ada film Minions yang merupakan spin-off dari Despicable Me.

Singkatnya, dari sebuah film asli, biasanya memunculkan beberapa karakter pembantu yang sukses menarik perhatian penonton, lalu pada akhirnya karakter pembantu tersebut dibuatkan film sendiri sebagai karakter utama. Seringkali, konflik dan alur cerita dalam film spin-off tidak memiliki benang merah dengan film aslinya.

Milly dan Mamet adalah 2 karakter yang ada dalam film AADC. Keduanya adalah karakter dari umumnya manusia dengan potret kehidupan seperti kita sehari-hari. Mereka tidak jago berpuisi, seperti Cinta dan Rangga. Bahkan dalam AADC yang pertama, Milly digambarkan sebagai cewek manis yang agak telat mikir dan Mamet adalah cowok culun yang sering jadi bulan-bulanan teman-teman sekolahnya. Dari pertimbangan itu pula Ernest dan rekan-rekannya berharap film ini dapat mewakili karakter pada umumnya penonton, yang pada akhirnya berhasil menggerakkan masyarakat untuk menikmati film ini. Terlebih di tengah mereka ada satu tokoh perempuan yang dimunculkan untuk menjadi konflik baru bagi keduanya, bak hubungan asmara yang senantiasa mendapatkan ujiannya.

Dengan mengusung nama-nama kondang seperti Sissy Prescillia, Dennis Adishwara, Ernest Prakasa, Julie Estelle, juga Yoshi Sudarso, akankah Milly & Mamet mampu menjadi sebuah spin-off yang benar-benar dinantikan? Tentu saja tim promosi film ini harus terus bergerak. Sebab kesuksesan AADC pertama tentu berbeda dengan AADC 2,  Milly & Mamet pun tentu masih akan menghadapi tantangannya. Meski bagaimanapun misi mereka mengenalkan spin-off tentu layak dihargai. Sehingga produksi film Indonesia semakin berwarna dan menjadi tuan di rumahnya sendiri.

Sumber : Redaksi Hiburan Bens Radio

Goosebumps 2, Cara Asik Buang Rasa Takut

Setiap orang pasti punya rasa takut. Apapun itu. Tapi umumnya manusia takut pada hal-hal yang menyeramkan. Apakah dengan menonton film ini kita akan  merasa lebih takut? Belum tentu. Karena ini adalah semacam a fun adventure comedy yang justru akan mengajak rasa takut itu hilang, haha. 

Film tentang petualangan 2 remaja (yang diperankan oleh Jeremy Ray Taylor dan Caleel Harris) yang bersahabat di sekolah maupun di kehidupan keseharian ini seperti normalnya anak-anak remaja lelaki. Mereka tidak takut pada hal-hal yang bahkan ditakuti oleh manusia dewasa. Semacam takut melihat hantu dan sejenisnya.

Ditengah petualangan mereka ada tokoh utama lainnya, Wendi McLendon-Covey (sebagai ibu dari Jeremy Ray Taylor) Madison Iseman (sebagai kakak dari  Jeremy Ray Taylor) dan juga Ken Jeong, tetangga mereka yang berpenampilan dan berperilaku unik.

Ada banyak hal yang menjadi penilaian para kritikus film. Beberapa diantaranya menilai film yang disutradarai oleh Ari Sandel, dan naskah oleh Rob Lieber ini, sebagai film yang tidak jelek tetapi juga tidak bagus.

Beberapa kalangan menilai film ini tidak terlalu menyeramkan seperti novel aslinya. Ada juga yang merasa animasinya terlalu biasa, dan kekurangan lainnya. Tetapi bagaimanapun, normalnya sebuah produksi film, akan selalu memberi pesan positif pada penontonnya.

Salah satunya ada pada adegan dari film Goosebumps 2 ini. Pada saat Madison Iseman sebagai Sarah, memiliki ketakutan saat akan membuat artikel esai untuk ujian masuk salah satu universitas ternama di Amerika bahkan di dunia, ada saja hal yang mengganggunya hingga melahirkan rasa takut. Dari pemilihan tema tulisan yang begitu sulit, cara menuangkan ide ke dalam tulisan, sampai gangguan teman, adik, bahkan makhluk halus yang mencoba menggagalkan usahanya.

Sebagai sebuah film remaja dan film keluarga, kita tidak bisa menampik bahwa film ini sarat pesan moral untuk tidak takut pada sesuatu yang tidak perlu. Yang pada akhirnya akan menghambat kemajuan hidup kita. Meskipun sekali lagi, Goosebumps 2 bukan film yang menyajikan sesuatu yang istimewa, tetapi hal-hal yang ringan lah yang membuat film ini mungkin akan jadi film keluarga yang tak membosankan ditonton kapan saja, secara berulang-ulang.

Sumber : Redaksi Hiburan Bens Radio

BAD TIMES AT THE EL ROYALE

  • Jenis Film : Mystery, Thriller
  • Produser : Drew Goddard, Jeremy Latcham
  • Sutradara : Drew Goddard
  • Penulis : Drew Goddard
  • Produksi : 20th Century Fox
  • Casts : Chris Hemsworth, Dakota Johnson, Jon Hamm, Jeff Bridges, Cynthia Erivo, Cailee Spaeny, Lewis Pullman, Manny Jacinto

Tujuh orang asing, masing-masing dengan rahasia untuk dikubur, bertemu di hotel El Royale, sebuah hotel kumuh dan kelam di Danau Tahoe. Pada satu malam yang naas, setiap orang akan memiliki kesempatan terakhir untuk penebusan … sebelum semuanya menuju neraka. Nantikan penampilan Jeff Bridges, Chris Hemsworth, Jon Hamm, Dakota Johnson, dan Cynthia Erivo di film BAD TIMES AT THE EL ROYALE.

Sumber : www.21cineplex.com

Korea Indonesia Film Festival 2018 Kembali Digelar

Harus diakui, industri hiburan Korea telah mendunia sebagaimana Bollywood bahkan Hollywood. Lengkap dengan industri musik, fesyen, kuliner, pariwisata termasuk industri film itu sendiri. Serasa selalu tampil dalam satu paket. Wajar jika film Korea mampu menembus batas selera mereka-meraka yang bahkan tak paham bahasa Korea.

Korea Cultural Centre Indonesia (KCCI) bekerjasama dengan CGV Cinemas, dalam keterangannya pada acara jumpa pers Kamis, 11 Oktober 2018, di CGV Grand Indonesia Jakarta Pusat, kembali akan menggelar Korea Indonesia Film Festival (KIFF) 2018. Tujuannya , sebagai wujud apresiasi & pertukaran budaya dalam perfilman masing-masing negara melalui sebuah acara yang dihadirkan untuk masyarakat pecinta film di Indonesia.

KIFF akan dimulai pada tanggal 18 Oktober hingga 21 Oktober 2018 di 4 lokasi CGV cinemas. Untuk tahun ini, CGV cinemas yang ikut berpartisipasi adalah CGV cinemas Grand Indonesia – Jakarta, CGV cinemas Social Market – Palembang, CGV cinemas J-Walk – Jogjakarta, & CGV cinemas Daya Grand Square – Makassar.

Selama 4 hari, KIFF 2018 akan menghadirkan 19 judul film dengan tema yang beragam. Beberapa judul akan diputar untuk pertama kali di Indonesia. Termasuk 4 film Indonesia yang memberikan sentuhan warna Indonesia dalam genre yang beragam pula.

Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, Panitia Korea Indonesia Film Festival juga memilih aktor berbakat dari Indonesia sebagai representatif dalam acara tahunan yang perhelatannya selalu dinantikan ini. Tahun ini, panitia KIFF 2018 memberi kepercayaan aktor muda berbakat Iqbaal Ramadhan (pemeran utama Dilan 1990) untuk membuka Korea Indonesia Film Festival 2018.

Dalam kesempatan ini panitia berharap akan lebih banyak penonton yang menikmati film-film dalam festival tersebut, terutama dengan daya tarik sejumlah film yang akan tampil pada KIFF 2018 dan hadirnya Iqbaal Ramadhan pada pembukaan festival.

Informasi lengkap mengenai Korea Indonesia Film Festival 2018 bisa didapatkan melalui website www.cgv.id atau melalui akun social media di @FestFilmKorea, @CGV_ID dan @CGV.id ( untuk Instagram)

Dan berikut adalah daftar lengkap film-film yang akan di festival tahun ini; Dilan 1990 (Max Pictures), Pengabdi Setan (Rapi Films), Si Doel the Movie (Falcon Pictures), dan Susah Sinyal (Starvision Plus). Sementara film Korea yang akan diputar dalam KIFF 2018 adalah 1987: When the Day Comes (CJ Entertainment/CBI Pictures), A Bird Story (Seoul Arts Center), Along with the Gods: The Two Worlds (Feat Pictures), Along with the Gods 2: The Last 49 Days (Feat Pictures), Dallae Story (Seoul Arts Center), Forgotten (M-Line Distribution), Golden Slumber (CJ Entertainment/CBI Pictures), Gonjiam Haunted Asylum (Encore Films /Moxieotions), Magic Flute (Seoul Arts Center), The Accidental Detective (CJ Entertainment/CBI Pictures), The Accidental Detective 2: In Action (CJ Entertainment), The Battleship Island (CJ Entertainment/CBI Pictures), The Negotiation (CJ Entertainment/CBI Pictures), The Princess and The Matchmaker (CJ Entertainment/CBI Pictures), dan terakhir film The Spy Gone North (CJ Entertainment). Sumber : Redaksi Hiburan Bens Radio.

Sumber : Redaksi Hiburan Bens Radio

JAGA POCONG

  • Jenis Film : Horror
  • Produser : Sneha Rajesh Jagtiani, Rajesh Kewalran Jagtiani, Yoen K, Oswin Bonifanz
  • Sutradara : Hadrah Daeng Ratu
  • Penulis : Aviv Elham
  • Produksi : Spectrum Film, Maxima Pictures, Unlimited Production
  • Casts : Acha Septriasa, Zack Lee, Jajang C. Noer, Aqila Herby, Luthya Sury, Dewi Irawan

MILA seorang suster tidak bisa menolak ketika di tugaskan untuk merawat SULASTRI di rumahnya. Tapi ketika MILA sampai di rumah SULASTRI, ternyata SULASTRI sudah meninggal. RADIT anak SULASTRI meminta tolong supaya MILA untuk memandikan dan membungkus jenazah SULASTRI dengan kain kafan. Kemudian RADIT juga meminta supaya MILA menungguinya di rumah bersama NOVI anak RADIT yang masih kecil karena RADIT harus mengurus pemakaman SULASTRI.

Dari sini kemudian muncul teror yang menakutkan. MILA mendapati banyak kejadian aneh. Hingga NOVI pun tidak luput dari teror tersebut dan nyaris terbunuh. Sementara MILA tidak bisa meninggalkan rumah ini begitu saja.

Kemudian terungkap ternyata yang meneror MILA dan NOVI adalah pocong jenazah SULASTRI. MILA dengan segala cara berusaha untuk lepas dari teror pocong. Tapi pocong itu ternyata menginginkan kematian MILA.

Sumber : www.21cineplex.com

First Man, Cara Asik Belajar Sejarah

Sumber Foto : istimewa

Pelajaran sejarah bukan mata pelajaran favorit buat semua orang. Tapi lewat film First Man kita bisa belajar banyak hal dari sejarah, loyalitas sampai urusan cinta, ahaaa !!

Film yang memasang duo bintang utama Ryan Gosling juga Claire Foy ini meski banyak menuai kritik tapi banyak pula yang memujinya. Berbagai ulasan tentang film ini seolah mengingatkan khalayak tentang maknanya, “jangan berkomentar sebelum nonton filmnya”.

Sebagai film yang menunjukkan sebuah kekuatan dari sebuah negara adidaya, mustahil film ini tidak dikaitkan dengan isu politik, patriotisme dan semacamnya. Tetapi sebagai sebuah media belajar sejarah, terutama sejarah peradaban manusia, film ini jelas jadi salah satu cara asyik untuk kita bisa tahu seperti apa latar belakang manusia hingga mampu menginjakkan kaki di bulan. Sebuah bagian dari peradaban manusia.

Kita boleh saja menilai sisi negatif dari film ini, tetapi faktanya film ini mampu merefleksikan seperti apakah kemajuan zaman, bahkan efek sampingnya terhadap manusia. Neil Amstrong sendiri, sebagai sang astronot, dalam film berdurasi 141 menit ini digambarkan sebagai sesosok manusia yang sangat loyal dalam pekerjaannya, bahkan saat menjawab pertanyaan sang anak, serasa sedang menjawab pertanyaan media dalam sebuah konferensi pers, tetapi ia juga seorang manusia yang bisa tergoncang jiwanya saat putri tercintanya harus menyerah dengan penyakit yang diidapnya.

Selama perjalanan film, kita akan diajak menyelami ekspresi tiap-tiap pemerannya yang tidak perlu banyak berkata-kata. Ekspresi bahasa tubuh, visualisasi yang berpindah-pindah dari adegan di dalam cockpit pesawat khusus ruang angkasa, pemandangan saat Neil liburan dengan keluarganya, deru mesin pesawat yang membuat kita serasa di dalamnya, suasana sunyi ruang angkasa, seolah menuntut kita larut dalam tiap adegan.  Perpindahan adegan seringkali berjalan mengejutkan.

Jelas, dari film yang disutradari Damien Chazelle ini kita diajak belajar untuk mengenal bagaimana salah satu produk teknologi berjalan dan berkembang sejak saat itu hingga saat kini. Kita diajak pula mengenal kehidupan sehari-hari para astronot dan keluarganya. Bahkan menyadari betapa berbedanya karakter tiap diri manusia dan bagaimana menyikapinya. First Man, sebuah media belajar (khususnya sejarah teknologi komunikasi, dunia antariksa dan lainnya) secara lebih yang menarik. Film ini sudah tayang di bioskop Indonesia sejak 10 Oktober 2018 hingga hari ini! Grab your ticket soon !!

Sumber : Redaksi Hiburan Bens Radio

 

TUJUH BIDADARI

  • Jenis Film : Horror
  • Produser : Resika Tikoalu
  • Sutradara : Muhammad Yusuf
  • Penulis : Muhammad Yusuf, Konfir Kabo, King Javed, Resika Tikoalu
  • Produksi : Triple A Films
  • Casts : Dara Warganegara, Lia Waode, Brigitta Cynthia, Gabriella Desta, Camelia Putri, Adeayu Sudrajat, Salini Rengganis

Tujuh Bidadari (7B), sebuah Girl Band terkenal dari Indonesia beranggotakan: Stella (Dara Warganegara), Carla (Gabriella Desta), Dian (Lia WaOde), Anggun (Salini Rengganis), Amy (Adeayu Sudrajat), Tari (Camelia Putri) & Mika (Brigitta cynthia) datang berlibur ke Melbourne Australia dan berkenalan dengan seorang penyanyi lokal bernama Mark.

Mark membawa 7B ke Aradale Lunatic Asylum, bekas rumah sakit jiwa angker yang menyimpan sejarah kelam dan mengerikan. Di tengah keadaan genting penuh keanehan, terkuak satu persatu rahasia dibalik tembok tebal yang telah ada sejak tahun 1866.

Apa yang sebenarnya terjadi di tempat mengerikan itu, mampukah ketujuh bidadari menghadapi mereka yang tiba-tiba hadir dari balik sejarah seratus tahun yang lalu hanya dalam waktu 7 jam?

Sumber : www.21cineplex.com

HALLOWEEN

  • Jenis Film : Horror, Thriller
  • Produser : Jason Blum, Malek Akkad, Bill Block
  • Sutradara : David Gordon Green
  • Penulis : David Gordon Green, Danny Mcbride, Jeff Fradley
  • Produksi : Universal Pictures
  • Casts : Jamie Lee Curtis, Judy Greer, Will Patton, Nick Castle, Andi Matichak, Omar J. Dorsey

Laurie Strode (Lee Curtis) kembali pada konfrontasi terakhir dengan Michael Myers (Nick Castle), sosok tokoh bertopeng menyeramkan yang selalu menghantui dirinya sejak Laurie lolos dari peristiwa pembunuhan besar-besaran di malam Halloween empat dekade lalu.

Sumber : www.21cineplex.com

TENGKORAK

  • Jenis Film : Fiksi, Ilmiah, Drama, Comedy
  • Produser : Munandar Aji Wibowo, Anindita Suryarasmi, Yusron Fuadi, Wikan Sakarinto, Eddy O.S Hiariej, Sigit Pri
  • Sutradara : Yusron Fuadi
  • Penulis : Yusron Fuadi
  • Produksi : Akasacara Film
  • Casts : Eka Nusa Pertiwi, Guh S Mana, Yusron Fuadi, Rukman Rosadi, Heru Sambawa, Kedung Darma Romansha, Muhammad Abe Baasyin, Haydar Salishz

Umat Manusia telah menyingkap fosil kerangka manusia sepanjang 1850 meter yang berumur 170 ribu tahun ketika terjadi gempa jogja pada tahun 2006. Hal ini membuat bingung pemuka agama dan para ilmuwan. Dunia pun berdebat antara melakukan penelitian atas temuan fosil kerangka tersebut atau menyembunyikannya dari masyarakat atas dasar kemanusiaan. Seorang gadis terjebak dalam situasi untuk mengungkap misteri dibalik penemuan fosil kerangka tersebut dan memberikannya kepada dunia. Namun jika kita ternyata bukanlah makhluk paling sempurna seperti yang kita percayai, apakah kita mau mengetahuinya?

Sumber : www.21cineplex.com

A STAR IS BORN

  • Jenis Film : Drama, Music, Musical
  • Produser : Bill Gerber, Jon Peters, Bradley Cooper, Lynette Howell Taylor, Todd Phillips
  • Sutradara : Bradley Cooper
  • Penulis : Eric Roth, Bradley Cooper, Will Fetters
  • Produksi : Warner Bros. Pictures
  • Casts : Bradley Cooper, Lady Gaga, Sam Elliott, Dave Chappelle, Bonnie Somerville, Andrew Dice Clay

Seorang bintang musik country yang karirnya mulai memudar, Jackson Maine (Bradley Cooper) menemukan sebuah talenta yang sangat berbakat di dalam diri dari seorang musisi muda bernama Ally (Lady Gaga).

Maine berhasil mengorbitkan Ally menjadi seorang bintang muda yang menjanjikan. Namun keduanya terlibat hubungan yang lebih jauh dari sekedar mentor dan anak didik. Seiring dengan meroketnya karir dari Ally dan dirinya, Maine mengalami dilema mengenai masalah ini.

Sumber : www.21cineplex.com