HARI KELUARGA NASIONAL : Momentum Keluarga Berkumpul, Berinteraksi, Berdaya, Berbagi dan Peduli

Tahun 2017 ini, peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) sudah memasuki tahun ke 24. BKKBN mengajak keluarga Indonesia untuk berkumpul, berinteraksi, berdaya, serta peduli dan berbagi. Melalui empat hal tersebut menjadi penguat ketahanan keluarga. Tema Harganas Tahun 2017 adalah “Dengan Hari Keluarga Nasional Kita Bangun  Karakter Bangsa Melalui Keluarga Yang Berketahanan.” Hari Keluarga Nasional (Harganas) diperingati setiap  tanggal 29 Juni hal ini berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 39 Tahun 2014 sebagai Hari Keluarga Nasional bukan merupakan hari libur. Pada tahun ini Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional XXIV diselenggarakan di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, pada tanggal 15 Juli 2017.
Peringatan Harganas menjadi momentum bagi setiap keluarga Indonesia untuk kembali berkumpul bersama keluarganya, berinteraksi dengan keluarganya bercengkrama, bertukar pengalaman secara langsung dengan komunikasi yang berkualitas setelah sibuk dengan segala aktivitas, memberdayakan lingkungan disekitar keluarga dengan keluarga berdaya dapat lebih mengandalkan segala potensi yang ada dalam dirinya, baik berupa keterampilan, olah pikir, dan pengetahun sehingga mampu melakukan pengasuhan anak yang baik, melaksanakan 8 (delapan) fungsi keluarga, meningkatkan pendapatan keluarga, dan saling berbagi dan peduli dengan keluarga yang lain dan masyarakat disekitar kita.
Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty pada acara Forum Jurnalis BKKBN (16/06/2017) menyampaikan, “Upaya mewujudkan keluarga sejahtera harus dimulai sejak perencanaan keluarga. Diharapkan keluarga Indonesia kembali kepada penerapan delapan (8) fungsi keluarga yaitu Fungsi Keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi, sosialisasi, pendidikan dan ekonomi serta pembinaan lingkungan. Dengan melaksanakan fungsi keluarga secara menyeluruh dan konsekuen maka keluarga sejahtera dapat tercapai dan menentukan kualitas bangsa Indonesia ke depan.” jelas Surya.
Untuk memperingati Harganas XXIV tahun 2017 BKKBN mengadakan beragam kegiatan yang terdiri dari kegiatan pra Harganas dan puncak Harganas. Pada pra Harganas diselenggarakan kegiatan: sosialisasi mengenai harganas kepada para sineas muda, car free day di beberapa kota, pencanangan logo Harganas, penyerahan beasiswa, mudik bersama, bazar/ pasar murah, kegiatan pelayanan KB MKJP, IVA-test, dan papsmear, temu pengelola program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tingkat nasional.
Acara puncak peringatan Harganas XXIV Tahun 2017  di Provinsi Lampung menurut rencana akan dihadiri Presiden RI bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, dimeriahkan dengan berbagai kegiatan  seperti aksi GenRe (Generasi Berencana), Kemah Ketahanan Keluarga Indonesia yang diikuti 800 peserta, seminar, olahraga/jalan sehat, bakti sosial, pameran dan gelar dagang dengan melibatkan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten dan Kota se-Provinsi Lampung, pasar rakyat, festival kuliner, dan pagelaran seni budaya. Selain itu, akan diselenggarakan pula pemberian tanda penghargaan kepada para kepala daerah, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan tenaga profesional yang dinilai telah berjasa dalam pelaksanaan Program KKBPK.
Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty dalam Forum Jurnalis BKKBN mengingatkan kembali pada seluruh keluarga Indonesia tentang pentingnya Revolusi Mental berbasis keluarga, “Melalui nilai-nilai revolusi mental yang ditanamkan dalam keluarga, setiap individu diharapkan dapat lebih mengenal karakternya dan kembali menjalankan 8 fungsi keluarga sehingga dapat menciptakan keluarga bahagia sejahtera, dan juga peran penting pembangunan karakter.” tutup Surya.
Sumber : Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

HARI KELUARGA NASIONAL : Momentum Keluarga Berkumpul, Berinteraksi, Berdaya, Berbagi dan Peduli

Tahun 2017 ini, peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) sudah memasuki tahun ke 24. BKKBN mengajak keluarga Indonesia untuk berkumpul, berinteraksi, berdaya, serta peduli dan berbagi. Melalui empat hal tersebut menjadi penguat ketahanan keluarga. Tema Harganas Tahun 2017 adalah “Dengan Hari Keluarga Nasional Kita Bangun  Karakter Bangsa Melalui Keluarga Yang Berketahanan.” Hari Keluarga Nasional (Harganas) diperingati setiap  tanggal 29 Juni hal ini berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 39 Tahun 2014 sebagai Hari Keluarga Nasional bukan merupakan hari libur. Pada tahun ini Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional XXIV diselenggarakan di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, pada tanggal 15 Juli 2017.
Peringatan Harganas menjadi momentum bagi setiap keluarga Indonesia untuk kembali berkumpul bersama keluarganya, berinteraksi dengan keluarganya bercengkrama, bertukar pengalaman secara langsung dengan komunikasi yang berkualitas setelah sibuk dengan segala aktivitas, memberdayakan lingkungan disekitar keluarga dengan keluarga berdaya dapat lebih mengandalkan segala potensi yang ada dalam dirinya, baik berupa keterampilan, olah pikir, dan pengetahun sehingga mampu melakukan pengasuhan anak yang baik, melaksanakan 8 (delapan) fungsi keluarga, meningkatkan pendapatan keluarga, dan saling berbagi dan peduli dengan keluarga yang lain dan masyarakat disekitar kita.
Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty pada acara Forum Jurnalis BKKBN (16/06/2017) menyampaikan, “Upaya mewujudkan keluarga sejahtera harus dimulai sejak perencanaan keluarga. Diharapkan keluarga Indonesia kembali kepada penerapan delapan (8) fungsi keluarga yaitu Fungsi Keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi, sosialisasi, pendidikan dan ekonomi serta pembinaan lingkungan. Dengan melaksanakan fungsi keluarga secara menyeluruh dan konsekuen maka keluarga sejahtera dapat tercapai dan menentukan kualitas bangsa Indonesia ke depan.” jelas Surya.
Untuk memperingati Harganas XXIV tahun 2017 BKKBN mengadakan beragam kegiatan yang terdiri dari kegiatan pra Harganas dan puncak Harganas. Pada pra Harganas diselenggarakan kegiatan: sosialisasi mengenai harganas kepada para sineas muda, car free day di beberapa kota, pencanangan logo Harganas, penyerahan beasiswa, mudik bersama, bazar/ pasar murah, kegiatan pelayanan KB MKJP, IVA-test, dan papsmear, temu pengelola program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tingkat nasional.
Acara puncak peringatan Harganas XXIV Tahun 2017  di Provinsi Lampung menurut rencana akan dihadiri Presiden RI bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, dimeriahkan dengan berbagai kegiatan  seperti aksi GenRe (Generasi Berencana), Kemah Ketahanan Keluarga Indonesia yang diikuti 800 peserta, seminar, olahraga/jalan sehat, bakti sosial, pameran dan gelar dagang dengan melibatkan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten dan Kota se-Provinsi Lampung, pasar rakyat, festival kuliner, dan pagelaran seni budaya. Selain itu, akan diselenggarakan pula pemberian tanda penghargaan kepada para kepala daerah, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan tenaga profesional yang dinilai telah berjasa dalam pelaksanaan Program KKBPK.
Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty dalam Forum Jurnalis BKKBN mengingatkan kembali pada seluruh keluarga Indonesia tentang pentingnya Revolusi Mental berbasis keluarga, “Melalui nilai-nilai revolusi mental yang ditanamkan dalam keluarga, setiap individu diharapkan dapat lebih mengenal karakternya dan kembali menjalankan 8 fungsi keluarga sehingga dapat menciptakan keluarga bahagia sejahtera, dan juga peran penting pembangunan karakter.” tutup Surya.
Sumber : Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

Resmi! Jokowi Tetapkan 23 Juni Jadi Cuti Bersama Lebaran

 Pemerintah resmi menetapkan 23 Juni sebagai cuti bersama Lebaran 2017. Dengan demikian, ada 5 hari cuti bersama. Keputusan resmi itu diteken Presiden Joko Widodo lewat Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2017 tentang Cuti Bersama Tahun 2017 pada tanggal 15 Juni 2017. Keppres ini telah dimuat di situs Sekretariat Negara pada Kamis (15/6/2017).

Dalam Keppres ini, disebutkan bahwa tanggal 23, 27, 28, 29, dan 30 Juni 2017 (Jumat, Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat) sebagai cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah dan tanggal 26 Desember 2017 (Selasa) sebagai cuti bersama Hari Raya Natal.

Sebelumnya diberitakan, Polri mengusulkan ke pemerintah agar 23 Juni jadi cuti bersama. Penambahan cuti bersama itu diharapkan dapat mengurai kemacetan.

Sumber : www.detik.com

Melambung, Harga Jengkol Samai Harga Daging

Bagi sebagian besar masyarakat, jengkol mungkin jarang diminati karena menimbulkan bau tak sedap usai disantap. Namun siapa sangka, makanan itu kini menjadi primadona di masyarakat dan banyak diburu pembeli.

Harga jengkol di pasar Kramatjati, Jakarta Timur, terus merangkak naik dan menembus harga Rp90 ribu per kilogram. Naiknya harga diduga akibat meningkatnya animo masyarakat untuk membeli jenis makanan ini di awal bulan Ramadhan.

Sri Waluyo, 51, pedagang di pasar Kramatjati yang menyebut harga jengkol kini terus melambung tinggi. Harganya sudah hampir menyamai nilai daging sapi per kilogramnya yang saat ini ia jual seharga Rp90 ribu perkilogram. “Sudah hampir seminggu belakangan ini harga jengkol terus naik, dan hingga saat ini mencapai Rp90 ribu perkilogram,” katanya, Selasa (30/5).

Sumber : www.poskotanews.com

 

Polda Metro Selidiki Pemasangan Spanduk Provokatif

Polda Metro Jaya akan mendalami adanya informasi pemasangan spanduk-spanduk provokatif, termasuk menyelidiki apakah hal itu terorganisir atau tidak.

Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mencopot sebanyak 336 buah spanduk provokatif terkait Pilgub DKI Jakarta.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan, spanduk itu tidak hanya dicopot jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI, tetapi juga atas kesadaran tokoh-tokoh setempat.

Sumarsono menambahkan, spanduk-spanduk provokatif tersebut kebanyakan bukan dipasang masyarakat sekitar. Dia mengaku tidak mengetahui siapa yang memasang, namun spanduk-spanduk itu hampir semua tulisan dan cetakannya seragam, hanya warna yang membedakan.

 

SUMBER: beritasatu.com

Dijenguk Menpora dan Olga Lidya, Ellyas Pical Senang Perjalanan Hidupnya Akan Dijadikan Film

Sumber foto : Muchlis / Kemenpora.go.id

Petinju legendaris Indonesia Ellyas Pical tampak sumringah saat Menpora Imam Nahrawi berkunjung ke kediamannya di bilangan Perumahan Duta Bintaro, Tangerang, Banten, Jumat (10/3) sore. Ellyas baru saja keluar dari perawatan intensif di Rumah Sakit Harapan Kita beberapa waktu lalu karena sakit jantung yang dideritanya, petinju legenda Indonesia itu senang jika perjalanan hidupnya akan dijadikan film.

Tangerang: Petinju legendaris Indonesia Ellyas Pical tampak sumringah saat Menpora Imam Nahrawi berkunjung ke kediamannya di bilangan Perumahan Duta Bintaro, Tangerang, Banten, Jumat (10/3) sore. Ellyas baru saja keluar dari perawatan intensif di Rumah Sakit Harapan Kita beberapa waktu lalu karena sakit jantung yang dideritanya, petinju legenda Indonesia itu senang jika perjalanan hidupnya akan dijadikan film.

Menpora Imam Nahrawi yang hadir mengenakan kemeja warna gelap, celana panjang coklat dan sepatu olahraga didampingi Kepala PPITKON Edi Nurinda Susila, Asdep Kemitraan dan Penghargaan Olahraga Dwijayanto Sarosa Putera langsung menyapa Ellyas Pical saat turun dari kendaraannya. “Semakin muda ya sekarang, tapi kalau genggam masih bisa,” tegur Menpora.

Menpora menyampaikan kedatanganya bersama jajaran Kemenpora dan Produser Film Layar Lebar Olga Lidya adalah untuk memastikan kesehatan sang legenda tinju. “Kami berkunjung untuk memastikan Om Elly sehat dan alhamdulillah saat ini lebih sehat lagi dan kelihatan lebih muda lebih bugar dan lebih segar,” ucap Menpora.

“Kami juga ingin melaksanakan perintah Presiden bahwa telah saatnya pemerintah memperhatikan dan lebih serius kepada masa depan mantan atlet agar bisa dibantu dengan baik tidak hanya olimpian tetapi kepada orang yang yang telah mengharumkan bangsa Indonesia di pentas dunia agar betul betul diperhatikan,” tambahnya.

Menpora juga menyampaikan bahwa sebelumnya pemerintah telah sedikit membantu Bung Elly dan keluarga untuk biaya pengobatan. “Selain BPJS pemerintah juga memberikan bantuan beberapa kebutuhan selama di RS semoga ke depan Bung Elly terus sehat dan seperti pemerintah lakukan kepada olimpian agar masa depan atlet teranggarkan dengan baik, semoga ke depan kita dapat membuat regulasi yang dapat memberikan perhatian bagi masa depan yang lebih layak kepada mantan atlet nasional,” tutur Menpora.

Rencananya perjalanan hidup seorang Ellyas Pical akan di dokumentasikan dalam film layar lebar. “Saat ini kita masih dalam proses dengan investor dan mohon dukungan para sponsor kami berharap film ini dapat tayang tepat sebelum Oktober 2018 karena pada saat itu kita sebagai tuan rumah Asian Games, kita berharap tinju sebagai ikon Indonesia menjadi support melalui legenda tinju Indonesia, saya ingin mempersembahkan kepada Indonesia dan dunia olahraga bahwa inilah pahlawan Indonesia Ellyas Pical,” ujar Olga. “Semoga film ini disukai para pemuda kita karena kisah hidup Om Elly sangat inspiratif banget daribsebuah kota kecil Saparua dan merintis dari nol hingga prestasi dunia adalah bukan hal mudah,” tambahnya.

Menanggapi rencana pembuatan film layar lebar dirinya Elly menanggapi dengan senyum. “Kalau saya sudah sehat saya bisa bersama sama lagi untuk main film agar para atlet indonesia bisa membawa nama harum Indonesia di dunia internasional dan memberikan inspirasi atlet atlet Indonesia,” ujarnya bangga.

Pasca operasi saat ini Elly memang terlihat lebih bugar. “Saat ini tinggal lambung saya kadang asam lambungnya belum normal jadi setiap dua jam saya harus makan tidak boleh terlambat makan, kalau terlambat makan asam lambung naik, kepala pusing dan lemas, semoga saya cepat pulih,” ucap Elly.

“Terima kasih banyak Pak Menteri telah memperhatikan saya juga kepada rekan media telah berkunjung kami mohon doanya agar cepet pulih saya senang sekali saya masih ingin berlatih lagi, ini kidal kalau masih ada yang mau coba boleh, di Indonesia belum ada kasih jatuh saya pak,” kelakarnya.

Perjalanan Hidup Petinju Ellyas Pical Segera DiFilmkan

Abang None, Petinju legendaris Indonesia Ellyas Pical tampak sumringah saat Menpora Imam Nahrawi berkunjung ke kediamannya di bilangan Perumahan Duta Bintaro, Tangerang, Banten, Jumat (10/3) sore. Ellyas baru saja keluar dari perawatan intensif di Rumah Sakit Harapan Kita beberapa waktu lalu karena sakit jantung yang dideritanya, petinju legenda Indonesia itu senang jika perjalanan hidupnya akan dijadikan film.

Menpora Imam Nahrawi yang hadir mengenakan kemeja warna gelap, celana panjang coklat dan sepatu olahraga didampingi Kepala PPITKON Edi Nurinda Susila, Asdep Kemitraan dan Penghargaan Olahraga Dwijayanto Sarosa Putera langsung menyapa Ellyas Pical saat turun dari kendaraannya. “Semakin muda ya sekarang, tapi kalau genggam masih bisa,” tegur Menpora.

Menpora menyampaikan kedatanganya bersama jajaran Kemenpora dan Produser Film Layar Lebar Olga Lidya adalah untuk memastikan kesehatan sang legenda tinju. “Kami berkunjung untuk memastikan Om Elly sehat dan alhamdulillah saat ini lebih sehat lagi dan kelihatan lebih muda lebih bugar dan lebih segar,” ucap Menpora.

“Kami juga ingin melaksanakan perintah Presiden bahwa telah saatnya pemerintah memperhatikan dan lebih serius kepada masa depan mantan atlet agar bisa dibantu dengan baik tidak hanya olimpian tetapi kepada orang yang yang telah mengharumkan bangsa Indonesia di pentas dunia agar betul betul diperhatikan,” tambahnya.

Menpora juga menyampaikan bahwa sebelumnya pemerintah telah sedikit membantu Bung Elly dan keluarga untuk biaya pengobatan. “Selain BPJS pemerintah juga memberikan bantuan beberapa kebutuhan selama di RS semoga ke depan Bung Elly terus sehat dan seperti pemerintah lakukan kepada olimpian agar masa depan atlet teranggarkan dengan baik, semoga ke depan kita dapat membuat regulasi yang dapat memberikan perhatian bagi masa depan yang lebih layak kepada mantan atlet nasional,” tutur Menpora.

Rencananya perjalanan hidup seorang Ellyas Pical akan di dokumentasikan dalam film layar lebar. “Saat ini kita masih dalam proses dengan investor dan mohon dukungan para sponsor kami berharap film ini dapat tayang tepat sebelum Oktober 2018 karena pada saat itu kita sebagai tuan rumah Asian Games, kita berharap tinju sebagai ikon Indonesia menjadi support melalui legenda tinju Indonesia, saya ingin mempersembahkan kepada Indonesia dan dunia olahraga bahwa inilah pahlawan Indonesia Ellyas Pical,” ujar Olga. “Semoga film ini disukai para pemuda kita karena kisah hidup Om Elly sangat inspiratif banget daribsebuah kota kecil Saparua dan merintis dari nol hingga prestasi dunia adalah bukan hal mudah,” tambahnya.

Menanggapi rencana pembuatan film layar lebar dirinya Elly menanggapi dengan senyum. “Kalau saya sudah sehat saya bisa bersama sama lagi untuk main film agar para atlet indonesia bisa membawa nama harum Indonesia di dunia internasional dan memberikan inspirasi atlet atlet Indonesia,” ujarnya bangga.

Pasca operasi saat ini Elly memang terlihat lebih bugar. “Saat ini tinggal lambung saya kadang asam lambungnya belum normal jadi setiap dua jam saya harus makan tidak boleh terlambat makan, kalau terlambat makan asam lambung naik, kepala pusing dan lemas, semoga saya cepat pulih,” ucap Elly.

“Terima kasih banyak Pak Menteri telah memperhatikan saya juga kepada rekan media telah berkunjung kami mohon doanya agar cepet pulih saya senang sekali saya masih ingin berlatih lagi, ini kidal kalau masih ada yang mau coba boleh, di Indonesia belum ada kasih jatuh saya pak,” kelakarnya.

Perjalanan Hidup Petinju Ellyas Pical Akan Dijadikan Film

Abang None, Petinju legendaris Indonesia Ellyas Pical tampak sumringah saat Menpora Imam Nahrawi berkunjung ke kediamannya di bilangan Perumahan Duta Bintaro, Tangerang, Banten, Jumat (10/3) sore. Ellyas baru saja keluar dari perawatan intensif di Rumah Sakit Harapan Kita beberapa waktu lalu karena sakit jantung yang dideritanya, petinju legenda Indonesia itu senang jika perjalanan hidupnya akan dijadikan film.

Menpora Imam Nahrawi yang hadir mengenakan kemeja warna gelap, celana panjang coklat dan sepatu olahraga didampingi Kepala PPITKON Edi Nurinda Susila, Asdep Kemitraan dan Penghargaan Olahraga Dwijayanto Sarosa Putera langsung menyapa Ellyas Pical saat turun dari kendaraannya. “Semakin muda ya sekarang, tapi kalau genggam masih bisa,” tegur Menpora.

Menpora menyampaikan kedatanganya bersama jajaran Kemenpora dan Produser Film Layar Lebar Olga Lidya adalah untuk memastikan kesehatan sang legenda tinju. “Kami berkunjung untuk memastikan Om Elly sehat dan alhamdulillah saat ini lebih sehat lagi dan kelihatan lebih muda lebih bugar dan lebih segar,” ucap Menpora.

“Kami juga ingin melaksanakan perintah Presiden bahwa telah saatnya pemerintah memperhatikan dan lebih serius kepada masa depan mantan atlet agar bisa dibantu dengan baik tidak hanya olimpian tetapi kepada orang yang yang telah mengharumkan bangsa Indonesia di pentas dunia agar betul betul diperhatikan,” tambahnya.

Menpora juga menyampaikan bahwa sebelumnya pemerintah telah sedikit membantu Bung Elly dan keluarga untuk biaya pengobatan. “Selain BPJS pemerintah juga memberikan bantuan beberapa kebutuhan selama di RS semoga ke depan Bung Elly terus sehat dan seperti pemerintah lakukan kepada olimpian agar masa depan atlet teranggarkan dengan baik, semoga ke depan kita dapat membuat regulasi yang dapat memberikan perhatian bagi masa depan yang lebih layak kepada mantan atlet nasional,” tutur Menpora.

Rencananya perjalanan hidup seorang Ellyas Pical akan di dokumentasikan dalam film layar lebar. “Saat ini kita masih dalam proses dengan investor dan mohon dukungan para sponsor kami berharap film ini dapat tayang tepat sebelum Oktober 2018 karena pada saat itu kita sebagai tuan rumah Asian Games, kita berharap tinju sebagai ikon Indonesia menjadi support melalui legenda tinju Indonesia, saya ingin mempersembahkan kepada Indonesia dan dunia olahraga bahwa inilah pahlawan Indonesia Ellyas Pical,” ujar Olga. “Semoga film ini disukai para pemuda kita karena kisah hidup Om Elly sangat inspiratif banget daribsebuah kota kecil Saparua dan merintis dari nol hingga prestasi dunia adalah bukan hal mudah,” tambahnya.

Menanggapi rencana pembuatan film layar lebar dirinya Elly menanggapi dengan senyum. “Kalau saya sudah sehat saya bisa bersama sama lagi untuk main film agar para atlet indonesia bisa membawa nama harum Indonesia di dunia internasional dan memberikan inspirasi atlet atlet Indonesia,” ujarnya bangga.

Pasca operasi saat ini Elly memang terlihat lebih bugar. “Saat ini tinggal lambung saya kadang asam lambungnya belum normal jadi setiap dua jam saya harus makan tidak boleh terlambat makan, kalau terlambat makan asam lambung naik, kepala pusing dan lemas, semoga saya cepat pulih,” ucap Elly.

“Terima kasih banyak Pak Menteri telah memperhatikan saya juga kepada rekan media telah berkunjung kami mohon doanya agar cepet pulih saya senang sekali saya masih ingin berlatih lagi, ini kidal kalau masih ada yang mau coba boleh, di Indonesia belum ada kasih jatuh saya pak,” kelakarnya. (Bens_rr

150 Calon Abnon Jakut Ikuti Seleksi

Sebanyak 150 calon Abang dan None (Abnon) Jakarta Utara mengikuti seleksi tahap awal untuk terpilih menjadi 30 besar.

Kepala Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Utara, Muhammad Natsir mengatakan, pemilihan Abnon merupakan agenda rutin setiap tahun.

Dikatakan Natsir, setelah lolos seleksi 30 besar, calon Abnon akan diseleksi lagi menjadi 15 besar. Sebelum melangkah ke babak final, akan diberikan pembekalan karena mereka akan menjadi duta pariwisata.

Sumber : www.beritajakarta.com

Tawuran Sempat Pecah di Dewi Sartika, Tak Ada Korban Jiwa

Tawuran antar warga sempat terjadi di ruas Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, kemarin sore. Jalan Dewi Sartika pun sempat ditutup imbas kerusuhan tersebut.

Usai tawuran, sempat beredar broadcast bahwa tawuran tersebut merenggut empat korban jiwa. Namun, hal tersebut dipastikan hoax.

Kepala Unit Reskrim Polsek Kramat Jati, AKP Erwin Pakpahan, menegaskan tidak ada korban dalam kejadian tersebut yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB kemarin.

Erwin menjelaskan, wilayah tersebut terkenal cukup rawan dengan aksi tawuran antar warga. Namun, sampai saat ini polisi masih mencari tahu pemicu utama seringnya terjadi tawuran di wilayah tersebut.

sumber: http://metro.news.viva.co.id/news/read/893084-tawuran-sempat-pecah-di-dewi-sartika-tak-ada-korban-jiwa