Bekraf Pamit dari Instagram dan Twitter

kreativv ID mengajak para pengikut medsos Bekraf untuk tetap
semangat belajar dan berkarya lewat platform Instagram dan Twitter @kreativv_ID.
Pada Rabu (23/10/2019), Bekraf melalui akun Instagram @bekrafid mengunggah foto Triawan
Munaf menghadap belakang dengan keterangan gambar yang menjelaskan pamitnya Bekraf dari
media sosial. Presiden Joko Widodo sebelumnya memang telah menyampaikan bahwa Bekraf
akan dilebur dengan Kementerian Pariwisata dan akan dipimpin oleh Wishnutama Kusubandio.

Ucapan rasa terima kasih dalam bentuk unggahan story dan post di Instagram kreativv ID yang
berhasil mengundang perhatian Triawan Munaf lewat repost di akunnya @triawanmunaf.
Segera, berbagai reaksi muncul baik dari kalangan pegiat seni maupun pelaku ekonomi kreatif
lainnya. Banyak pihak menyayangkan keputusan Presiden ini. Menanggapi hal tersebut, kreativv
ID turut merespon situasi yang ada.
“Kami memahami bahwa keputusan Presiden ini disayangkan oleh banyak orang, namun
kami tetap mendukung pemerintah untuk terus memajukan industri kreatif dengan
kepemimpinan Wishnutama. kreativv ID pun dikembangkan sejak Desember 2018 untuk
mendukung visi pemerintah yang ingin menjadikan ekonomi kreatif sebagai tulang
punggung negara. Kami berharap para peminat dan pelaku kreatif terus berkreasi pantang
menyerah, karena platform seperti kami tetap hadir untuk turut menginspirasi dan
mendorong perkembangan ekonomi kreatif lewat konten dan kegiatan pengembangan
komunitas yang berkualitas,” jelas COO kreativv ID, Yasha Nomiva.
kreativv ID sejak berdiri telah berhasil merangkul animo yang besar lewat berbagai platform yang
digunakan. kreativv ID berkomitmen untuk secara konsisten menghasilkan konten-konten
edukatif yang atraktif untuk mendorong generasi muda belajar dan berkarya di bidang kreatif.
Dengan konsep yang apik, kreativv ID berhasil menarik massa besar secara organik dalam waktu
cepat. Platform ini juga berusaha menghubungkan para praktisi industri kreatif dengan generasi
yang lebih muda dan baru memiliki peminatan agar mereka terdorong untuk berkarya. Pada 27
Oktober 2019 lalu misalnya, kreativv ID menyelenggarakan Kelas Kreativv Volume 1 yang
bertema Mobile Photography Workshop untuk mendorong produktivitas milenial yang
menghasilkan secara finansial, dengan cara kreatif yaitu lewat kamera ponsel saja.

Sumber : kreativv ID (PT KMS Global Corpora)

 

Sompo Holdings Group Selenggarakan Acara Penyelesaian Program Magang LSM untuk Siswa Tahun Pertama di Jakarta, Indonesia

Sumber Foto : pressrelease.kontan.co.id

PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance), anggota dari Sompo Holdings Group di Jepang, mengumumkan bahwa organisasi asosiasinya, Sompo Japan Nipponkoa Environment Foundation (selanjutnya disebut “SJNKEF”; berlokasi di Shinjuku, Tokyo, Jepang; Presiden: Masaya Futamiya) mengadakan acara penyelesaian Program Pembelajaran Magang LSM di Indonesia untuk siswa tahun pertama. Acara tersebut berlangsung di AYANA Midplaza, Jakarta pada Kamis, 31 Oktober 2019.

SJNKEF adalah yayasan non-profit yang telah menyediakan program tersebut di Jakarta sejak Februari 2019. Program ini mengirim beberapa mahasiswa sarjana dan pascasarjana Indonesia untuk kerja magang di beberapa LSM lingkungan yang beroperasi di pinggiran Jakarta. SJNKEF dalam acara ini merayakan selesainya periode kerja magang para siswa tersebut dengan para LSM yang berpartisipasi di program tersebut.

Program Magang Pembelajaran LSM bertujuan untuk membantu siswa Indonesia memperdalam pemahaman tentang berbagai masalah lingkungan, termasuk perubahan iklim dan konservasi hutan. Pemahaman ini akan memperluas kesadaran mereka tentang pekerjaan yang dilakukan oleh LSM lingkungan untuk mengatasi masalah tersebut. SJNKEF meluncurkan program magang serupa di Jepang pada tahun 2000 yang telah berhasil menarik lebih dari 1.000 peserta hingga saat ini. Dengan menerapkan pengalaman dan pengetahuan dari menjalankan program di Jepang ini, SJNKEF telah bekerja untuk mendukung para siswa Indonesia untuk dapat berkembang menjadi pemimpin masa depan dan dapat dengan mudah menemukan pekerjaan yang cocok sejak program ini dimulai pada Februari ini.

Menurut kantor Forum Pendidikan Lingkungan Jepang (JEEF) Bogor sebagai operator program lokal yang dipercaya, 20 siswa yang dipilih dari lebih dari 140 siswa setelah peninjauan aplikasi dan wawancara dengan LSM, telah menghabiskan masa waktu kerja magang hingga 75 hari, antara Februari dan September di salah satu dari sepuluh LSM, termasuk WWF, di pinggiran Jakarta. Selain terlibat langsung di kegiatan konservasi lingkungan LSM terkait, siswa juga bertukar pandangan melalui interaksi dengan sesama siswa lainnya, saat menghadiri pertemuan siswa bulanan dan di kamp kerja semalam yang diadakan di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak pada bulan Agustus lalu.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, masalah lingkungan, termasuk deforestasi dan pengelolaan limbah, telah muncul dekat dengan rumah kita, dan minat dalam karir di LSM lingkungan telah meningkat di kalangan para siswa. Melalui program magang ini, SJNKEF berharap dapat membantu siswa memperdalam pemahaman mereka tentang masalah lingkungan dan menawarkan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman kerja dan memilih jalur karier mereka. SJNKEF berencana untuk mulai menerima aplikasi baru berikutnya untuk Program Magang Pembelajaran LSM dalam waktu dekat. Informasi lengkap seputar cara aplikasi dan kegiatan Program Magang Pembelajaran LSM, dapat diakses pada laman www.sjnkef-internship.co.id .

Sumber : PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance)

Operasi Zebra Jaya 2019

                               Sumber Foto : PB

Seperti yang dikutip dari www.suara.com Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya secara resmi mengelar operasi lalu lintas bersandi Operasi Zebra Jaya 2019, mulai tanggal 23 Oktober – 5 November 2019. Adapun pelanggaran yang menjadi sasaran utama operasi ini adalah mengemudikan kendaraan sembari mengoperasikan smartphone, melakukan perjalanan bermotor tanpa mengantongi SIM dan STNK, serta aksi melawan arah atau melawan arus.

“Tujuan operasi agar terwujud situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar pada lokasi yang rawan kecelakaan,” ujar AKP Ponco Ningsih selaku Kanit Dikyasa Polres Jakarta Selatan, saat diwawancarai oleh Bens Radio pada hari Kamis, 31 Oktober 2019.

Bunda Ponco panggilan akrabnye mengatakan, ade 12 jenis pelanggaran yang menjadi target pada Operasi Zebra Jaya 2019, yaitu;

1.Pengendara bermotor yang tidak memiliki SIM
2. Kendaraan bermotor roda dua atau roda empat yang tidak dilengkapi dengan STNK
3. Pengendara yang melawan arus
4. Tidak menggunakan helm SNI
5. Mengemudikan kendaraan tidak menggunakan sabuk keselamatan
6. Menggunakan hp saat mengemudi
7. Berkendara di bawah umur atau pengendara yang tidak memiliki SIM
8. Berkendara sepeda motor berbonceng tiga
9. Kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak memenuhi persyaratan layak jalan
10. Kendaraan roda dan roda empat yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan yang standar
11. Berkendara di bawah pengaruh alkohol
12. Kendaraan bermotor yang memasang rotator atau sirine yang bukan untuk perentukannya.

                            Sumber Foto : PB

Dikutip dari www.kompas.com berikut adalah lokasi Operasi Zebra Jaya 2019 di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan sekitarnya:

Subdit Gakkum Polda Metro Jaya
1. Jalan Tubagus Angke.
2. Jalan Raya Cakung Cilincing.
3. Jalan TB Simatupang.
4. Jalan Benyamin Sueb.

Satlantas Jakarta Pusat
1. Jalan Industri Kemayoran.
2. Sekolah Bunda Mulia.
3. Pos Simpang Lima Senen.
4. Jalan Tambak Menteng.
5. Wangseng Senen.
6. Blok A Tanah Abang.

Satlantas Jakarta Utara
1. Jalan Yos Sudarso.
2. Jalan RE Martadinata.
3. Jalan Lodan Raya.

Satlantas Jakarta Barat
1. Sepanjang Jalan Daan Mogot arah timur dan barat.
2. Jalan Tubagus Angke.

Satlantas Jakarta Selatan
1. Kendaraan lawan arus.
2. Trafic light Robinson.
3. Jalan Raya Lenteng Agung.
4. Trafic light Terbus Blok M.
5. Trafic light Ampera Raya.

Satlantas Jakarta Timur
1. Kendaraan lawan arus.
2. Kendaraan kelebihan muatan.
3. Jalan Basuki Rahmat.
4. Pasar Gembrong.
5. Trafic light Halim Baru.
6. Trafic light Halim Lama
7. Jalan Ahmad Yani.

Satlantas Tangerang Kota
1. Kendaraan lawan arus.
2. Jalan Benteng Betawi.
3. Jalan Jenderal Sudirman Kota Tangerang depan Mall Tangerang City.
4. Jalan MH Thamrin Kota Tangerang.
5. Kendaraan kelebihan muatan.
6. Mall Tangerang City Cikokol.
7. Metropolis Town Square Cikokol.

Satlantas Bekasi Kabupaten
1. Pertigaan Lemah Abang.
2. Trafic light Jurong.
3. Trafic light Pasir Gomong.
4. Pertigaan Jababeka.

Satlantas Bekasi Kota
1. Trafic light Mall SGC.
2. Pertigaan Jababeka II.
3. Trafic light Gerbang Tol Cikarang Barat.
4. Jalan Joyo Martono.
5. Jalan Ahmad Yani.
6. Target operasi lawan arus Jalan Raya Cikarang Cibarusa.

Satlantas Tangerang Selatan
1. Kendaraan lawan arus.
2 Jalan Benteng Betawi
3. Kendaraan kelebihan muatan.
4. Jalan Dewi Sartika dan Jalan Raya Serpong.

Satlantas Depok
1. Kendaraan lawan arus.
2. Jalan Raya Margonda Raya.
3. Kendaraan kelebihan muatan.
4. Jalan Arif Rahman Hakim.

Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok
1. Jalan Raya Pelabuhan, Pos 1, Pos 3, Pos 8, Pos 9, Baharu IV dan Samudera VI.
2. Jalan Banda.

Satlantas Bandara Soekarno Hatta
1. Kendaraan lawan arus.
2. Jalan Perimeter Selatan.
3. Jalan Perimeter Utara.

Sumber : Kanit Dikyasa Polres Jakarta Selatan

Dinas Bina Marga Berencana Bangun Tiga Flyover Tahun Depan

Dinas Bina Marga DKI Jakarta berencana membangun tiga flyover dan satu underpass tahun depan.

Rencana pembangunan proyek tersebut telah diusulkan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan, pembangunan flyover dan underpass ini diusulkan untuk mengurai kemacetan di kawasan Tanjung Barat dan Lenteng Agung Jakarta Selatan, Cakung Jakarta Timur dan Senen Jakarta Pusat.

Ia menyebutkan, untuk pembangunan Flyover Lenteng Agung, pihaknya mengajukan anggaran sekitar Rp 136,2 miliar, Flyover Tanjung Barat Rp 140,8 miliar dan Flyover Cakung Rp 112,1 miliar. Sementara anggaran yang diusulkan untuk pembangunan Underpass Senen Rp 121,2 miliar.

Sumber : www.bensradio.com

Disdik Gencarkan Sosialisasi Program Simpel

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta bersama para komunitas pecinta lingkungan menggencarkan sosialisasi program Simpanan Pelajar (Simpel) kepada siswa-siswi di Ibukota.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat mengatakan, Simpel ini merupakan program menabung sampah. Dalam pelaksanaannya, sampah  yang telah dibuang ini dimanfaatkan sebagai tabungan siswa untuk menggunakan transportasi umum.

Ia menyebutkan, saat ini pihaknya telah membagikan sekitar 6.000 kartu Jak Lingko kepada para pelajar. Di 2020, kartu tersebut kembali akan dibagikan bersama dengan PT Transjakarta.

Sumber : www.beritajakarta.id

11 JPO akan Direvitalisasi Tahun Depan

Dinas Bina Marga DKI Jakarta berencana merevitalisasi 11 jembatan penyeberangan orang (JPO) pada tahun depan. Saat ini usulan pembangunan 11 JPO ini telah masuk dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan, revitalisasi JPO ini merupakan salah satu Kegiatan Strategis Daerah (KSD) yang direncanakan dibangun pada tahun depan. Dalam KUA-PPAS 2020, pihaknya mengajukan anggaran Rp 110 miliar untuk pembangunan 11 JPO.

Ia menjelaskan, 11 JPO ini nantinya dilengkapi lift di kedua sisi untuk memudahkan masyarakat dan penyandang disabilitas saat menyeberang jalan. JPO juga dibangun dengan desain artistik serta terdapat kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV).

Sekedar diketahui, 11 JPO yang akan direvitalisasi pada 2020 mendatang meliputi JPO Kyai Caringin (RSUD Tarakan Busway), JPO Suryopranoto (Petojo Busway), JPO Pos (Pasar Baru Busway), JPO Daan Mogot (Rumah Duka Abadi), JPO Saharjo (Menteng Pulo) dan JPO Warung Jati Barat (Masjid Assalafiyah).

Kemudian JPO Warung Jati Barat (Pejaten Village), JPO Jalan Raya Pasar Minggu (Tanjung Barat), JPO Lenteng Agung, JPO Fatmawati (RSUP Fatmawati), serta JPO Sugiono (Masjid Al Abidin).

Sumber : www.beritajakarta.id

Pemprov DKI Kampanyekan Kendaraan Listrik Bebas Emisi

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membuka secara resmi kegiatan karnaval kendaraan listrik “Jakarta Langit Biru 2019” dengan kolaborasi bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di kawasan Bundaran Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (27/10).

Berbagai jenis kendaraan listrik, mulai dari skuter, sepeda, motor, becak, bajaj, mobil, taksi, dan bus, memeriahkan Jakarta Langit Biru 2019 yang mengambil rute pulang-pergi dari Bundaran Senayan menuju Bundaran Hotel Indonesia dan menempuh jarak ± 10 km dengan durasi ± 50 menit.

Anies menjabarkan terdapat tiga kebijakan utama Pemprov DKI Jakarta untuk mendorong penggunaan kendaraan bebas emisi di Jakarta. Pertama adalah pembangunan jalur sepeda dan kampanye sepeda sebagai alat transportasi jarak dekat. Kemudian berikutnya adalah integrasi transportasi umum yang berdampak pada turunnya peringkat kemacetan Jakarta dan peningkatan penumpang kendaraan umum sebanyak dua kali lipat selama dua tahun terakhir.

Adapun kebijakan ketiga yang akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta adalah pembebasan bea pajak balik nama untuk kendaraan-kendaraan bermotor berbasis listrik, baik roda dua maupun roda empat.

Anies menjelaskan, kategori barang mewah bagi kendaraan listrik menyebabkan usaha konversi kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan ramah lingkungan itu menjadi sulit dilakukan. Kategori barang mewah menyebabkan bea pajak yang cukup tinggi dan berimbas pada harga kendaraan listrik yang sulit dijangkau masyarakat secara luas.

Melalui kegiatan Jakarta Langit Biru 2019, Anies juga turut mengampanyekan penyelenggaraan Formula E yang akan berlangsung di Jakarta tahun depan.

Kegiatan Karnaval Langit Biru Jakarta 2019 mendapatkan penghargaan rekor MURI untuk kategori “Karnaval Kendaraan Listrik Jenis Terbanyak” yang diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta dan PLN.

Sumber : www.beritajakarta.id

Lepas Sambut Menko PMK: Selamat Datang Pak Muhadjir : Selamat Jalan Ibu Puan

Sehari setelah diumumkan dan dilantik sebagai Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI untuk periode 2019 – 2024, Menko PMK, Muhadjir Effendy diterima secara resmi oleh Menko PMK periode sebelumnya (2014 – 2019) Puan Maharani. Acara lepas sambut yang dihadiri oleh jajaran pejabat dan segenap karyawan di lingkungan Kemenko PMK ini berlangsung di Aula Heritage, gedung Kemenko PMK, Jakarta, Kamis siang. Turut hadir dalam acara ini Mensos, Juliari Batubara; segenap anggota DPR RI; dan para awak media.

Acara lepas sambut ini diawali dengan tayangan video lima tahun masa kerja Puan Maharani semasa menjabat Menko PMK periode 2014 – 2019 hingga akhirnya mengundurkan diri untuk duduk sebagai Ketua DPR RI. “Ibu (Puan Maharani—red) sudah meletakkan pondasi penting bagi Kami di Kemenko PMK. Lima tahun memang terasa begitu cepat. Sesuai pesan Ibu pertama kali datang ke Kemenko PMK di tahun 2014 lalu, Kita ini keluarga besar dan selagi terus bekerja sama, bergotong royong, tentu tidak ada pekerjaan besar yang terasa berat. Ibu sudah buktikan itu kepada Kami,” kata Perwakilan karyawan Kemenko PMK yang juga Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Agus Sartono. “Terima kasih untuk semua bimbingan Ibu dan akan menjadi ‘legacy’ yang berarti bagi Kami dalam meneruskan apa yang sudah Ibu tinggalkan ini menjadi lebih baik lagi.

Usai sambutan, Agus lalu menyerahkan kenang-kenangan dari Kemenko PMK kepada Puan Maharani. Ketua DPR RI ini lalu menyampaikan sambutan singkatnya. “Pak Muhadjir sebagai Menko PMK yang baru, Saya harap dapat meneruskan apa yang sudah Kami kerjakan di Kemenko PMK semasa saya memimpin. Tantangan ke depan tentu lebih berat karena prioritas pembangunan adalah sumber daya manusia Indonesia yang maju dan unggul. Prioritas ini seluruhnya menjadi kerja koordinasi dan sinkronisasi Kemenko PMK,” kata Puan lagi. “Kita semua perlu ingat bahwa Kemenko PMK akan jadi tulang punggung prioritas pembangunan SDM ini. Semoga kinerja yang sudah baik dapat terus berlanjut dan yang mendatang bisa dapat lebih baik lagi,” tutup Puan mengakhiri sambutannya

Menko PMK, Muhadjir Effendy yang kemudian mendapatkan buku laporan capaian lima tahun Kemenko PMK periode 2014 – 2019 lalu menyampaikan sambutannya. “Tidak akan banyak perubahan di Kemenko PMK, Saya hanya akan meneruskan dan melanjutkan budaya kebersamaan dan gotong royong yang sudah sangat baik di sini. Tugas Kita bersama juga untuk memelihara keberagaman yang ada,” katanya. Acara lepas sambut lalu ditutup dengan foto bersama dan wawancara media.

Sumber : KEMENKOPMK – Aldin

Pemkot Jakbar Minta FKDM Bantu Deteksi Potensi Banjir

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat meminta anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) ikut aktif membantu mendeteksi potensi bencana banjir di wilayahnya.

Mengingat, mulai November 2019, intensitas curah hujan diperkirakan akan tinggi.

Pelaksana harian (Plh) Wali Kota Jakarta Barat, M.Zen mengatakan, tingginya curah hujan bisa menimbulkan bencana banjir di suatu wilayah. Karena itu FKDM diharapkan mampu mendeteksi dini wilayah yang berpotensi rawan banjir.

M Zen juga mengingatkan kembali kepada tugas pokok dan fungsi FKDM dalam mendeteksi dini segala potensi gangguan. Bila terjadi indikasi yang menimbulkan gejala tidak baik, mereka diminta segera berkoordinasi dengan lintas sektor. Sehingga beebagai bentuk gangguan keamanan secepatnya dapat teratasi.

Sumber : www.beritajakarta.id

Rekontekstualisasi Mitos di Era Digital

Abang none, Pemajuan Undang Undang Kebudayaan No 5 tahun 2017 membuat semua stakeholder pemangku kepentingan hingga satuan pendidikan bergerak untuk memajukan kebudayaan nasional indonesia menjadi tanggung jawab semua pihak, salah satunya dengan terus melestarikan dan mengembangkan pendidikan Seni lukis anak bangsa, Maka Museum Basoeki Abdullah yang merupakan UPT Kementrian pendidikan dan kebudayaan dibawah naungan Direktorat Jendral kebudayaan terus menggelar banyak kegiatan dengan tujuan Pendidikan dan pembelajaran melalui Pola pelatihan, Lomba sampai Seminar bagi para pecinta seni Lukis, apalagi buat kalangan Millenial.

Dan pada Selasa 22 Oktober 2019 Museum Basoeki Abdullah menyelenggarakan acara seminar dengan tema ‘Rekontekstualisasi Mitos Di Era Digital’. Seminar yang berlangsung di Museum Basoeki Abdullah Cilandak Barat Jakarta Selatan ini, dihadiri oleh Aprina Murwanti, Head of Education and Public Programs Museum Macan (Modern and Contemporary Art in Nusantara), Rhino Ariefiansyah, Dosen Antropologi Sosial Universitas Indonesia, Dan Dr. Restu Gunawan, Direktur Kesenian Kemdikbud dengan moderator Imam Muhtarom, Sastrawan.

Kepala Museum Baseoki Abdullah, Mpok Maeva Salmah bilang, Seminar bertema ‘Rekontekstualisasi Mitos Di Era Digital’ adalah kegiatan pendukungan dalam rangka pameran hasil Kompetisi Basoeki Abdullah Art Award (BAAA) #3. Acara pameran Re-Mitologosasi karya 40 perupa milenial yang masuk dalam nominator di BAAA ke 3 ini, juga akan diselenggarakan hingga tanggal 25 oktober ini, Mpok Maeva bilang :”Nyok kite masih bisa lhat pemeran Re-Mitologisasi di Museum Basoeki Abdullah, keren pokoknya, apalagi semua karya anak bangsa millenial dengan Potensi terbaik yang sudah terseleksi di BAAA-3 ini sebagai generasi penerus mendiang Pelukis Basoeki Abdullah”.

Tema ‘Rekontekstualisasi Mitos Di Era Digital’ adalah untuk mengetahui kekinian dari Mitos ini di era digital saat ini bagi para perupa khususnya peserta yang hadir.

Mpok Maeva nambain, Kegiatan pameran Re-Mitologisasi dan Seminar ini adalah juga dalam rangka Pekan Kebudayaan Nasional (PKN 2019) yang juga pada Minggu lalu dilaksanakan di istrora senayan, dimana Museum Baseoki Abdullah juga menggelar lomba melukis tingkat SMP sejabodetabek dengan peserta sebanyak 160an orang. Sementara entu, Terkait dengan Hari museum Indonesia yang jatuh di oktober 2019 ini, dengan bertempat di Kota Tua Jakarta Pusat, Museum Basoeki Abdullah lanjut maeva, juga menggelar workshop untuk tingkat SMA se-jabodetabek dengan antusias luar biasa, bahkan partisipasi diikuti 126 sekolah SMA sederajat di Propinsi dki . Mpok Maeva Salmah berharap kedepannya Museum Basoeki Abdullah ini lebih banyak di makmurkan oleh para pengunjungnya, dan semakin dekat dicintai oleh masyarakat.

Sementara, bang Imam Muhtarom – Sastrawan, juga merespon positip dengan tema lukisan yang di-garap mendiang pelukis Basoeki Abdullah semasa hidupnya, bahkan sampe saat ini dengan tema mitos masih dapat diterima masyarakat, dengan merekontekstualisasikan dan mengambil manfaat serta makna yang baik, sehingga mendapat tempat di hati masyarakat atau kaum millenial yang akhirnya dapat mengerti seni Lukis tersebut dan karyanya juga dapat dinikmati saat ini.

Sumber : Aldin – Dirjen Budaya Kemendikbud RI