Youtap Indonesia Resmi Beroperasi dan Mengajak Semua Pelaku Usaha Indonesia Memulai #LangkahDigital

Youtap Indonesia, perusahaan teknologi digital pertama yang memfokuskan layanannya untuk membantu kebutuhan pelaku usaha, hari ini resmi mengumumkan kehadirannya di Indonesia. Melalui platform digital dengan teknologi termutakhir, Youtap Indonesia menawarkan berbagai inovasi untuk efisiensi, efektivitas dan produktivitas yang akan membantu operasional dan pengembangan bisnis, baik untuk pelaku usaha besar seperti korporasi maupun merchant kecil UMKM seperti warung dan toko kelontong. 

Layanan dan teknologi yang diberikan Youtap sangat lengkap dan terintegrasi, dimulai dari teknologi penerimaan pembayaran baik tunai maupun non-tunai, layanan kasir, pengelolaan inventori, laporan dan analisa penjualan, customer loyalty hingga insights. Transaksi akan tercatat dengan rapi sehingga pelaku usaha dapat melacak pemasukan dan pengeluaran dengan mudah, ditambah informasi detail seperti jumlah transaksi, waktu, produk atau layanan yang paling diminati dapat dijadikan dasar untuk merancang rencana bisnis kedepannya. Selain menyediakan teknologi berbasis platform dan aplikasi, Youtap juga memberikan pelayanan secara menyeluruh dengan mendampingi semua merchant-nya untuk dapat dengan mudah menggunakan teknologi tersebut dan memanfaatkan data yang terekam, sehingga bukan hanya pengalaman bisnis saja yang mereka dapatkan tetapi juga pemahaman bisnis yang lebih baik.

Herman Suharto, Chief Executive Officer (CEO) Youtap Indonesia, dalam acara peresmian Youtap Indonesia di Jakarta mengatakan “Dalam 5 tahun ke depan, pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan akan ditopang oleh ekonomi digital. Semua pihak baik itu pemerintah dan industri berusaha untuk memberdayakan berbagai sektor usaha melalui transformasi digital. Untuk itu, Youtap hadir dengan kemudahannya dalam menawarkan solusi bisnis secara menyeluruh dan fokus untuk membantu pelaku usaha dalam setiap layanan dan teknologi terintegrasi yang diberikan. Bukan hanya itu, pendampingan yang kami lakukan akan turut meningkatkan inklusi digital termasuk literasi keuangan digital terutama bagi pelaku usaha kecil.” Dengan penetrasi digital saat ini dan proyeksi 5 tahun mendatang, World Market Monitor memproyeksikan ekonomi digital akan menyumbang 9.5% PDB Indonesia pada 2025. 

Layanan Youtap saat ini sudah diujicobakan dan diimplementasikan mulai dari pelaku usaha (merchant) skala besar sampai ke skala mikro. Pondasi teknologi yang kuat, menjadi alasan kolaborasi antara Youtap dengan mitra strategis, sehingga tak heran dalam kurun waktu yang singkat, Youtap Indonesia yang lahir melalui kerjasama antara Salim Grup dan Youtap Global, juga telah berhasil memenangkan kepercayaan dari jaringan bisnis besar seperti McDonald’s, LinkAja, DANA dan ShopeePay. Kedepannya, Youtap Indonesia berkomitmen untuk tidak berhenti berinovasi agar mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha di Indonesia.

Melalui #LangkahDigital Youtap dorong pelaku usaha, khususnya UMKM.

Sumber : Youtap Indonesia – AZ

PT MRT Sediakan Parkir Kendaraan Bagi Penyandang Disabilitas

PT MRT Jakarta (Perseroda) menyediakan area parkir khusus kendaraan bagi penyandang disabilitas pengguna kursi roda. Ini merupakan bukti nyata kepedulian PT MRT Jakarta terhadap penyandang disabilitas.

Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Muhammad Effendi mengatakan, parkir khusus tersebut sementara baru ada di Stasiun Lebak Bulus. Ke depan, seluruh stasiun MRT akan diupayakan fasilitas serupa.



“Lokasinya di samping elevator Exit C stasiun di depan Gereja GKJ Nehemia. Area parkir khusus tersebut dapat menampung 5-6 kendaraan motor khusus dan dijaga oleh petugas keamanan,” ujar Effendi, Jumat (21/2).



Dari area parkir ini, pengguna kursi roda dapat melanjutkan perjalanan menuju elevator yang berjarak sekitar 60 meter.

Sumber : www.beritajakarta.id

Tetap Berjuang, Yuka Tamada Berhasil Membuat Anak-Anak Penyintas Kanker Tertawa Riang

Memperingati Hari Kanker Anak Sedunia yang jatuh tiap tanggal 15 Februari, Gerakan Sosial Mulai Dari Kita bekerjasama dengan Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) dan RS Mayapada mengadakan acara bertajuk World Childhood Cancer Day” pada hari Sabtu, 15 Februari 2020, di RS Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Bersama dengan anak-anak penyintas kanker dan para orang tua yang berasal dari keluarga kurang mampu, kegiatan dilaksanakan sejak pukul 10:00 – 12:00 WIB. Hampir semua anak-anak yang datang terlihat ceria seperti anak-anak pada umumnya meskipun mereka memiliki penyakit serius. Tak ada raut sedih dan sakit di wajah anak-anak tersebut, meskipun diketahui bahwa banyak dari mereka yang baru saja menjalani Kemoterapi sehari sebelum acara diselenggarakan.

Dibuka dengan beberapa sambutan pihak terkait, Ditha Anestya, selaku founder Gerakan Sosial Mulai Dari Kita pun ikut memberi sambutan dan berbicara mengenai keterlibatan Mulai Dari Kita pada acara Hari Kanker Anak Sedunia. Dengan raut wajah sedih, Ditha Anestya bercerita bahwa buah hatinya juga pernah menjadi anak penyintas kanker ganas, saat usianya masih 3 tahun. Memberikan semangat kepada seluruh peserta kegiatan, Ditha Anestya melanjutkan bahwa kini anaknya sudah dinyatakan sembuh dan ia yakin, bahwa anak-anak di sana juga bisa memiliki kesempatan yang sama, yakni untuk terbebas dari kanker.

Selesai semua sambutan, orang tua dan anak kemudian sengaja dipisah ruangan untuk menjalankan kegiatan masing-masing. Orang tua akan menjalani seminar dengan dr. Herlina, SpA salah satu dokter spesialis anak yang bekerja di RS Mayapada, membahas mengenai bagaimana cara menjaga sistem imun pada anak penyintas kanker agar tidak mudah terserang penyakit. Selain itu, Ditha Anestya juga turut serta sebagai narasumber pada saat sharing session.

Sementara anak-anak, menjalankan beberapa kegiatan hiburan. Kegiatan pertama untuk anak, dipersembahkan oleh Kokuro, seni melipat kertas dari jepang. Melatih kreatifitas, anak-anak diajarkan berkarya dengan membuat boneka beruang kecil yang berasal dari beberapa gulungan kertas. Tidak sendirian, anak-anak dibantu oleh beberapa volunteer seperti halnya TemanKita sebutan untuk volunteer Mulai Dari Kita. Cia Wardhana, salah seorang Public Figure & Influencer  juga ikut serta menjadi volunteer pada hari itu. Cia tampak beberapa kali menahan air matanya, karena merasa iba dengan anak-anak penyintas kanker yang menjadi peserta. Semangat mereka sungguh luar biasa, ujar Cia penuh haru.

Selepas Kokuro, acara kembali dilanjutkan dengan hiburan sulap dari Make Me Power yang membuat anak-anak tertawa riang. Beberapa dari mereka bahkan berani maju ke panggung untuk ikut melakukan atraksi sulap.

Memasuki acara inti, Yuka Tamada ikut menyumbangkan suaranya menghibur anak-anak penyintas kanker bersama dengan para orang tua yang sudah kembali bergabung. Membawakan beberapa lagu, Yuka Tamada juga menyanyikan lagu anak yang membuat semua anak ikut bernyanyi riang dan terkekeh melihat tingkah konyol Yuka Tamada di atas panggung. Suasana terlihat begitu akrab dan hangat ketika Yuka mulai bernyanyi diselingi candaan jenakanya pada anak-anak. Salah seorang anak pun ikut menyanyikan lagu Cicak Di Dinding bersama Yuka Tamada di atas panggung.

Tepat pukul 12:00 WIB, acara akhirnya ditutup dengan persembahan dari beberapa anak penyintas kanker yang menyanyikan beberapa lagu seperti lagu Jangan Menyerah – D’Masiv & Manusia Kuat – Tulus. Beberapa orang tua mulai tak kuasa menahan tangisnya. Begitu juga dengan beberapa volunteeryang ikut. Semuanya larut dalam rasa sedih dan haru.

Dengan adanya kegiatan ini, tim Mulai Dari Kita berharap akan mampu menumbuhkan rasa simpati bagi banyak orang untuk bisa turut serta membantu tidak hanya secara materi, namun juga semangat untuk mereka para penyintas kanker.

Sumber : www.mulaidarikita.com

Lima Pasar di Jaksel Dipastikan Aman dari Bahan Berbahaya

Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan memastikan produk pangan yang dijual di lima pasar di wilayahnya aman dari bahan berbahaya.

Lima pasar tersebut terdiri dari Pasar Minggu, Pasar Lenteng Agung, Pasar Warung Buncit, Pasar Cidodol dan pasar swalayan di Cilandak

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, Hasudungan mengatakan, kepastian keamanan pangan di lima pasar ini berdasarkan hasil pemeriksaan pada Selasa (18/2) kemarin. Produk pangan yang diperiksa meliputi pertanian, peternakan dan perikanan.

Ia mengungkapkan, total sampel pangan yang diperiksa di lima pasar tersebut ada 341 jenis dengan rincian 184 sampel pertanian, 44 sampel peternakan, dan 113 sampel perikanan.

Menurut Hasudungan, parameter uji bahan pangan produk pertanian yang digunakan uji pestisida. Sementara uji formalin digunakan untuk produk perikanan dan peternakan.

Sumber : www.beritajakarta.id

Tahun 2020 Jakarta Targetkan Bebas HIV AIDS

Sumber Foto : www.cendananews.com

DKI Jakarta menargetkan terbebas dari Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) pada 2030. “Ya, target besarnya seperti itu,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam keterangan resminya, seperti yang dikutip dari  Antara di Jakarta, Rabu (12/2).

Untuk mencapai target itu dilakukan sejumlah kegiatan yang melibatkan pihak terkait, seperti Jakarta Memanggil serta implementasi Peraturan Daerah Nomor 5/2008 tentang Penanggulangan AIDS dan Pembiayaan Program. Peluncuran Jakarta Memanggil dilakukan sehari sebelumnya, Selasa (11/2) di Auditorium Abdurahman Saleh RRI, Jakarta.

DKI Jakarta merupakan empat besar provinsi dengan jumlah kasus HIV dan AIDS terbanyak di Indonesia bersama Papua, Bali dan Jawa Timur. Estimasi Kementerian Kesehatan menyatakan ada 109.676 ODHA (Orang dengan HIV AIDS) di Jakarta.

Dalam mengatasi permasalahan HIV-AIDS di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menginisiasi beberapa komitmen, antara lain dalam bentuk regulasi dengan menerbitkan Perda Nomor 5/2008 tentang Penanggulangan AIDS dan Pembiayaan Program. Selain itu, ada juga komitmen menyediakan fasilitas layanan kesehatan berupa tes HIV, pengobatan HIV dan pemantauan keberhasilan pengobatan serta komitmen untuk terus melakukan inovasi program.

Bahkan sejak Januari 2019, DKI Jakarta juga telah meluncurkan “Jak Track” yang telah digunakan oleh lebih dari 70 Puskesmas (kecamatan dan kelurahan), klinik swasta dan rumah sakit di DKI Jakarta. Selama Januari-September 2019, dengan Reservasi Daring yang telah diterapkan di 35 Puskesmas dan RSUD di Jakarta, terdapat 2.910 permohonan tes HIV (booking test) yang dibuat. Lebih dari 500 klien telah merasakan mudahnya akses ke layanan HIV melalui fasilitas ini.

Karena itu, Widyastuti mengapresiasi dukungan dan bantuan teknis USAID/LINKAGES yang telah menginisiasi Jakarta Memanggil yang merupakan sebuah gamifikasi yang bertujuan mengajak seluruh petugas kesehatan. Terutama petugas Puskesmas dan klinik untuk melakukan aksi-aksi percepatan penanggulangan HIV/AIDS yang terencana dan terpadu.

Sumber : www.republika.co.id

Melalui Program Musik Para Musisi Serukan Jauhi Narkoba

Program musik reguler kerjasama antara Deteksi production dan Hotel Grand Kemang Jakarta dengan menyerukan “Jauhi Narkoba” menampilkan para musisi untuk perform yang di laksanakan setiap malam minggu di Hotel Grand Kemang Jakarta.

Harry ‘Koko’ Santoso, CEO Deteksi Production mengatakan “Kita akan ngajak temen – temen yang punya keperdulian dengan Indonesia jauh dari narkoba dengan Konsep sederhana melalui musik.
Makanya tema musik nya “Jauhi Narkoba”. Akan hadir setiap Sabtu ,kita selalu mencoba undang para musisi yang perduli untuk jauhi narkoba. Kamipun berharap akan ada terus untuk tampil di sini, setiap malam minggu dalam menyerukan gerakan Jauhi Narkoba, sebagai gerakan kecil yang nanti nya saya berharap pesan ini disampaikan sampai pada semua golongan masyarakat.
Untuk hari Sabtu (7/2/2020) tampil tiga musisi yang salah satunya tergabung dalam band 9 Lives,  Sondi Ardian (gitaris) dan Rendy Saputra pada vokal serta Abet.
“Sekarang ini, kalau saya perhatikan anak band modern jaman sekarang sudah jauh dari narkoba. Beda dengan tahun 90-an memang banyak musisi banyak yang pakai narkoba. Tapi memang narkoba itu sebenarnya kan obat,  cuma disalah gunakan. Contoh Michael Jackson,  kita tidak tahu apa alasan dibaliknya dia pakai heroin karena apa?. Lebih disalah gunakan sebenarnya,” ujar Randy vokalis Nine Lives Yang merupakan Band Tribute Aerosmith. Kepada para awak media saat sebelum tampil di acara (7/2/2020).

Menurut Abet “Dijaman digital sekarang ini ber main musik itu lebih gampang mencari atau mengakaes musik tinggal cari dengan smart phone, dibandingkan dengan generasi tahun 90-an yang memang benar-benar membutuhkan skill dan kadang narkoba dijadikan sebagai alibi untuk mencari feel musik yang mereka mainkan”.
Bermain musik seperti ini, bagi mereka juga bukan sekedar memainkan musik untuk terlihat lebih keren,  tapi dengan tampil live seperti ini juga menjadi pembelajaran, baik tentang musik, performa dan juga skill dalam bermain. Secara intelektual, generasi sekarang memang semakin banyak orang yang bisa belajar musik secara otodidak hanya dengan mencarinya secara online.
“Sekarang ini seruannya lebih kepada para pemakainya, industrinya juga pasti ikut.  Kalau narkoba gak akan ada habisnya selama pemakainya juga ada,” ujar Sondi.
Selain mendukung program musik “Jauhi Narkoba”, ketiga musisi ini baik Sondi, Rendy dan juga Abet akan semakin sering menyerukan ajakan untuk menjauhi narkoba.  Mereka juga menunjukan jika bermusik tanpa narkoba itu asyik.
Program “Jauhi Narkoba” yang dijalankan setiap minggunya ini rencananya akan menghadirkan musisi dari negara tetangga seperti Singapore,  Malaysia,  dan Brunei Darussalam pada bulan Maret 2020 mendatang. 

Sumber : Deteksi Production

Likuid Meluncurkan Platform Pendanaan dan Investasi Alternatif Crowdfunding (urun dana) Untuk Industri Kreatif dan Gaya Hidup (creative & lifestyle)

Perusahaan finansial teknologi PT Likuid Dana Bersama (“Likuid”) resmi meluncurkan online platform pendanaan dan investasi crowdfunding (urun dana) yang Mengusung tema “Access Granted” yang bermakna “akses terbuka”, Likuid ingin memperkuat pertumbuhan industri kreatif dan gaya hidup (lifestyle) di Indonesia dengan membuka akses permodalan bagi pelaku usaha, serta akses investasi yang terjangkau bagi masyarakat.
Produk industri kreatif dan gaya hidup sangat dekat dengan masyarakat, seperti hiburan, kuliner, fashion, kecantikan, dan kesehatan. Inovasi produk dan pelaku usaha industri ini juga terus meningkat. Oleh karena itu, kami percaya bahwa untuk memperkuat industri ini diperlukan partisipasi masyarakat luas, tidak hanya sebagai konsumen namun juga sebagai investor. Untuk itulah Likuid berperan membuka akses permodalan bagi pelaku usaha dan akses investasi bagi masyarakat umum. Harapan kami, bisnis-bisnis industri kreatif menjadi lebih ramah dijangkau untuk semua kalangan, termasuk investor pemula” ujar Kenneth Tali ,CEO dan Founder Likuid kepada para awak media di jakarta (6/1/2020).
Likuid menghubungkan pelaku usaha (fundraiser) dan masyarakat pemodal (investor) melalui skema Project Financing dimana masyarakat dapat berinvestasi langsung kepada pemilik proyek dengan potensi imbal hasil 12% sampai dengan 20%.
Skema ini memungkinkan investor dapat berinvestasi secara kolektif (atau disebut dengan urun dana) dengan minimal pendanaan Rp 100,000. Ketentuan minimal dana investasi yang relatif rendah ini sekaligus menunjukkan upaya Likuid agar kesempatan investasi ini berlaku bagi semua kalangan masyarakat.
Likuid menargetkan dapat menyalurkan pendanaan sebesar 40 miliar di tahun 2020. Ada enam sektor bisnis yang menjadi sasaran Likuid, yaitu kuliner, hiburan (film, serial, dan konser), e-sports, kecantikan, kesehatan, dan startup. Di tahap awal ini, Likuid telah mempersiapkan empat proyek pendanaan perdana yang segera diluncurkan ke publik ujar Kenneth.
Likuid menargetkan dapat menjaring 2.500 pengguna dalam kurun waktu empat bulan setelah resmi meraih status terdaftar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini Likuid beroperasi dengan status tercatat di regulatory sandbox OJK sejak Juli 2019.
Saat ini, calon investor sudah dapat melakukan registrasi pada website Likuid (www.liku.id) dan mengetahui proyek pendanaan yang resmi dibuka. Likuid menargetkan calon investor sudah dapat mulai bertransaksi di website-nya dalam akhir bulan Februari ini.
Likuid turut memperkenalkan empat proyek pendanaan yang tengah disiapkan untuk publik. Proyek ini terdiri dua proyek pertama, yaitu Film Dealova 2 dari rumah produksi film dan karya visual PT Capo dei Capi (Capo dei Capi) dan Penempatan Iklan dari platform marketplace media iklan dan promosi PT ADX Asia Indonesia (ADX Asia), kemudian dua proyek lainnya yang sedang dalam tahap finalisasi kerjasama, yaitu Pembukaan Jaringan Baru Minuman “Gulu-Gulu” dari produsen makanan dan minuman PT Berjaya Sally Ceria (Sour Sally Group) dan Perhelatan Konser dan Pertandingan Olahraga skala Internasional dari penyedia jasa konsultasi dan promotor acara PT Stellar Indonesia (Stellar Indonesia).
Selain empat proyek di atas,Likuid menargetkan dapat mendanai hingga 50 proyek untuk tahun ini., Likuid berencana menggandeng sejumlah komunitas dan lembaga pemerintah yang bergerak di industri kreatif.

Sumber : PT Likuid Dana Bersama

Generasi Milenial Meningkat Menjadi Donatur di Dompet Dhuafa Di Era Digital

Selama 2019, Dompet Dhuafa berhasil menghimpun dana sebesar Rp. 378,58 Miliar melalui zakat, infak, infak terikat. kurban, donasi kemanusiaan, wakaf dan CSR. Sementara untuk penyaluran mencapai Rp. 353,07 Miliar melalui berbagai program di lima pilar tersebut. Yakni bergulir untuk pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, kemanusiaan, advokasi, pengembangan jaringan, Tebar Hewan Kurban (THK), Sosialisasi dan Operasional. Dengan catatan tingkat serapan penyaluran pada 2019 sebesar 93,26% atau kinerja penyaluran Dompet Dhuafa sangat efektif menurut rasio Allocation to Reoollection Zakat Core Principie.
Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa, drg. Imam Rulyawan MARS mengatakan dalam acara Pulblik Ekspose di sebuah cafe di daerah cikini (5/2/2020).
“Di Era digital salah satu yang mendongkrak peningkatan donatur di Dompet Dhuafa , dalam Platform digital yang kita kembangkan untuk menghimpun donasi atau wakaf untuk memudahkan kaum millenial ikut berdonasi. Untuk Anak anak Millenial itu suka dengan engagement, suka indepency. Jadi kami buat Dompet Dhuafa dalam Platform Digital, Donatur Generasi Mellineal Dompet Dhuafa Meningkat dan tanpa ada kepentingan politik apa pun. Dompet Dhuafa memastikan independen berdiri di semua golongan agar memberikan kenyamanan bagi anak-anak millenial”.
Keterlibatan Mellineal sebagai penyumbang donasi di Dompet Dhuafa, 58 % donatur adalah anak Mellineal yang berdonasi lewat Platform Digital Dompet Dhuafa. “Untuk periode 25 tahun kedua ini, kami harus terus berinovasi dalam beragam program dan layanan terbaik. Khususnya yang selaras dengan pencapaian target SDG’s. Mulai dari program bantuan langsung, layanan medis, bantuan hukum. beasiswa prestasi, respon sosial kemanusiaan hingga program bantuan dan pendampingan ekonomi untuk mengubah mustahik menjadi muzakki, ” ujar Nasyith Majidi selaku Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika.
Zaman teknologi yang semakin canggih, membawa perubahan demografi donatur. Pada 2019, tren dengan sistem pembayaran elektronik semakin besar. Maka berdampak pada tren sistem donasi, dilihat dari info gratis kanal donasi yang paling diminati oleh donatur yaitu banking channel 48.2% diikuti e-commerce 16,8%, digital payment 21,4% dan stand counter 13,6%. Rata-rata pertumbuhan donatur dalam 3 tahun terakhir tercatat sebesar 54,25%.
Di acara Public Exposure 2020, ini Dompet Dhuafa juga melaksanakan penandatanganan MOU dengan Tanamduit.co.id dan Fashion Rhapsody. Kerjasama untuk tersebut tentunnya untuk penggalangan donasi. Mengingat semakin banyaknya kolaborasi kebaikan, semakin banyak pula yang terbantu dan terberdayakan.
Tak hanya di dalam negeri saja, kiprah Dompet Dhuafa di kancah Internasional mengalir melalui Tebar Hewan Kurban di wilayah krisis kemanusiaan (Palestina, Vietnam, Myanmar dan Kamboja). Kemudian juga ada bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Mindanau, Filipina. Saluran donasi juga merambah pada penyelenggaraan kesetaraan kejar paket B dan C untuk Buruh Migrant Indonesia.

Sumber : Dompet Dhuafa – KM

BNPB Berikan Apresiasi Kepada Media dan BUMN Atas Sinergitas Kolaborasi Penanggulangan Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan apresiasi kepada media massa dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atas kolaborasi dan sinergi penanggulangan bencana di Indonesia. Penyerahan apresiasi tersebut dilakukan dalam dalam dua tahap, yang pertama para Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) di Sentul International Convention Centre, Sentul, Bogor, Senin (4/2) dan penghargaan tahap ke dua diserahkan di sela acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) BNPB yang ke-12 di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (5/2).

Media massa dan BUMN memiliki peran signifikan sesuai dengan kapasitasnya dalam penanggulangan bencana, baik pada fase pra, saat dan pascabencana. Contoh, media massa dengan jangkauan yang luas memberikan informasi terkait potret suatu wilayah dengan potensi ancaman bahayanya kepada publik sehingga mereka mengetahui dan memahami. Media massa mampu untuk menyampaikan dan mengemas pesan dengan bahasa yang sederhana. Di samping itu, BNPB mengharapkan publik dapat menumbuhkan literasi kebencanaan melalui media massa. Di pihak lain, BUMN melalui BUMN Peduli membantu masyarakat terdampak banjir di Jabodetabek pada awal Januari lalu.

Konteks ini yang kemudian diangkat BNPB menjadi tema besar Rakornas PB tahun 2020 yang dihadiri oleh 13.000 peserta, yaitu “Penanggulangan Bencana Urusan Bersama.” Kepala BNPB Doni Monardo menekankan bahwa kita perlu menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap penanggulangan bencana. Pemahaman kebencanaan tidak hanya disampaikan sejak usia dini tetapi juga keterlibatan aktif dari setiap individu dalam penanggulangan bencana itu sendiri.

BNPB sangat menekankan pada pendekatan pentaheliks dalam bencana mengingat tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah. Kolaborasi multipihak atau pentaheliks, yaitu pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media massa, menjadikan penanggulangan bencana akan berlangsung efektif dan efisien.

Hal senada juga disampaikan Presiden Joko Widodo saat ia memberikan instruksi pendekatan pentaheliks penanggulangan bencana dihadapan ribuan peserta Rakornas PB pada Selasa lalu (4/2).

“Ketiga, penanggulangan bencana harus dilaksanakan dengan pendekatan kolaboratif, ‘Pentahelix’ yaitu kolaborasi antara unsur pemerintah, akademisi dan peneliti, dunia usaha, masyarakat, serta dukungan media massa untuk dapat menyampaikan pemberitaan kepada publik,” kata Presiden Jokowi.

Adapun deretan media massa yang menerima penghargaan tersebut meliputi:

Media Cetak: Kompas, Media Indonesia, Pikiran Rakyat, Suara Pembaharuan dan Koran Jakarta

Media online: tribunnews.com, antaranews.com, republika.co.id, detik.com, kompas.com, dan liputan6.com, Okezone.com, Sindonews.com, Bisnis.com, Inews.id, cnnindonesia.com, Suara.com, Trubus.id, Merdeka.com, Tempo.co, Akurat.co, Medkom.id, Jawapos.com, suaramerdeka.com, kumparan.com, mongabay.com, idntimes.com, bbcindonesia.com, rmco.id.

Media TV: CNN Indonesia TV, Metro TV, Berita Satu TV, TVRI, TVOne, Kompas TV, MNC TV, iNEWS, DAAI TV, Jawa Pos TV, Antara TV, SCTV, Indosiar, TransTV, Trans7, NET TV.

Media Radio: RRI, Elshinta, Smart, Trijaya FM, Sonora FM, dan Bensradio.

Kemudian untuk penerima penghargaan untuk BUMN meliputi BRI, BNI, Mandiri, ASDP, Bulog, PLN Peduli, Artha Graha Peduli, Mayapada, Maipark, ALFI, Indofood, Telkom dan Telkomsel.

Selain itu, BNPB juga memberikan apresiasi kepada BPBD, kementerian/Lembaga, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakat dan insan kemanusiaan atas kontribusi dan keterlibatan aktif dalam penanggulangan bencana di Indonesia.

Sumber : Agus Wibowo (Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB)

Warga Pluit Usulkan Pembangunan Rumah Pompa

Warga Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara mengusulkan pembangunan rumah pompa dan penataan saluran di Jalan Pluit Karang Barat Raya. Hal tersebut diusulkan untuk mengatasi genangan di kawasan RW 01, 02, 11, 13, 18 dan RW 21.

Lurah Pluit, Rosiwan mengatakan, kawasan permukiman warga di enam RW ini belakangan kerap tergenang saat hujan deras. Kondisi itu terjadi karena letak geografis kawasan tersebut lebih rendah dari muka laut.

Dikatakan Rosiwan, karena kondisinya demikian, air dari saluran mikro antre saat menuju waduk lantaran tidak memadai menampung debit air dari enam lingkungan RW. Selama ini, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara telah berupaya mempercepat proses pembuangan air dengan menempatkan 12 unit pompa portable.

Ia melanjutkan, secara teknis, rumah pompa yang diusulkan warga diperuntukan untuk menampung aliran air dari saluran mikro di RW 01, 11 dan RW 21. Sedangkan Waduk Muara Angke akan menampung aliran air dari RW 02, 13 dan RW 18 saja.

Sumber : www.beritajakarta.id