Menjadi Pemimpin, Haruslah Berkarakter

Setiap pribadi kita adalah calon pemimpin, baik bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain atau organisasi. Menjadi pemimpin tanpa bekal yang siap bagaikan berlayar tanpa kompas atau membuat kita terobang-ambing yang akhirnya terkena badai, atau orang bijak bilang keberhasilan suatu kaum adalah karna pemimpinnya.
Bagaimana pemimpin yang baik itu ? Hal ini mencuat dalam diskusi pada seminar nasional ke 13 Sekolah tinggi ilmu Pemerintahan abdi Negara – STIPAN yang mengangkat Tema : “Membangun kualitas dan Karakter Pemimpin Pemerintahan sebagai Pamong Bhinneka Tunggal Ika “ di gedung Kautaman TMII Jakarta Timur Rabu 20 September 2017, Dr HM Prof Feisal Tamin selaku ketua Pembina Yayasan Pendidikan Abdi Negara Nusantara yang juga pengamat ilmu pemerintahan kepada Pers, ketika ditanya soal karakter pemimpin, apakah negara kita sudah memiliki karakter pemimpin yang baik ? Feisal Tamin merasa miris, sedih dan kecewa, mengingat banyak pejabat dan pemimpin negeri ini yang terjerat Korupsi bahkan terciduk Operasi Tangkap Tangan / OTT KPK, hal ini menandakan orang tersebut ingin menjadi pemimpi bukan pemimpin, sehingga dengan menyalahgunakan jabatan dan ambisi untuk kepentingan partai atau kelompoknya juga kepentingan dirinya sendiri, akhirnya acuh alias cuek pada kepentingan rakyat, hal ini jelas tidaklah sesuai dengan karakter jati diri bangsa yang bermartabat sesuai Pancasila dan bhinneka tunggal ika .
Sementara itu Ketua Pengurus YPANN Indra Djati Sidi PhD dalam sambutannya menyatakan Negara kita sudah memiliki Presiden, Pemimpin Lembaga-lembaga Negara, Para Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota, Camat, Kepala desa/Kepala Kelurahan dan lain sebagainya,  akan tetapi kita belum punya pemimpin yang berkualitas dan berkarakter kepemimpinan (Leadership) yang sesungguhnya, karnanya seminar Nasional ke 13 STIPAN  Sekolah tinggi ilmu Pemerintahan abdi Negara ini akan mengkaji dan membahas 3 topik atau sub tema :
Pertama, Model Kepemimpinan pemerintahan sebagai pamong bhinneka tunggal ika.
Kedua, strategi membangun kualitas dan karakter pemimpin pemerintahan sebagai pamong Bhinneka Tunggal Ika.
Ketiga, Garis besar dasar ketrampilan Pamong Bhinneka Tunggal ika.
Seminar Nasional yang dihadiri para mahasiswa-mahasiswi STIPAN ini juga mendatangkan para tokoh pemimpin daerah dan Provinsi yang juga memberi pembekalan seperti Walikota Depok HM Idris Somad, Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow Msi, Hadir pula rektor IPDN dan Pembina YPANN Drs Ermaya Suradinata, Ketua STIPAN Prof Dr Tjahya Supriyatna SU dan Ketua Pengurus YPANN Indra Djati Sidi PhD, dan Moderator Chacha Annisa Ritonga S.sos yang juga Dosen STIPAN.
Dr HM Feisal Tamin juga berharap, seminar nasional ke 13 Sekolah tinggi ilmu Pemerintahan abdi Negara – STIPAN ini merupakan sebuah upaya menghimpun pemikiran pemikiran atau masukan yang benar melalui ilmu pemerintahan,  dan disumbangkan kepada Negara ini atau Para Pemimpin Pemerintahan sebagai bagian ikut memajukan kepentingan bangsa dengan mencetak kader-kader pemimpin yang berkarakter Pancasila dan Bhinneka tunggal ika.
Sumber : Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara

103 Warga Kwitang Dibuatkan SKDS

             Sumber Foto : Kornelius Ginting

Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Pusat menggelar bina kependudukan (binduk) di RW 04 dan 05 Kelurahan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (19/9) malam. Sebanyak 87 petugas gabungan dikerahkan untuk mendatangi rumah kontrakan dan kos-kosan.

Remon Mastadian, Kepala Sudin Dukcapil Jakarta Pusat mengatakan dirinya menjumpai 369 warga. Dan yang dibuatkan SKDS sebanyak 103 warga.

Remon mengatakan, binduk ini merupakan pelayanan pemerintah terhadap warga agar tertib administrasi kependudukan.

Sumber : www.beritajakarta.id

Pengguna KJP Ditarget Bisa Belanja di Seluruh Outlet Jakmart

Seluruh outlet Jakmart segera dilengkapi dengan mesin electronic data capture (EDC). Tujuannya, agar pengguna Kartu Jakarta Pintar (KJP) bisa ikut berbelanja di Jakmart.

Asisten Manager Humas PD Pasar Jaya, Amanda Gita Dinanjar menuturkan, untuk saat ini baru Jakmart di Kantor Pusat Cikini yang bisa melayani pengguna KJP.

Amanda menambahkan, sistem EDC dari Bank DKI sudah bisa beroperasi di seluruh outlet Jakmart pada Oktober 2017.

Menurutnya, saat ini ada lima outlet Jakmart yang belum dilengkapi mesin EDC. Kelimanya yakni, Jakmart Pasar Otomotif Duren Sawit, Pasar Pramuka, Pasar Rawabening, Pasar Baru Metro Atom, dan Jakmart Pasar Asem Reges.

Sumber : www.beritajakarta.id

Dermaga Baru akan Dibangun di Kalibaru

Dermaga baru akan dibangun di kawasan Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Namun, realisasinya masih menunggu izin dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Keberadaan dermaga baru ini diperlukan untuk percepatan pembangunan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di pesisir utara Jakarta.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Gamal Sinurat mengatakan, dermaga ini diperlukan empat pelaku usaha di bidang pengangkutan kayu dan ekspedisi yang memang memerlukan akses ke laut.

Menurutnya, pembagunan dermaga baru ini menjadi solusi terbaik yang diberikan Pemprov DKI bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).

Ia menambahkan, desain ini perlu dibuatkan karena ada elevasi yang berubah. Sekarang tanggul semakin tinggi, jadi diperlukan pengurukan untuk akses.

Sumber : www.beritajakarta.id

Pasar Jaya Diharapkan Capai Empat Tujuan Utama

Wakil Ketua Bapemperda DKI Jakarta, Merry Hotma menginginkan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jaya bisa mencapai empat tujuan utama.

Menurutnya, empat tujuan utama tersebut yakni, menekan inflasi, mencegah adanya mafia (kartel) dagang, menumbuhkembangkan pedagang di pasar tradisional atau pasar rakyat, dan meningkatkan pendapatan daerah.

Sementara, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan mengatakan, PD Pasar Jaya harus berperan sebagai alat strategis pemerintah daerah untuk mengendalikan banyak hal, termasuk ketahanan pangan, logistik, dan perdagangan.

Sumber : www.beritajakarta.id

Raperda Perpasaran Selesai Dibahas

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta telah menyelesaikan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perpasaran.

Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi DKI Jakarta, Merry Hotma menuturkan, tahapan selanjutnya akan dilakukan koordinasi antara Eksekutif dengan Sekretariat Bappemperda.

Sementara, Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta, Sri Haryati menambahkan, Raperda tentang Perpasaran dipastikan memiliki keberpihakan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta industri kecil dan menengah (IKM).

Sumber : www.beritajakarta.id

KB Hormonal, Keunggulan dan Efek Sampingnya

Awal bulan September ini beredar ramai di media sosial Facebook cerita yang diposting oleh Ibu Mey Erlyn pada Jumat, 1 September 2017. Postingan Ibu Mey Erlyn ini menceritakan soal pengalamannya menggunakan kontrasepsi suntik. Cerita tersebut saat ini sudah di share oleh lebih dari 20 ribu netizen dan menjadi viral bahkan telah diberitakan oleh beberapa media online nasional.
Terkait dengan hal tersebut Professor Biran Affandi, MD, PhD, Guru Besar dari Departemen Obstetri-Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia memberikan penjelasan saat ditemui tim Humas BKKBN di RSCM Jakarta, Senin (11/9/2017).
Professor Biran Affandi, MD, PhD menjelaskan penggunaan KB Suntik atau hormonal ada 2 macam yaitu yang hanya mengandung progestin saja dan yang mengandung progestin dan estrogen (kombinasi). Yang mengandung hormon progestin saja yaitu susuk KB, suntik 3 bulanan, minipil atau POP9progestin only Pill, dan IUD yang mengandung hormon. Sedangkan yang hormon kombinasi terkandung di suntik 1 bulanan dan pil KB.  Progestin akan menekan ovulasi, membuat getah serviks menjadi kental dan membuat selaput lendir rahim menjadi tipis atau tidak tumbuh. Dengan ketiga kerja tersebut, progestin mencegah kehamilan.
Gangguan haid pasca KB suntik bisa berbeda-beda. Ada wanita yang setelah tiga sampai enam bulan kerja hormonnya kembali normal. Lantas, ovulasi dan menstruasi datang lagi dengan teratur. Tapi ada juga yang perlu waktu sampai satu tahun, terhitung dari KB suntik dihentikan. Kembalinya kesuburan pasca berhenti menggunakan kontrasepsi memang  lebih lama dibanding dengan penggunaan pil KB, karena obat yang diberikan tidak mengandung hormon kombinasi dan digunakan dalam jangka waktu yang lama, sehingga sistem kerja hormon tidak berjalan sebagaimana mestinya. Bahkan efek samping KB suntik juga masih mungkin terjadi setelah pemberian KB suntik dihentikan, tambah Prof Biran.
Prof Biran mengingatkan, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, calon pengguna kontrasepsi perlu dilakukan Konseling atau KIE (Komunikasi, Edukasi dan Informasi). Konseling sebaiknya dilakukan dari sebelum penggunaan kontrasepsi, agar dapat diberikan KIE mengenai keuntungan dan efek samping penggunaan kontrasepsi, karena setiap individu berbeda hormonnya dan pengguna kontrasepsi juga harus selalu memeriksakan dirinya berkala ke Dokter atau Bidan yang kompeten.
KIE itu diperlukan baik untuk masyarakat ataupun untuk tenaga medis yang melakukan pelayanan, tugas Dokter itu adalah untuk mensejahterakan masyarakat, salah satunya adalah dengan memberikan informasi yang jelas dan tidak membuat ketakutan kepada pasien ungkapnya.
Apabila kita mengalami hal seperti ini yang dilakukan adalah konsultasikan ke Dokter atau tenaga medis, mereka akan menyampaikan Konseling KIE yakni Komunikasi apa yang terjadi sehingga tidak kunjung haid, ini terjadi karena selaput lendirnya tipis sekali atau tidak terbentuk sama sekali akibatnya tidak ada darah haid yang keluar. Informasi bahwa hal ini terjadi pada mereka yang menggunakan kontrasepsi susuk (implant), suntik dan pil tapi yang paling banyak pada yang menggunakan susuk dan suntik. Kemudian perlu diberikan Edukasi bahwa menurut penelitian sebenarnya tidak ada masalah terhadap kesehatan terkait penggunaan kontrasepsi.
Prof. Biran mengatakan, terkait ada pernyataan dari dokter yang mengatakan bahwa adanya infeksi setelah menggunakan alat kontrasepsi dalam hal ini menggunakan KB hormonal jenis Suntik 3 bulanan perlu diperiksa kembali kebenaranya. Penggunaan kontrasepsi hormonal pun jangan melupakan keuntungan lain (non contraceptive benefits), seperti ovulasi yang tertekan menyebabkan resiko kanker ovarium (indung telur) sangat berkurang, getah servik kental bukan hanya mencegah sperma masuk ke rahim untuk mencegah kehamilan tetapi juga mencegah kuman penyakit masuk dan membuat kemungkinan infeksi panggul sangat menurun, juga dengan menipisnya selaput lendir akan terhindar dari terjangkitnya kanker endometrium.
Sumber : Humas BKKBN

Uji Coba Pelarangan Kendaraan Roda Dua di Jakarta Ditunda

         Sumber Foto : www.republika.co.id

Rencana uji coba pelarangan kendaraan roda dua di sejumlah ruas jalan di Jakarta, yang sedianya digelar pada 12 September resmi ditunda.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono menjelaskan penundaan tersebut sesuai dengan kesepakatan antara Kementerian Perhubungan melalui Dinas Perhubungan dengan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.

Mereka terlebih dulu menunggu pembangunan transportasi yang tengah dikerjakan di Jakarta selesai untuk mendukung rencana tersebut.

Sumber : www.tribunnews.com

Renovasi 10 GOR Dimulai Akhir September

Renovasi 10 Gelanggang Olahraga (GOR) untuk menunjang Asian Games 2018, direncanakan dimulai akhir September ini.

Pembiayaan renovasi 10 GOR sendiri menggunakan dana dari kompensasi kenaikan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) salah satu perusahaan swasta.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Ratiyono mengatakan, saat ini pihak swasta yang nantinya akan mengerjakan renovasi GOR telah melakukan survey. Sementara pihaknya sudah memberikan rancangan renovasi GOR tersebut.

Menurut Ratiyono renovasi 10 GOR ini meliputi perbaikan lantai, toilet, lampu hingga tribun dan sekaligus penambahan Air Conditioner (AC). Khusus lantai GOR disesuaikan dengan standar internasional karena nantinya akan digunakan sebagai tempat latihan para atlet Asian Games 2018.

Sumber : www.beritajakarta.id

Semua Pihak Diajak Implementasikan Perda Pelestarian Budaya Betawi

Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengajak seluruh pihak turut andil dalam mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi.

Yusriah Dzinnun, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta mengatakan, Perda tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi ini merupakan bukti keberpihakan pemerintah daerah terhadap kearifan lokal, khususnya budaya Betawi. Namun implementasi dari perda tersebut harus terus diawasi agar terlaksana dengan baik.

Sumber : www.beritajakarta.id