Jakarta Termasuk Kota Paling Intoleran

Ibu Kota Negara, Jakarta, menjadi salah satu kota paling intoleran. Hal itu diketahui melalui indeks kota toleran (IKT) 2017 yang dirilis Setara Institute.

DKI Jakarta hanya mencapai poin 2,30. “Dari penelitian di 94 kota, ada 10 kota dengan nilai toleransi terendah yang memiliki skor di bawah 4,” kata peneliti Setara Institute, Halili, seperti dilansir Media Indonesia, Jumat 17 Agustus 2017.

Menurut dia, perubahan signifikan di DKI Jakarta ialah pada indikator pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan, pernyataan pemerintah, dan tindakan nyata pemerintah.

Sementara kota dengan skor toleran tertinggi ialah Manado dengan 5,90 poin.

Halili mengatakan skor diperoleh dari penelitian data milik Badan Pusat Statistik, Komisi Nasional Perempuan, Setara Institute, dan referensi media massa.

Rencana pembangunan jangka menengah daerah, kebijakan diskriminatif melalui perda, pernyataan pejabat, tindakan terkait peristiwa menyangkut toleransi, peristiwa pelanggaran toleransi, dan komposisi penduduk menjadi indikator pengukuran.

Sumber : www.metrotvnews.com

Pulau Tidung Jadi Percontohan Pembangunan di Kepulauan Seribu

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Administrasi Kepulauan Seribu akan menjadikan Pulau Tidung sebagai percontohan pengembangan pembangunan di wilayahnya. Ditargetkan pembangunan dilaksanakan mulai 2019 mendatang.

Bupati Kepulauan Seribu, Irmansyah mengatakan, dipilihnya Pulau Tidung sebagai percontohan karena mempunyai segala aspek. Mulai dari pariwisata, pertanian rumput laut, rumah ibadah, lahan dan ada pulau penyangga yakni Pulau Payung dan Tidung Kecil.

Sumber : www.beritajakarta.id

Geliat Lenggang Jakarta Jalan Cengkeh Terus Ditingkatkan

Suku Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (KUKMP) Jakarta Barat, terus berupaya menggerakkan denyut usaha ratusan pedagang di Lenggang Jakarta Jalan Cengkeh atau Lokasi Binaan Kota Intan. Kerja sama pun terus dilakukan dengan instansi terkait seperti Sudin Pariwisata dan Kebudayaan serta pengelola Kawasan Kota Tua.

Kasudin KUKMP Jakarta Barat, Nuraini Sylviana mengatakan, salah satu bentuk kerja sama yang dilakukan dengan Sudin Pariwisata dan Kebudayaan adalah menggelar pentas seni di Lokbin Kota Intan.

Selain itu, lanjut Nuraini, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menata parkir dan pedagang liar di sekitar lokasi Kawasan Kota Tua.

Sumber : www.beritajakarta.id

Aksi Tembak-Tembakan Dengan KKB Timika Tewaskan Anggota Brimob

Anggota Brimob Detasemen B Polda Papua di Timika, Brigadir Polisi Firman tewas setelah diberondong senjata api oleh kelompok kriminal bersenjata / KKB di Mil 69, Distrik Tembagapura saat dini hari sekitar pukul 03.50 WIT.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi AM Kamal di Timika, mengatakan Brigadir Firman mengalami luka tembak pada bagian punggung. Saat itu korban bersama rekan-rekannya melakukan pengejaran KKB yang melakukan penembakan terhadap kendaraan milik PT Freeport di Mil 69 Tembagapura pada Selasa (14/11) pagi.

Rekan Brigadir Firman, Bripka Rumente juga terluka tembak pada bagian punggung dan sementara menjalani perawatan intensif di RS Tembagapura. Sedangkan untuk sementara jenazah Brigadir Firman masih dalam proses evakuasi dari Tembagapura ke Timika. Kombes Kamal menjelaskan bahwa koordinasi dengan pihak keluarga juga masih dilakukan apakah jenazah almarhum akan dimakamkan di Timika atau dibawa ke Sulawesi Selatan.

Aksi teror penembakan oleh KKB wilayah Tembagapura sudah berlangsung lebih dari tiga pekan terakhir. Saat ini sekitar 1.300 warga sipil masih terjebak di kampung-kampung sekitar Tembagapura seperti Banti, Kimbeli yang sudah diduduki KKB.

Sumber: www.beritasatu.com

Puskesmas Kebayoran Baru Raih Penghargaan Tingkat Nasional

Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan berhasil meraih peringkat pertama dalam perlombaan inovasi Puskesmas Tingkat Nasional 2017. Perlombaan inovasi yang digelar oleh Kementerian Kesehatan RI tersebut diikuti 32 Puskesmas se-Indonesia.

Penghargaan diberikan bersamaan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11). Untuk penilaiannya dilakukan langsung oleh tim Kementerian Kesehatan RI, di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru pada 26 Oktober 2017.

Kepala Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru, Bal’an Kamali Rangkuti, mengatakan, lomba dikhususkan bagi puskesmas yang sudah terakreditasi paripurna.

Sumber : www.beritajakarta.id

Biografi Puitis Chairil Anwar : Dalam Lakon Perempuan – Perempuan Chairil

Menyusul kesuksesannya dalam menggelar pementasan Bunga Penutup Abad di Jakarta dan Bandung, Titimangsa Foundation didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation kali ini mengangkat sosok penyair ternama Indonesia, Chairil Anwar dalam pentas teater bertajuk Perempuan Perempuan Chairil. Lakon ini diselenggarakan selama dua hari yaitu tanggal 11 dan 12 November 2017 pukul 20.00 WIB bertempat di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

“Chairil Anwar melalui karya-karyanya merupakan cermin sejarah untuk memaknai apa arti kemerdekaan manusia, juga kemerdekaan sebuah bangsa. Setidaknya esensi itulah yang mendorong saya mewujudkan mimpi mementaskan perjalanan hidup Chairil Anwar. Lewat puisi-puisinya, Chairil Anwar telah mengambil peran yang tak kecil demi memberi tenaga dan makna pada semangat revolusi dan kemerdekaan negeri ini. Chairil Anwar mati muda, tetapi karya-karyanya melampaui jamannya. Ia seakan tak pernah mati. Semangatnya selalu ada dan terus hidup bersama kita,” ujar Happy Salma, produser Teater Perempuan Perempuan Chairil

Pementasan ini terinspirasi dari buku berjudul “Chairil” karya Hasan Aspahani, dari buku itulah Happy Salma dan Aguss Noor selaku sutradara menemukan bentuk dan fokus pemanggungan Chairil. Termasuk biografi Chairil yang berhubungan dengan sejumlah sosok perempuan yang hadir dalam puisinya, menjadi gerbang untuk memasuki dunia Chairil Anwar dengan kegelisahan hidup dan pemikirannya, serta pertaruhan yang dilakukan.

“Dengan pendekatan biografi puitik ini, penulisan lakon menjadi memiliki fleksibilitas tafsir, karena tak terlalu terbebani untuk menginformasikan sebanyak mungkin fakta-fakta seputar Chairil.  Fakta-fakta dirujuk untuk mempertegas adegan, percakapan dan konflik. Pergulatan batin dan kegelisahan Chairil (juga tokoh Ida, Sri, Mirat dan Hapsah) menjadi bisa di eksplorasi menjadi sebuah drama. Karena bagaimana pun, ini adalah pertunjukan teater yang mestilah memiliki bangunan dramatika atau dramaturgi yang diharapkan memikat,” terang Agus Noor.

Teater Perempuan Perempuan Chairil akan menampilkan aktor terbaik Indonesia yaitu Reza Rahadian sebagai Chairil Anwar, Marsha Timothy sebagai Ida, Chelsea Islan sebagai Sri Ajati, Tara Basro sebagai Sumirat dan Sita Nursanti sebagai Hapsah Wiriaredja. Dimeriahkan dengan hadirnya pemain pendukung yaitu Sri Qadariatin sebagai Perempuan Malam dan Indrasitas sebagai Affandi. Pementasan ini pun didukung oleh tim kerja yang solid dan profesional yaitu Iskandar Loedin sebagai Pimpinan Artistik; Ricky Lionardi sebagai Penata Musik; Prabudi Hatma Samarta sebagai Penata Video; Retno Ratih Damayanti sebagai Penata Kostum; Yudin Fakhrudin sebagai Penata Rias; White Shoes & the Couples Company sebagai Pengisi Lagu; dan dr. Tompi sebagai Fotografer.

“Chairil Anwar adalah sosok penyair legendaris Indonesia yang melahirkan karya-karya fenomenal dan mampu menjadi sumber inspirasi banyak orang. Semangat juang yang tersirat dari karya-karya Chairil Anwar harus terus dikobarkan agar kita selalu berusaha maksimal demi memajukan Indonesia menjadi negara digdaya yang seutuhnya. Pertunjukan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap penulis besar Indonesia, serta membuktikan bahwa karya sastra Indonesia tetap aktual dan dapat diangkat melalui kemasa kekinian sehingga lebih mudah diapresiasi oleh masyarakat terutama generasi muda. Kami harap, melalui teater Perempuan Perempuan Chairil, kita lebih mengenal sosok Chairil Anwar dan kisah dibalik puisi-puisi ciptaanya,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Lakon ini tersaji dalam empat babak, yang menggambarkan hubungan Chairil dengan empat perempuan yakni Ida, Sri, Mirat dan Hapsah. Empat perempuan istimewa, mereka menggambarkan sosok perempuan pada jaman itu. Ida Nasution adalah mahasiswi, penulis yang hebat, pemikir kritis dan bisa menyaingi intelektualisme Chairil ketika mereka berdebat. Sri Ajati, juga seorang mahasiswi, bergerak di tengah pemuda-pemuda hebat pada zamannya. Ikut main teater, jadi model lukisan, gadis ningrat yang tak membeda-bedakan kawan. Sumirat, juga seorang yang terdidik yang lincah. Tahu benar bagaimana menikmati keadaan, mengagumi keluasan pandangan Chairil, menerima dan membalas cinta Chairil dengan sama besarnya tapi akhirnya cinta itu kandas. Lalu akhirnya Chairil disadarkan oleh Hapsah, bahwa dia adalah lelaki biasa. Perempuan yang memberi anak pada Chairil ini begitu berani mengambil risiko mencintai Chairil karena tahu lelaki itu akhirnya akan berubah, meskipun itu terlambat, tapi ia tahu Chairil menyadari bahwa Hapsah benar. Empat perempuan yang tak sama, empat cerita yang berbeda. Tanpa mengecilkan arti dan peran perempuan lain, tapi lewat cerita empat perempuan ini kita bisa mengenal sosok Chairil juga dunia yang hendak ia jadikan, serta zaman yang menghidupi dan dihidupinya.

Sumber :

TITIMANGSA FOUNDATION & IMAGE DYNAMICS

 

 

Pemasaran Produk Khas Betawi Secara Online Didukung Dewan

Langkah Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi untuk memasarkan produk khas Betawi secara online, mendapat dukungan dari Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

Ketua Komisi B DPRD DKI, Yusriah Dzinnun mengatakan, sistem pemasaran (marketing) secara online memang sudah saatnya dilakukan agar produk khas Betawi bisa lebih dikenal masyarakat secara luas.

Hal senada diutarakan anggota Komisi B DPRD DKI, Ida Mahmudah. Menurut dia, sebelum pemasaran secara online diterapkan, perlu dilakukan pembinaan terlebih dahulu terhadap pelaku industri dan tenaga pemasaran.

Sumber : www.beritajakarta.id

Pemprov DKI Jakarta Akan Tata Ulang Kawasan Tanah Abang

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memastikan akan melakukan pembenahan di sekitar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengatur pedagang kaki lima sekaligus mengatur pejalan kaki secara permanen.

Kemacetan menjadi pemandangan rutin di berbagai ruas jalan di pasar Tanah Abang. Bukan tanpa sebab, selain karena memang pasar Tanah Abang dikenal memiliki persediaan barang-barang yang bagus dan murahnya harganya, tingginya volume kendaraan yang melintasi ruas jalan yang terbilang sempit juga bisa menjadi penyebab kemacetan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiago Uno justru mengungkapkan alasan lain salah satu penyebab kemacetan di wilayah pasar Tanah Abang, yakni akibat buruknya perilaku pejalan kaki, meski itu bukan alasan utamanya. Untuk membenahi permasalahan itu semua, Pemprov DKI akan menata ulang kawasan pasar Tanah Abang.

Sumber : www.liputan6.com

Dinas KUKMP Targetkan 40 Ribu Wirausahawan Baru

Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (KUKMP) DKI Jakarta menganggarkan Rp 81 miliar untuk program One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship (OK OCE) tahun depan.

Kepala Dinas KUKMP DKI Jakarta, Irwandi menuturkan, pihaknya menargetkan bisa mencetak 40 ribu wirausahawan baru di Ibukota melalui program OK OCE.

Sumber : www.beritajakarta.id

Dewan Minta Penerima Kartu Jakarta Lansia Ditambah

Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dalam rapat pendalaman Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) bersama Dinas Sosial, Selasa (7/11), mengusulkan agar penerima Kartu Jakarta Lansia (KJL) diperbanyak.

Sekretaris Komisi E DPRD DKI, Veri Yonnevil mengatakan, saat ini ada sekitar 8.200 warga lanjut usia yang terdata akan mendapatkan KJL pada 2018 mendatang. Nantinya, setiap lansia akan mendapatkan Rp 600 ribu per bulan.

Sumber : www.beritajakarta.id