Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik Sampai Akhir Tahun

Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan memastikan bahwa tarif listrik tidak akan naik hingga akhir tahun 2020. Kebijakan ini berlaku untuk 13 golongan non subsidi dan 25 golongan subsidi.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan kebijakan ini diambil agar masyarakat tidak terbebani saat masa pandemi Covid-19. “Kami perlu tekankan bahwa pemerintah tidak mengambi; keputusan untuk menaikkan tarif listrik hingga akhir tahun ini,” kata Rida di Gedung BNPB, Rabu (1/7).

Rida mengatakan apabila ada kenaikan tagihan yang dirasakan pelanggan, maka hal tersebut bukan diakibatkan oleh adanya kenaikan tarif. Namun merupakan dampak dari kenaikan konsumsi listrik masyarakat di tengan pandemi mengingat kebanyakan aktivitas masyarakat dilakukan dari rumah, sehingga membuat pengunaan listrik meningkat.

Tarif listrik pelanggan nonsubsidi, untuk pelanggan Tegangan Rendah (TR) seperti pelanggan rumah tangga daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 hingga 5.500 VA, pelanggan bisnis daya 6.600 hingga 200 kVA, pelanggan pemerintah daya 6.600 hingga 200 kVA ke atas, dan penerangan jalan umum, tarifnya tetap sebesar Rp 1.467 per kWh. Sedangkan khusus untuk pelanggan rumah tangga 900 VA-Rumah Tangga Mampu (RTM) tarifnya tetap sebesar Rp 1.352 per kWh.

Pelanggan Tegangan Menengah (TM) seperti pelanggan bisnis, industri, pemerintah dengan daya di atas 200 kVA, dan layanan khusus, besaran tarifnya sebesar Rp 1.115 per kWh. Sementara bagi pelanggan Tegangan Tinggi (TT) yang digunakan industri daya lebih besar sama dengan 30 ribu kVA ke atas tarifnya juga tidak mengalami perubahan yaitu Rp 997 per kWh.

Adapun tarif tenaga listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya juga tidak mengalami perubahan. Untuk 25 golongan pelanggan ini tetap diberikan subsidi listrik, termasuk di dalamnya pelanggan yang peruntukan listriknya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial.

Bahkan pemerintah memberikan perlindungan sosial atas dampak Covid-19 melalui pemberian diskon tarif tenaga listrik untuk rumah tangga 450 VA dan 900 VA, serta pelanggan bisnis 450 VA dan industri 450 VA.

Sumber : www.republika.co.id

Kepala BKKBN : Sunat bagi Perempuan Berbahaya untuk Kesehatan

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) , Jakarta (24/06/2020) – Sunat bagi perempuan saat ini masih menjadi sebuah perdebatan tentang boleh atau tidak dan baik atau buruknya melakukan sunat bagi perempuan. Sunat ialah menghilangkan bagian tertentu dari alat kelamin baik laki-laki maupun perempuan, bagi laki-laki sudah menjadi sesuatu yang wajar yaitu dengan menghilangkan preputium/kulup yang terdapat diujung kelamin laki-laki.

Menurut WHO sunat bagi perempuan ada empat, yaitu pemotongan klitoris atau bagian klitoris perempuan, pemotongan klitoris dan bagian dalam bibir organ genital perempuan, pemotongan klitoris, bibir luar dan bibir dalam organ genital serta penjahitan hasil potongan, pemotongan secara simbolis klitoris maupun bagian lain organ genital.

Secara medis dan dari sisi kesehatan diungkapkan oleh Hasto Wardoyo bahwa organ genital perempuan itu mudah dibersihkan karena terbuka dan tidak tertutup. Menjaga kebersihan atau membersihkan organ genital perempuan dapat dilakukan tanpa melakukan pemotongan atau sunat di bagian manapun dalam organ genital perempuan, karena pembersihan dapat dilakukan secara natural dengan organ genital yang masih utuh.

Organ genital perempuan terdiri dari eksterna dan interna, yang mana eksterna merupakan bagian dari alat kelamin yang tampak dari luar dan berperan dalam hubungan seksual yang terdiri atas mons pubis, labia mayora, labia minora, klitoris, himen (selaput dara), vestibulum vagina, muara uretra, berbagai kelenjar dan struktur vaskular, serta interna yang berperan untuk ovulasi, tempat pembuahan sel telur, transportasi blastokis, implantasi dan tumbuh kembang janin.

Hasto menjelaskan “Bagian organ genital yang berupa klitoris dan uretra itu jaraknya sangat dekat hanya 0,5 cm saja. Sehingga ketika terjadi pemotongan klitoris atau melukai secara sengaja akan berakibat pula kepada uretra sebagai saluran urine yaitu juga dapat menyebabkan uretra terluka dan pembuangan urine menjadi tidak lancar serta bisa mengakibatkan pengendapan dan adanya batu”, jelasnya.

Tidak hanya itu, Hasto menyampaikan “Klitoris menjadi salah satu bagian dalam organ genital perempuan yang sangat sensitif terhadap rangsangan seksual yang sama halnya dengan penis pada organ genital laki-laki. Klitoris memiliki bagian seperti Glans yang sama pula dengan laki-laki, Glans terdiri atas jaringan yang berkembang serta berisi banyak ujung saraf, dimana saraf tersebut ada yang bersumber dari sumsum tulang belakang. Jika klitoris dipotong maka akan berbahaya pula bagi saraf yang bisa menyebabkan mati rasa dan tentu saja tidak akan bisa pulih kembali. Selain itu, juga tidak bisa menikmati kepuasan dalam berhubungan seksual karena sarafnya yang sudah mati rasa dan resiko nyeri yang luar biasa serta bisa pendarahan” ungkapnya.

Dari sisi agama, Prof. Musdah Mulia mengungkapkan “Sejumlah kajian hadis menyimpulkan, hadis-hadis tentang sunat pada perempuan jika dilihat dari perspektifnya sangat lemah, tidak ada yang mencapai derajat hasan atau sahih. Hadis-hadis yang ada justru mengarahkan kepada pelarangan sunat bagi perempuan, bahkan ada ancaman jika terjadi tindakan yang membahayakan perempuan.” imbuhnya.

Lanjutnya beliau menyampaikan praktek sunat bagi perempuan harus dilarang dengan menggunakan kaidah hukum Islam La dharara wa la dhirar, maksudnya segala bentuk tindakan yang mengangkibatkan bahaya, kemudharatan dan kerusakan bagi tubuh manusia harus dihapuskan, serta tidak memberikan kebaikan dan manfaat bagi manusia. Karena itu bertentangan dengan ajaran Islam yang membawa rahmat bukan hanya bagi semua manusia (laki-laki dan perempuan) tapi juga bagi seluruh alam.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan kerjasama United Nations Population Found (UNFPA) melalui Program UNALA bekerjasama dengan BKKBN pada UNALA TALK “Sunat Perempuan dan Kesehatan Reproduksi” yang dilakukan secara daring melalui Zoom. Narasumber pada kegiatan ini ialah Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.,OG(K); Penulis Prof. Dr. Musdah Mulia; Direktur Siklus Indonesia Ciptasari Prabawanti, PhD; SRH Officer UNALA Putri Khatulistiwa serta di moderatori oleh Penulis dan Aktivis Kalis Mardiasih serta diikuti oleh hampir 100 orang peserta.

Sumber : HUMAS BKKBN – AA

Langgar PSBB Transisi DKI, Siap-Siap Ditutup

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta melakukan tindakan tegas dengan menutup delapan tempat usaha. Sebabnya, delapan tempat itu terbukti melanggar aturan yang berlaku selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

“Yang saya ingat karaoke ada dua, terus ada beberapa restoran, empat kalau nggak salah, terus ada spa dua, semuanya melanggar protokol kesehatan,” ujar Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurniawan, dikutip dari Liputan6.com.

Menurut Cucu, empat tempat makan ditutup paksa karena ternyata ada hiburan disjoki atau DJ di dalamnya. Sementara spa dan karaoke juga ditutup karena beroperasi padahal belum diizinkan.

Restoran yang ditutup berada di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Sedangkan spa yang disegel berlokasi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan karaoke ada di Jakarta Pusat.

Sumber : www.dream.co.id

Pasar Ciputat akan Direlokasi

Sumber Foto : www.jakarta.bisnis.com

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan merelokasi 610 kios yang berada di Pasar Ciputat. Proses relokasi dilakukan mengingat dalam waktu dekat pemkot segera merevitalisasi Pasar Ciputat.

Kepala Disperindag Kota Tangsel, Maya Mardiana mengatakan pihaknya hingga kini masih melakukan pendataan terkait jumlah kios yang akan direlokasi. Proses pendataan data ulang dilakukan sampai nanti di bulan Juni hingga Juli 2020.

“Sekitar 610-an kios yang akan direlokasi. Sampai saat ini, sedang proses data ulang sampai nanti di Juli selesai relokasi dan nanti di Agustus baru mulai revitalisasi,” kata Maya di Puspemkot Tangsel, Selasa (23/6).

Dikatakan Maya, pada proses revitalisasi pasar ini, Disperindag bekerja sama dengan Dinas Bangunan dan Tata Ruang. Proses revitalisasi pasar akan dibangun Dinas Bangunan dan Tata Ruang, sedangkan proses relokasi pedagang dilakukan Disperindag.

Para pedagang nantinya akan disediakan tempat berdagang di kios yang baru. Dengan begitu, mereka tidak lagi berdagang di pinggir-pinggir ataupun di lorong-lorong yang memakan ruas jalan.

Maya menjelaskan, di tempat relokasi pada pedagang tidak dikenakan biaya penarikan iuran. Tetapi, hanya ada biaya service seperti kebersihan dan penjagaan kios.

Di tempat relokasi baru, kata Maya, hampir keseluruhan bangunan permanen. Menurutnya, syarat untuk relokasi itu adalah pedagang tidak terlalu jauh tempatnya, kemudian tempatnya juga harus cukup memadai.

Sumber : www.republika.co.id

Puncak Milad ke-10 BNI Syariah Tasyakur Hasanah Secara Virtual

BNI Syariah menyelenggarakan puncak milad ke-10 bertajuk Tasyakur Hasanah secara virtual. Milad yang diadakan pada saat New Normal ini diselenggarakan dalam format webinar dengan beberapa rangkaian acara diantaranya Seremoni Tasyakur Hasanah Milad ke-10 BNI Syariah; Kajian Singkat KH. Abdullah Gymnastiar; launching buku Hasanah Perjalanan Kebaikan cerita 10 tahun BNI Syariah, launching produk dan aplikasi Hasanahku, Smart Shodaqoh, Hasanah Online, dan Hasanah Employee App (Hey).
Milad ke-10 diadakan beberapa rangkaian kegiatan pra milad diantaranya rangkaian kajian online bersama para tokoh dan ustadz dilakukan selama bulan Ramadhan bertajuk Ramadhan Berhasanah; Benteng Hasanah Untuk Negeri sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat dalam dakwah, pemberdayaan ekonomi, dan pendidikan; Berbagi Takjil Hasanah yaitu pemberian takjil kepada anak yatim; Kisah Cinta Hasanah yaitu pemberian paket bantuan ke panti asuhan; dan Journalist Writing & Photo Competition
Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo berharap dalam perayaan Tasyakur Hasanah secara virtual ini semaraknya tidak hanya dirasakan oleh insan hasanah di seluruh Indonesia saja, tapi juga disaksikan oleh mitra dan media.
“Alhamdulillah dalam satu dekade ini, BNI Syariah mampu memberikan perbaikan dalam seluruh aspek baik spiritual, bisnis, maupun layanan. Hal ini pada akhirnya yang akan membawa peluang-peluang baru dan manfaat yang optimal bagi segenap stakeholder dan shareholder BNI Syariah,” ujar Firman.
”Bulan April tahun 2000 jadi penanda lahirnya ‘bayi kecil’ bernama Unit Usaha Syariah (UUS) BNI yang menjadi cikal bakal BNI Syariah sebagai salah satu pemain besar di perbankan syariah di Indonesia. UUS BNI membuka 5 cabang pertamanya pada 29 April 2000 “ tambah Firman.
Selama 10 tahun perjalanan, BNI Syariah terus bertumbuh, hal tersebut dibuktikan dengan adanya pertumbuhan dari sisi aset, laba, pembiayaan, dan DPK. Diawali dengan aset sebesar Rp6,3 triliun rupiah di tahun 2010, bertumbuh menjadi Rp49,9 triliun di tahun 2019. Pertumbuhan laba perusahaan yang semula berada pada posisi 37 miliar rupiah di 2010, tumbuh menjadi 603 miliar di 2019. Dari sisi pembiayaan, di tahun 2010 penyaluran pembiayaan sebesar Rp3,5 triliun meningkat menjadi Rp32,6 di tahun 2019. Sedangkan penghimpunan dana di tahun 2010 sebesar Rp5,2 triliun, tumbuh menjadi Rp43,8 triliun di tahun 2019. Secara sustain, BNI Syariah mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan rata-rata diatas 25%.
Kinerja BNI Syariah selama 10 tahun ini didukung oleh keunggulan dan inovasi produk dan layanan BNI Syariah diantaranya Tabungan dengan Akad Wadiah; Tabungan BNI iB Baitullah Hasanah; Wakaf Hasanah; Hasanah Online; BNI iB Hasanah Card; Hasanahku; BNI Griya Swakarya iB Hasanah.
Kontribusi BNI Syariah untuk membangun negeri dilakukan dengan partisipasi dalam pembiayaan sindikasi proyek infrastruktur seperti pembangunan Tol Pemalang-Batang dan Tol Jakarta-Cikampek, serta pembiayaan UMKM melalui program Deureuham bekerja sama dengan BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif). BNI Syariah juga bekerja sama dengan berbagai institusi dalam pengembangan ekosistem halal, seperti lembaga pemerintahan, institusi pendidikan, institusi kesehatan, travel, developer perumahan, dan startup fintech.
Pada tahun 2020, BNI Syariah tercatat telah naik kelas ke Buku III, setelah pemegang saham melakukan setoran modal inbreng sebesar Rp 255 miliar dan BNI Syariah mencetak laba bersih Rp214,01 miliar pada triwulan I 2020, naik 58% dibandingkan periode sama 2019 sebesar Rp135,35 miliar dan BNI Syariah telah memasarkan KPR Subsidi Syariah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan produk KPR Sejahtera Syariah.
BNI Syariah sebagai Hasanah Banking Partner terus berkomitmen untuk dapat menebarkan hasanah dan membawa manfaat bagi seluruh mitra, termasuk dalam menghadapi kenormalan baru. “Terima kasih atas dukungan dan kebersamaan selama 10 tahun dengan BNI Syariah. Semoga kami dapat terus menjadi mitra yang menemani perjalanan Bapak/Ibu sekalian menuju Hasanah dunia dan akhirat, Insya Allah,” Tutup Firman.

Sumber : BNI Syariah – KM

Berpikir Positif dan Aksi Nyata Hadapi Kehidupan di Tengah Pandemi

Pandemi COVID-19 berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Masyarakat merasakan dampak kompleks pandemi tak hanya di sektor ekonomi tetapi sosial dan budaya. Pada saat ini, masyarakat dapat menumbuhkan dalam dirinya berpikir positif dan aksi nyata terhadap kebiasaan baru.

Motivator Merry Riana menyampaikan bahwa berpikir positif dan aksi nyata dibutuhkan dalam menghadapi kebiasaan baru. Pertama, ia mengakui bahwa berpikir positif saja tidak cukup berhasil untuk beradaptasi pada tatanan baru ini.

“Walaupun sebenarnya saya seorang percaya pada personal development, dan saya selalu percaya bahwa kita harus berpikir positif, merasakan hal yang positif, tetapi kadang berpikir positif itu juga ada tempatnya dan ada batasnya,” ujar Merry di Media Center Gugus Tugas Nasional di Jakarta, pada Selasa (16/6).

Ia menganalogikan seorang perempuan yang terpaksa pulang tengah malam. Ketika perempuan akan melewati sebuah gang kecil tampak dua orang dengan memegang golok. Gang tersebut gelap tanpa diterangi lampu.

“Saya tanya, apakah Anda masih berpikir positif, dan merasa tenang bahwa tidak terjadi apa-apa. Apakah anda tetap akan melakukan hal seperti itu? Mungkin anda akan berpikir, ada jalan lain,” ucapnya.

Ia menambahkan apabila gang ini gelap, mungkin ada jalan lain yang lebih terang. “Mungkin ada jalan lain yang harus memutar lebih jauh tapi lebih aman. Anda tidak mau mengambil risiko,” lanjut Merry.

Analogi ini juga perlu diterapkan dalam menghadapi situasi di tengah pandemi. Merry melanjutkan bahwa sekarang ini masyarakat berbicara masa transisi, seperti pembukaan mal dan kantor di Jakarta, dan beberapa tempat yang kembali buka sejak 15 Juni.

Menurut Merry, masa transisi dengan dibukanya kembali tempat-tempat itu sebagai kabar baik. Namun, ia mengingatkan bahwa mal dan kantor yang mulai beroperasi itu kembali beroperasi bukan karena pandemi sudah berhasil dilawan.

“Bukan. Tapi karena roda ekonomi dan roda kehidupan harus terus berjalan. Ingat ya, bukan berarti kita sudah menang melawan pandemi,” pesannya.

Ia mengatakan bahwa perjuangan tetap berjalan dan tetap waspada, hati-hati dan disiplin. “Positive thinking boleh, harus malah, tapi dengan takaran yang benar. Jangan berpikir tenang aja nggak bakalan sakit. Tenang aja, kan positive thinking nggak bakal tertular kok. Yakin deh,” ucapnya.

Namun ia menegaskan bahwa tidak boleh seperti itu. Masyarakat tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah diberlakukan.

“Ingat lebih baik mencegah daripada mengobati. Walaupun mungkin sekarang the new normal can be better normal. Walaupun mungkin kesannya ribet, banyak sekali yang harus dilakukan tapi itu untuk kebaikan kita semua,” lanjutnya.

Merry mengilustrasikan ketika kita berada di luar rumah. Perlengkapan untuk menjaga diri penting untuk dibawa, seperti hand sanitizer, disinfektan, atau perilaku di ruang publik dengan mengantri dan menjaga jarak dengan yang lainnya.

“Saya selalu bilang lebih baik ‘parno’ daripada sembrono. Lebih baik saya jadi orang yang parno daripada saya jadi orang yang sembrono yang nantinya justru membahayakan orang-orang di sekitar saya,” katanya.

Ia berharap masyarakat tetap harus berpikir positif dan tetap harus waspada (kritis). Nah itu yang pertama. Kedua, positive thinking saja tidak cukup dalam menata kebiasaan baru ini. Masyarakat juga perlu melakukan aksi nyata.

“Nah, ini yang orang salah kaprah. Banyak orang berpikir, kami juga sudah berpikir positif loh. Tapi kok hidup saya nggak sukses, terus pikir doang atau dilakukan atau enggak?,” ujarnya.

Merry mengingatkan apabila kita hanya berhenti pada berpikir tanpa ada aksi, hidup tidak akan bisa sukses.

“Kamu harus melakukan apa yang ingin kamu lakukan. Kamu harus mendisiplinkan diri untuk tetap mengerjakan apa yang harus kami kerjakan. Ingat, positive thinking hanya berhasil jika dibarengi dengan positive action,” pesannya.

Sumber : BNPB – AA

Menua itu Pasti, Sejahtera itu Pilihan, Keluarga Indonesia : Yuk, Siapkan Hari Tuamu

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Jakarta (15/06/2020). Berdasarkan data BPS 2019, Penduduk Lansia di Indonesia sebesar 25,77 juta jiwa (9,60 persen) dari populasi penduduk. Bertambahnya penduduk lansia bukan tanpa alasan, gencarnya pembangunan kesehatan dan sosial ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia membuat usia harapan hidup penduduk Indonesia mengalami peningkatan. Bappenas memproyeksikan angka harapan hidup di Indonesia mencapai 73,4 tahun pada tahun 2020, dengan umur harapan hidup laki-laki 71,49 tahun dan perempuan 75,27 tahun. Melihat tren angka harapan hidup masyarakat Indonesia tersebut, bonus demografi yang akan dialami Indonesia juga mau tidak mau akan menyumbangkan peningkatan jumlah lansia di masa yang akan datang setelah penduduk usia produktif tersebut mulai memasuki usia 60 tahun ke atas.

Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengatakan, “Kita sangat berharap para lansia ini jangan hanya menjadi obyek yang hanya menerima bantuan kemudian selesai tetapi memang sebetulnya mereka butuh perhatian. Karena banyak sekali yang terlantar, banyak sekali dari mereka yang membutuhkan kita. Ini kenyataan orang-orang tua itu seperti itu semua di sini. Dan kalau kita lihat bahwa ke depan Indonesia itu akan banyak orang tua.” Imbuh Hasto pada acara Webinar kegiatan Talkshow “Menua itu Pasti, Sejahtera itu Pilihan, Yuk Siapkan Hari Tuamu” dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional dan Rangkaian Hari Keluarga Nasional Ke – 27 Tahun 2020 yang diperingati setiap tanggal 29 Mei melalui aplikasi daring Zoom (15/06).

Hasto menjelaskan bahwa di masa-masa yang akan datang proporsi penduduk lansia Indonesia pada tahun 2050 sampai tahun 2100 akan bertambah banyak. Indonesia akan jauh lebih meningkat jumlah lansianya dibandingkan proporsi di tingkat dunia. Jumlah penduduk lansia yang membesar ternyata berpotensi memberikan banyak benefit jika tangguh, sehat dan tetap produktif. Kondisi itu bisa menjadi bonus demografi kedua ketika dari kelompok lansia masih memiliki pendapatan lebih besar ketimbang konsumsinya sehingga masih bisa menabung serta menjelaskan cara menjadikan lansia tangguh, sehat dan tetap produktif juga dihubungkan dengan kesehatan reproduksi lansia.

Keluarga bisa memberikan bentuk dukungan sosial meliputi emosi, instrumental, informasi, dan spiritual. Emosi, keluarga memiliki rasa empati, percaya dan perhatian. Instrumental, keluarga membantu secara langsung dan memberi rasa aman dan nyaman, dan adanya kedekatan. Informasi, keluarga memberikan informasi mengenai hal-hal yang dinilai positif dan dapat meningkatkan pengetahuan dan tindakan. Spiritual, dukungan keluarga dalam bentuk harapan, doa, pengertian dan memahami alasan-alasan.

Menurut Hasto, sebetulnya umur 32 tahun adalah puncak dari umur manusia dan setelah 32 tahun ternyata pembuluh darah menjadi menyempit dan tulang pun menjadi keropos. Begitu umur 33 tahun proses ageing sudah terjadi. Maka dari itu segala permasalahan akan terjadi termasuk masalah kesehatan pada lansia. Selain itu masalah kesehatan reproduksi lansia juga tidak kalah penting untuk diperhatikan karena permasalahan tersebut meliputi kesehatan fisik dan mental sepanjang siklus kehidupannya. Pada lansia perempuan mengalami atrofi/penyusutan jaringan otot, vagina menjadi kurang elastis, dinding uterus menipis, ovarium mengkerut dan payudara menyusut dan mendatar. Sedangkan pada lansia pria terjadi pembesaran prostat (BPH), kemampuan testis untuk memproduksi, testosteron berkurang, penurunan libido, ejakulasi dini, penurunan tonus otot.

Untuk mengatasi segala permasalahan kesehatan reproduksi lansia tersebut perlu adanya dukungan keluarga dengan selalu menerima perubahan kondisi lansia dan melakukan pendampingan, gaya hidup sehat (Olahraga teratur, konsumsi makanan dengan gizi seimbang, konsumsi vitamin, tidur yang cukup, tidak merokok), dan terapi hormonal seperti Hormone Replacement Therapy dan pemberian hormon Androgen.

“Peran keluarga dalam masalah kesehatan reproduksi tersebut antara lain keluarga dan lansia perlu mengetahui perubahan perkembangan reproduksi yang dialami oleh lansia, keluarga membantu dalam penyediaan makanan yang bergizi bagi lansia, keluarga mendampingi lansia dalam melakukan pemeriksaan kesehatan, memperhatikan gaya hidupnya, keluarga mendukung lansia dalam pengembangan hobi,” tutup Hasto.

Guru Besar Gerontologi Universitas Respati Indonesia dan Council Member Of Active Ageing Consortium Asia Pacific, Prof. Dr. drg. Tri Budi Wahyuni Rahardjo menyampaikan “Program Bangga Kencana kita bisa memasukkan hal yang berkaitan dengan gizi dan perilaku, bisa memasukkan materi mulai dari spiritual untuk memperkuat emosi dan agar memiliki visi yang sehat, bisa bersosialisasi dan didukung dengan lingkungan. Lansia juga seharusnya mempunyai komunitas sendiri. Selain itu, kita bisa mempersiapkan generasi muda atau milineal untuk bagaimana tetap menghormati orang tua dan bagaimana mereka akan menjadi lansia, hal tersebut bisa dilakukan dengan pendidikan keluarga melalui kurikulum yang dilakukan oleh BKB, BKL, dan BKR bisa memasukkan materi pembelajaran agar generasi muda dapat memberikan dukungan kepada lansia. Karena masih banyak lansia yang membutuhkan pendampingan” jelasnya.

Hasto berharap betul dengan lansia yang masih produktif mudah-mudahan kita bisa mendapatkan bonus demografi yang kedua. Karena jumlah lansia yang besar di Indonesia maka kalau seandainya produktif maka ini bisa memberikan dampak ekonomi yang tidak sedikit. Di Indonesia banyak contoh lansia yang masih aktif berkarya dan produktif diantaranya Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, Mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kependudukan Emil Salim, Mantan Menteri Kependudukan dan Mantan Kepala BKKBN Haryono Suyono, Founder dan CEO Wardah Cosmetics Nurhayati Subakat, selain itu masih banyak Lansia lainnya yang masih produktif

Webinar kegiatan ini bertemakan Negara Hadir (Humanis, Adaptif, Dedikatif, Inklusif, Responsif) Untuk Lanjut Usia. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K); Guru Besar Gerontologi Universitas Respati Indonesia dan Council Member Of Active Ageing Consortium Asia Pacific, Prof. Dr. drg. Tri Budi Wahyuni Rahardjo,; Pengusaha dan Pemimpin Gerakan Beli Indonesia Ir. H. Heppy Trenggono, M.Kom DR. (HC); Founder dan CEO Wardah Cosmetics, Dra. Nurhayati Subakat, Apt. Acara ini dimoderatori oleh News Director Kompas TV Rosianna Silalahi dan disiarkan online secara langsung melalui aplikasi Zoom Meeting, YouTube live BKKBN OFFICIAL, facebook BKKBN, dan live Instagram @bkkbnofficial. Peserta yang hadir berjumlah 580 peserta Zoom, 2000 peserta Youtube serta 8000 peserta Facebook.

Sumber : HUMAS BKKBN – AA

1 Juli Urus SIM Gratis Tidak Sepenuhnya Bebas Biaya

Sumber Foto : www.cnnindonesia.com

Pembuatan baru dan perpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi masyarakat yang lahir pada 1 Juli melalui program ‘SIM gratis’ dari Korps Lalu Lintas Polri tidak sepenuhnya bebas biaya. 

Menurut penjelasan kepolisian, pemohon hanya tidak membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Namun saat pengurusan, pemohon mesti membayar biaya lainnya yakni pengecekan kesehatan dan asuransi.

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas biaya PNBP, pembuatan baru SIM A dikenakan biaya Rp120 ribu, SIM C Rp100 ribu, serta SIM B I Rp120 ribu. Kemudian untuk perpanjangan SIM A dikenakan tarif sebesar Rp80 ribu, SIM C Rp75 ribu, dan SIM B I Rp80 ribu.
Sedangkan dari informasi yang berhasil dihimpun, tarif pengecekan kesehatan Rp25 ribu dan asuransi Rp30 ribu.

Direktur Registrasi dan Identifikasi (Regident) Korps Lalu Lintas Polri Brigadir Jenderal Yusuf menegaskan PNBP yang gratis buat pemohon pada 1 Juli bukan tidak dibayar ke negara. Menurut dia biaya itu dibebankan kepada Polda dan Polres setempat yang menggelar program.

Yusuf juga mengatakan tata cara pelaksanaan program ini diserahkan ke masing-masing wilayah kepengurusan.

Menurut penjelasan Kepala Seksi SIM Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Lalu Hedwin, kepolisian tidak bisa memungut biaya di luar PNBP.

“Kesehatan dan asuransi di luar mekanisme kepolisian,” ungkap Hedwin melalui pesan singkat, Senin (15/6).

Pembuatan SIM ‘gratis’ ini merupakan bagian dari perayaan ulang tahun Bayangkara ke-74 pada 1 Juli yang mengacu pada Surat Telegram Nomor ST/1671/VI/YAN.1.1/2020 tanggal 12 Juni 2020. Tertulis juga dalam surat telegram program ini berlaku sejak 14 Juni hingga 3 Juli 2020.

Sumber : www.cnnindonesia.com

GSUI Bersiap Menyongsong Kehidupan New Normal Bersama Para Seniman, Musisi dan Tenaga Medis

Pemerintah Indonesia mulai menggaungkan New Normal di tengah pandemi virus corona yang menginfeksi ribuan orang di tanah air. Dengan adanya New normal ini maka GSUI terus bergerak yang merupakan bagian dari semangat kebangsaan dalam melawan pandemi Covid -19 yang meluas menjadi sebuah Gerakan untuk Indonesia.
“Jangan sampai semangatnya berhenti. karena GSUI semangatnya berbagi, misalnya saling mendukung satu dengan yang lain. Mulai dari musik dengan musik, musik dengan pelukis, musik dengan atlit bahkan terakhir musik dengan dunia Kesehatan ada di GSUI. Semangat Persatuan semua bidang dan Sekarang ini GSUI menjadi bagian dari Normal baru (New Normal)“ ucap Harry Koko di Seketariat GSUI, Kamis (10/6/20).
Menurut Ote abadi Pencipta lagu “Putera Puteri Bangsa Besar” pandangan ote dalam menghadapi New normal ini “Yang terpenting optimisme. kita pada tahap normal, saat ini juga kita menghadapi 7 5 tahun kemerdekaan bangsa kita. Kalau saya fikir dari perspektif saya apa yang akan saya lakukan. Dari sisi musisi saya ingin melakukan karya yang besar , Kita punya keinginan bikin lebih besar rencana kita akan bikin di tugu proklamasi, kita akan membuat sinergi seni kita akan bikin di sana dalam rangka 75 tahun kemerdekaan, dimana ada Angka keramat disana yang terpenting kita bergerak Bersama dengan GSUI sinergikan roda kehidupan berputar “ ucap Ote. 
Dokter spesialis Neurologi, Edi Prasetyo mengatakan masyarakat harus siap menghadapi aturan tatanan baru di New Normal agar kehidupan kedepannya akan lebih baik.
“Pesan kami dari tenaga medis, cuma satu. Tolong patuhi himbauan yang sifatnya dari pemerintah tentang protokol kesehatan. Mohon di patuhi saja, mohon menekan egonya masing – masing supaya menjalankan atau mematuhi himbauan tersebut bukan untuk kami tenaga medis saja tapi untuk semua masyarakat.”ujar Dokter Edi.
Dalam kesempatan ini Goes Noeg berkolaborasi dengan penyanyi dan pencipta lagu Ote Abadi yang dituangkan ke dalam satu lukisan untuk Indonesia satu, yaitu agama.
Goes Noeg menjelaskan dilukisannya terdapat lambang agama yang ada di Indonesia dan ada gambar merah putih ini mengartikan lambang bendera Indonesia yang artinya mengisi keberanian dengan kesucian.
“Warna merah tidak merah sekali tetapi ada orange ada gelapnya sedikit itu menunjukan bahwa negara kita akan suku bahasa dan adat istiadat, dan merujuk ke satu titik yaitu satu Tuhan,” ucap Goes Noeg.
Ote Abadi menjelaskan lukisan ini mewakili tiga lagu yang di nyanyiakan, lagu pertama “Untuk Indonesia”, lagu kedua “Selamatkan Indonesia” dan lagu ke tiga “Kita Putra Putri bangsa Besar“.
“Apa yang saya nyanyikan semuanya cermin indonesia sepanjang sejarah dan di tanah ,bangsa kita ini ada beberapa agama yang mestinya kita menjamin kedamaian ,perdamaian dengan toleransi beragama yang di tuangkan dalam hasil karya oleh Goes Noeg,” ujar Ote.
“Saya terimakasih kepada Goes Noeg akan hasil karya ini mudah mudahan sumbangsih ini akan bermanfaat di langkah kedepan dengan melakukan konser kebangsaan,” tutup Ote.
Goes Noeg juga menambahkan kedepan siap jika akan bersinergi lagi kedepan dengan yang lebih luas. “Kita nanti bikin sinergi yang lebih luas nasional dengan musisi lain penyanyi lain sampai nilai 1 miliyar pun saya siap,” tutup Goes Noeg.

Sumber : GSUI  – KM

Penanaman Sayuran dan Buah Dilakukan di Jakarta

Sumber Foto : www.beritajakarta.id

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menginisiasi penamanan tanaman sayuran dan buah secara serentak di 92 lokasi di Jakarta.

Kegiatan tersebut dimonitoring langsung secara online oleh Direktur Perbenihan Holtikultura Kementerian Pertanian RI, Sukarman, serta Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Darjamuni.

Darjamuni mengapresiasi antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan ini. Pasalnya, selain kelompok tani atau penggiat urban farming, kegiatan penanaman serentak ini diikuti oleh anggota organisasi masyarakat (ormas), pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), dan unsur TNI.

Darjamuni menjelaskan, melihat antusiasme masyarakat, Dinas KPKP DKI Jakarta siap menyediakan benih untuk mendukung kegiatan pertanian perkotaan di berbagai wilayah. Kepala UPT Perbenihan Dinas KPKP DKI Jakarta sudah diinstruksikan untuk menyiapkan benih tanaman-tanaman produktif untuk membantu masyarakat yang ingin mengembangkan pertanian di Jakarta.

Darjamuni meminta petugas teknis di lapangan seperti Satuan Pelaksana (Satlak) dan para penyuluh untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi potensi yang ada serta kebutuhan masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Sumber : www.beritajakarta.id