Benyamin Suaeb Pelopor Musik Indie Betawi

Benyamin Sueb (lahir di Kemayoran, Jakarta, 5 Maret 1939 – meninggal di Jakarta, 5 September 1995 pada umur 56 tahun) adalah pemeran, pelawak, sutradara dan penyanyi Indonesia. Benyamin S menghasilkan lebih dari 75 album musik dan 53 judul film. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Benyamin_Sueb)

Musik Indie (Independent) musik yang mandiri, menciptakan musik, lagu, berlandaskan ide dan gagasan sesuai, gaya, warna ataupun genre yang diinginkan., tidak bergantung pada pada Gate Keeper seperti dalam industri major label. Bukan pula suatu genre musik, melainkan sebuah gerakan musik yang bebas tidak bergantung pada kemauan pihak lain.

Karya-karya Benyamin Suaeb memiliki pesan moral begitu kuat pada syair,yang dikemas secara komedi,  musik iringannya pun tidak terlalu berlebihan. Besarnya potensi pasar pada musik si “Babe” ini  membuat perusahaan  rekaman memproduksi  lagu-lagunya secara massive dan besar-besaran pada saat itu, mengingat tidak hanya pasar di kalangan Betawi saja yang menghendaki, tetapi seluruh Nusantara.

Musik dan lagu-lagu Benyamin Suaeb, mainstream, hanya secara produksi saja direkam dan dipublikasikan  untuk memenuhi kebutuhan dan selera pasar di era itu.  Sejatinya karya lagu, syair, musik dan jiwanya sangat independen berdasarkan inspirasi, gagasan dan ide yang kocak, dramatis, sedih,  lahir murni tanpa ada paksaan ataupun penindasan industri. Apa yang dituliskan sebagian berdasarkan kejadian nyata sehari-hari dituangkan dalam bentuk karya lagu.

Secara jelas sejarah membuktikan melalui karya-karya musik dan lagu-lagunya, Benyamin Suaeb, merupakan salah satu pelopor musik indie (independent) di eranya. Nilai lebihnya, karya seni yang dilahirkan, mengajarkan ketauladanan kepada generasi selanjutnya untuk menggali kearifan lokal, memulai eksplorasi potensi tradisi dari daerah dimana seniman berasal dan dilahirkan.

Masyarakat luas mengenal serta mengenang bahwa Benyamin Suaeb tidak hanya putra daerah yang jagoan di kandangnya sendiri. Dari dalam hingga wilayah terluar Indonesia, negara-negara tetangga bahkan secara internasional, mengagumi karya-karyanya yang mentransformasikan pesan, gagasan dan ide terutama pada nilai filosofi dan ketauladanan hidup.

Membangun karakter bangsa bermula dari memperkokoh karakter daerah sehingga akhirnya jelas sekali nantinya menjadi kumpulan karakter kuat kebinekaan. Pemerintah telah meresmikan Taman Benyamin Suaeb sebagai Pusat Kebudayaan Betawi di kawasan Jatinegara Jakarta Timur yang dulu kantor Kodim 0505 pada tanggal 22 september 2018 menunjukkan kepedulian Pemerintah, memberikan apresiasi, penghargaan serta mengangkat Benyamin Suaeb layak menjadi pelopor musik daerah dan nasional. Benyamin sebagai symbol ketauladanan masyarakat Betawi.  Semoga ke depan akan melahirkan tokoh-tokoh seperti Benyamin Suaeb yang menggantikan dan meruskan tongkat estafet kepemimpinan, kesenimanan, pelopor, pada tingkat dunia, pada tingkat yang lebih baik.

Sumber : Gatut Suryo Ketua Asosiasi Komunitas Musisi Indie Kreatif (ASKOMIK)

Taman Benyamin Suaeb Berdiri

Abang none. akhirnye satu lagi Impian seniman betawi Alm. Benyamin Suaeb tercapai. Seudeh dipugar sejak 2013, gedung Ex-Kodim 0505 Jatinegara Jakarta Timur yang juge khas ame gedung Belanda, pade ari Sabtu 22 September 2018, ditetapin sebagai Taman Benyamin Suaeb. Sungguh ngebuat semue pecinta Benyamin Suaeb terharu, apelagi keluarga Benyamin Suaeb yang hadir, ada diantaranya : Biem T Benyamin, Beno Benyamin, Benni Pandawa Benyamin serta Billy dan Bayi Benyamin.
Dengan diawali ucapan ; “Bismillahirahmanirahim” ame Gubernur DKI Jakarte Anies Baswedan, Kick off atawe Penetapan gedung Ex-Kodim 0505 secara resmi dinyatakan sebage Taman Benyamin Sueb,” yang kemudian  disambut decak kagum dan rasa syukur para fans hingga keluarga Alm.Benyamin Suaeb yang hadir di Ex-Kodim 0505 jatinegara Jakarta Timur . Dan mulai sabtu malam Minggu –  lokasi ini disebut : “Taman Benyamin Suaeb”.
Di dalam Taman Benyamin Suaeb eni pecinta Benyamin bisa berkunjungan ke museum yang menyimpan benda-benda koleksi peninggalan seniman serba bisa alias multi talenta tersebut. Karne sebelumnye pihak keluarge udeh ikhlas ngasih ke Pemprov DKI Jakarte, agar benda-benda kenangan Benyamin Suaeb dipamerin di museum dan menjadi sejarah kalo kite juge punye seniman pelestari budaya bangsa.   Adapun barang yang ade di musim Taman Benyamin Suaeb adalah foto-foto, pakaian, poster film, juge benda peninggalan sejarah lainnye.
Putra Alm.Benyamin S – Benny Pandawa Benyamin (Direktur PT Bergaya Nyanyian Irama Sejati /Bens Radio ) dalam acara Kick Off Taman Benyamin Suaeb Sabtu kemaren bilang , keluarga sangat berterima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta maupun pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian lebih pada keluarga Benyamin Suaeb. “Atas nama keluarga, kami ucapkan terima kasih pada Gubernur DKI Anies Baswedan dan jajarannya, yang  menjadikan gedung Eks Kodim 0505 Jakarta Timur sebagai Taman Benyamin Sueb,”  Seperti diketahui katanye, Penetapan taman Benyamin Suaeb eni merupakan implementasi dari Peraturan Daerah (Perda) No 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi dan Peraturan Gubernur (Pergub) No 229 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pelestarian Kebudayaan Betawi.
Benny menambahkan, Ayahnye memang seniman sejati, dan jika masih ade, mungkin sangat bangga dan terharu, sebab selain nama Benyamin Suaeb sudah dipakai sebagai nama jalan ;  “Jalan Benyamin Sueb” (masa kecil Benyamin S di wilayah Kemayoran),  Pada 2011 –  Benyamin Suaeb juge di anugrahkan Bintang Parama Dharma dalam bidang Budaya oleh Presiden RI. Dan 2018 ini Punya Taman Benyamin Suaeb Jatinegara . “Sungguh berkah Allah yang melimpah kata Benny Pandawa  Benyamin”.
Sementara Putra Benyamin lainnye- Biem Triani Benyamin (Anggota DPR RI & Direktur PT Etnikom Persada Raya/BHI Radio) bilang, pihak keluarge udeh lame kepingin pembangunan taman eni, dan akhirnya “Alhamdulillah” tercapai, sebab udeh dinantiin ame mendiang babenye semase hidup.
Taman Benyamin Sueb di Jatinegara, Jakarta Timur eni nantinye dapat dipake buat acare-acare yang dibikin ame berbage kegiatan komunitas, terutame terkait kebudayaan Betawi. Dan
konsep museum, terbuka untuk publik jadi siapa pun bisa mengisi, cuma dengan tematik harus art and culture. Konsepnye kegiatan dan aktivitas yang baik untuk kesenian dan kebudayaan.
Penetapan Taman musium Benyamin Suaeb yg diresmikan oleh Gubernur DKI Anies Baswedan sabtu 22 September sore ini juga dihadiri oleh jajaran Dinas Pariwisata dan kebudayaan propinsi DKI jakarta, Ketua dan jajaran Lembaga Kebudayaan Betawi,  Sudin Pariwisata dan kebudayaan Jakarta timur, Para Fans Benyamin Suaeb, Ketua dan jajaran Yayasan Benyamin Sueab (YBS) serta Manager dan team off air- Media Bens Radio 106.2FM juga klien-klien yang ikut mensupport yang hadir atau yang mengirim karangan bunga.
Sumber : Aldin Alkatiri Bens Radio

Pemprov DKI Jakarta Gelar Gebyar Taman Benyamin Suaeb Guna Wujudkan Interaksi Lintas Komunitas Secara Mandiri

Sumber Foto : www.jakarta.tribunnews.com

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Gebyar Taman Benyamin Suaeb di Gedung Eks Kodim 0505, Jatinegara, Jakarta Timur, pada 16 – 22 September 2018. Kegiatan ini untuk mewujudkan interaksi lintas komunitas secara mandiri, mengingat Taman Benyamin Suaeb dapat digunakan oleh masyarakat untuk melakukan aktivitas dan kreativitas seni, pelatihan hingga diskusi untuk pengembangan wawasan serta kolaborasi karya seni. Pemilihan momentum besar ini disesuaikan dengan bulan haul Benyamin Suaeb yang ke 24th, tepatnya pada 5 September 2018.

Untuk diketahui, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan akan melakukan kick off pada acara puncak, Sabtu, 22 September 2018, pukul 16.00 dengan menandatangani prasasti penetapan Gedung Bangunan Cagar Budaya Eks Kodim 0505 Jakarta Timur sebagai Taman Benyamin Suaeb. Dilakukan pula penyerahan hibah secara simbolis barang-barang koleksi Benyamin Suaeb dari perwakilan ahli waris kepada Gubernur Anies untuk koleksi Museum. Sementara itu, penyerahan hibah juga dilakukan secara simbolis dari Yayasan Benyamin Suaeb kepada Gubernur Anies berupa plakat Penghargaan Paramadharma, yakni penghargaan tertinggi dalam dunia kebudayaan yang diterima Benyamin Suaeb pada tahun 2011.

Gebyar Taman Benyamin Suaeb akan dimeriahkan oleh Bazar Oke Oce dan pagelaran aneka seni budaya Betawi mulai tarian, musik, workshop, pelatihan, dan media gathering serta pemutaran bioskop film-film Benyamin Sueb. Acara ini terselenggara atas kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan berbagai pihak terutama Yayasan Benyamin Suaeb, Lembaga Kebudayaan Betawi, Bamus Betawi, FBR, Gerbang Betawi, Baca Betawi, Pusaka Betawi, Askomik, Adventura Documentary Festival Academy (ADFA) yang secara sukarela ikut serta memeriahkan Gebyar Taman Benyamin Suaeb.

Pembangunan Taman Benyamin Suaeb merupakan Program Kegiatan Strategis Daerah tahun 2017 – 2022 sesuai Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.1042 Tentang Daftar Kegiatan Strategis Daerah. Taman Benyamin Suaeb diharapkan dapat sebagai pusat perawatan dan pengembangan kebudayaan Betawi dan pusat interaksi lintas komunitas yang didalamnya berdiri Museum Kebudayaan Betawi sejalan dengan telah dikeluarkannya Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1156 Tahun 2018 Tentang Penetapan Gedung Eks-Kodim 0505 di Jalan Bekasi Timur Nomor 73 Kota Administrasi Jakarta Timur Sebagai Taman Benyamin Suaeb, yang ditandatangani tanggal 9 Agustus 2018.

Sumber : DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK DKI JAKARTA

 

Teater ABNON, Angkat Biografi BENYAMIN SUEB dalam Konser Teatrikal “BABE, MUKA KAMPUNG REJEKI KOTA”

(ki-ka) Imam Firmansyah, pemain musik; Ifa Fachir, pencipta lagu; Billy Gamaliel, Program Officer Bakti Budaya Djarum Foundation; Maudy Koesnaedi, produser & konseptor; Agus Noor, sutradara; Tommy Tjokro, pemeran Benyamin Sueb.

Teater Abang None (Abnon) Jakarta didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan menggelar sebuah konser teatrikal dengan judul BABE, Muka Kampung Rejeki Kota yang mengangkat kisah perjalanan hidup Benyamin Sueb. Disutradarai oleh Agus Noor dan diproduseri oleh Maudy Koesnaedi, konser teatrikal ini akan diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 15 & 16 September 2017 bertempat di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

“Benyamin Sueb, dikenal sebagai seorang seniman dan aktor yang telah memberikan kontribusi begitu banyak dalam dunia perfilman, musik dan seni tradisional Betawi. Sama halnya dengan Teater Abnon sebagai kelompok teater yang konsisten dalam melestarikan budaya Betawi, yang dalam pertunjukan kali ini, untuk pertama kalinya mengangkat kisah perjalanan hidup Benyamin Sueb ke atas panggung pertunjukan. Semangat para generasi muda ini untuk mengenalkan budaya Betawi ke masyarakat luas, dapat dilihat melalui pertunjukan BABE, Muka Kampung Rejeki Kota mendatang,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Maudy Koesnaedi, produser & konseptor memberikan potongan tumpeng kepada Benny Pandawa Benjamin sebagai perwakilan keluarga Benyamin Sueb.

Benyamin Sueb bukanlah sekadar nama. Ia adalah sosok seniman multi talenta yang menggema karena kejenakaannya. Kita mengenal banyak celotehan satir yang dilontarkan lelaki kelahiran Kemayoran 5 Maret 1939 ini, namun menjadi akrab dan bersahaja di kehidupan kita sehari-hari, sebut saja Muke Lu Jauh, Kingkong Lu Lawan, Makdikipe, dan masih banyak lagi.

Tahun 2005 Ludhy Cahyana dan Muhlis Suhaeri menulis buku biografi tentang perjalanan hidup Benyamin Sueb berjudul Muka Kampung Rezeki Kota. Melalui buku biografi ini, Maudy Koesnaedi selaku pemrakasa Teater Abnon kemudian terinspirasi memproduseri pertunjukan tentang Benyamin Sueb dengan konsep yang berbeda sebagai wujud apresiasi kepada sang legenda yang wafat di Jakarta pada tanggal 5 September 1995.

Teaser singkat oleh Tommy Tjokro & Mia Ismi

“Gagasan menambah sebutan BABE sebagai judul dalam pertunjukan ini, karena semasa hidupnya beliau akrab disapa Babe sekaligus menjadi sosok ayah bagi kami semua. Babe adalah seniman yang memberikan inspirasi bagi masyarakat, khususnya Betawi. Kejenakaan Babe seringkali mengingatkan kepada kita untuk tetap semangat dan ceria. Pertunjukan ke-10 Teater Abang None Jakarta, mengambil konsep pertunjukan berupa konser teaterikal untuk mengenang sosok Babe dengan cara yang lain,” ujar Maudy Koesnaedi dalam konferensi pers BABE, Muka Kampung Rejeki Kota di Galeri Indonesia Kaya.

 Konser teatrikal BABE, Muka Kampung Rejeki Kota yang juga didukung oleh Teh Botol Sosro, Telkomsel, Indofood, Kimia Farma dan Sari Ayu Martha Tilaar ini dimeriahkan dengan para pemain seperti, Tommy Tjokro, Indra Bekti, Imam Wibowo, Ayumi Astriani, Astry Ovie dan abang none Jakarta lainnya.

Teaser singkat oleh Tommy Tjokro & Mia Ismi

Mengiringi pertunjukan, lebih dari 30 lagu yang pernah populer mengiringi perjalanan hidup seniman legendaris ini dibawakan dan diaransemen ulang oleh Ifa Fachir, sebagai penata musik dalam konser teatrikal ini. Dalam persiapannya, Ifa Fachir menciptakan dua lagu bersama Simhala Avadana yang berjudul Karya Untukmu dan Muka Kampung Rejeki Kota’ yang lirik lagunya terinspirasi dari judul-judul lagu Benyamin dan juga sebagai tanda apresiasi kepada Babe Benyamin.

“Benyamin Sueb dikenal karena humornya spontan dan merakyat, seakan mengajak kita untuk hidup dengan rasa gembira. Pertunjukan ini menurut saya bukan untuk mengenang, tetapi untuk merayakan kembali Benyamin Sueb dengan jejak-jejak kegembiraan yang pernah diwariskannya,” ucap Agus Noor, Sutradara konser teatrikal BABE, Muka Kampung Rejeki Kota.

HTM Konser Teaterikal Babe – Muka Kampung Rejeki Kota

VIP                   Rp. 500.000

Kelas 1             Rp. 300.000

Kelas 2             Rp. 200.000

Informasi dan Reservasi Tiket

Kayan Production & Communications : 083899715725, 085693427788, 081311630001, 0895372014902 atau tiket online melalui www.blibli.com

Muka Kampung Rejeki Kota, cuma Babe yang bisa bikin ketawa.

Tentang Teater Abang None

Maudy Koesnaedi, produser & konseptor

Teater Abang None adalah organisasi non-profit berbasis komunitas yang bergerak di bidang seni dan budaya, khususnya seni pertunjukan budaya Betawi, yang anggotanya berasal dari alumni maupun mereka yang menjabat sebagai Abang None Jakarta. Teater ini berdiri atas prakarsa Maudy Koesnaedi (None Jakarta 1993) sebagai bentuk sumbangsih dan usaha dalam melestarikan budaya Betawi, serta sarana untuk memotivasi dan memberikan kesempatan kepada para Abang None Jakarta turut serta dalam usaha tersebut. Pada awalnya, teater ini hanya beranggotakan Abang None Jakarta Utara, dan berhasil membuat sebuah pementasan yang diadakan pada tahun 2009 berjudul “Cinta Dasima”, “Doel: Antara Roti Buaya dan Burung Merpati, Kembang Parung Nunggu Dipetik” pada tahun 2010 dan “Sangkala 9/10” pada tahun 2011. Tahun 2013 produksi ke-4, Teater Abang None Jakarta mementas;kan  pertunj

Agus Noor, sutradara

ukan berjudul “Soekma Djaja”. Pada akhir tahun 2015, Teater ABNON kembali menggelar pertunjukan sandiwara betawi yang bertajuk JAWARA! Langgam Hati dari Marunda. Melihat animo masyarakat yang tinggi, serta potensi dan minat yang juga dimiliki oleh Abang None wilayah lain, maka pada akhirnya teater ini terbuka untuk semua wilayah di Jakarta, sehingga terbentuklah Teater Abang None. Teater Abang None Jakarta mencoba kembali mengulang sukses dengan memproduksi pagelaran Konser Teatrikal BABE Muka Kampung Rejeki Kota. Informasi lebih lanjut dapat mengakses www.teaterabnon.com

 

 

 

Sekilas tentang BAKTI BUDAYA DJARUM FOUNDATION

Sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, PT Djarum memiliki komitmen untuk untuk menjadi perusahaan yang turut berperan serta dalam memajukan bangsa dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempertahankan kelestarian sumber daya alam Indonesia.

Berangkat dari komitmen tersebut, PT Djarum telah melakukan berbagai program dan pemberdayaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di masyarakat dan lingkungan selama kurun waktu 60 tahun. Pelaksanaan CSR ini dilaksanakan oleh Djarum Foundation yang didirikan sejak 30 April 1986, dengan misi untuk memajukan Indonesia menjadi negara digdaya yang seutuhnya melalui 5 bakti, antara lain Bakti Sosial, Bakti Olahraga, Bakti Lingkungan, Bakti Pendidikan, dan Bakti Budaya. Semua program dari Djarum Foundation adalah bentuk konsistensi Bakti Pada Negeri, demi terwujudnya kualitas hidup Indonesia di masa depan yang lebih baik dan bermartabat.

Dalam hal Bakti Budaya Djarum Foundation, sejak tahun 1992 konsisten menjaga kelestarian dan kekayaan budaya dengan melakukan pemberdayaan, dan mendukung insan budaya di lebih dari 2.500 kegiatan budaya. Beberapa tahun terakhir ini, Bakti Budaya Djarum Foundation melakukan inovasi melalui media digital, memberikan informasi mengenai kekayaan dan keragaman budaya Indonesia melalui sebuah situs interaktif yang dapat diakses oleh masyarakat luas melalui www.indonesiakaya.com. Kemudian membangun dan meluncurkan “Galeri Indonesia Kaya” di Grand Indonesia, Jakarta. Ini adalah ruang publik pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memadukan konsep edukasi dan multimedia digital untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia agar seluruh masyarakat bisa lebih mudah memperoleh akses mendapatkan informasi dan referensi mengenai kebudayaan Indonesia dengan cara yang menyenangkan dan tanpa dipungut biaya.

Bakti Budaya Djarum Foundation juga melakukan pemberdayaan masyarakat dan rutin memberikan pelatihan membatik kepada para ibu dan remaja sejak 2011 melalui Galeri Batik Kudus. Hal ini dilatarbelakangi kelangkaan dan penurunan produksi Batik Kudus akibat banyaknya para pembatik yang beralih profesi. Untuk itu, Bakti Budaya Djarum Foundation melakukan pembinaan dalam rangka peningkatan keterampilan dan keahlian membatik kepada masyarakat Kudus agar tetap hadir sebagai warisan bangsa Indonesia dan mampu mengikuti perkembangan jaman tanpa menghilangkan ciri khasnya. Lebih lanjut informasi mengenai Bakti Budaya Djarum Foundation dapat mengakses www.djarumfoundation.org, www.indonesiakaya.com.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

IMAGE DYNAMICS

Ima Silaban #0812 9055 4435 (ima.silaban@imagedynamics.co.id)

Rara #0821 2616 7682 (rara@imagedynamics.co.id)

 

Konser Teatrikal “BABE, Muka Kampung Rejeki Kota”

Banyak cerita tentang tokoh legendaris Betawi Benyamin Sueb, tetapi belum pernah ada yang mengangkat kisah biografi Benyamin Sueb di atas panggung. Untuk pertama kalinya Teater Abang None Jakarta akan menggelar pertunjukan dengan format Konser Teaterikal tentang perjalanan hidup seorang Benyamin Sueb dalam judul “BABE – MUKA KAMPUNG REJEKI KOTA”.

Benyamin Sueb bukanlah sekadar nama. Ia adalah sosok seniman multi talenta yang menggema karena kejenakaannya. Kita mengenal banyak celotehan satir yang dilontarkan lelaki kelahiran Kemayoran 5 Maret 1939 ini, namun menjadi akrab dan bersahaja di kehidupan kita sehari-hari, sebut saja “Muke Lu Jauh”, “Kingkong Lu Lawan”, “Makdikipe” dan masih banyak lagi.

Tahun 2005 Ludhy Cahyana dan Muhlis Suhaeri menulis buku biografi tentang perjalanan hidup Benyamin Sueb berjudul “Muka Kampung Rezeki Kota”. Melalui buku biografi ini, Maudy Koesnaedi terinspirasi memproduseri pertunjukan tentang Benyamin Sueb dengan konsep yang berbeda sebagai wujud apresiasi kepada sang legenda yang wafat di Jakarta pada tanggal 5 September 1995. “Gagasan menambah sebutan BABE sebagai judul dalam pertunjukan ini, karena semasa hidupnya beliau akrab disapa Babe yang juga sekaligus sosok ayah bagi kami semua. Babe adalah seniman yang memberikan inspirasi bagi masyarakat, khususnya Betawi. Kejenakaan Babe seringkali mengingatkan kepada kita untuk tetap semangat dan ceria. Konser teaterikal ini menjadi pilihan format pertunjukan ke 10 Teater Abang None Jakarta, untuk mengenang sosok Babe dengan cara yang lain.”, ujar Maudy Koesnaedi.

Digelar dalam dua hari pertunjukan, 15 dan 16 September 2017 Pukul 19.30 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Ifa Fachir sebagai Penata Musik telah mengaransemen ulang lebih dari 30 lagu yang pernah populer mengiringi perjalanan hidup seniman yang tak tergantikan ini. Dalam mempersiapkan konser teaterikal, Ifa mengatakan, Pertunjukan BABE merupakan pertunjukan drama musikal pertama saya yang bertema komedi. Harus saya katakan bahwa bekerja dan mengerjakan ulang karya-karya hebat Benyamin S, adalah sebuah proses belajar yang sangat menarik dan tentu menyenangkan untuk saya. Untuk melengkapi musikal ini, dan sebagai tanda apresiasi saya kepada Babe Benyamin, saya ciptakan dua lagu bersama Simhala Avadana yang berjudul ‘Karya Untukmu’, dan ‘Muka Kampung Rejeki Kota’ yang lirik lagunya terinspirasi dari judul-judul lagu Benyamin.”

Konser teaterikal ini dimeriahkan dengan para pemain Tommy Tjokro, Indra Bekti, Imam Wibowo, Ayumi Astriani, Astry Ovie dan abang none Jakarta lainnya. Mengantarkan Teater Abang None Jakarta tampil pada pertunjukan ini, Agus Noor selaku Sutradara pertunjukan mengatakan, “Benyamin Sueb dikenal karena humornya spontan dan merakyat, seakan mengajak kita untuk hidup dengan rasa gembira. Pertunjukan ini menurut saya bukan untuk mengenang, tetapi untuk merayakan kembali Benyamin Sueb dengan jejak-jejak kegembiraan yang pernah diwariskannya.”

Tentang Teater Abang None

Teater Abang None adalah organisasi non-profit berbasis komunitas yang bergerak di bidang seni dan budaya, khususnya seni pertunjukan budaya Betawi, yang anggotanya berasal dari alumni maupun mereka yang menjabat sebagai Abang None Jakarta. Teater ini berdiri atas prakarsa Maudy Koesnaedi (None Jakarta 1993) sebagai bentuk sumbangsih dan usaha dalam melestarikan budaya Betawi, serta sarana untuk memotivasi dan memberikan kesempatan kepada para Abang None Jakarta turut serta dalam usaha tersebut. Pada awalnya, teater ini hanya beranggotakan Abang None Jakarta Utara, dan berhasil membuat sebuah pementasan yang diadakan pada tahun 2009 berjudul “Cinta Dasima”, “Doel: Antara Roti Buaya dan Burung Merpati, Kembang Parung Nunggu Dipetik” pada tahun 2010 dan “Sangkala 9/10” pada tahun 2011. Tahun 2013 produksi ke-4, Teater Abang None Jakarta mementas;kan  pertunjukan berjudul “Soekma Djaja”. Pada akhir tahun 2015, Teater ABNON kembali menggelar pertunjukan sandiwara betawi yang bertajuk JAWARA! Langgam Hati dari Marunda. Melihat animo masyarakat yang tinggi, serta potensi dan minat yang juga dimiliki oleh Abang None wilayah lain, maka pada akhirnya teater ini terbuka untuk semua wilayah di Jakarta, sehingga terbentuklah Teater Abang None. Teater Abang None Jakarta mencoba kembali mengulang sukses dengan memproduksi pagelaran Konser Teatrikal BABE Muka Kampung Rejeki Kota. Informasi lebih lanjut dapat mengakses www.teaterabnon.com

HTM Konser Teaterikal Babe – Muka Kampung Rejeki Kota

VIP                         Rp. 500.000

Kelas 1                  Rp. 300.000

Kelas 2                  Rp. 200.000

 

Informasi dan Reservasi Tiket

Kayan Production & Communications : 083899715725, 085693427788, 081311630001, 0895372014902

Tiket Online: www.blibli.com

Muka Kampung Rejeki Kota, cuma Babe yang bisa bikin ketawa.