Teater ABNON, Angkat Biografi BENYAMIN SUEB dalam Konser Teatrikal “BABE, MUKA KAMPUNG REJEKI KOTA”

(ki-ka) Imam Firmansyah, pemain musik; Ifa Fachir, pencipta lagu; Billy Gamaliel, Program Officer Bakti Budaya Djarum Foundation; Maudy Koesnaedi, produser & konseptor; Agus Noor, sutradara; Tommy Tjokro, pemeran Benyamin Sueb.

Teater Abang None (Abnon) Jakarta didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan menggelar sebuah konser teatrikal dengan judul BABE, Muka Kampung Rejeki Kota yang mengangkat kisah perjalanan hidup Benyamin Sueb. Disutradarai oleh Agus Noor dan diproduseri oleh Maudy Koesnaedi, konser teatrikal ini akan diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 15 & 16 September 2017 bertempat di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

“Benyamin Sueb, dikenal sebagai seorang seniman dan aktor yang telah memberikan kontribusi begitu banyak dalam dunia perfilman, musik dan seni tradisional Betawi. Sama halnya dengan Teater Abnon sebagai kelompok teater yang konsisten dalam melestarikan budaya Betawi, yang dalam pertunjukan kali ini, untuk pertama kalinya mengangkat kisah perjalanan hidup Benyamin Sueb ke atas panggung pertunjukan. Semangat para generasi muda ini untuk mengenalkan budaya Betawi ke masyarakat luas, dapat dilihat melalui pertunjukan BABE, Muka Kampung Rejeki Kota mendatang,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Maudy Koesnaedi, produser & konseptor memberikan potongan tumpeng kepada Benny Pandawa Benjamin sebagai perwakilan keluarga Benyamin Sueb.

Benyamin Sueb bukanlah sekadar nama. Ia adalah sosok seniman multi talenta yang menggema karena kejenakaannya. Kita mengenal banyak celotehan satir yang dilontarkan lelaki kelahiran Kemayoran 5 Maret 1939 ini, namun menjadi akrab dan bersahaja di kehidupan kita sehari-hari, sebut saja Muke Lu Jauh, Kingkong Lu Lawan, Makdikipe, dan masih banyak lagi.

Tahun 2005 Ludhy Cahyana dan Muhlis Suhaeri menulis buku biografi tentang perjalanan hidup Benyamin Sueb berjudul Muka Kampung Rezeki Kota. Melalui buku biografi ini, Maudy Koesnaedi selaku pemrakasa Teater Abnon kemudian terinspirasi memproduseri pertunjukan tentang Benyamin Sueb dengan konsep yang berbeda sebagai wujud apresiasi kepada sang legenda yang wafat di Jakarta pada tanggal 5 September 1995.

Teaser singkat oleh Tommy Tjokro & Mia Ismi

“Gagasan menambah sebutan BABE sebagai judul dalam pertunjukan ini, karena semasa hidupnya beliau akrab disapa Babe sekaligus menjadi sosok ayah bagi kami semua. Babe adalah seniman yang memberikan inspirasi bagi masyarakat, khususnya Betawi. Kejenakaan Babe seringkali mengingatkan kepada kita untuk tetap semangat dan ceria. Pertunjukan ke-10 Teater Abang None Jakarta, mengambil konsep pertunjukan berupa konser teaterikal untuk mengenang sosok Babe dengan cara yang lain,” ujar Maudy Koesnaedi dalam konferensi pers BABE, Muka Kampung Rejeki Kota di Galeri Indonesia Kaya.

 Konser teatrikal BABE, Muka Kampung Rejeki Kota yang juga didukung oleh Teh Botol Sosro, Telkomsel, Indofood, Kimia Farma dan Sari Ayu Martha Tilaar ini dimeriahkan dengan para pemain seperti, Tommy Tjokro, Indra Bekti, Imam Wibowo, Ayumi Astriani, Astry Ovie dan abang none Jakarta lainnya.

Teaser singkat oleh Tommy Tjokro & Mia Ismi

Mengiringi pertunjukan, lebih dari 30 lagu yang pernah populer mengiringi perjalanan hidup seniman legendaris ini dibawakan dan diaransemen ulang oleh Ifa Fachir, sebagai penata musik dalam konser teatrikal ini. Dalam persiapannya, Ifa Fachir menciptakan dua lagu bersama Simhala Avadana yang berjudul Karya Untukmu dan Muka Kampung Rejeki Kota’ yang lirik lagunya terinspirasi dari judul-judul lagu Benyamin dan juga sebagai tanda apresiasi kepada Babe Benyamin.

“Benyamin Sueb dikenal karena humornya spontan dan merakyat, seakan mengajak kita untuk hidup dengan rasa gembira. Pertunjukan ini menurut saya bukan untuk mengenang, tetapi untuk merayakan kembali Benyamin Sueb dengan jejak-jejak kegembiraan yang pernah diwariskannya,” ucap Agus Noor, Sutradara konser teatrikal BABE, Muka Kampung Rejeki Kota.

HTM Konser Teaterikal Babe – Muka Kampung Rejeki Kota

VIP                   Rp. 500.000

Kelas 1             Rp. 300.000

Kelas 2             Rp. 200.000

Informasi dan Reservasi Tiket

Kayan Production & Communications : 083899715725, 085693427788, 081311630001, 0895372014902 atau tiket online melalui www.blibli.com

Muka Kampung Rejeki Kota, cuma Babe yang bisa bikin ketawa.

Tentang Teater Abang None

Maudy Koesnaedi, produser & konseptor

Teater Abang None adalah organisasi non-profit berbasis komunitas yang bergerak di bidang seni dan budaya, khususnya seni pertunjukan budaya Betawi, yang anggotanya berasal dari alumni maupun mereka yang menjabat sebagai Abang None Jakarta. Teater ini berdiri atas prakarsa Maudy Koesnaedi (None Jakarta 1993) sebagai bentuk sumbangsih dan usaha dalam melestarikan budaya Betawi, serta sarana untuk memotivasi dan memberikan kesempatan kepada para Abang None Jakarta turut serta dalam usaha tersebut. Pada awalnya, teater ini hanya beranggotakan Abang None Jakarta Utara, dan berhasil membuat sebuah pementasan yang diadakan pada tahun 2009 berjudul “Cinta Dasima”, “Doel: Antara Roti Buaya dan Burung Merpati, Kembang Parung Nunggu Dipetik” pada tahun 2010 dan “Sangkala 9/10” pada tahun 2011. Tahun 2013 produksi ke-4, Teater Abang None Jakarta mementas;kan  pertunj

Agus Noor, sutradara

ukan berjudul “Soekma Djaja”. Pada akhir tahun 2015, Teater ABNON kembali menggelar pertunjukan sandiwara betawi yang bertajuk JAWARA! Langgam Hati dari Marunda. Melihat animo masyarakat yang tinggi, serta potensi dan minat yang juga dimiliki oleh Abang None wilayah lain, maka pada akhirnya teater ini terbuka untuk semua wilayah di Jakarta, sehingga terbentuklah Teater Abang None. Teater Abang None Jakarta mencoba kembali mengulang sukses dengan memproduksi pagelaran Konser Teatrikal BABE Muka Kampung Rejeki Kota. Informasi lebih lanjut dapat mengakses www.teaterabnon.com

 

 

 

Sekilas tentang BAKTI BUDAYA DJARUM FOUNDATION

Sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, PT Djarum memiliki komitmen untuk untuk menjadi perusahaan yang turut berperan serta dalam memajukan bangsa dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempertahankan kelestarian sumber daya alam Indonesia.

Berangkat dari komitmen tersebut, PT Djarum telah melakukan berbagai program dan pemberdayaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di masyarakat dan lingkungan selama kurun waktu 60 tahun. Pelaksanaan CSR ini dilaksanakan oleh Djarum Foundation yang didirikan sejak 30 April 1986, dengan misi untuk memajukan Indonesia menjadi negara digdaya yang seutuhnya melalui 5 bakti, antara lain Bakti Sosial, Bakti Olahraga, Bakti Lingkungan, Bakti Pendidikan, dan Bakti Budaya. Semua program dari Djarum Foundation adalah bentuk konsistensi Bakti Pada Negeri, demi terwujudnya kualitas hidup Indonesia di masa depan yang lebih baik dan bermartabat.

Dalam hal Bakti Budaya Djarum Foundation, sejak tahun 1992 konsisten menjaga kelestarian dan kekayaan budaya dengan melakukan pemberdayaan, dan mendukung insan budaya di lebih dari 2.500 kegiatan budaya. Beberapa tahun terakhir ini, Bakti Budaya Djarum Foundation melakukan inovasi melalui media digital, memberikan informasi mengenai kekayaan dan keragaman budaya Indonesia melalui sebuah situs interaktif yang dapat diakses oleh masyarakat luas melalui www.indonesiakaya.com. Kemudian membangun dan meluncurkan “Galeri Indonesia Kaya” di Grand Indonesia, Jakarta. Ini adalah ruang publik pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memadukan konsep edukasi dan multimedia digital untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia agar seluruh masyarakat bisa lebih mudah memperoleh akses mendapatkan informasi dan referensi mengenai kebudayaan Indonesia dengan cara yang menyenangkan dan tanpa dipungut biaya.

Bakti Budaya Djarum Foundation juga melakukan pemberdayaan masyarakat dan rutin memberikan pelatihan membatik kepada para ibu dan remaja sejak 2011 melalui Galeri Batik Kudus. Hal ini dilatarbelakangi kelangkaan dan penurunan produksi Batik Kudus akibat banyaknya para pembatik yang beralih profesi. Untuk itu, Bakti Budaya Djarum Foundation melakukan pembinaan dalam rangka peningkatan keterampilan dan keahlian membatik kepada masyarakat Kudus agar tetap hadir sebagai warisan bangsa Indonesia dan mampu mengikuti perkembangan jaman tanpa menghilangkan ciri khasnya. Lebih lanjut informasi mengenai Bakti Budaya Djarum Foundation dapat mengakses www.djarumfoundation.org, www.indonesiakaya.com.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

IMAGE DYNAMICS

Ima Silaban #0812 9055 4435 (ima.silaban@imagedynamics.co.id)

Rara #0821 2616 7682 (rara@imagedynamics.co.id)

 

Konser Teatrikal “BABE, Muka Kampung Rejeki Kota”

Banyak cerita tentang tokoh legendaris Betawi Benyamin Sueb, tetapi belum pernah ada yang mengangkat kisah biografi Benyamin Sueb di atas panggung. Untuk pertama kalinya Teater Abang None Jakarta akan menggelar pertunjukan dengan format Konser Teaterikal tentang perjalanan hidup seorang Benyamin Sueb dalam judul “BABE – MUKA KAMPUNG REJEKI KOTA”.

Benyamin Sueb bukanlah sekadar nama. Ia adalah sosok seniman multi talenta yang menggema karena kejenakaannya. Kita mengenal banyak celotehan satir yang dilontarkan lelaki kelahiran Kemayoran 5 Maret 1939 ini, namun menjadi akrab dan bersahaja di kehidupan kita sehari-hari, sebut saja “Muke Lu Jauh”, “Kingkong Lu Lawan”, “Makdikipe” dan masih banyak lagi.

Tahun 2005 Ludhy Cahyana dan Muhlis Suhaeri menulis buku biografi tentang perjalanan hidup Benyamin Sueb berjudul “Muka Kampung Rezeki Kota”. Melalui buku biografi ini, Maudy Koesnaedi terinspirasi memproduseri pertunjukan tentang Benyamin Sueb dengan konsep yang berbeda sebagai wujud apresiasi kepada sang legenda yang wafat di Jakarta pada tanggal 5 September 1995. “Gagasan menambah sebutan BABE sebagai judul dalam pertunjukan ini, karena semasa hidupnya beliau akrab disapa Babe yang juga sekaligus sosok ayah bagi kami semua. Babe adalah seniman yang memberikan inspirasi bagi masyarakat, khususnya Betawi. Kejenakaan Babe seringkali mengingatkan kepada kita untuk tetap semangat dan ceria. Konser teaterikal ini menjadi pilihan format pertunjukan ke 10 Teater Abang None Jakarta, untuk mengenang sosok Babe dengan cara yang lain.”, ujar Maudy Koesnaedi.

Digelar dalam dua hari pertunjukan, 15 dan 16 September 2017 Pukul 19.30 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Ifa Fachir sebagai Penata Musik telah mengaransemen ulang lebih dari 30 lagu yang pernah populer mengiringi perjalanan hidup seniman yang tak tergantikan ini. Dalam mempersiapkan konser teaterikal, Ifa mengatakan, Pertunjukan BABE merupakan pertunjukan drama musikal pertama saya yang bertema komedi. Harus saya katakan bahwa bekerja dan mengerjakan ulang karya-karya hebat Benyamin S, adalah sebuah proses belajar yang sangat menarik dan tentu menyenangkan untuk saya. Untuk melengkapi musikal ini, dan sebagai tanda apresiasi saya kepada Babe Benyamin, saya ciptakan dua lagu bersama Simhala Avadana yang berjudul ‘Karya Untukmu’, dan ‘Muka Kampung Rejeki Kota’ yang lirik lagunya terinspirasi dari judul-judul lagu Benyamin.”

Konser teaterikal ini dimeriahkan dengan para pemain Tommy Tjokro, Indra Bekti, Imam Wibowo, Ayumi Astriani, Astry Ovie dan abang none Jakarta lainnya. Mengantarkan Teater Abang None Jakarta tampil pada pertunjukan ini, Agus Noor selaku Sutradara pertunjukan mengatakan, “Benyamin Sueb dikenal karena humornya spontan dan merakyat, seakan mengajak kita untuk hidup dengan rasa gembira. Pertunjukan ini menurut saya bukan untuk mengenang, tetapi untuk merayakan kembali Benyamin Sueb dengan jejak-jejak kegembiraan yang pernah diwariskannya.”

Tentang Teater Abang None

Teater Abang None adalah organisasi non-profit berbasis komunitas yang bergerak di bidang seni dan budaya, khususnya seni pertunjukan budaya Betawi, yang anggotanya berasal dari alumni maupun mereka yang menjabat sebagai Abang None Jakarta. Teater ini berdiri atas prakarsa Maudy Koesnaedi (None Jakarta 1993) sebagai bentuk sumbangsih dan usaha dalam melestarikan budaya Betawi, serta sarana untuk memotivasi dan memberikan kesempatan kepada para Abang None Jakarta turut serta dalam usaha tersebut. Pada awalnya, teater ini hanya beranggotakan Abang None Jakarta Utara, dan berhasil membuat sebuah pementasan yang diadakan pada tahun 2009 berjudul “Cinta Dasima”, “Doel: Antara Roti Buaya dan Burung Merpati, Kembang Parung Nunggu Dipetik” pada tahun 2010 dan “Sangkala 9/10” pada tahun 2011. Tahun 2013 produksi ke-4, Teater Abang None Jakarta mementas;kan  pertunjukan berjudul “Soekma Djaja”. Pada akhir tahun 2015, Teater ABNON kembali menggelar pertunjukan sandiwara betawi yang bertajuk JAWARA! Langgam Hati dari Marunda. Melihat animo masyarakat yang tinggi, serta potensi dan minat yang juga dimiliki oleh Abang None wilayah lain, maka pada akhirnya teater ini terbuka untuk semua wilayah di Jakarta, sehingga terbentuklah Teater Abang None. Teater Abang None Jakarta mencoba kembali mengulang sukses dengan memproduksi pagelaran Konser Teatrikal BABE Muka Kampung Rejeki Kota. Informasi lebih lanjut dapat mengakses www.teaterabnon.com

HTM Konser Teaterikal Babe – Muka Kampung Rejeki Kota

VIP                         Rp. 500.000

Kelas 1                  Rp. 300.000

Kelas 2                  Rp. 200.000

 

Informasi dan Reservasi Tiket

Kayan Production & Communications : 083899715725, 085693427788, 081311630001, 0895372014902

Tiket Online: www.blibli.com

Muka Kampung Rejeki Kota, cuma Babe yang bisa bikin ketawa.