Cara Memilih Batik

1. Fitting/Ukuran

Ukuran atau fitting pada batik biasanya yang selalu menjadi problem. Banyak batik yang sudah jadi siap pakai mempunyai ukuran yang buruk. terlalu lebih ke samping, lengan yang terlalu lebar/panjang dan masih banyak lagi.

Ukuran menjadi hal yang utama dalam memilih batik. Fit yang dimaksud disini adalah bukan memakai batik yg super ketat tetapi batik yang pas sesuai bentuk tubuh Anda, tidak kebesaran dan tidak kekecilan.

Perlu diketahui juga style saat memakai batik kebanyakan diperuntukan memakai baju batik yang dikeluarkan, tidak dimasukan dalam celana (untucked). Oleh karena itu perlu diperhatikan agar tidak terlalu panjang atau terlalu pendek.

2. Bahan

Yang membedakan kualitas dari suatu batik adalah bahan untuk membuat batik, yang terdiri dari bahan kain dan cara membatik. Bahan kain untuk batik beragam dari kain sutra sampai katun biasa. Sutra menjadi pilihan bahan yang berkualitas untuk membuat batik kelas High End. Sutra memang lebih nyaman untuk dipakai tetapi harganya biasaya lebih tinggi dibandingkan dengan bahan biasa. Selain bahan kain untuk batik, cara membatik-pun bisa menjadikan harga batik yang lebih tinggi, misalnya batik tulis mempunyai harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan batik lukis. Hal ini harus diperhatikan ketika memilih batik dan sesuaikanlah dengan budget anda. Tidak selamanya batik tulis berkain sutra dapat membuat anda tampil lebih keren daripada batik lukis berkain katun.

3. Warna

Secara garis besar dalam batik itu terdiri dari warna “tanah” dan warna motif/corak batik. Yang perlu diperhatikan dalam memilih warna batik adalah warna dominan dasar batik atau biasa disebut background / “tanah”. Warna dasar inilah yang bisa digunakan patokan Anda ketika memilih batik untuk dapat dipadu padankan dengan pakaian lainnya.
Warna gelap atau terang tergantung pilihan Anda untuk acara yang Anda kunjungi. Untuk acara kasual Anda bisa menggunakan warna-warna yang cerah, seperti merah, kuning, atau ungu. Sedangkan untuk acara formal Anda bisa memilih warna yang lebih gelap atau monokrom (hitam/putih).

4. Motif

Indonesia sangat kaya akan budaya, suku, ras, dan agama. Oleh karena itu tiap daerah mempunyai motif/corak batik yg berbeda-beda dan menjadikanya itu unik. Tidak ada salahnya Anda eksplor motif-motif batik yg unik dan khas, misalnya motif “mega mendung” menjadi motif khas pada batik Trusmi Cirebon atau motif batik Kalimantan yang khas berbeda dengan motif batik daerah lain. Pastikan bahwa perpaduan antara warna motif batik dengan warna dasar batik sesuai dan serasi.

5. Casual atau Formal

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli baju batik, tentukan baju batik ini untuk acara formal, semi formal ataukah casual? Tidak ada patokan khusus batik mana yang kasual dan mana yang formal, tetapi tidak lucu kan jika Anda salah kostum karena salah pilih motif batik? Anda harus bisa membedakan batik mana yang kasual dan batik mana yang formal.

Sebenarnya tidak sulit untuk membedakannya. Yang harus Anda perhatikan adalah element penting dalam batik yaitu motif dan warna dasar. Untuk batik motif casual biasanya memiliki motif flora atau fauna ataupun yang lainya dan mempunyai warna dasar dominan yang terang. Sedangkan untuk batik formal lebih ke bentuk kemeja yang tidak terlalu banyak variasi model, hanya sekedar simpel dan minimalis dan mempunyai satu corak motif batik dengan warna-warna yang lebih soft dan elegan.

Sumber : www.fashionpria.com