Budayawan Bakal Disokong Dana Abadi

Abang none, Nampaknya para Budayawan bangsa akan lebih mudah lagi berkeativitas kedepan, dengan disediakannya Dana Abadi sebesar 5 Trilyun rupiah, sesuai arahan Presiden RI ketika Kongres Kebudayaan di akhir tahun 2018 lalu yang diselenggarakan DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN Kemendikbud RI.
Dana abadi 5 Triyun tahun ini di anggarkan dan akan mulai bekerja pada tahun 2020. Menteri Pendidikan dan kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy saat ditemui dalam acara “Seminar Kebudayaan Indonesia dalam dimensi kekinian dan perspektif masa depan” yang di gagas oleh DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN Kemendikbud RI di salah satu hotel di kawasan HR Rasuna said kuningan Jakarta, 3-4 Juli Lalu bilang, Dana abadi 5 Triyun tersebut saat ini masih dikoordinasikan ke Kementrian Keuangan dan saat ini pembentukan kelembagaan juga sedang disiapkan, termasuk berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk nantinya menempatkan dana Perwalian atau nanti ada lembaga pengelola tersendiri secara independen dibawah pengawasan Kemendikbud.
Sementara itu Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, Phd bilang, dirinya berharap dengan adanya Dana Perwalian , diharapkan segala bentuk kebudayaan yang digawangi oleh para budayawan yang juga adalah pekerja kreatif, dan seringkali merasa terhambat dengan prosedur yang baku, seperti misalkan system akutansi yang sulit. Tetapi dengan Dana abadi yang nantinya dikelola pengawasan kemendikbud Dirjen budaya diharapkan kreativitas para budayawan di tanah air tidak terhambat, karna dengan bantuan anggaran tersebut, prosedur yang berbeda dengan lembaga pengelola yang lebih independent, akan lebih mudah lagi.

PROGRAM AKSI KEBUDUDAYAAN 5 TAHUN KEDEPAN DISIAPKAN
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy yang juga ditemani Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, Phd dalam acara “Seminar Kebudayaan Indonesia dalam dimensi kekinian dan perspektif masa depan” 3-4 Juli 2019 kemaren, juga meminta semua pihak serta budayawan yang terlibat, untuk ikut mensukseskan Rencana induk pemajuan kebudayaan yang sedang digodok saat ini, yaitu program aksi untuk 5 tahun kedepan, dengan bagaimana menentukan langkah langkah untuk memajukan kebudayaan bangsa. Muhajir bilang, kebudayaan itu abstrak sekali dan karnanya para budayawan harus memiliki etikad baik untuk bersepakat dan menjauhi perbedaan. sehingga rencana mempercepat pemajuan kebudayaan dapat dicapai.

Sumber : Aldin – Kemendikbud RI