BPJS Kesehatan : Kader JKN – KIS

Salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh BPJS Kesehatan dalam upaya menuju Cakupan Semesta atau Universal Health Coverage program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada 01 Januari 2019, yaitu pada pengelolaan kelompok peserta dari sektor informal. Untuk itu, sejak April 2017 ini, BPJS Kesehatan membuka Program Kader JKN-KIS yang diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan jumlah kepesertaan dan meningkatkan kolektabilitas iuran BPJS Kesehatan bagi segmen peserta informal atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Kader JKN-KIS memiliki fungsi pemasaran sosial yang bertujuan dapat mengubah perilaku masyarakat untuk mendaftar menjadi peserta PBPU dan membayar iuran secara rutin. Secara berkala, peserta dan calon peserta JKN-KIS akan diberi edukasi melalui kunjungan-kunjungan agar tertib dalam melaksanakan kewajiban membayar iuran serta memahami pentingnya memiliki jaminan kesehatan.  Selain itu, Kader JKN-KIS juga berfungsi sebagai pengingat dan pengumpul iuran, baik kepada  peserta PBPU yang aktif maupun menunggak. Kader JKN-KIS juga berprofesi sebagai agen PPOB, sehingga apabila peserta ingin melakukan pembayaran iuran bulanan dapat langsung melalui Kader JKN-KIS tersebut.

Saat ini terdapat 1.689 Kader JKN-KIS aktif yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebelum mereka diterjunkan ke lapangan, tiap Kader telah mendapatkan pelatihan/pembekalan yang terkait tugas pokok dan fungsi dari Kader JKN-KIS. Setiap Kader mengelola lebih kurang 500 keluarga binaan di sekitar wilayahnya, yang rutin mereka kunjungi dan edukasi.

Di wilayah Depok terdapat Kader JKN-KIS yaitu Ibu Anni Sofia Wiji Lastari (Kader JKN-KIS Tanah Baru Depok) dan Ibu Eva Marviza (Kader JKN-KIS Bedahan Depok) yang hari ini Rabu, 14 Agustus 2019 datang ke Bens Radio untuk memberikan sosialisasi kepada pendengar Bens Radio tentang pentingnya memiliki dan membayar BPJS Kesehatan.

Kedua Kader JKN-KIS ini juga memiliki suka duka di lapangan. Mereka berdua menambahkan, dengan memiliki kartu BPJS Kesehatan sangat menguntungkan, karena menjadi investasi kesehatan bagi kita kedepannya.

Ibu Anni mengatakan “jangan tunggu sakit, baru memiliki kartu BPJS Kesehatan“, hal ini juga diamini Ibu Eva selaku Kader JKN-KIS juga.

Informasi selengkapnya silahkan klik di www.bpjs-kesehatan.go.id dan telepon 1500 400.

Sumber : www.bpjs-kesehatan.go.id- PB