BNPB Berikan Apresiasi Kepada Media dan BUMN Atas Sinergitas Kolaborasi Penanggulangan Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan apresiasi kepada media massa dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atas kolaborasi dan sinergi penanggulangan bencana di Indonesia. Penyerahan apresiasi tersebut dilakukan dalam dalam dua tahap, yang pertama para Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) di Sentul International Convention Centre, Sentul, Bogor, Senin (4/2) dan penghargaan tahap ke dua diserahkan di sela acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) BNPB yang ke-12 di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (5/2).

Media massa dan BUMN memiliki peran signifikan sesuai dengan kapasitasnya dalam penanggulangan bencana, baik pada fase pra, saat dan pascabencana. Contoh, media massa dengan jangkauan yang luas memberikan informasi terkait potret suatu wilayah dengan potensi ancaman bahayanya kepada publik sehingga mereka mengetahui dan memahami. Media massa mampu untuk menyampaikan dan mengemas pesan dengan bahasa yang sederhana. Di samping itu, BNPB mengharapkan publik dapat menumbuhkan literasi kebencanaan melalui media massa. Di pihak lain, BUMN melalui BUMN Peduli membantu masyarakat terdampak banjir di Jabodetabek pada awal Januari lalu.

Konteks ini yang kemudian diangkat BNPB menjadi tema besar Rakornas PB tahun 2020 yang dihadiri oleh 13.000 peserta, yaitu “Penanggulangan Bencana Urusan Bersama.” Kepala BNPB Doni Monardo menekankan bahwa kita perlu menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap penanggulangan bencana. Pemahaman kebencanaan tidak hanya disampaikan sejak usia dini tetapi juga keterlibatan aktif dari setiap individu dalam penanggulangan bencana itu sendiri.

BNPB sangat menekankan pada pendekatan pentaheliks dalam bencana mengingat tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah. Kolaborasi multipihak atau pentaheliks, yaitu pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media massa, menjadikan penanggulangan bencana akan berlangsung efektif dan efisien.

Hal senada juga disampaikan Presiden Joko Widodo saat ia memberikan instruksi pendekatan pentaheliks penanggulangan bencana dihadapan ribuan peserta Rakornas PB pada Selasa lalu (4/2).

“Ketiga, penanggulangan bencana harus dilaksanakan dengan pendekatan kolaboratif, ‘Pentahelix’ yaitu kolaborasi antara unsur pemerintah, akademisi dan peneliti, dunia usaha, masyarakat, serta dukungan media massa untuk dapat menyampaikan pemberitaan kepada publik,” kata Presiden Jokowi.

Adapun deretan media massa yang menerima penghargaan tersebut meliputi:

Media Cetak: Kompas, Media Indonesia, Pikiran Rakyat, Suara Pembaharuan dan Koran Jakarta

Media online: tribunnews.com, antaranews.com, republika.co.id, detik.com, kompas.com, dan liputan6.com, Okezone.com, Sindonews.com, Bisnis.com, Inews.id, cnnindonesia.com, Suara.com, Trubus.id, Merdeka.com, Tempo.co, Akurat.co, Medkom.id, Jawapos.com, suaramerdeka.com, kumparan.com, mongabay.com, idntimes.com, bbcindonesia.com, rmco.id.

Media TV: CNN Indonesia TV, Metro TV, Berita Satu TV, TVRI, TVOne, Kompas TV, MNC TV, iNEWS, DAAI TV, Jawa Pos TV, Antara TV, SCTV, Indosiar, TransTV, Trans7, NET TV.

Media Radio: RRI, Elshinta, Smart, Trijaya FM, Sonora FM, dan Bensradio.

Kemudian untuk penerima penghargaan untuk BUMN meliputi BRI, BNI, Mandiri, ASDP, Bulog, PLN Peduli, Artha Graha Peduli, Mayapada, Maipark, ALFI, Indofood, Telkom dan Telkomsel.

Selain itu, BNPB juga memberikan apresiasi kepada BPBD, kementerian/Lembaga, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakat dan insan kemanusiaan atas kontribusi dan keterlibatan aktif dalam penanggulangan bencana di Indonesia.

Sumber : Agus Wibowo (Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB)